Jan 262018
 

Desain jet tempur masa depan hasil kerjasama Korea Selatan dengan Indonesia, KF-X/IF-X. © Aviation

JakartaGreater.com – Ruang lingkup keterlibatan Indonesia dalam program bersama dengan Korea Selatan untuk mengembangkan pesawat tempur generasi berikutnya, Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX), di masa depan akan disesuaikan kembali karena kurangnya anggaran.

Seperti dilansir dari laman IHS Jane, pejabat pertahanan Indonesia telah menyatakan dalam beberapa komentar terakhir kepada media lokal bahwa saat ini ada kekurangan sekitar Rp1,85 triliun (USD140 juta) yang perlu dibayarkan ke Korea Selatan sebagai imbalan atas keterlibatan Indonesia dalam program itu sesuai dengan kesepakatan keuangan yang telah ditandatangani pada tahun 2015.

Sumber industri yang memiliki pengetahuan langsung tentang program ini juga telah mengkonfirmasi kepada IHS Jane bahwa pembayaran Indonesia masih terus berlanjut meskipun kurangnya anggaran pertahanan Indonesia.

IHS Jane memahami bahwa pejabat kementerian pertahanan Indonesia dan Korsel saat ini sedang menegosiasikan kembali tentang keterlibatan keuangan Jakarta pada proyek pengembangan KFX/IFX, dan ini tentu dapat menyebabkan berkurangnya peran dalam program ini. Namun, dipahami bahwa pemerintah Indonesia tidak mempertimbangkan untuk menarik diri dari proyek tersebut.

Pelunasan Indonesia atas program KFX/IFX tersebut hingga saat ini masih sekitar 40% dari komitmen finansial yang telah disepakati sebelumnya, menurut seorang sumber telah mengkonfirmasi kepada IHS Jane.

Meskipun demikian, program ini masih terus berlanjut, dengan sekitar 82 insinyur dan teknisi dari perusahaan penerbangan Indonesia, Dirjen PT Dirgantara (PTDI) dikirim ke Korea Selatan dimana mereka bekerjasama dengan rekan-rekan dari Korea Aerospace Industries (KAI), sebagai pengembang utama program KFX/IFX.

Pendanaan untuk keterlibatan Indonesia dalam program ini telah dipagari pada tahun 2018, walaupun tampaknya anggaran belanja program KFX/IFX sejak tahun 2015 lalu telah mengalami penurunan dan ini tergantung pada kekuatan anggaran pertahanan Indonesia.

Pemotongan anggaran sejauh ini telah menyebabkan kekurangan, dengan tujuan bila  di kemudian hari Jakarta akan merubahnya ketika tersedia lebih banyak dana. IHS Jane memahami bahwa itu adalah sebagai syarat pembayaran yang sedang dinegosiasikan.

  141 Responses to “Tantangan Indonesia dalam Program KFX/IFX”

  1.  

    maju bingung mundur rugi, dahulu belajar ilmu roket ke uni soviet bersama india dan cina, Indonesia mundur, India dan cina bisa maju dan mandiri, Indonseia cuma jadi penonton, sekarang terulang lagi. haaaa deeeeee

    •  

      Pesimis saya. Kan udah tau sifat orang Indonesia itu panas di awal lembek di akhir. Mana yg proyek gandiwa, genderuwo Dan apalah itu. Yg paling menyakitkan ya N 250 tetuko itu. Udah bisa terbang malah gak jadi dibuat. Kalo emang mau main2 dg duit gak usahlah buat. Itu duit rakyat je. Jangan suka hangat2 tae ayamlah. Bosan ya. Betul gak?

  2.  

    Indonesia maksudnya

  3.  

    Apa perlu diganti semua pejabat yg ada sekarang? Karena pencitraan yg ada gak ada habisnya, pembangunan infrastruktur utk mengurangi pungli? Bagus sih, tp dengan naiknya tarif tol? Beda tipis sama pungli, dengan naiknya BBM, beda tipis dengan pungli, selisih kenaikan BBM ditambah kenaikan tarif tol? Beda tipis + beda tipis, klp ditumpuk sebenernya sama aja, toh utang utk bangun infrastruktur msh blm balik modal

    •  

      Sabar bung momod, pagi2 ga usah mencak2,,hehehe, kasi aja duit yg diminta korsel utk kepentingan ifx agar lancar jaya,,drpd duit nya dicaplok koruptor, mending kasikan ke korsel,.,.hehehe pagi bung momod, sarapan apa pagi ini,.xixi

    •  

      TARIF DASAR LISTRIK NAIK 100%. BERAS 13.000/KG.

    •  

      Nggak mau harga bbm naik ? Nggak mau tarif tol naik ?

      Itu hal yang mudah.

      Solusinya : nggowes sepeda sendiri atau jalan kaki, nggak perlu lewat tol, nggak perlu bayar bbm.

      Badan sehat, peredaran darah lancar, kaki jadi kuat.

      Xixixixixixi

      •  

        setelah itu seminggu sekali mampir pijat ke spanya jeng sri….tambah sehat lagi

      •  

        Alah bung, jangan bicara naik pit lah, itu pilot garuda pada demo dengan kebijakan baru, kan kelihatan gimana buruknya pencitraan di negara ini, garuda itu termasuk maskapai terbaik dunia, sudah melakukan penghematan, artinya emng betul tarif bbm pada naik bukan cuma utk kendaraan darat dan laut 😛

        •  

          Maaf Bung Lingkar, harga BBM naik itu karena faktor harga global, kalau global naik terus otomatis harga bbm akan meningkat. mungkin bung Lingkar tidak akan setuju jika harga naik dan subsidi di cabut.
          tapi kapan kita maju jika 40% APBN kita di pakai subsidi? kapan kita bisa memberikan anggaran kepada pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dll yang jelas lebih penting dan memberikan hasil yang signifikan meskipun lama. semua butuh waktu dan proses.
          untuk masalah hutang saya rasa juga masih di batas aman meski saya sendiripun khawatir tapi selama tidak lebih dari amanat uud sekitar 30% pdb maka kita harus dukung demi percepatan ekonomi indonesia. jangan karena hutang besar sodara kita di pulau lain trutama papua tidak bisa merasakan jalan mulus, dll

          •  

            sebenarnya ini bukan masalah subsidi bung …tapi karna semua mengikuti pasar global…dan pertamina memang dibuat untuk mencari untung…!!! yang lucunya disitu sumber kekusutan…lahan basah…tempat mendulang harta karun…bagi segelintir orang….!!!!

      •  

        Kalau imo sih bung Tn…

        Nggak mau harga listrik naik ? Nggak mau bbm naik ?

        Solusinya mudah…Nuklir !!!

        Kenapa??

        Keuntungan pembangkit listrik tenaga Nuklir lebih jelas menguntungkan dibanding energi lain, 1 kg uranium setara dengan 1.000 – 3.000 ton batu bara… Hasilnya Harga listrik yang dihasilkan nantinya akan lebih murah karena biaya produksi bisa ditekan… Kalau harga listrik murah Chain reaction akan mengikuti ,BBM murah lalu kebutuhan pokok pun murah… Mungkin biaya yang relatif mahal dalam energi nuklir adalah dalam hal konstruksi dari PLTN… Namun ketika PLTN sudah dibangun sy yakin dapat dirasakan bahwa ternyata PLTN merupakan pembangkit listrik yang paling ekonomis… Ini dikarenakan biaya pengoperasian dan bahan bakarnya jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya sumber energi lainnya.

        Selain itu energi Nuklir juga ramah lingkungan… Soalnya tidak mencemarkan udara… PLTN tidak menghasilkan karbondioksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida… tidak seperti energi lainnya seperti batu bara, gas, dan minyak bumi…

        Dan Pembangkit listrik tenaga Nuklir Penggunaan dan operasionalnya tidak tergantung pd Fluktuasi harga BBM dunia xixixi… Sayangnya indonesia masih blom berani… Padahal uranium melimpah di indonesia kenapa ga mau di manfaatkan??

        •  

          Mungkin benar Nuklir murah tapi apakah yakin masyarakat kita benar2 mau? toh dulu aja baru ada sebatas wacana demo bergulir dimana2 meskipun di bangunya di daerah kalimantan yang daerah jarang gempa.
          dilema memang ingin murah pakai nuklir di demo karena takut kebocoran pembangkit seperti yang sudah2, ga bikin juga mahal…

          •  

            Masyarakat kita keknya masih ketakutan bung kalau mendengar kata- kata nuklir… Kepiliran pasti senjata pemusnah massal wkkkk…

            Padahal nuklir juga bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat… Lagian mereka ga sadar apa Senjata pemusnah massal itu yg selama ini sudah berjasa besar bagi kedamaian dunia xixixi…

        •  

          semua sama tergantung pemikiran pengambil kebijakan…karna bila semua mau mengikuti pola global…rusak bangsa kita…contoh sekarang sudah jauh rasa kebersamaan…saling tolong menolong semua diukur dengan materi…!!!

    •  

      @Lingkar
      Untuk yang satu ini saya condong setuju bung..,
      bukan menjelek jelekan tapi tanpa dirasa hampir semua harga, Tarif listrik,PAM, BBM terus menerus naik,, hutang juga makin dahsyat…tapi pemerintah seolah olah tidak ada masalah…mmmh…

      •  

        Indikasi kegagalan dlm perbaikan ekonomi adalah ketidak mampuan menekan laju inflasi, toh sektor real dan mikro jg lambat, dmn ahli ekonom kok diam2 aja. Coba tanya masyarakat bawah, daya beli menurun. Uang lbh banyak beredar di menengah keatas dan mentok disimpan dibank sehingga sedikit beredar pasaran bawah.apakah ini jg hoax?

        •  

          idem sama situ aja…lagi males komen…xixixizzzZ…

        •  

          andre sdh ada kawan dan sdh mulai,spt pakar ekonomi sj.

        •  

          Coba Bung Andre liat di BPS. Bagaimana pertumbuhan inflasi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir. Kalo Anda sudah melihat harusnya seperti hipotesis Anda, Inflasi saat ini justru telah terkontrol dg baik di angka sekitar +- 4% setahun. Adanya inflasi berarti adanya daya beli, bukan sebaliknya. Dan bila inflasi bisa terkontrol jelas masyarakat semua lapisan bisa menjangkaunya. Saya tanya, apa indikator kalo masyarakat menengah kebawah daya belinya menurun.

        •  

          dikatakan daya beli rakyat menurun… what????

          _ tiap bulan, berapa rupiah per kk dikeluarkan untuk bayar cicilan (gagdet, elektronik, kendaraan dsb

          _lihat angkot yg murah dan merakyat justru kalah oleh transportasi daring yg lbh mahal (ditempat saya angkot 6ribu vs ojol 8rb)

          _tiap rt sekarang orang punya R4 sdh biasa, tapi ngeluh bayar kenaiakan BBM.. jelas saja bbm mesti impor lha konsumsinya gila2an yg pada akhirnya subsidi jebol juga

          _saya gaktau dg daerah lain, tapi tingkat daya beli rakyat jauh lebih baik drpada era sebelum reformasi yg saya ngalami sendiri sulitnya punya kendaraan pribadi biarpun bbm cuma 700/lt…

          jgn lupa, ukuran nilai transaksi internasional pakai USD… berapakah nilai rupiah 90an vs sekarang??

          •  

            waahhh si andre ngereplay sapa tau…xixixizzzZ…kasih kode @napa…!!!
            @siblu…kalo golongan menengah atas mungkin perubahan kecil tidak terasa…tapi golongan menengah kebawah..jangan kata ada badai angin sepoi sepoi juga buat ngos engosan….!!!
            yang jadi pertanyaan sesunguhnya apa kita perduli …dengan nasib mereka…?!?!?!
            menjadi pelajaran bila kesenjangan kian jauh dan tidak merata adalah bahan peledak yang berbahaya…tingal menungu pemicu maka akan meledak…contoh kasus 98…..mengapa rakyat mudah tersulut…mengapa mereka mudah dipropokasi…anda mungkin tau jawabanya…!!!!
            SAYA BERHARAP KITA MAMPU BELAJAR DARI SEJARAH…BUKAN SEBALIKNYA HANYA SALING SALAH MENYALAHKAN…SAJA…SEKIAN TERIMA KASIH …

    •  

      Saya sejak sekolah sudah diberitahu oleh guru BHS Inggris saya mengenai ini, sebenarnya masalah harga2 naik terutama yang menyangkut subsidi bukan kesalahab pemerintah sekarang… seharusnya dari dulu memang tidak perlu subsidi habis2an seolah harga2 itu terlihat murah… akibatnya sekarang orang menganggap kalau harga2 makin mahal, padahal seperti harga listrik, 5 tahun yang lalu harga tarif listrik di Indonesia dipandang terlalu murah jika dibandingkan dengan tarif listrik negara2 kebanyakan…
      Harga BBM rendah karena di subsidi, itu seperti mengelabuhi rakyat, kalau ingin orang2 menyadari dan melakukan penghematan ya rakyat harus tahu harga sebenarnya dari BBM yang dipakai… bahkan Premium itu harus di produksi karena sebenarnya sudah tidak ada yang membuat BBM dengan kualitas rendah seperti premium, bahkan dari beberapa debat di era pak SBY jadi presiden untuk memproduksi premium pemerintah membeli BBM kualitas pertamak dan di reproduksi untuk dijadikan premium…
      Infra struktur yang dimiliki sudah terlambat berpuluh tahun, seharusnya infra struktur ini dibuat di era pak Soeharto… sehingga akirnya sekarang ini mesti bekerja keras mengejar ketertinggalan…
      Jika anda tahu, betapa hebatnya kemacetan Tol dalam kota 10 tahun yang lalu… betapa hebatnya kemacetan di jalur pantura Indramayu terutama saat libur lebaran, bahkan jalanan yang selalu rusak dan harus diperbaiki setiap tahun sehingga ada istilah proyek abadi….
      Sekarang ini anda jika ingin pergi ke Solo misalnya bisa menempuh waktu hauh lebih cepat, bahkan naik bis bisa jam 3 pagi sampai di solo…
      Kalau pernah keluar jawa pasti paham betapa timpangnya infrastruktur dengan pulau jawa… jika pernah pergi ke luar negeri, dengan mudah dapat membandingkan betapa minimnya infrastruktur Indonesia dibandingkan Malaysia misalnya…
      Pembangunan Infrastruktur sangat penting, dan kapan bisa merasakan manfaatnya??? ya setelah semuanya bisa digunakan secara otomatis akan meningkatkan pergerakan ekonomi dan itulah tujuan utamanya…
      Yang justru menjengkelkan di Indoensia ini adalah tarif komunikasi, terkenal mahal secara internasional, ga tau kalau akir ini… bahkan yang katanya badan negara itu juga setali tiga uang mahalnya

      •  

        Anda salah bung, subsidi itu amanat UUD

        “bumi, air dan kekayaan alam yg terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan utk sebesar-besar kemakmuran rakyat”… faktanya? subsidi dianggap salah

        “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara”… faktanya? mereka ada di lampu merah

        Membantah itu, silahkan amandemen UUD kita

        •  

          Yang ada di lampu merah itu hanya pakai kostum orang miskin saja.

          Pendapatan para pengemis ini jauh lebih besar daripada pendapatan orang yang bekerja keras banting tulang setiap hari.

          •  

            Saya setuju sama bung TN… saya sudah bertahun2 tidak memberikan uang kepada pengemis dan kepada pengamen, karena mereka itu punya target, jangan dikira asal2an… mereka itu kaya, anda harus banyak membaca artikel tentang pengemis, mereka itu punya jurus, punya strategi dan punya sasaran, kalau jaman dahulu memang pengemis itu sedikit karena kebanyakan orang normal malu menjadi pengemis, sekarang ini berbeda…
            Anak2 terlantar itu sebenarnya sudah ada tugasnya di dinas Sosial, kemudian akan ditempatkan entah di panti asuhan atau dikembalikan ke orang tuanya, masalahnya adalah orang tuanya juga orang kurang mampu sehingga menjadi lingkaran setan dimana mereka terus beranak pinak dan secara otomatis anaknya pun berprofesi sama dengan orang tuanya…
            Saya sering menengarkan masalah semacam ekploitasi anak oleh orang tua atau oleh orang lain yang mempekerjakan di radio Sonora… dan salah satu masalah yang terjadi adalah, tidak kooperatifnya yang ingin di bantu, dan mereka mempertahankan kondisinya itu atau kadang sengaja menghindar…
            Ga mudah looo menuntaskanya, sangat rumit bahkan itu sudah melibatkan banyak sekali pihak yang peduli seperti yang dilakukan oleh beberapa artis papan atas yang bersedia mendidik pengamen jalanan dan beberapa aktivis lainya… sangat rumit dan tidak sesederhana orang yang memang benar2 ingin di rubah kehidupannya atau minimal keturunanya menjadi lebih baik….
            Kalah looo sama orang desa, meskipun mereka kurang mampu tetapi mereka mau mengerjakan apa saja, menjadi tukang garap sawah, menjadi tukang bangun rumah, menjadi perawat ternak atau apa saja yang penting mereka berusaha… walaupun makanya lebih sadis, bahkan lauk dapatnya ya dari metik dipohon… tetapi mereka berusaha menyekolahkan anaknya supaya memiliki masa depan lebih baik… kalau dulu selama mereka mampu membayar, dan berhenti ketika tidak mampu membayar uang sekolah…

          •  

            Setuju bung TN… bahkan sudah banyak beritanya kalau mereka itu ternyata uangnya banyak, apalagi kalau menjelang lebaran, itu pengemis di kirim dari pinggiran ke kota besar…
            Coba sering mendengar radio Elsinta atau yang lain yang sering menampilkan pembicara atau nara sumber dari dinas sosial, supaya mengerti betapa rumitnya mengentaskan orang2 yang hidup di bedeng, bukan karena tidak di perhatikan tetapi seringnya justru mereka yang menghindar… ketika anak2 mereka akan dididik supaya bersekolah, justru orang tuanya yang sengaja melarang karena diekploitasi untuk mencari uang… dan anak2 itu diusia sekolah lebih nyaman cari uang di lampu merah daripada disuruh bersekolah… kalau mau, coba saja… saya pernah mencoba sendiri gara2 di kompori sopir perusahaan yang dulu… kabur itu anak ketika diajak untuk di sekolahkan…

        •  

          Anda salah bung, itu tafsir anda sendiri terhadap pasal 33 UUD 45

          Klo kekayaan alam diumbar dengan bodoh, dijual murah dengan subsidi, apalagi subsidinya gila2an (300an T / tahun) kapan makmurnya rakyat?

          Memakmurkan rakyat harus membangun bendungan, irigasi, jalan untuk memasarkan hasil panen dst dst, dari mana duitnya klo habis dibakar untuk subsidi bbm?

          Fakir miskin di lampu merah sering dikuasai sindikat, banyak yang punya rumah bagus di kampung..

          •  

            udah ane duga bakal nongol.. Xixixixixixixi

          •  

            KEKAYAAN ALAM DIUMBAR DIJUAL MURAH….xixixixizzzZ…
            kalo engak mau dijual murah yaa harus ada nilai tambahnya dong…jangan jual mentah…buat industri turunanyaa…GITU AJA REPOT{ABDURAHMAN WAHID}…

            FAKIR MISKIN DIKUASAI SINDIKAT…laa terus penangananya biji mana..apa mau dibiarkan …

            jangan semua dipukul rata {semua sama}karna itu bentuk exploitasi kemiskinan…yang kaya yaa sindikatnya…

      •  

        Setuju bung Yuli,

        Harga BBM dan tagihan listrik di Singapore dan Filipina tahun 2012 jauh lebih mahal daripada di Indonesia.

        Sedang infrastruktur di Singapore sangat bagus.

        Sekarang subsidi dialihkan ke infrastruktur maka semua jadi lebih mahal sekarang.

        Tetapi walau begitu tarif listrik di RI tahun lalu lebih murah dibanding Singapore dan Filipina

        https://m.detik.com/finance/energi/3537604/benarkah-tarif-listrik-di-ri-paling-mahal-se-asean

        Sedang harga Pertamax tahun lalu di RI ( 8 ribu) jauh lebih murah daripada Thailand ( 12 ribu ), Singapore ( 18 ribu) dan Filipina ( 11 ribu )

        http://beritatrans.com/2017/07/04/harga-bbm-indonesia-paling-mahal-di-asean-tapi-singapura/

        •  

          Kalau subsidi untuk orang kurang mampu, yang diberikan kemudahan seperti KIS, dimana berobat gratis, dan diberikan kemudahan untuk anaknya bersekolah bahkan dibiayai itu saya sangat super setuju… Tetapi kalau subsidi BBM/Listrik/Gas yang dikonsumsi tiap hari… itu terlalu berlebihan, hanya orang yang punya duit yang sering mengeksploitasi kesemuanya itu… minimal harus paham betapa beratnya subsidi yang diberikan, ingat saja di akir pemerintahan pak SBY, sampai2 kementerian kolekan untuk mendanai subsidi BBM… dimana ternyata BBM juga dipakai untuk PLN yang tidak mendapat pasokan Gas gara2 lebih diutamakan dijual ke Singapura… apa ga konyol…
          Infrastruktur itu mahal didepan saja, setelah 5-10 tahun tinggal menikmati hasilnya… kalau subsidi, sekarang dipakai besok habis dan 5-10 tahun kemudian seperti ini terus2an… ga ada perkembangan apapun hanya ribut di subsidi yang dikurangi…

      •  

        Terserah kata orang harga naik, TETAPI :

        harga sedikit nasi Briyani (3 sendok makan) dengan 1 potong kecil sayap ayam di Singapore tahun 2014 lalu seharga SGD 2,5 = 25 ribu rupiah.

        Awal Januari 2018, harga nasi padang di jalan gunung sahari dekat rel dekat mall mangga dua square di kota Jakarta dengan nasi ukuran untuk tukang becak dengan lauk rendang daging seharga 15 ribu rupiah.

      •  

        Setuju Bung Yuli n Bung TNG, …
        tapi males debat ama bung Ganar n Lingkar , …. jawaban sudah ada di google semua ,

      •  

        Tak perlu meyalahkan yang lalu lalu bung..,
        uwis ora opo2 lah. jangan banyak nego bungkus Viper nya plus rudal menengah jangan ketinggalan…percuma pesawat bnyk ga pakai senjata,,,xixix

    •  

      Wah rame, wah rame nih. Kali ini Ane setuju Ama Bung TN, Bung Tanpa Nama dan Bung Yuli deh. Pasal 33 ayat 1 UUD RI 1945 bukan langsung diterjemahkan sebagai bentuk Subsidi, tapi dikelola keuntungannya baik materiil maupun non materiil untuk digunakan dan dirasakan secara luas oleh masyarakat. Lahan dipake buat infrastruktur yg bisa dipake dan dirasakan oleh seluruh masyarakat juga arti implementasi dari Pasal 33 ayat 1 tersebut.

    •  

      oalah… masih ada yg nolak infrastruktur?
      kebanyakan idup di pulau jawa sih, sodara yg di timur atau di kalimantan dah lama gk ada pembangunan. kemana peran negara?

      negara tetangga yg udah maju aja giat bgun terus infrastruktur, tp gk di nyinyirin tuh ama rakyatnya..

      ini minta disuapin terus, subsidi dialihkan pembangunan & bbm 1harga ngamuk, di papua dr dulu bbm 50rb atau di pulau selayar 20rb biasa aja, gk demo, olg jd separatis hehe..
      kl mau pencitraan mah gk usah bgun plau terluar atau bag. timur.. bgun aja terus p.jawa, kaya orba, 70%org indonesia tinggal di p.jawa, pasti seneng, kl gk pgin adil mah. tunggu aja urbanisasi massal ke p.jawa, pengangguran, kriminal tinggi, padet sumpek, kaya bom waktu suatu saat meledak, tinggal nunggu pulau yg lain pd misahin diri.. hehehee

      kita baru msuk ekonomi 1triliun.. bumn lg gencar proyek keluar negri.. mengembangkan sayapnya.. anggaran r&d militer bisa naik.
      negara lain dah bikin satelit mau invasi keluar bumi.. kita?.. huhuuu..

  4.  

    Ini berita muncul di IHS Jane bulan November 2017.

  5.  

    Nanti di bayarin sama papa pengembalian duit e ktp 2,3 trilyun ??

  6.  

    Target nya belum tercapai ….INGAT TARGET 2024 MEF 180 PESPUR (PESAWAT TEMPUR!!)

  7.  

    Mumet bacanya kllu mengenai IFX, klu gak dapat ilmu avionik termasuk 4teknologi kunci sama saja cuma ngerakit jg ngimport teknologi dimaksud.

  8.  

    xixixixi…zzzZ…yang mudah{instan} dalam cari uang{angaran} yaa pencabutan subsidi…salahnya semua orang ingin disubsidi…mungkin budaya malu dalam teori ekonomi tidak manjur…jadi cari cara yang ampuh dalam menyiasati…bukanya mengunakan solusi instan….kalo bicara subsidi semua orang merasa berhak menerimanya tanpa rasa malu dan perduli dengan orang yang lebih membutuhkanya…!!!
    sistem ekonomi kapitalis dan pengaruh gelobalisasi membuat manusia kian rakus dan anti sosial…!!!

    •  

      sedang permasalahan dengan program pespur{KFX/IFX}bukan hanya kendala angaran dana(pembiyayaan)tapi juga tersandra politik luar negri kita…karna kita tau korsel adalah sekutu…maka tehnologi yang digunakan akan lebih cendrung kearah sekutu…kalou korsel tentu tidak punya masalah…sedang kita akan tersandra dengan kebebasan politik luar negri kita…!!!
      jadi nampak pemerintahan sekarang yang lebih condong bersebrangan pandangan dengan sekutu,,mulai mengkaji ulang kebijakan tersebut..walau nampak engan untuk menarik mundur sepenuhnya,,dikarnakan sudah terlanjur mengeluarkan dana awalan dan juga tidakan tidak populis yang bisa menyebabkan gejolak politik dalam negri…!!!

    •  

      kakakakakaka….,blm baca komen anda,gue sdh tertawa duluan.

    •  

      Bung Lee Aceng itu siapanya Aming Lee ya?? Apa masih satu keturunan dg Rock Lee??

  9.  

    please….untuk yang satu ini jangan meleset… #hope

  10.  

    Proyek ini ndak menguntungkan Indonesia….duit ngalir terus, hasil belum tentu menguntungkan pihak Indonesia.

  11.  

    Sadar Gak Kamu Kalau Harga Pertalite Terus Naik? Padahal tanpa ada pengumuman dari pemerintah.

  12.  

    Serba salah juga memang. satu sisi ketertingalan kita dalam membangun sudah terlalu besar ketimpanganya, ketika fokus ke ekonomi untuk sektor lain terutama Pertahanan pun jadi korban

  13.  

    Marsekal Hadi Tjahjanto: Alutsista Minim, Sampai Ada Penerbang Harus Antre 1,5 Tahun Untuk Terbang

    Jangan salahkan alutsistanya pak 😀 kita semua udah tau koq, cuma pada pura-pura dalam perahu aja

  14.  

    Hidup Pak Habibie, Hidup Pak SBY dan Hidup Pak Jokowi

  15.  

    Pilih eurofighter typhoon aja. Klo korea mulai sebel sama mental orang indonesia. Apalagi pt di punya sejarah 40thn sama airbus. Mau tot juga, bahkan mau pindahkan jalur produksi typhoon ke ind. Tapi bayar pake dollar bukan komoditi.

  16.  

    BILA PROJECT KFX/IFX GAGAL, SEMOGA ADA PLAN B, C, D.
    BILA MASIH GAGAL JUGA, PROJECT TERPAKSA KITA SERAHKAN KE KONSORSIUM ANAK-ANAK SMK UNTUK SEGERA DIOPREK.

  17.  

    karna itu pajak barang mewah harus ditiadakan…kalou tidak marak penyelundupan….xixixizzzZ..takut pada sindikat penyelundup…laa terus untuk apa aparatur negara…!!!
    http://m.liputan6.com/bisnis/read/2253185/mendag-sumringah-pajak-barang-mewah-dihapus

  18.  

    xixixixizzzZ….padahal pendapatan rakyat singapura kalah jauh dibanding kita yaa bung….makanya tuu rakyat singapura kerja hanya habis jadi tabungan septic tank…!!!

  19.  

    Singaporn kaya krn uang koruptor dan dana nasabah

  20.  

    itu yang ketauan mbah…!!!

  21.  

    HIDUP KAUM JETSET DAN PARA HEDONIS TAK LUPA JUGA PARA PENJAHAT{KKN}…!!!

  22.  

    Heran sm yg menentang kemandirian Alutsista indonesia…

    Kemandirian industri pertahanan, dapat mendorong perekonomian nasional lho… sebab produksi alutsista akan menyerap tenaga kerja dan Penjualan alutsista akhirnya menjadi sumber pemasukan bagi negara… Lihat noh SSV hasil tetot korsel yg dibeli pinoy kemaren, itu jadi pemasukan bagi negara… Lihat asu sm rusia, bisa kaya dari jual alutsista masa kita ga bisa contoh mereka, emang ga mau kek gitu apa??

  23.  

    Kebiasaan filter jkgr kampretos… Ane ngepost 2x kagak keluar…

  24.  

    sopo too yang bilang kasih tau saya biar tak rudal sekalian…laa kok tau sih saya prempuan nii tak kasih photo saya….https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTJpBkhwbvBDgz_kIb0YucOjYQf3G2FW9KZGO3Hme5txhRGtNdoVHTwMB4z

  25.  

    mundur dari ifx.. jatah duit ifx tambahin ke su 35.. biar dapet TOT 100%.. dari situ R&D buat gen 5th..

  26.  

    Apa yang dikatakan bung DR semakin nyata…

  27.  

    KEKAYAAN ALAM DIUMBAR DIJUAL MURAH….xixixixizzzZ…
    kalo engak mau dijual murah yaa harus ada nilai tambahnya dong…jangan jual mentah…buat industri turunanyaa…GITU AJA REPOT{ABDURAHMAN WAHID}…

    FAKIR MISKIN DIKUASAI SINDIKAT…laa terus penangananya biji mana..apa mau dibiarkan …

    jangan semua dipukul rata {semua sama}karna itu bentuk exploitasi kemiskinan…yang kaya yaa sindikatnya…

  28.  

    Si ketua sdh setuju, eeh yg bawahan malah pada curiga jika ada korupsi jika ada fee besar, jadi sering terjadi kasak kusuk, belum termasuk yg real cinta NKRI, ada yg optimis berhasil dan ada yg waswas … kacau dah