Mar 192019
 

F-22 Raptors from the 1st Fighter Wing and 192nd Fighter Wing participate in a Total Force exercise at JB Langley-Eustis, Va., on Feb. 28, 2018. © Tech Sgt. Carlin Leslie/US Air Force

JakartaGreater.com – Armada F-22 Angkatan Udara AS mungkin tidak akan mampu untuk mencapai tujuan kemampuan misi 80 persen mereka pada akhir September karena semua perpindahan ke stasiun permanen diperlukan setelah Tyndall AFB, hancur musim gugur lalu akibat badai, sebut Sekretaris Angkatan Udara Heather Wilson mengatakan kepada anggota parlemen minggu ini, seperti dilansir dari Air Force Magazine.

Layanan mungkin mampu memenuhi target untuk F-16-nya tapi karena F-22 menghadapi begitu banyak pergolakan setelah Badai Michael, armada “kemungkinan tidak berhasil”. F-22 Raptor telah dipindah ke Eglin AFB, Fla., JB Langley-Eustis, Va., JB Pearl Harbor-Hickam, Hawaii dan JB Elmendorf-Richardson, Alaska.

Tahun lalu, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengeluarkan memo yang mengarahkan bahwa kesiapan tempur F-35, F-22, F-16 dan F-18 mencapai tingkat kemampuan misi setidaknya 80 persen pada akhir tahun fiskal 2019 ini.

Untuk membuat kemajuan, layanan harus memprogram ulang $ 750 juta untuk inisiatif kesiapan tempur F-16 dan F-22, kata Wilson setelah sidang subkomite alokasi pertahanan Senat pada 13 Maret. Dana tersebut akan digunakan sebagian besar untuk meningkatkan keberlangsungan sistem senjata dan untuk menambah giliran perawatan kedua pada unit-unit Garda Udara Nasional.

Pilot F-16 di Fighter Wing 180, Garda Nasional Ohio bersiap untuk sorti © Airmen Hope Geiger via DMA

“Sebuah pesawat yang terduduk di gantungan yang siap terbang belum tentu siap untuk bertarung”, katanya kepada Senator Tammy Baldwin. Ini tentang kesiapan skuadron kami yang penting untuk terbang dan bertarung, lanjutnya.

Angkatan Udara AS berpendapat bahwa memprioritaskan “skuadron operasional di mana mereka mengukur tingkat kemampuan-misi secara langsung” akan membantunya bekerja menuju mandat Menhan Mattis.

Lebih dari 90 persen dari total 204 skuadron “mondar-mandir” siap untuk dikerahkan jika konflik meletus, menurut Wilson dan Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal David Goldfein dalam kesaksian tertulis, meskipun tidak dijelaskan pesawat mana yang membentuk unit dan siap mondar-mandir tersebut.

“Ketika kami menyertakan tindak lanjut pasukan mereka, skuadron mondar-mandir ini berada di jalur untuk mencapai kesiapan 80 persen sebelum akhir tahun fiskal 2020, atau 6 tahun lebih cepat dari yang diproyeksikan semula”, menurut kesaksian tersebut.

Jet tempur siluman F-22 Raptor © US Air Force via Wikimedia Commons

“Ketika skuadron garis depan kami memenuhi sasaran kesiapan tempur mereka, kami juga akan memastikan sisa skuadron operasional kami bisa mencapai angka kesiapan 80 persen pada tahun 2022, karena kita terus membentuk 386 skuadron yang dibutuhkan”, katanya.

Pada bulan Februari, Letnan Jenderal Arnold Bunch, wakil militer layanan untuk akuisisi, mengatakan bahwa dirinya berharap Angkatan Udara akan mencapai kemampuan misi 80 persen untuk “armada pesawat tempur” F-35, F-16 dan F- 22.

Wilson tidak menyebutkan bagaimana status armada F-35A pada minggu ini, karena cuma dikatakan bahwa Kantor Program Bersama F-35 yang bertanggung jawab atas pendanaan keberlanjutan atas jet-jet tempur siluman tersebut.

  2 Responses to “Target Kesiapan Tempur Armada F-22 AS Mungkin Takkan Terpenuhi”

  1.  

    Setidaknya masih banyak armada lain yang bisa menutupi celah tersebut

  2.  

    Saya cuman nungguin Kapal Induk dengan nama USS Donald Trump release!!

    #GreatDonaldTrump