Des 312017
 

Jet tempur Dassault Rafale Prancis © Anatolian Eagle via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Belgia telah menolak tawaran jet tempur Rafale dari Prancis untuk menggantikan jet tempur F-16 tua, seperti dilansir dari De Standaard.

Menteri Pertahanan Belgia, Steven Vandeput pada hari Kamis menyatakan bahwa pemerintah Prancis sudah menjanjikan pengembalian ekonomi sebesar 4 miliar, bahkan sekarang ada 20 miliar (untuk pembeli jet tempur Rafale -red). Ini terutama bukti bahwa mesin lobi Prancis berjalan dengan kecepatan penuh.

“Tawaran Prancis terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Yang jelas saat ini lobi berjalan dengan kecepatan penuh. Tapi kami memilih metode yang mudah dan obyektif melalui RfGP (Permintaan untuk Proposal Pemerintah, tender melalui pihak berwenang). Sayang sekali Prancis mengambil rute yang berbeda. Klaim bahwa tawaran mereka tidak sesuai dengan itu, sama sekali tidak benar. Kriterianya jelas. Titik”, kata Vandeput.

Steven Vandeput memandang tidak ada solusi untuk penggantian F-16 dalam proposal Prancis tersebut. Cara terbaik adalah membicarakan kolaborasi untuk pesawat baru, namun batas waktunya hingga tahun 2023, ketika pesawat F-16 pertama dikeluarkan dari sirkulasi, oleh karena itu tidak dapat diraih.

Belgia telah mengumumkan tender pada bulan Maret lalu untuk mengganti armada 34 pesawat tempur F-16 yang berusia tua dengan perkiraan biaya sekitar $ 4,2 miliar.

Lockheed Martin dan EuroFighter telah mengajukan penawaran resmi untuk program tersebut namun Dassault belum memberikan menawarkan apapun.

Menteri pertahanan Prancis, Florence Parly pada awal bulan ini, menawarkan kemitraan teknologi dan ekonomi kepada Belgia, dengan syarat membeli jet tempur Rafale.

Bagikan: