Tank Medium Pindad dan Kemandirian Alutsista 2019

42
Tank Medium Pindad – FNSS (monch.com)

Bandung – PT Pindad saat ini sedang menyelesaikan tank medium pesanan Kementerian Pertahanan yang rencananya akan ditampilkan dalam parade HUT TNI 5 Oktober 2017. Hal ini diungkapkan Sekjen Kementerian Pertahanan Dr. Widodo saat kunjungan kerja ke sejumlah industri pertahanan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/8/2017).

Dalam rangkaian kunjungannya ke PT Pindad, Sekjen Kemahn yang didampingi Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengungkapkan ada sejumlah target yang harus diselesaikan PT Pindad di masa yang akan datang, terkait perkembangan pencapaian PT Pindad dalam produksi tank medium yang bekerjasama dengan FNSS Turki. Tank medium ini akan disesuaikan dengan kebutuhan TNI di daerah operasi.

Pada tahun 2019 diharapkan Indonesia telah mandiri di bidang industri pertahanan, ujar Dr Widodo. Untuk itu Kementerian Pertahanan mendorong PT Pindad untuk mass production, khususnya dalam mendukung alutsista Kementerian Pertahanan / TNI, serta sejumlah kementerian di Indonesia bahkan dunia.

Kemandirian itu dapat dimulai dari membuat bahannya, produksi, packing dan pemasaran sehingga diharapkan pada tahun 2019 target Kementerian Pertahanan / TNI dapat tercapai.

Untuk target-target lainnya, PT Pindad mendapat tantangan mengembangkan inovasi sejumlah produk seperti : tank amfibi, roket dan senapan bawah air untuk pasukan khusus.

Sekjen Kementerian Pertahanan berharap PT Pindad ke depan dapat menguasai pasar nasional bahkan dunia, untuk itu core business PT Pindad harus lebih ditingkatkan.

Prototype Tank Medium Pindad – FNSS. (Dunya.com)

Kunjungan ke PT CMI

Setelah melakukan kunjungan ke PT Pindad, rombongan Kementerian Pertahanan melanjutkan kunjungan kerja ke PT CMI (Compact Microwave Indonesia), yang masih terletak di Bandung. Rombongan diterima Direktur Utama PT CMI Ir. Rahardjo Pratihno beserta jajaran.

Dalam kunjungan ke industri pertahanan korporasi berbasis teknologi ini, Sekjen berharap PT CMI sebagai perusahaan industri pertahanan yang bergerak dibidang alat komunikasi seperti radar, satellite ground station, manpack, modul radar pertahanan, sistem kontrol dan pengendalian untuk puskodal, untuk tidak bergantung ke luar negeri. Kemhan mendorong agar PT CMI dapat menguasai pasar nasional dan dunia,

Sekjen Kemhan mengatakan kita patut bangga karena selama ini PT CMI menggunakan komponen, SDM, tenaga ahli dan permodalan dari dalam negeri. Sebagai perusahaan peralatan radio dengan kompetensi di bidang arus lemah dan tinggi (microwave), PT CMI adalah perusahaan karya anak bangsa yang pemegang saham seluruhnya adalah Warga Indonesia.

Oleh karena itu Kementerian Pertahanan mendorong sepenuhnya PT CMI agar mencapai kemandirian alutsista sesuai dengan semangat Presiden RI dan Menteri Pertahanan dalam kemandirian alutsista tahun 2019.

Pada hari yang sama Sekjen Kemhan beserta rombongan juga mengunjungi industri pertahanan Bhimasena, perusahaan yang bergerak di bidang Research and Development yang memproduksi kendaraan-kendaraan militer seperti EOD vehicle, CBRN vehicle, decontamination vehicle, kitchen vehicle, uav backpack dan uac optera. Dirilis Kemhan.go.id, 15/8/2017.

57 KOMENTAR

  1. Baru saya tau jika sistem senjata/turret tank medium indonesia ini memakai buatan lokal juga,berarti ToT dari belgia kemarin sudah berhasil..saya kira sistem senjata/turret buatan pindad ini hanya terpasang pada panser BADAK,ternyata sudah terpasang pada tank medium rupanya…salut untuk anak anak BANGSA INDONESIA yg giat untuk mengejar ketertinggalan.

    • semua akan kebagian bung, ga elok jika matra laut aja yg di manjakan, dr segi pertahanan harus semua matra dan semua yg berkepentingan di bidang pertahanan harus di perhitungkan jg…al, ad dan au semua termasuk kekuatan militer suatu negara…jd tdk boleh setengah2 harus semua kebagian…

    • itu jumlah utk beberapa thn kedepan aja bung, 5 – 10 thn lg kan kita ga bakal tau, teknologi baru apakah yg akan hadir saat itu,.jd kita jgn mau ketinggalan lg…bikin 20-30 unit kan udah banyak itu klo mpe 5 thn ke depan, siapa tau 6 thn lg kita bisa bikin MBT buatan anak negeri dan TKDN 75%….who knows??? tp semoga aja bisa….

    • PINDAD itu nggak hanya bikin Medium Tank saja.

      Dengan luas lahan Pindad yang hanya segitu di Kiaracondong Bandung, Pindad harus produksi :

      Bedil
      Amunisi
      Panser Anoa
      Panser Badak
      Jip Komodo
      Alat berat excavator
      Mesin pertanian.

      Yang akan datang bakal ditambah :
      Tank Medium
      Genset PLN.

      Jadi maklum jika produksi per tahun hanya puluhan unit per jenisnya (kecuali bedil dan amunisi).

      Jadi kalau mau menambah jumlah produksi per tahun, Pindad harus bikin pabrik yang baru yang jauh lebih luas.

      Dan sekarang lahan di daerah Lampung yang lebih luas sedang dicari dan diuji kelayakannya oleh Kemhan untuk industri pertahanan seperti Pindad, PTDI dan PT PAL.