Feb 092014
 
MBT Oplot Thailand

MBT Oplot Thailand

Thailand akhirnya menerima lima Main Battle Tank (MBT) Oplot dari Ukraina (07/02/2014). Tank-tank akan menjalani tes lebih lanjut sebelum diterima secara resmi.

The Royal Thai Army memesan 49 MBT Oplot di bawah kontrak pada bulan September 2011. Penerimaan teknis tank selesai pada November 2013. Thailand menyatakan membutuhkan sekitar 200 tank/ MBT.

MBT T-84 Oplot, Ukraina

MBT T-84 Oplot, Ukraina

MBT Oplot diproduksi oleh Kharkiv Morozov Machine Building Design Bureau (KMDB) di Ukraina. Tank ini pada awalnya dikembangkan untuk memenuhi permintaan angkatan bersenjata Ukraina. Versi ekspor canon smoothbore 125mm digantikan dengan canon standar NATO 120mm smoothbore, automatic loader.

Thailand adalah pelanggan pertama untuk MBT Oplot. Kendaraan yang tersisa dijadwalkan dikirim pada akhir 2015.

Fire Power:
Main Gun – Model KBA-3 Calibre 125 mm
Breech – type horizontal wedge-type, semi-automatic
Elevation/depression –angles from -4 to +15 degrees
Horizontal aiming – (together with the tank turret) 360 degrees
Elevation – 0.2 mrad (APFSDS, HEAT, R=2000 m)
Azimuth – 0.2 mrad (APFSDS, HEAT, R=2000 m)

Coaxial machine gun – Model KT-7.62 (PKT) with removing powder gas
Calibre – 7.62 mm
Technical rate of fire – 700 to 800 rpm

Anti-aircraft machine gun system
Control – remote
Control modes – 1) automatic 2) stabilised in vertical plane
Armament model – KT-12.7
Calibre – 12.7 mm
Ammunition feed – belt-type
Technical rate of fire – 700 rpm
Number of cartridges in a belt – 150
Max firing range – at air targets 2000m / at ground targets 2000 m
Firing angles – elevation from -3 to 60 degrees / 360 degrees

op4

Ballistic Protection
Armour dilengkapi dengan BATW-ERA untuk melindungi serangan:

1. Hand anti-tank grenades, hand-held and stationary grenade launchers and recoilless guns (including ammunition with tandem warheads)
2. Anti-tank missiles of TOW-2, Milan and Shturm-S type
3. HEAT projectiles fired by 125 mm tank smoothbore guns
4. APFSDS projectiles fire by 125 mm and 120 mm tank guns
5. Modul BATW-ERA diinstal kebagian hull/ badan tank, serta yang bersifat modular ditempatkan pada bagian luar depan dan bagian samping dan atas turret.

oplot3

Power Pack
Engine – 6?D-2 engine is a multifuel, 6-cylinder, double-stroke liquid cooled diesel engine.

Maximum output using diesel fuel – 882 kW (1200 hp)
Max. torque at diesel fuel at engine – crankshaft rotation speed at (1600±10) rpm 3135 N (320 kgf·m)
Rotational speed of the crankshaft at max. power – 2600 rpm
Specific fuel consumption at maximum power mode 211-231 g/kW·h – (155-170 g/hp·h)
Mass of the dry engine – 1180/1240 kg
Dimensions – length 1602mm / width 955mm / height 581mm

  26 Responses to “Tank Oplot Thailand Lakukan Ujicoba Lanjutan”

  1. Hi, Im the first one. Hehehe..!

  2. hmmmm hebat juga ya,tapi saya masih lebih merasa di kawasan ini yang lebih hebat ya tank Abrams Australia,Leo 2 RI,dan Leo Evo Singapur yang jadi pertaruhan kawasan ini

  3. leo kita kapan nih dateng lagi ,, udh masuk awal 2014 ko cuman nongol dua , dari komenan dulu2 yg saya simak di forum ini katanya kita akan nambah MBT lagi di MEF mendatang klw tidak salah ada yg bilang cahallenger dri U.K bakalan diboyong hmm..

    • sellalu ada beberapa kemungkinan untuk pertanyaan kayak gini

      a. ndak jadi dikirim, karena batal
      b, belum dikim, karena ditunda
      c. baru dikrim sebagian
      d. sudah dkrim kebanyakan orng nggak tau jawaban mana yg bnar

  4. Age of MBT in SE Asia. di kawasan ini sekarang MBT PT-91 “pendekad” Malaysia jadi underdog, dikelilingi Leopadd RI, Leopard 2A4sg dan sskarang Oplot T-84

    Yang lucu ternyata Polandia sendiri sebagai produsen tank Pendekar memilih membeli Leopard 2A4 dari Jerman 😆 MBT jiran ini bahkan tidak dianggap layak pakai oleh produsennya sendiri 😆

    http://www.defenseindustrydaily.com/buy-from-the-pros-poland-adds-more-german-tanks-019466/

    • Saya pernah baca link yang bahas rosiyah tawarin kita kerjasama pengembangan Armata tapi udah kehilangan jejaknya. Bung Now ada linknya gak atau informasi soal ini???

      • engga punya bung. kayaknya gak jadi karena Armata akan segera masuk produksi 2015. yang saya dgr dari bung satrio justru T-91 yang akan digantikan Armata pada 2015 yang ada kemungkinan melengkapi kebutuhan Kogabwilhan bersama tambahan 100+ Leopard 2A4 eks Spanyol

      • ralat:

        #kemungkinan MBT eks Russia T-90 yg akan digantikan Armata

  5. katanya kita mau beli Leo lagi ya alias bacth ke-2 ..ini bener atau impian aja ya bung ?

  6. Untuk indonesia gak salah menganut prinsip quantity=quality.
    Kualitas alutsista medium tetapi mendapat unit yang lebih banyak.
    Sehingga penyebaran alutsista bisa lebih merata…dan jumlah yang banyak juga merupakan faktor detterent tersendiri.

    • banyak tpi tidak ber taring ,,sama aja bung@ macro di remehin tetap..anggap aja kita punya 100 F16 blok 25 ,,musuh punya 40 F18 HORNET,,,secara teknologi dan persenjataan jauh ketingal,,lebih baik punya sedikit tapi “ganas” dri pada byk tapi macan ompong

      • itu situasional…
        kalo seperti skarang ini casenya, utara selatan timur pada jahil…deploymentnya jadi agak sulit. Belum lagi kalao misalnya clash terjadi dan mereka mengerahkan armadanya besar2an…apa tindakan anda?

        Tolong disimak jangan asal ngomong…Saya bilang teknologi medium…bukan minimum..F16 blok 50 ke atas, gripen, rafale, jf 17 block akhir itu medium dan yang penting senjatanya termasuk didalamnya.

        Dengan 100 F16 block 50 kita bisa amankan luasnya negara RI dengan lebih maksimum.

        40 F18 hornet kalau kita hadapi dengan 80 F16 block 50 yang membawa missile jarak-jauh apakah mereka ga keder…? bayangkan sendiri.
        bahkan mungkin dengan 100 unit JF17 yang disajikan secara atraktif bisa membuat gentar lawan koq…..100 JF17 terbang bersama dengan missile BVR anti pesawat…?
        Bagai dikeroyok tawon…kabur toh…?

        Ini hanya salah satu strategi saja.

        • Marco
          February 10, 2014 at 5:35 pm

          “jumlah yang banyak juga merupakan faktor detterent tersendiri”

          ->berat di ongkos, detterent yang diberikan juga seragam mudah untuk dipetakan kemampuannya

          “F16 blok 50 ke atas, gripen, rafale, jf 17 block akhir itu medium dan yang penting senjatanya termasuk didalamnya”

          -> Pespur ya pasti bli sepaket sama pensilnya

          “Dengan 100 F16 block 50 kita bisa amankan luasnya negara RI dengan lebih maksimum”

          -> amanin pake 1 ska f16 blok 32 + 10 Batre s400 + 20 kapal selam lebih adem

          “40 F18 hornet kalau kita hadapi dengan 80 F16 block 50 yang membawa missile jarak-jauh apakah mereka ga keder…? bayangkan sendiri.”

          -> Tergantung Pendukungnya tu hornet dibelakangnya ada AWACS & Tanker trus diatasnya ada satelit dan dibawahnya ada aegis destroyer, bukannya keder malah kegirangan 😀

          “bahkan mungkin dengan 100 unit JF17 yang disajikan secara atraktif bisa membuat gentar lawan koq…..100 JF17 terbang bersama dengan missile BVR anti pesawat…?
          Bagai dikeroyok tawon…kabur toh…?”

          -> 10 f22 raptor nggak bakalan kabur

          • Marco
            February 10, 2014 at 5:35 pm

            “jumlah yang banyak juga merupakan faktor detterent tersendiri”

            ->berat di ongkos, detterent yang diberikan juga seragam mudah untuk dipetakan kemampuannya

            >>> berat ongkos gimana?
            1 skadron su-khoi semntara kita alihkan ke 4 skadron JF17. sama anggaran tapi dapat lebih banyak. Indonesia sudah biasa meminta yang spesifikasi yg tailor made buat TNI, jadi spek-nya khusus tidak mudah dipetakan.

            “F16 blok 50 ke atas, gripen, rafale, jf 17 block akhir itu medium dan yang penting senjatanya termasuk didalamnya”

            -> Pespur ya pasti bli sepaket sama pensilnya

            >>>F16 awal cuma dapat sidewinder, Su malah cuma kanon?? –> karena anggaran. Susulan persenjataannya kalau dilihat timeline ke kemungkinan konflik, maka sangat terlambat.

            “Dengan 100 F16 block 50 kita bisa amankan luasnya negara RI dengan lebih maksimum”

            -> amanin pake 1 ska f16 blok 32 + 10 Batre s400 + 20 kapal selam lebih adem

            >>>Ikut pak Sukarno saja, keunggulan perang itu di udara.
            kalau dengan serangan metode pearl harbour…apa taktik anda?
            .
            Saya sudah bilang, benchmarknya adalah bagaimana menghadapi kedatangan 1 gusus kapal induk? (entah cina ataupun amerika)

            “40 F18 hornet kalau kita hadapi dengan 80 F16 block 50 yang membawa missile jarak-jauh apakah mereka ga keder…? bayangkan sendiri.”

            -> Tergantung Pendukungnya tu hornet dibelakangnya ada AWACS & Tanker trus diatasnya ada satelit dan dibawahnya ada aegis destroyer, bukannya keder malah kegirangan 😀

            >>> apalagi cm dihadapi 1 ska F16? or 1 ska su?
            lhah JF17 didukung jg dong tanker, awacs, sukhoi, aaw frigate.
            gimana??

            “bahkan mungkin dengan 100 unit JF17 yang disajikan secara atraktif bisa membuat gentar lawan koq…..100 JF17 terbang bersama dengan missile BVR anti pesawat…?
            Bagai dikeroyok tawon…kabur toh…?”

            -> 10 f22 raptor nggak bakalan kabur

            >>> ah emang ente pilotnya?

            anggap ente pilot lalu ente baca koran yang ngebahas BVR missle dengan jumlah yg masiive…ente 10 lawan 100…, belum lagi semngat pilot untuk merontokan pesawat flagship macam raptor.
            silakan bayangkan sendiri..

            ini juga belum bicara taktik…sumber daya pesawat lain kita

          • >>> berat ongkos gimana? 4 skadron JF17, tailor made buat TNI, jadi spek-nya khusus tidak mudah dipetakan.

            Spek pespur yang diutamain: manuver, combat range, missile, radar,biaya pemeliharaan dan operasi alat
            nanti hitung aja perbandingan 4 ska jf17 dengan 1 ska su-27&su-30

            >>>Susulan persenjataannya kalau dilihat timeline ke kemungkinan konflik, maka sangat terlambat.

            karena belinya impor jg anggaran masih sedikit ya untuk kedepan pasti terlambat

            >>> keunggulan perang itu di udara.
            kalau dengan serangan metode pearl harbour…apa taktik anda?

            keunggulan perang itu tergantung pada pemilihan senjata yang sesuai area, supaya biaya rendah & tingkat penghancuran tinggi

            pearl harbor kalau dari sejarah memang sudah terencana sangat baik
            tidak ada taktik yang bisa bertahan serangan macm itu

            kapal induk itu lemah dan selalu menghindari wilayah yang beresiko tinggi, jadi jalan harus clear dlu dari jangkauan serang musuh
            kalau perang kapal induk itu hampir mustahil bisa dijadikan target karena paling belakang dari barisan

            jadi kalau kapal induk udah masuk diwilayah itu udah menandakan kemenangan, berarti pula kekalahan jika kapal induk sampai tenggelam

            >>> ah emang ente pilotnya?
            coba dulu d cek kemampuan f22

  7. bung diego .. apa kelemahan Panser MCV Canon 105 mm Jepang
    atau panser 8×8 dgn kanon 120mm lainnya dibanging MBT?
    kira2 ada kemungkinan tank medium pindad akan mengarah pd panser 8×8 dgn kanon lebih besar?

  8. kalau perang kota dan hutan tank vs personil dg membawa senjata antitank kayaknya menang personil. secanggihnya tank pasti ada kelemahan. saranku setiap peleton disediakan senjata antitank dan ranjau. bila perlu payung udara dibawakan mistral yg dibawa personil.

  9. Ternyata thailand juga persiapan menghadapi serangan cungkok atas klaim LCS…

  10. Semoga Sukses

 Leave a Reply