Feb 132014
 
ACV 300 BMP-3 Turret, FNSS Turki

ACV 300 BMP-3 Turret, FNSS Turki

Indonesia dan Turki sepakat bekerjasama untuk mengembangkan tank medium baru. Kesepakatan ini ditandatangani 6 Februari 2014 di Jakarta, antara perusahaan FNSS Turki dengan PT Pindad Indonesia, untuk mengembangkan tank bagi keperluan TNI AD.

Diperkirakan tank baru ini memiliki desain konvensional, yang memungkinkan dipasang turet dengan canon 105 mm serta  dual co-axial machine gun (MG) 7.62 mm dengan sistem penembakan bersifat komputerisasi.

Untuk memudahkan penyebarannya di Indonesia, diharapkan tank ini memiliki berat tempur sekitar 25 ton.

ACV 300 Turki

ACV 300 Turki

Disain Tank Pindad yang sempat beredar

Disain Tank Pindad yang sempat beredar

FNSS memiliki pengalaman luas dalam desain, pengembangan dan produksi kendaraan tempur lapis baja berpenggerak roda maupun rantai (tracked). Lapis baja buatan FNSS terakhir adalah keluarga/ varian Armoured Combat Vehicle (ACV), yang dibangun dalam jumlah signifikan untuk keperluan dalam negeri Turki maupun pasar ekspor.(Janes.com).

  23 Responses to “Tank Medium Pindad”

  1. Antara cv-120 hibrida merkava iv…ditunggu manuver produksinya..

  2. Kalau melihat gambar dari Turki, asalnya adalah APC M-113. Tidak cocok u/ jadi tank: siluet yg tinggi dari samping dan depan. Gambar Pindad lebih cocok. Jadi apa untungnya kerjasama dengan Turki?

    • masalah nya pindad belum menguasai teknologi Turret nya boss,, klo dah nguasai pembuatan turret mungkin anoa dah di modifikasi lg, menggunakan turret supaya penembak ga keluar dari panser.

      kalo masalah medium tank memang turki juga blm punya banyak pengalaman , tp klo MBT turki dah bisa buat MBT generasi 3 canggih, hasil TOT dgn korsel MBT black panter . tp di rekonstuksi ulang ma turki, hasil nya MBT ALTAY.

    • iya, semoga bukan si montok :mrgreen:

      • memang nya knp klo si montok bung?? Kalu si montok bisa melebihi kemampuan nya puma atau marder gmn???

        Ini mah kalo/ misalkan, daya serang nya, perlidungan personil di dalamnya, kemampuan amfibi nya melebihi yg lain knp tidak??? Memang yg di cari body nya, bukan kemampuan nya boss

        • @andri c, sudah dijawab bung antonov diatas tuh 😀

          • tp ada satu kelemahan bung yg menurut saya agak fatal, atau mungkin bisa fatal bgt..

            coba liat posisi kamera nya bung. terlihat posisi kamera di atas turet, kenapa saya bilang kelemahan nya itu, MBT / medium tank / panser yg menggunakan turet itu mata nya cuma kamera..ketika kamera nya ditembak sniper maka MBT/medium tank itu tak bisa bergerak banyak, otomatis pengemudi harus keluar dari tank, dan itu lebih memudahkan lagi melumpuhkan kru di dalam nya, so ga usah menghancurkan MBT nya, cukup menghancurkan kamera nya, dah lumpuh tank tsb.

            Desain pindad ini posisi kamera nya di atas turet otomatis sangat memudah kan ditembak oleh sniper, baik dari sudut 45 derajat / dari depan sekaligus.

            Coba liat MBT leopard 2A6 posisi kamera sedikit masuk ke dalam turet, otomatis sangat menyulitkan sniper menembak nya.

    • @ antonov

      pindad juga cukup baik…walaupun mesinnya dari luar…
      Jadi apa untungnya kerjasama dengan Turki??
      sama juga apa untungnya kerjasama dengan pakistan..?
      jawapannya ada dalam HATI kita semua mayoritas penduduk indonesia,turki.dan pakistan, .. dll
      HATI itu adalah MOU yang melebihi secarik kertas kerjasama pertahanan antar negara

      • khayalan tingkat rendah …..E – Di.

      • Bung Okelah, sekarang udah bukan zamannya lagi mau produksi kendaraan, mikirin dulu bikin mesinnya. Bikin tank, bikin pesawat, tahap perencanaan awalnya pasti bukan gimana caranya bikin mesin, tapi lebih kepada bagaimana mampu menciptakan suatu produk yang mampu mengadopsi engine terbaik, fitur keamanan yang maksimal, dan piranti tempur yang full equiped, serta yang tidak kalah pentingnya adalah mampu bersaing secara ekonomi. Setiap produk yang dihasilkan dituntut bukan hanya untuk menjadi yang terhebat, tapi juga menguntungkan.
        Hehehe..! Kita gak usah minder untuk kerjasama dengan negara manapun. Selagi bermanfaat, kenapa tidak? Ada petuah lama yang berbunyi, katakan benar, meskipun kebenaran itu datang dari mulut anak kecil. Anda mengatakan bahwa hati melebihi secarik kertas MoU kerjasama pertahanan antar negara. Jadi marilah kita perbesar hati agar pelaksanaan MoU bisa lebih besar dari sekedar apa yang telah disepakati. Suatu bangsa akan menjadi besar jika rakyatnya berjiwa besar. Mari kita memandang setiap kerjasama sebagai sebuah proses pencarian ilmu, agar senantiasa ada rasa kurang dalam diri kita, ada semangat untuk belajar dan tentu saja, jiwa yang rendah hati. Salam hangat bung…!

    • ACV 300 sempat dipinjamkan FNSS Turki ke Pindad, sebelum teken Mou, untuk dipelajari tracked-nya.

      Untuk turet kayaknya mau pakai CT CV Belgia

  3. basic utama desainnya sepertinya mengacu pada desain PINDAD.

  4. yup betul bung blaze,saya lihatnya begitu. paduan yg klop dan garang.

    sdg desain acv 300 memang lisensi dari apc m113.bentuknya ga lebih dari sebuah KARDUS BERTURET.upsss sory

    • he..he salah reply ke bung pertamax. Dulu juga ada slentingan bung kerjasama dengan polandia berlanjut akuisisi tank medium anders. Entah bagaimana kelanjutannya. bung..

  5. Pilih desain pindad aja keren tuh….

    • idealnya memang begitu bung (atau bing?). Tapi ulasan bung nowyoudont di bawah lebih berasa kemungkinannya. Desain marder dengan turet yang dirancang kemudian memberi kemungkinan lebih medium tank ini akan diserap lintas angkatan. Yaitu versi medium tank amphibi. Konon iveco pernah merilis kembangan dari cv 300 tsb dengan versi amphibious yang lebih elegan.

  6. ga tau kenapa bung @Diego pasang photo ACV 300 yang tentu saja gambot karena untuk angkut personel, sama fungsi dengan Anoa atau AV8. Sementara kerjasama dengan Turkey adalah tank medium.

    Sebelumnya diberitakan Marder yang akan digunakan sebagai basis tank medium, tapi Pindad menampiknya. sekarang ada kerjasama dengan Turkey. Apa mungkin yg akan terjadi adalah PINDAD dan FNSS merancang tank medium dgn basis Marder? kalaupun tidak, yang namanya tank tentu tidak akan gambot seperti IFV/AVC

    Argentina punya tank medium berbasis Marder.dgn berat 30 ton dan menggunakan cannon 105mm

    • Terawangan saya, tank pindad kerjasama dengan FNSS Turki ini untuk tank kelas 20-an ton, mengisi slot/ mengganti posisi light tank Scorpion yang ada saat ini. Mungkin canonnya naik kelas ke 105mm. Saya seperti Bung One, kayaknya disainnya, akan mengacu ke model buatan pindad yag pernah dipublish, FNSS mungkin bantu urusan rantai, dan lain lain.

      Mungkin kalau tank kelas 20-an ton ini kelar, baru naik ke medium, 30-40 ton, sekelas Marder.

  7. Saya melihatnya begini,yg dimaksud tank medium oleh TNI adl.kenndaraan beroda rantai dgn bobot 25-30 ton.yg roda rantai dlm bobot segitu ada 3: IFV,APC dan canon.pilihan TNI AD sdh mengkrucut menjadi 2: IFV dan Canon.nah kalo IFV yg jg bisa nggotong infanteri mekanis kita kerjasama dgn turki.kalo canon kita kembangkan sendiri dgn turet beli jadi punya rusia atau belgia dan sistem penggerak punya turki hasil kerjasama IFV td

    • Tank ya MBT, medium atau light, roda rantai.
      IFV ya infantery fighting vehicle, bisa dipersenjatai berat/ ringan, awak + personil infanteri, roda rantai (tracked) atau biasa (wheeled).
      Maunya yang mana?

      Zaman sekarang adalah combined arms (aset panzer, infantri, armed, arhanud, zipur, recce, udara (UAV, heli) dalam satu unit tempur. Unit tempur combined arms terkecil adalah divisi (Rusia, China), resimen/brigade (Amrik), atau batalyon (Jerman).

      Kalau TNI menyebutnya kavaleri dimana unit tempur combined arms terkecil masih ragu apakah resimen atau batalyon. Nggak pa2 bikin saja lantas disimulasikan mana yg cocok dengan doktrin pertahanan kita Sishanta Negara Kepulauan.

      • TNI AD tdk mengadopsi combined arms.setiap korps berdiri sendiri dan dlm operasi mereka bergerak dalam komando masing.seperti yg saya blg kalau indonesia mengadopsi konsep jerman.infanteri sdh terbentuk dlm formasi divisi.saat ini infanteri TNI sdg bertransformasi menjadi infanteri mekanis.artileri dlm formasi tertinggi baterai (kompi) dan sdg mengejar batalyon.kavaleri tertinggi dlm formasi batalyon.semua satuan ini di koordinasi oleh kodam.jadi tidak combined

  8. Yg ane kasian mah pindad-nya. Banyak bener harapan orng thd pabrik senjata kita ini. Bikin senjata, amunisi, bikin panser, bikin tank, bikin rantis, diminta retrofit tank juga. akhirnya byk proyek yg ga jadi2 krn kurang fokus, spt proyek panser anoa versi canon 90mm, pe skrng msh pengembangan terus. Semua pengen senjatanya modern pdhal kata pindad sndri, mesin2 pabriknya dah tua, peninggalan menir belanda. salut dah ane mah pindad atas kegigihannya, makanya ane dukung terus.

 Leave a Reply