Tanpa AS, Presiden Duterte Pertimbangkan Senjata Rusia

Upacara peringatan hari jadi Angkatan Bersenjata Filipina ke-79, 18 Desember 2014. © Aaron Favila

DAVAO – Filipina tidak akan mengakuisisi senjata dari Amerika Serikat, karena Washington membuat persyaratan yang berlebihan dan mempersulit perdagangan, kata Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam wawancara dengan media Sputnik News.

“Rusia menjual senjata, tapi tidak memaksakan syarat apapun. Ketika Rusia menjual senjata ya mereka memberi senjata. Anda butuh senjata, saya akan memberikannya kepada Anda…. Apakah Anda dapat melakukan itu dengan Amerika? Tidak”, kata Presiden Duterte.

“Meskipun Presiden AS telah mengatakan akan memberikan tetapi Departemen Luar Negeri AS bisa berkata tidak. Kongres AS bisa berkata “Tidak, dia melanggar hak asasi manusia (HAM), jadi kita tetap menjaga jarak”. Jika memang begitu, biarlah… saya tidak akan minta belas kasihan dari mereka [AS – red], saya bisa pergi ke Rusia”, tambah Duterte.

Pada hari Senin, Presiden Filipina Rodrigo Duterte diperkirakan tiba di Moskow. Itu adalah sebuah kunjungan resmi. Sampai saat ini belum ada kesepakatan kerjasama militer antara Filipina dan Rusia, karena Manila secara tradisional membeli senjata dari Amerika Serikat.

Pada tanggal 15 Mei yang lalu, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan bahwa akuisisi senjata buatan AS telah menjadi masalah karena Washington telah sengaja menghambat masalah ini, memberlakukan sejumlah persyaratan kepada Manila.