Tank Scorpion Perkuat Kodam XII Tanjungpura

76
197
scorpion-tni-ad
Tank Scorpion TNI AD

Satu Batalyon Tank Scorpion tahun ini akan memperkuat Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Kodam XII Tanjungpura. Konsekuensinya tahun ini pembangunan Markas Komando (Mako) Yon Kaveleri di Peniti Kabupaten Pontianak dilanjutkan.

Pangdam XII Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Toto Rinanto menjelaskan, Tank Scoorpion yang akan memperkuat Alutsista Yonkav Kodam XII TPR ini merupakan Tank Scorpion yang selama ini memperkuat Yonkav Kostrad.

Tank Leopard (kiri) dan Tank Scorpion (kanan)
Tank Leopard (kiri) dan Tank Scorpion (kanan)

“Pengalihan Tank Scorpion Yonkav Kostrad ke Yonkav Kodam XII Tanjungpura, karena disesuaikan dengan struktur tanah dan jalan di Kalbar yang lebih cocok dengan Tank ringan Scorpion dengan berat 8 ton, tidak seperti Main Battle Tank (MBT) atau Tank Tempur Utama Leopard yang merupakan Tank kelas berat.”Tegas Pangdam XII/ TPR Mayjend TNI Toto Rinanto, Kamis (12/02/2015).

Meskipun tank Scorpion tergolong tank ringan dan laras meriamnya hanya berdiamater 76mm sedangkan laras meriam Leopard mencapai 120mm, namun tetap sangat dibutuhkan untuk memperkuat wilayah Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia.(RRI.co.id)

76 KOMENTAR

    • Kedua, lokasi penempatannya di desa peniti. Jaraknya itu +200 km dari batas negara. Kalo fungsiny untuk penjaga perbatasan, apa nggak kejauhan?? Padahal ad yg lebih strategis, misalny di singkawang, sambas, bengkayang, sanggau, sintang, atau kapuas hulu. Sambas ad pos lintas batas. Sanggau ada entikong yg udh dikenal seluruh indonesia. Sintang dan kapuas hulu juga ada pos lintas batas..

      • mungkin pemikiran petinggi TNI seperti ini bung:
        sangat hati2 menempatkan alutsista agar tidak membuat resah negara sebelah. kalau toh terjadi hal2 yang sangat dibutuhkan, saya yakin, gak cuma scorpion yang dikirim, tapi langsung Helloween… (ups salah, Leo maksudnya, kok jadi grup metal yah?). bisa jadi yang maju dulu burung2 besi, baru macan datang. saya yakin dengan kemampuan TNI, ngirim macan ke seluruh wilayah NKRI tidak makan waktu lama…. CMIIW

        • Nggak juga bung, meski jarang disrot media nasional sebagai informasi di Kec. Paloh yang berbatasan langsung dengan ujung barat Sarawak sudah dimulai pembangunan untuk pertahanan trimatra. Di serambi depan NKRI ini misalnya akan distandbykan lebih dari 2 KRI dan ada rencana penempatan pespur yang siap membackup Natuna. Dulu juga Pangdam Tanjungpura pernah meminta penempatan 10 unit Leo di sini. Tapi fasilitas untuk itu memang masih proses dan saya termasuk positif thinking

          • Itukan efek mercusuar malingsial d tanjung datu. Kenapa kita tidak pernah bertindak dahulu sebelum terjadi. Skrng yg dilakukan kita hanya bertindak sebagai respon dari keadaan. Kalo dalam perang, bsa2 ancur dluan sebelum bsa menyerang..

        • tapi malaysia g’ perpikiran seperti itu bung contohnya mrk menyiagakan pasukan artileri yg berjarak hanya 2km dri perbatasan, bayangkan kalau artileri mrk berjangkau lebih 10km swagerak misalnya atau yg bepeluru roket bs langsung melalukan penembakan dan proyektilnya jauh memasuki wilayah indonesia.

          • Perbandingan daerah perbatasan kalbar dan malaysia bagai langit dan bumi bung. Yg sebelah sono udh modern dengan berbagai kemudahan akses menuju perbatasan serta kemajuan perekonomiannya, yg sebelah sini masih hutan belantara dengan jalan akses berupa jalan tikus… ironis

      • Sangat tak meyakinkan bung dari scorpion jdi mbt leopard..
        Setidakny ndak dpat leo, marder pn jadi lah. Dapat marder aja udah sukur…
        Kalo scorpion, apalgi itu udh berumur, yakin masih kuat naik turun gunung d daerah perbatasan? Kontur daerah perbatasan kalbar – malaysia itu perbukitan yg lumayan terjal dan bnyak daerah yg belum terjamah ataupun terjangkau kendaraan. kebanyakan msh jalan tikus yg cma bsa d lewati kalo jalan kaki, motor pn blum tentu bsa lwat..

  1. Abis ini pasti ada yg komen spt ini :
    – Kenapa Leopardnya tdk di taruh disana ?
    – Kok takut ambles..?
    – Yg jaga perbatasan kok tank kecil..?
    – Kok Leo-nya hanya di Jawa
    Terus ada ada yg komen begini :
    – Tenang bung…semua sdh di perhitungkan
    – Ach…biasa itu hanya pergeseran sementara
    – Memang lbh cocok tank kecil, utk manuver lbh mudah..

  2. no porobelem tank ringan atau tank medium, asal tni menambahkan senjata anti tank, sejenis kornet e rusia, entah portable atau yg diinstall di tank, hisbullah bisa hancurin merkava V israel (lihat youtube), apalagi kalu cuma PT91 malon,(engga berani dia keluarin tu pendekar 91),

      • Sekalian buat saja dulu jalan paralel perbatasan dengan kualitas prima sehingga meski MBT berparade jalan tetap ok.
        Buat Pemda setempat juga harus mengimbangi masalah Hankam ini misalnya dengan setiap akses jalan baru penghubung antar kota standarnya harus lebar dan tahan beban berat alutsista, begitu pula ketahanan konstruksi jembatan, diutamakan pembuatan jalan raya yang lurus.

        • Jangankn buat buat jalan mulus bung, jalan bsa lewat truk dan mobil pribadi aja udh sukur. Kalo org jawa ngeluh jalan rusak, coba deh dibandingin jalan rusak d kalimantan. Ndak pernah kn dengar d jawa jalan rusak dan berlubang setinggi truk? Atau jalan negara yg aspalny ntah hilang kemana sisa batu dan tanah aja? ujung2nya masalah duit bung. Perbaikan jalan ndak sampai 4km aja udh perlu lebih dari 15 milyar. Ntu ente kalikan sendri kalo jalan ratusan kilometer. Trus kalo d tanah gambut, bakal mahal biaya perbaikan tanah buat struktur jalan. Tanyakn sma org teknik sipil yg paling ngerti masalah itu..

  3. Tank apapun typenya, kalau akan di gelar dekat perbatasan dg negara tetangga di Kalimantan, di pastikan sudah kelelahan secara teknis sebelum nyampe perbatasan, karena belum ada infrastruktur jalan dan jembatan.
    Emang disuruh merangkak lewat hutan belukar rapat dan nyebrang kali terus.
    Bakal bonyok tuh tank..

  4. Sebenarnya…scorpion itu bukan tank Ringan…scorpion itu tank intai ..scout…Hanya….dilengkapi dengan canon….Tidak efektif utk pertempuran sungguhan….pembelian scorpion ini kan ide nya jendral orde baru itu ..jenderal tanpa visi….dan suka komisi….

    • Jalan dan jembatan yang ada memang kurang layak tapi kita harus move on. Misalnya pembuatan jalan paralel perbatasan yang standarnya bila perlu meniru Brunei, toh kontraktor jalan negeri jiran banyak yang dari Indonesia. Tak lupa pula jembatan penghubung jalan baru ini kualitas konstruksinya harus benar-benar mantap. Dari jalan paralel ini baru dibuat jalur distribusi penyimapanan ke sejumlah kota strategis terdekat. Jadi tak terlalu banyak merombak jalan peninggalan penjajah dan kerajaan yg sudah tak standar. Ayo dong generasi sekarang, buat infrastruktur jalan di jaman pembangunan ini yang lebih baik dari jalan peninggalan penjajah dan kerajaan.

  5. strategi militer…. awalnya di informasikan MBT LEOPARD akan di tempatkan di perbatasan kalimantan- sabah, sarawak. dan setelah negri jiran menghamburkan anggaran militernya untuk anti dot dan segala perlengkapan pendukung untuk melumpuhkan MBT LEOPARD milik TNI maka, dengan santai TNI membatalkan rencana itu. dan menggantikannya dengan mengirimkan TANK SCORPION. kesimpulannya adalah untuk membuat militer negri jiran KALANGKABUT dan terasa TERJHOLIMI…
    maaf pandangan anak kampung. salam……….

  6. Hitung2an….

    Nempatin mbt leo mending di natuna, sumatra, untuk konteks sonotan.

    Kalo terjadi perang ma malon, yg dihajar itu semenanjung bukan sabah serawak, harpannya nanti sabah serawak lepas dari malon tanpa kerusakan parah oleh mbt leo.
    hehe

    Jadi penempatan scorpion di kaltim dah bener.

    • betul sekali Bung Gandalf.

      Kekuatan pemukul dan pendobrak kelas berat memang di tujukan ke semenanjung Malaysia, langsung ke pucuk operasional musuh.

      untuk menahan gerak maju pasukan musuh dari sabah dan serawak, untuk sementara masih memakai pasukan infanteri yang di persenjatai dengan roket anti tank semacam Javelin, NLAW, , C90-CR, Armbrust, LRAC89 untuk TNI AD dan AT-5, RPG32, RPG7 untuk marinir di kombinasi dengan heli serang dan heli angkut bersenjata.

      militer Indonesia sebenarnya cukup memantau pergerakan MBT, Tank ringan dan aneka IFV malaysia di sabah dan serawak, yang kenyataannya cukup banyak yang mengalami kecelakaan dikarenakan medan yang sulit dan beberapa dari kecelakaan itu ada yang sampai merengut nyawa prajurit malaysia.