Tank Versus Drone di Perang Armenia-Azerbaijan

Jakartagreater – Kementerian Pertahanan Azerbaijan menerbitkan rekaman laporan serangan terhadap peralatan militer Angkatan Bersenjata Armenia, 2-10-2020.

Dalam video ini terlihat, tank dan kendaraan lapis baja menjadi sasaran empuk dari Alutsista Angkatan Udara Azerbaijan.

Serangan udara UCAV Azerbaijan membuat target di darat tidak menyadari kehadiran lawannya, termasuk prajurit yang sedang berada di dekat tank yang menjadi target.

Peristiwa ini menunjukkan Drone/ UCAV menjadi sangat penting di era modern ini. Bahkan Main Battle Tank yang dulu sangat ditakuti, kini dibuat tidak berkutik oleh serangan UCAV.

Bahkan UCAV (Unmanned combat aerial vehicle) atau drone Azerbaijan bisa memburu pasukan pertahanan udara dan Alutsista yang diduga pada malam hari tanpa terdeteksi.

Pasukan dan Alutsista darat Armenia yang menjadi target UCAV militer Azerbaijan. ( @ Azerbaijan MoD)
Pasukan dan alutsista darat Armenia yang menjadi target UCAV militer Azerbaijan. ( @ Azerbaijan MoD)

Namun dalam kesempatanlain Armenia juga merilis tank T-90S milik Angkatan Bersenjata Azerbaijan yang direbut oleh militer Armenia.

Ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan meningkat pada hari Minggu ketika kedua pihak saling menuduh melakukan provokasi di sepanjang jalur kontak di Nagorno-Karabakh.

5 pemikiran pada “Tank Versus Drone di Perang Armenia-Azerbaijan”

  1. Cuma satu pertanyaannya sudah siapkah tentara dan alutsista kita menghadapi perang modern seperti ini, karena sekelas s300 dan pantsir saja mati kutu menghadapi mode peperangan seperti ini. Apalagi sekelas air defense kita yang masih minim. Bukan berniat mengecilkan kekuatan TNI, karena meskipun semangat besar kalau tidak didukung peralatan memadai alamat mati muda

    • jelas sudah sudah siap kita buktinya ….tenang2 saja, lagian kan kita punya prinsip thousand friends zero enemy, jadi walau ada musuh yg sudah sedemikian bernafsu mau serang atau kuasai wilayah kita, tetap kita harus perlakukan mereka sebagai teman…aman kita

      • Kalau ingin damai maka harus siap berperang. Kadang kita dibodohkan oleh doktrin² tidak jelas macam zero enemy thousand friends. Dan kadang kita terlalu jumawa dengan kekuatan kita tanpa belajar dari kejadian² terbaru.
        Doktrin TNI masih seperti dulu dengan gebuk musuh yang sudah masuk, bukan menghancurkan musuh yang berniat masuk

Tinggalkan komentar