Sep 192017
 

Prototype Tank Medium FNSS-Pindad (FNSS)

Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meninjau kesiapan turret dalam mendukung medium tank pertama buatan dalam negeri hasil pengembangan bersama FNSS Turki pada acara sarasehan industri pertahanan, di PT Pindad (Persero), Bandung, Jawa Barat, 18/9/2017.

Menteri Perthanan meninjau secara langsung kesiapan perkembangan medium tank beserta turret 105 mm kerja sama dengan CMI Defense Belgia. Sarasehan ini juga dihadiri direktur utama beserta direksi dari industri strategis dan swasta.

Proyek medium tank adalah program negara yang termasuk pada 7 pengembangan strategis Kemhan. Proyek medium tank dimulai pada tahun 2015, dan pada 5 Oktober 2017 nanti akan tampil dalam puncak perayaan HUT TNI ke-72 di Cilegon.

Ryamizard Ryacudu dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, mengatakan, pengembangan ini merupakan wujud konkret dari upaya untuk membangun kemandirian industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan Alutsista TNI. Langkah itu juga sebagai refleksi komitmen pemerintah yang terus berupaya secara maksimal untuk mendorong dan memfasilitasi kerja sama industri pertahanan, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas teknologi Alpalhankam.

“Langkah ini juga untuk menjawab tantangan ke depan yang semakin berat dan kompleks. Di samping itu, ini juga merupakan wujud nyata dari bela negara segenap insan teknologi yang diwadahi dalam industri pertahanan,” kata Menteri Perthanan.

Ryamizard Ryacudu pun tidak ingin Indonesia kalah dan gagal dalam persaingan modernisasi dan global tersebut yang pada gilirannya dapat mengancam eksistensi dan Keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI).

“Karena dalam persaingan globalisasi, yang kuat ke luar sebagai pemenang dan menjadi pemimpin serta pasti akan menjajah, sementara yang lemah akan kalah dan menjadi pecundang dan akan terus terjajah,” tutur Menhan. Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengapresiasi dukungan Menhan yang terus mendorong industri pertahanan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan Alutsista negara. “Sarasehan ini merupakan atensi dari Menhan terhadap perkembangan terkini dari kesiapan indhan khususnya BUMNIS dalam mendukung Alutsista TNI dan Polri. Pindad merancang medium tank ini untuk melengkapi dan memenuhi kebutuhan alutsista dalam menjaga kedaulatan NKRI,” ujar Abraham.

Latar belakang dibuatnya medium tank berawal dari keinginan Kementerian Pertahanan untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun kemampuan kemandirian industri strategis dalam hal ini, Pindad untuk merancang sendiri.

Pindad kemudian ditugaskan membuat medium tank sesuai kebutuhan user, lalu dilihat solusi yang paling feasible untuk kebutuhan tersebut sesuai dengan ilmu teknologi dan bekerjasama dengan mitra strategis. (Antara).

  21 Responses to “Tank Medium Pindad Akan Tampil di HUT ke-72 TNI, Cilegon”

  1. wuiihhh .,….jd g sabar gimana gitu …keren lah

  2. Kabarnya TNI akan memesan 500 unit tank jenis ini.. tpi sementara 100 unit dulu untuk memenuhi 2 batalyon. Mantaapp semoga lancar..

  3. Langsung di test nanti buat jungle warfare… Penasaran ane gimana hasilnya

  4. Tank Pindadnya coba di Lokasi latihan Marinir Karang Tekok Situbondo, sama Test Power Laras 105mm. Pasti Mantab tuh …….

  5. kalau mau hitung2 an dari data alutsista TNI AD dibandingkan negara Malaysia (TDM) dan Singapura (SAF)…Indonesia (TNI AD) jauh dari jumlah kuantitas alutsista apalagi kualitas alutsista…
    AV 8 GEMPITA (280) : TERREX AV 81 (155) : PANDUR II (26)
    ACV 300 (287) : BIONIX IFV (221) : MARDER (42)
    K200 KIFV (132) : M113 A2ULTRA(IFV&OWS) 950 “WOW BANGET” : M113 +(ARISGATOR) (150)
    ASTROS II (64) : HIMARS (44) : ASTROS II TNI AD (36)
    SSPH PRIMUS : 64 : M109 A6 PALADIN :32 : M109 A4 BE : 18

  6. Gendut body nya kagak ceper ?

  7. ada yang tau kabar lanjutan MLRS made in Indonesia (pindad) sob?

 Leave a Reply