JakartaGreater.com - Forum Militer
Dec 132014
 
Dongfeng DF-31 China

DF-31

BAGIAN II RUDAL BALISTIK DONGFENG
Rudal Dongfeng merupakan serangkaian rudal balistik jarak pendek- menengah dan antar benua yang dioperasikan oleh China. Awal perkembangan rudal balistik Dongfeng dimulai pada tahun 1950 setelah penandatanganan Sino – Soviet Treaty of Friendship, Alliance and Mutual Assistance dimana Unisoviet membantu People’s Liberation Army (PLA) dalam proses Research & Development (R&D) mulai dari pelatihan, dokumentasi teknik, peralatan manufaktur dan lisensi produk-produk senjata milik Uni Soviet. Dalam lingkup rudal balistik, Uni Soviet telah mentransfer teknologinya kepada China yang terdiri dari R-1 (SS-1), R-2 (SS-2) dan R-11F.

Sejak saat itu, China telah banyak mengalami kemajuan dalam penguasaan teknologi rudal maupun roket termasuk cikal bakal rudal balistik Dongfeng berbasis desain milik Uni Soviet. Perjalanan sejarah pengembangan rudal balistik Dongfeng China cukup panjang dimulai dari :

1. Dongfeng 1 ( DF-1/SS-2 )

Dongfeng 1

Dongfeng 1

DF-1 adalah pengembangan rudal balistik pertama China hasil lisensi dari Uni Soviet yang merupakan tiruan dari rudal balistik R-2 (SS-2 Sibling). DF-1 mengusung mesin tunggal yaitu RD-101, berbahan bakar alkohol dengan Liquid Oxygen (LOX) sebagai oxidizer. Rudal balistik ini memiliki daya jangkau maksimal 550km dan daya muat hulu ledak mencapai 500kg. Sejak tahun 1960 DF-1 telah diproduk tapi dengan jumlah terbatas.

2. Dongfeng 2 ( DF-2/CSS-1 )

Dongfeng 2 (CSS-1)

Dongfeng 2 (CSS-1)

DF-2 merupakan rudal balistik pertama China yang memiliki daya jangkau menengah mencapai jarak 1.250km dengan daya muat 15 – 20 kt (kiloton) hulu ledak nuklir. Negara-negara NATO mengenal DF-2 dengan istilah CSS-1 yang diluncurkan dari permukaan ke permukaan. Para pengamat dan ahli persenjataan barat telah lama mengamati rudal balistik DF-2 dan mereka berkesimpulan bahwa DF-2 bisa jadi merupakan tiruan R-5 Pobeda (SS-3 Shyster) milik Uni Soviet. Mereka mengindikasikan ini karena adanya kesamaan dari wujud, jarak jangkau, mesin dan daya muatnya. Indikasi ini pun terjawab dengan adanya fakta bahwa pada akhir tahun 1950 dokumen R-5 Pobeda (SS-3 Shyster) telah diberikan Uni Soviet kepada China.

Tetapi ada juga pengamat dan ahli persenjataan barat yang memiliki pandangan sedikit berbeda dan meyakini bahwa China melakukan perbaikan secara menyeluruh terhadap desain DF-2 dengan dibantu oleh tenaga-tenaga ahlinya seperti Xie Guangxuan, Liang Sili, Liu Chuanru, Liu Yuanwai, Lin Shuangwei dan Den Xinmin.

Pada tahun 1962 China melakukan uji coba pertama DF-2 tetapi mengalami kegagalan. Sampai akhirnya China meningkatkan lagi kemampuan rudal balistik berbasis DF-2 dan menghasilkan varian baru DF-2A, sebagai hasil pengembangan DF-2A inilah yang digunakan China untuk melakukan uji coba pertama rudal balistik berhulu ledak nuklir di Lop Nor di tahun 1966. DF-2 ini sendiri telah menjadi bagian dari sistem persenjataan PLA sejak tahun 1960-an dan pada tahun 1980 seluruh DF-2 akhirnya dipurnatugaskan.

3. Dongfeng 3 (DF-3/CSS-2)

DF3

DF3

DF-3 sering kali disebut sebagai produk murni pertama China dengan kualifikasi “Intermediate Range Ballistic Missile (IRBM). Tetapi tetap saja hasil pengembangan ini banyak dipengaruhi oleh rudal balistik R-14 Chusovaya milik Uni Soviet. Mesinya sendiri merupakan tiruan dari C.2 1100/C.2 1150 La-350 yang merupakan mesin pendorong hasil pengembangan dari Isayev OKB-2 (NII-88). Penanggun jawab utama untuk pengembangan sistem pemandu diserahkan kepada Tu Shoue dan Sun Jiadong, sedangkan untuk proses produksi dilakukan di Factory 211/Capital Machine Shop.

Desain awal DF-3 memiliki daya jangkau 2.500km dan daya muat Thermonuclear 2.000kg. Selanjutnya pada tahun 1981 dilakukan pengembangan varian baru yaitu DF-3A dengan daya jangkau 3.000km, bahkan bisa bertambah sampai dengan 4.000km dengan mengurangi muatan hulu ledaknya dan untuk varian ini telah diekspor ke Arab Saudi dengan spesifikasi hulu ledak jenis High-Explosive.

4. Dongfeng 4 (DF-4/CSS-3)

DF4

DF4

DF-4 “Chingyu“ adalah rudal balistik dua tahap pertama milik China dengan daya jangkau 5.550 – 7.000km dan daya muat mencapai 2.200kg (3Mt hulu ledak nuklir). DF-4 mulai dikembangkan pada akhir tahun 1960, selain sebagai rudal balistik China juga menggunakan DF-4 sebagai peluncur kendaraan luar angkasa pertamanya Chang Zeng 1 (Long Mach 1). Sampai saat ini diperkirakan masih ada sekitar 20 DF-4 tersisa dan telah mulai diganti secara bertahap mulai tahun 2010 dan direncanakan 2015 semua DF-4 akan digantikan oleh DF-31.

5. Dongfeng 5 (DF-5/CSS-4)

DF5

DF5

DF-5 merupakan “Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) yg di desain untuk mampu membawa 3 Mt (Megaton) hulu ledak nuklir dengan daya jangkau lebih dari 12.000km. DF-5 adalah ICBM berbasis Silo, dua tahap dan digunakan juga sebagai roket peluncur kendaraan luar angkasa satelit Fengbao-Tempest. Mulai dikembangkan dari tahun 1960, tetapi tidak pernah masuk layanan tugas sampai tahun 1981. Pada pertengahan tahun 1990, dibuatlah varian baru yaitu DF-5A dengan peningkatan daya jangkau hingga lebih dari 13.000km. Sampai saat ini diperkirakan masih ada sekitar 24-36 DF-5A aktif melayani PLA.

6. Dongfeng 11 (DF-11/CSS-7)

DF11

DF11

DF-11 juga dikenal sebagai M-11 (versi ekspor) adalah “Short – Range Ballistic Missile“ (SRBM) berbasis darat dan diangkut menggunakan truk. Didesain oleh Wang Zhenhua di Sanjiang Missile Corporation di akhir tahun 1970. DF-11 memiliki daya jangkau 300km dan daya muat 800kg dan versi pengembangan lainnya adalah DF-11A dengan peningkatan daya jangkau hingga lebih dari 825km.

7. Dongfeng 12 (DF-12/CSS-X-15)

DF12

DF12

DF-12 (M-20 versi ekspor) merupakan “Short-Range Ballistic Missile“ (SRBM) dan memiliki kemiripan dengan rudal Iskandar 9K720. DF-12 memiliki daya jangkau 400kg dan daya muat 400kg berhulu ledak jenis Cluster/High-Explosive Fragmentation.

8. Dongfeng 15 (DF-15/CSS-6)

DF15

DF15

DF-15 (M-9 versi ekspor) dikembangkan oleh CASC China Acadmy of Rocket Motor Technology yang merupakan rudal balistik dengan spesifikasi single stage, solid fuel, Short-Range Ballistic Missile (SRBM) memiliki daya jangkau 600km dan daya muat 500kg. Pada saat terjadi ketegangan hubungan antara China – Taiwan di Selat Taiwan sekitar tahun 1995 – 1996, People’s Liberation Army (PLA) meluncurkan 6 DF-15 dalam sebuah latihan untuk mendemonstrasikan kemampuannya. Sampai saat ini diperkirakan masih ada sekitar 300 – 350 DF-15 dioperasikan oleh PLA.

9. Dongfeng 21 (DF-21/CSS-5)

DF21

DF21

DF-21 merupakan “Medium-Range Ballistic Missile“ (MRBM) dua tahap, berbahan bakar padat yg dikembangkan oleh China Changfeng Mechanics and Electronics Technology Academy pada akhir tahun 1970. Rudal balistik ini dapat mengangkut 500kt hulu ledak nuklir dan memiliki daya jangkau lebih dari 2.500km. DF-21 juga digunakan sebagai basis pengembangan Submarine-Launched Ballistic Missile (SLBM) JL-1 (CSS-N-3) dan digunakan oleh Xia-Class SSBN. Pada tahun 1996, dibuat lagi varian pengembanganya yaitu DF-21A dan diperkiran sampai saat ini China memiliki 60 – 80 DF-21/DF-21A.

10. Dongfeng 31 (DF-31/SSC-10)

DF31

DF31

DF-31 masuk dalam kategori “Intercontinental Ballistic Missile“ (ICBM), berbahan bakar padat dan dikembangkan oleh Academy of Rocket Motor Technology (ARMT). DF-31 memiliki daya jangkau lebih dari 8.000km dan mampu mengangkut hulu ledak tunggal dengan bobot 1.000kg atau mampu memuat lebih dari 3 hulu ledak dengan kemampuan Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicle (MIRVs). DF-31 dikembangkan lagi varian baru yaitu DF-31A yg memiliki daya jangkau lebih dari 12.000km. Pengembangan DF-31 dimaksudkan untuk mengganti rudal-rudal balistik China yg sudah usang dan dikembangkan pula sebagai basis pembuatan “Submarine-Launched Ballistic Missile“ JL-2 terbaru (CSS-NX-4/CSS-NX-5) yang digunakan oleh Jin-Class SSBN dan diperkirakan ada lebih dari 30 DF-31/DF-31A yang telah dimiliki China.

11. Dongfeng 41 (DF-41/CSS-X-10)

DF41

DF41

DF-41 merupakan “Intercontinental Ballistic Missile“ (ICBM) terbaru yang diproduksi oleh China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT). DF-41 memiliki spesifikasi berat 80.000kg, panjang 21m, diameter 2,25m, berhulu ledak nuklir berkemapuan Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicle (MIRVs) lebih dari 10 dan memiliki kecepatan mencapai 25 Mach. DF-41 memiliki daya muat 1 Mt (Megaton) hulu ledak tunggal atau dengan kemampuan MIRVs dapat mengangkut hingga 10 hulu ledak nuklir berbagai varian mulai dari 20, 90, 150 atau 250 Kt (Kiloton) hulu ledak nuklir dan daya jangkaunya dapat mencapai 12.000-15.000km.

Dengan daya jangkau dan teknologi MIRVs yang dimiliki DF-41 mengindikasikan kemampuannya untuk dapat mengimbangi LGM-30 Minuteman ICBM Amerika Serikat ataupun RS-24M Yars ICBM Rusia. Pengembangan teknologi MIRVs oleh China sebagai langkah antisipasi akan kemampuan sistem pertahanan udara Terminal High-Altitude Area Defence (THAAD) Amerika Serikat.

Inilah lika liku perjalanan panjang yang harus ditempuh China untuk meraih kemajuan dalam pengembangan rudal balistik. Pengorbanan waktu, tenaga dan dana yang besar terbayar sudah dengan kemajuan yg begitu signifikan diperoleh China. Rudal balistik Dongfeng sebagai salah satu jawaban atas asa China untuk tampil sebagai negara kuat dan diperhitungkan oleh negara-negara besar lainya di dunia ini. Kemauan, tekad dan kerja keras telah menghantarkan China untuk mampu mengimbangi hegemoni Amerika Serikat sebagai negara Super Power.

Bukan hal yang mustahil 10, 20 atau 30 tahun kedepan China bisa menjadi negara Super Power baru sebagai penyeimbang kekuatan Amerika Serikat dalam segala bidang. Pernyataan ini bukan tanpa alasan, secara ekonomi China telah mampu melampaui pencapaian ekonomi yg diraih Amerika Serikat sedangkan secara kekuatan dan kemampuan teknologi militer tanda-tanda China untuk mampu mengejar ketertinggalan sudah mulai menampakkan hasil.

Laporan terbaru yang dikeluarkan pada tanggal 19 November 2014 oleh China Economic & Security Commision Amerika Serikat, menyatakan bahwa China akan menjadi ancaman bagi seluruh kekuatan, pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di Pasifik Barat dalam 10 tahun ke depan. China juga memiliki kemampuan menyerang satelit keamanan nasional Amerika Serikat dengan berbagai cara mulai dari penggunaan senjata kinetik, laser, jamming elektronik ataupun mengambil alih operasi satelit milik Amerika Serikat.

pix3_080814

Kemampuan yang dimiliki China akan terus beresiko menebar ancaman bagi satelit keamanan Amerika Serikat yg berada dimasing-masing titik orbitnya dalam 5-10 tahun ke depan. Pada tahun 2014 ini, China terus berusaha untuk mempercepat pencapaiannya dalam program kontra luar angkasa sehingga memiliki kemampuan untuk bersaing dengan Amerika Serikat yang lebih superioritas dalam perang informasi dan nantinya China akan memiliki kemampuan untuk mengacaukan atau menghancurkan sistem satelit yang dimiliki Amerika Serikat.

China juga mulai memikirkan akan kemampuan perang luar angkasanya untuk terus ditingkatkan sebagai detterent strategi, sekaligus memungkinkan China untuk menekan Amerika Serikat dan negara lainnya untuk tidak melakukan intervensi terhadap militernya. Laporan ini menyebutkan juga akan kemajuan perkembangan nuklirnya yang luar biasa. Selama 5 tahun kedepan, kekuatan nuklir China akan dipercepat proses pengembangan dan modernisasinya, China mempersiapkan kemampuan perluasan gelar kekuatan militer dan kebijakan luar negerinya sebagai opsi lain.

Selama 3-5 tahun ke depan, program nuklir China akan lebih mematikan dan menunjukan eksistensinya dengan penambahan jumlah, kepemilikan 5 SSBN juga menjadi ancaman lain bagi Amerika Serikat, dengan kemampuan meluncurkan Submarine-Launched Ballistic Missile (SLBM) dimana masing-masing kapal selam mampu membawa hingga 12 SCBM dengan kemampuan MIRVs. China dengan segala aset militer yang dimiliki mampu memberi ancaman keseluruh bagian wilayah teritori Amerika Serikat. Jadi bukanlah hanya sekedar mimpi bagi China untuk bisa tampil sebagai negara Super Power baru nantinya.

To be continued…….

Created by Jap & Firman Jakarta Greater Biro Lombok

Berbagi

  56 Responses to “Tantangan China kepada AS Lewat Penguasaan Teknologi Militer”

  1.  

    Bagaimana dengan Indonesia,….? Mudah-mudahan 10 tahun kedepan bisa menjadi Nomor 2 di dunia….!

  2.  

    Up

  3.  

    mantab

  4.  

    China is the best.

  5.  

    test…

  6.  

    Dengan kemajuan ekonomi china wajar militernya kuat seperti ini. Bandingkan dengan kita yang ekonominya no 3 dunia militernya biasa saja perkembangannyA. Knp yang disembunyikan terlalu banyak yaaa??? Hiks

  7.  

    yang berwibawa mbah bowo datanglah
    …..

  8.  

    China akan menjadi ancaman bagi seluruh kekuatan, pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di Pasifik Barat
    dalam 10 tahun ke depan
    ———–
    Tampaknya bukan hanya di Pasifik Barat (termasuk LCS) tapi juga di Asia Barat utk menguasai seluruh sumber energi di Asia. Penguasaan melalui agresi dan aneksasi oleh pasukan BARBAR berarti kehancuran total di kawasan tersebut. Amerika memilih mundur dari wilayah yg diincar China utk “konsolidasi”. Lihatlah polanya: Amerika telah mulai mundur ke guam, cocos, australia dll telah mundur pula dari afganistan, iran dan bersiap mundur dari negara2 lainnya memberi jalan kepada sang NEW MASTER. Imho ya ini pendapat org awam.

    •  

      Ralat: bukan mundur iran tapi irak

    •  

      ya karena uda mulai kerasa dampaknya yg berujung duit utk tiap koalisi.

    •  

      AS tidak memberi jalan bung. AS saat ini memiliki pasukan dengan jumlah paling besar di asia pasifik dibandingkan belahan dunia lain. China memiliki doktrin tidak akan pernah mundur dalam menghadapi konfrontasi. Mereka masih memegang teguh prinsip itu.

      Yang paling baik adalah koeksistensi diri, China sendiri tahu lebih rugi jika sampai perang terjadi namun mereka tidak akan diam saja jika dikepung oleh AS dan sekutunya yg sudah dianggap musuh dari sejak jaman revolusi kebudayaan di China.

    •  

      Bung Loai….. membangun kekuatan di Pasific Barat merupakan prioritas utama bagi China untuk dapat membendung kekuatan2 AS di wilayah tersebut. Kemampuan untuk menancapkan kekuatan di Pasifik Barat adl langkah awal untuk memenangkan pertarungan dgn AS. China belajar jg dari apa yg dilakukan Jepang pd PD II dan AS sendiri ada kekhawatiran akan doktrin dan stragegi militer china berkaitan dgn ambisi China membangun kekuatan ‘ Blue-water navy dmn kemampuan memproyeksikan kekuatan lawan di Pasifik Barat sbg prioritas utama.

  9.  

    wew… benarlah sabda nabi bhwa kita disuruh belajar walau sampai ke negri cina yang. mulai menunjukan kesaktianya

  10.  

    Rudalnya Bongsor2… 😀

    Jika China collaps saat Tiananmen 1988 Yellow bird operation, tentu kondisi china tidak seperti sekarang capaian kemajuannya, hal berbeda dgn NKRI, 1998 menjadikan NKRI restart.

  11.  

    mbah bowo YTH kutunggu puisimu,,

  12.  

    Nyimak aja …

  13.  

    Gila aja,….. Padahal udah ada larangan ekspor rudal diatas 300 km tapi masih ada juga yang ngelanggar….. PBB kemana yah?
    PBB….. Tuh Arab Saudi beli lagi rudal balistik merek DF-21 dari China, padahal kan doi dah punya DF-3

    •  

      Bung Reaper Hunter….. Apalah artinya larangan kl Amerika Serikat telah memberi restu kepada Arab Saudi untuk mengakuisisi DF-21. Kekhawatiran Arab Saudi akan kemajuan Iran lah yg akhirnya memaksanya untuk hrs memiliki sistem senjata yg dpt mengimbangi iran. Pembelian DF-21 bkn satu2nya bentuk usaha yg dilakukan Arab Saudi untuk memperkuat pertahannya. Arab Saudi secara diam2 jg berambisi untuk memiliki senjata berhulu ledak nuklir, dengan jalan memberi sokongan dana yg besar kepada pakistan untuk mengembangkan senjata nuklir yg dimiliki.

      •  

        Tuh negara emang *sensor* (nanti di banned admin)…. Kalo Sekutu yang beli diem aja….. eh, waktu yang beli potensi jadi musuhnya, koar2
        yang tambah ngeselin PBB yang buat aturan diem aja….. Ini yg jadi badan tertinggi di dunia PBB ato AS sih?

        •  

          Bung Reaper Hunter… Ada yg unik dari hubungan AS dan Arab Saudi. Arab Saudi merupakan sekutu terdekat AS di Timur Tengah sama halnya dgn Israel. Tp ada pembedaan perlakuaan yg diberikan AS dlm hal pembangunan militer antara Arab Saudi dgn Israel. AS memberikan support penuh kepada Israel untuk bs mandiri membangun kekuatan militernya termasuk support senjata2 strategis mulai sistem pertahanan udara hingga kemampuan membangun senjata nuklir. Tp perlakuan ini tdk diberikan oleh AS ke pada Arab Saudi. Apa yg dilakukan Arab Saudi saat ini dengan membeli DF-21 dan memberikan pendanaan besar kepada Pakistan untuk pengembangan teknologi nuklirnya adalah salah satu bentuk reaksi Arab Saudi kepada AS. pertanyaannya Knp Arab Saudi hrs membeli rudal balistik sekelas DF-21 kl AS sendiri sbg sekutu terdekatnya memiliki teknologi tsb!!!!

  14.  

    btw qta ToT yg mana nih, df-5a ya? kan buat satelit, zona asean bebas nuklir (sotoy mode:on)

  15.  

    Rhan 122 kemudian Rhan 350 kemudian Rhan 420 kemudian Rhan 450 kemudian Rhan 750 (jangkauan 1000km produksi 1000 unit, sdh bisa bikin tetangga yg usil akan berpikir ulang utk usil lagi) dengan kerja keras akan bisa terwujud dalam MEF3. ngarep.com

    •  

      Bung Pitik….. asalkan pemerintah mau memberi sokongan dana yg besar bt R & D LAPAN, saya yakin pasti bisa. Sesuai Moto Bung Jalo ” Anda Percaya, Kami Pasti Bisa “. Colek Bung Jalo untuk ngejelasin lbh detail.

  16.  

    Mbah bowo….ini cerita ttg china nih, Negara yg agung dan berwibawa wkwkwk….

  17.  

    Tadi saya liat pameran alutsista di monas biasa aja tuh karena itu2 mulu gak ada yang baru seperti rudal jarak jauh dan kadang risih alutsista ghoib.. Wahai para jendral tni berbukalah alutsista mu yang sembunyi itu TUNJUKKAN BAHWA TNI KUAT, LIHAT TUH CHINA HEBAT BERANI PAMER SENJATA CANGGIH GAK ADA SEMBUNYIIN TOH, AYO TNI BERBUKALAH

  18.  

    kegagalan itu adalah pilihan dr setiap misi penyelamatan kawan..tp siapa yg bs menyangkal kemampuan navy seal,saya rasa tak ada satupun pasukan di dunia ini sehebat mereka..

  19.  

    kopasus waktu nyelametin sandera di thailand aja ada yg mati 1 taon 84 kl gak salah yah.

  20.  

    bung mungkin yg d maksud mbah bowo PLA tu bangsa yajud majud ato bisa jadi sebangsa dajjal gitu.

  21.  

    Nihil

  22.  

    terlalu berlebihan jk china mampu mengimbangi militer amerika klo tdk blh dikatakan mustahil…nggak usah amerika lah,sm rusia saja china blm bs mengimbangi teknologi militer nya,justru china msh berharap pasokan teknologi dr rusia.
    blm lg ada new comer jepang,korea,india dan pakistan…satu hari,jk china salah langkah akan kembali menjadi negri era tirai bambu,china msh bergantung dgn investasi asing,ada seribu lbh pemodal asing di china..80% buruh di china bergantung dr perusahaan asing,klo tdk salah amerika,jepang dan korea mendominasi pma di china..3 negara sahabat

    •  

      Saya rasa tdk berlebihan Bung Frans…. China berpotensi menuju kearah sana. Hasil analisa pemerintah AS pun mendukung kemungkinan China menjadi negara dgn kekuatan militer yg besar yg bs mengancam eksistensi negaranya yg selama ini kt tau sbg super power tunggal. Secara ekonomi China memiliki pondasi ekonomi yg lbh sehat dibanding AS saat ini. Investor akan trs menanamkan modalnya di china selama menguntungkan bagi mereka. pasar domestik china luar biasa besar. China membangun pondasi ekonomi dgn kemandirian dan memposisikan dirinya sbg Play maker dlm perekonomian global. Jadi tdk mudah bagi negara manapun didunia ini untuk dgn mudah melakukan intervensi baik secara ekonomi maupun militer terhadap China.

      •  

        kawan [email protected] mmg palimg jago memuji kehebatan lawan..indonesia pun tak luput dr pujiannya,salah satunya soal demokrasi di negri ini,tp dibalik itu kita lihat sendiri kuku2 yg dibenamkannya dinegri ini,bgtu jg china..tak mungkin amerika membiarkan china mengimbangi mereka,soviet sdh menjadi korbannya..hancur tanpa letusan senjata

        •  

          yap Bung Frans…. tanpa dipujipun China faktanya secara militer dan ekonomi kuat adanya. Kemandirian di segala sektor yg membuat China sulit di intervensi oleh negara lain. Kita hrs belajar dari kesuksesan China, berusaha berbenah dari dalam dan mulai membangun kemandirian ekonomi, politik, sosbud dan pertahanan. baru kita bisa menjadi bangsa besar. Kita memiliki potensi itu. Tinggal kita ada kemauan tdk untuk bersatu membangun asa tsb. Pastinya baik China dan AS tdk akan tinggal diam membiarkan salah satu pihak menancapkan pengaruhnya terlalu kuat dikawasan Asia Pasifik. Masing-masing pihak memiliki kekhawatiran. Kita tunggu aja bung frans 10 atau 20 tahun kedepan siapa diantara negara2 ini yg lebih cerdas dan cerdik memainkan strategi.

    •  

      Tapi kita hrus lhat posisi china saat ini, yg berstatus NEGERI BERKEMBANG. Sngat jlas blum mmpu mlawan AS, tpi utk lvel ngra brkmbang china sdah luar biasa mju, bahkan mlibihi jpang dlm militer d ekonomi

  23.  

    Semoga Indonesia bisa bikin roket dgn jangkauan 10.0000km dan bikin hulu ledak nuklir.
    Tanpa itu, secangih apapun pespur, kasel & kaprang., sebanyak & sehebat apapun para prajurit komando, bila diserang negara punya senjata nuklir tentu Indonesia akan hancur.

  24.  

    kira” 10 tahun lg senjata apa yg bisa di bikin china,?

  25.  

    mbah bowo: meike sin chi re hen mang,hen lei te kungcuo..hehe

  26.  

    Kalo lihat photo2 persenjataannya yg di publis cina (sengaja di tampilkan secara umum,boleh semua tahu).
    yg jadi pertinyiinyi kira2 senjata apa yg di rahasiakan?(gho’ib)
    mungkin ada yg tahu?…menduga aja..
    (syukur2 betul, kalo salah yg penting udah nebak gitoh)
    tebak2 buah manggis ajalah :bingung:

  27.  

    itulah amerika..mereka punya 1001 mcm cara utk menciptakan kondisi di negara orang,makanya ada yg blg hati2 dgn puja puji amerika…para pengamat perminyakan mengatakan,jatuhnya harga minyak dunia disebabkan oleh amerika dan arab saudi

  28.  

    Yang sangat menarik buat saya adalah riset centernya yang banyak, tidak hanya satu seperti di Indonesia.

  29.  

    Kepruk balistik mbah bowo hehehehhhhh,,,,

  30.  

    Frans dilawan, udah nyata lah dia belain amrik mpe mati….

  31.  

    s wowo kmn ko g muncul….

  32.  

    :cool

 Leave a Reply