JakartaGreater.com - Forum Militer
Dec 072014
 
IMG_20141205_174245

Kota Tarempa, Pulau Siantan, Kepulauan Anambas, Kepri (all photos: JakartaGreater)

IMG_20141205_173608

IMG_20141205_173600

IMG_20141205_173525

IMG_20141205_163505

IMG_20141205_153116

IMG_20141205_153111

IMG_20141205_153107

IMG_20141205_152956

IMG_20141205_152944

IMG_20141205_150917

IMG_20141205_153052

terempa4

terempa5

terempa6

Tarempa seperti kota yang hilang. Kota ini seolah jauh dari peradaban dan harga pun melambung tinggi. Harga-harga di kota ini mungkin lebih mahal dari Singapura karena letaknya yang terisolir.

Denyut nadi penduduk di sini mayoritas digerakkan oleh kapal-kapal yang datang sekitar seminggu sekali. Kapal-kapal ini membawa setumpuk bahan makanan serta kebutuhan-kebutuhan hidup untuk penduduk Tarempa.

Batam merupakan kota modern yang terdekat dengan Tarempa. Dan untuk sampai ke Batam, mereka harus berlayar satu hari penuh. Betapa jauhnya Tarempa dari Batam.

Hanya ada satu mobil di Kota Tarempa yakni milik Bupati. Penduduk di kota ini benar benar mengandalkan kapal laut sebagai media transportasi. Sampan/boat kecil mentransfer penduduk ke kapal besar, untuk pergi ke kota lain.

Produk makanan Malaysia dengan mudah didapat di Kota ini. Hal ini menunjukkan distribusi makanan dari Malaysia lebih cepat tiba di kota Tarempa. Tarempa merupakan kota yang terletak di Pulau Siantan, sebuah kepulauan yang terletak di sebelah timur negara Malaysia.

Tarempa merupakan salah satu daerah di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Penduduk Tarempa umumnya memiliki mata pencarian sebagai nelayan, karena wilayah Tarempa merupakan surga bagi ikan. Adanya aliran air panas dan dingin di wilayah ini membuat plankton berkumpul, sekaligus menjadi sarang ikan.

Berbagi

  47 Responses to “Tarempa, Kota di Ujung Negeri”

  1.  

    tambah terus pembangunan di daerah terluar indonesia
    salam nkri

    •  

      Khusus di Bandara, kalo bangun dengan kayu harus yang tahan air laut semisal Kayu Ulin dari Kalimantan.

      Sekarang kayu itu sudah langka, dan biaya bangun 1 m3 sekitar 4-5 kali lebih mahal (di dekat kalimantan)…jadi bisa dibayangkeun sendiri kalo mau bangun pake kayu 🙂

  2.  

    1

  3.  

    perlu dibangun tol laut

  4.  

    kayaknya tempat nya enak buat mancing nih 😀

  5.  

    Tes

  6.  

    Perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah,penduduk pulau2 terdepan ini harus di sejahterakan,,

  7.  

    pemerintah wajib memberikan perhatian terhadap daerah terluar indonesia,jangan sampai daerah”terluar indonesia masyarakatnya malah tergantung terhadap negara lain bisa ” diklaim oleh negara lain….MAJU TERUS NKRI….!!!!

  8.  

    Moga aja pemerintahan Pak Jokowi lebih giat membangun wilayah perbatasan, biar gak kalah sama negara tetangga

  9.  

    Habitat ikan
    He he he ………….
    Sayang produk luar negri mendominasi….
    Kasih dong landasan buat perekonomian….!
    Weleh weleh ……….
    Sodara ane banyak yg ga diperhatikan……!

  10.  

    Menghadirkan negara di manapun…itulah tantangan terberat kita jika tdk ingin satu persatu pulau terluar kita menjadi milik negara lain karena penduduk setempat lebih merasakan kehadiran negara lain di sekitar mereka…

    Sekecil apapun keluhan masyarakat perbatasan harus di respon cepat tanda republik indonesia ini ada, bkn isapan jempol belaka…masyarakat perbatasan lebih penting untuk didahulukan ketimbang masyarakat di tengah yg sdh lama makmur berada di garis belakang front…

    Suatu saat kita akan seperti inggris…negara kepulauan seutuhnya yg mampu menegakkan wibawanya meskipun itu nun jauh di selatan bumi (falkland)….bahkan jajahannya seperti skotlandia memilih tetap bergabung meskipun sdh di beri kesempatan referendum…

  11.  

    Tol laut, semoga bukan cuma mimpi…..

  12.  

    …Hanya ada satu mobil di Kota Tarempa yakni milik Bupati. …

    pertanyaannya, berapa km jalan tersedia bagi mobil tsb ?
    setidaknya jalan itu menghubungkan rumah dan kantor bupati
    apakah warga tarempa lainnya hanya menggunakan motor ?
    jika jalan mobil di tarempa diaspal bagus dan hanya bupati penggunanya, sebenarnya itu terlalu mewah bagi komunitas tarempa, karena tingkat utilisasi / pemanfaatan prasarana tsb sangat rendah, hanya digunakan bupati secara eksklusif.
    jika hanya dirancang untuk motor, spec jalan dapat diturunkan demikian pula lebarnya, sehingga lebih murah biaya pembangunan dan pemeliharaannya.

    sementara sebagai sesepuh tarempa bupati mungkin dapat berjiwa besar dan mengalah sedikit,

    http://www.special-classics.com/Archive/bikes/quasar2.jpg

  13.  

    arus panas + dingin,,, harus di jadikan wisata memancing kelas dunia dan di kelola secara profesional.. negara tetangga aja udah mulai dgn menggelar event lomba mancing Marlin,,, tiap musim ni rombongan ikan lewat.

  14.  

    Bicara tentang distribusi barang di wilayah timur Indonesia mungkin lebih baik, barang banyak dan harga yang cukup, dihitung dari biaya produksi+biaya transportasi dari rumah produksi yg umumnya berasal dari wil tengah dan barat Indonesia (Makasar dan Jawa). Justru di wilayah perbatasan Ina dg PNG barang-barang Ina sangat mendominasi dan menjadi favorit warga PNG. Karena sesungguhnya kebalikan dari cerita di atas, perbatasan di Ina-PNG (di wil PNG) umumnya malah menjadi ‘bagian belakang’ dari negeri tersebut (kebalikan Indonesia kan?). Saya sudah mengalami sendiri wilayah perbatasan bag utara (sekitar Jayapura/Wutung)) dan perbatasan bagian selatan (sekitar Merauke/ dekat Wasur) di kedua bagian tersebut distribusi barang pabrik cukup lancar. Bahkan warga dari neg sebelah banyak yang belanja ke wil Ina, umumnya mereka masuk lewat laut/perahu dan darat sengan menyewa mobil / mits. L300. Barang2 yang menjadi favorit mereka seperti alat-alat rumah tangga dan pakaian.
    Melihat/menyimak pemberitaan selama ini bahwa barang2 produksi pabrik yang beredar di wilayah perbatasan Ina-Malay banyak didominasi oleh barang2 Malay, saya menjadi bertanya, dari segi infrastruktur /mobilisasi barang bukankah daerah2 perbatasan tersebut cukup maju baik melalui pelabuhan/laut dan darat di wilayah Kalimantan bag Utara. Sebagai perbandingan barang2 yang beredar di PNG umumnya berasal dari Aussie, jelas masalah mutu lebih baik (walau tidak semua item) hanya tentunya harga cukup tinggi dibanding barang2 dari Ina. Ataukah ada faktor lain yang menyebabkan pedagang/investor enggan berinvestasi dlm bid distribusi barang di sekitar perbatasan Ina-Malay. Cara tercepat adalah memberikan intensif kepada sesiapapun yang berminat dalam hal ini. Ataukah ada masalah lain seperti pelabuhan yang buruk dan lintasan jalan darat yang jelek sehingga jatuh harga kepada konsumen mahal dan tidak bersaing dengan barang dari neg. lain.
    Jadi selain energi,infrastruktur, manajemen publik service, masalah distribusi adalah masalah klasik Republik ini. Dibutuhkan pemimpin ‘gila’ untuk memacahkan masalah ‘gila’ bangsa kita. Semoga ada lompatan besar /quantum leap terhadap masalah2 yang selama berpuluh tahun hanya muter2 kayak gasing ini. Semoga..

  15.  

    Hati hati di embat sama tetangga yang panjang tangan dan serakah !!!

  16.  

    itulah hebatnya jiran,klo nggak ada jiran bgmn nasib masyarakat perbatasan..jd jiran sangat berjasa membantu rakyat indonesia yg disisihkan pemerintahnya..

  17.  

    Mantap!. J’pretan photo photonya (ane acungi 2 jempol dah).
    kalo di lihat sepintas sepertinya tak jauh berbeda dgn pola kehidupan masyarakat terapung di kalimantan (sungai kapuas&barito). Dan mudah mudahan poros maritim yg di galakan pemerintah skrng bisa menjawab tanntangan & permasalahan sprti ini (amin). Cuma ane mau tanya dikit mungkin ada yg tahu?..pola bahasa yg di pakai keseharian itu ,melayu malaysia. Riau,atau daerah sendiri? Trims sblmnya.

  18.  

    tentu dgn harapan ini tdk berlarut larut kawan,pemerintah pasti bisa…tinggal mau atau tidak

    •  

      Ya harus mau dong kawan,(harga mati) bila tak ingin salah satu anak bangsa kita hilang akan nasionalisnya. Coba kmu bayangkan bila masyarakat kita di perbatasan jiran lebiah mengenal mata uang ringgit dari pada rupiah,kan nanti jdi blunder.pernah dengar ga? Anak2 indonesia di perbatasan jiran bnyk yg sekolah di sana (di indo blm ada fasilitas sekolah) dan jgn lupa nanti moral nasionalimenya bagai mana?(utk jangka waktu lama)..salam bung

  19.  

    Wakak,kak,kak,,dasar bah lul!. (ngikik dah ane…bacanya)

  20.  

    Untuk diketahui, bukan hanya di Tarempa saja yang mudah ditemui barang-barang dari Malaysia dan Singapore tapi setiap pulau/daerah pesisir yang ada di Propinsi Kepulauan Riau dan Riau khususnya di Kab.Kep.Meranti dan Bengkalis juga mudah ditemukan di pasaran barang-barang produksi dua negara tsb.

    Di Kab. Kep. Meranti ada kapal lintas batas yang membawa barang dari Malaysia.
    Bahkan dulu, sebelum otonomi daerah sebagian masyarakat lebih kenal kota-kota di Malaysia di banding ibu kota propinsi meski rasa nasionalis mereka tetap kental kendati mereka adalah orang-orang atau keturunan penduduk yang berasal dari Tanah Malaya yang lari ke Indonesia saat perang Jepang.

    Sekarang ini, otonomi daerah telah membawa perubahan meski secara perlahan hingga rasa nasionalis yang sudah tertanam makin terlihat kokoh. Meskipun demikian, hubungan dengan tanah leluhur tetap tidak bisa dihilangkan, sebab masih banyak kerabat dan harta pusaka yang tersisa disana. Selain itu kebiasaan mengkonsumsi barang dari Malaysia juga sulit untuk dihapuskan begitu saja karena kualitas barang tersebut sudah dirasakan bertahun-tahun.

    Dalam hal ini, siapakah yang salah ?
    Saya pikir tidak ada, karena jejak masa lalulah yang menyebabkan terjadinya semua ini.
    Tinggal sekarang sejauh mana kepedulian Pemerintah Pusat dalam membenahi dan memajukan daerah-daerah ini sebagai benteng terluar dari NKRI.

    “DIMANA BUMI DIPIJAK, DISITU LANGIT DIJUNJUNG”
    MESKI DARAH YANG MENGALIR DITUBUH KAMI ADALAH DARAH MALAYA, TAPI NKRI ADALAH HARGA MATI..

    •  

      Mantap! bung coment anda.saya sngt setuju. Yg skrngg jadi pertanyaan nya adalah’ sudahkah terbuka mata hati para pejabat kita ‘? Bila melihat kondisi seperti ini?.bila blm ?…. Apa yg harus kita lakukan (partisipasi kita)…..slm bung lyoy

  21.  

    Pulau yg indah!
    Namun sayang, kebutuhan hidup masih mahal.
    Mudah2an program tol laut yg didengungkan oleh pemerintah sekarang bisa segera terwujud, sehingga segalanya akan lebih mudah dan terjangkau.

  22.  

    klo utk makanan/minuman kemasan yg buatan indonesia banyak koq,cm mereka lbh memilih produk malaysia,krn lbh murah dan kwalitasnya lbh bgs seperti milo,dancow,f&n,gula dll..

  23.  

    Bung prof nooh! cepetan jalan gi’h di pangil mpok inem suruh anterin blanja kepasar. Kak.kak.kak..(sakit dah perut ane, dasar bah lul)

  24.  

    daerah yg berbatasan langsung dgn malaysia itu panjang bgt kawan,border resmi bkn cm entikong,blm lg jln2 tikus yg jauh lbh bebas dr border resmi..daerah jagoi babang kab bengkayang skrg jauh lbh subur utk keluar masuknya barang dari dan ke malaysia

  25.  

    di tempat ane sekarang aja gas 3 kg langka, jadi kebayang gmana daerah yang jauh di perbatasan sana ,,,,,

 Leave a Reply