Agu 102018
 

Kadeppel AAL Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni, S.E., mengatakan tujuan latihan dan praktek Sea Survival adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada Taruna AAL tentang cara bertahan hidup di laut dalam keadaan darurat.

Surabaya, Jakartagreater.com – Sebanyak 105 Taruna AAL tingkat II angkatan ke-66 melaksanakan latihan dan praktek Sea Survival (bertahan hidup di laut dalam keadaan darurat) selama 5 hari di kolam renang Jala Krida Tirta AAL Bumimoro dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair), serta Koarmada II Ujung, Surabaya.

Lattek Sea Survival Taruna AAL tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Pelaut AAL Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni, S.E., di kolam renang Jala Krida Tirta AAL Bumimoro, Surabaya, dan kini pada Kamis 9-8-2018 telah memasuk tahap laut dengan melibatkan pelatih dari Dinas Penyelaman Bawah Air Koarmada II 10 orang dan antap AAL 19 orang.

Kadeppel AAL Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni, S.E., mengatakan tujuan latihan dan praktek Sea Survival adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada Taruna AAL tentang cara bertahan hidup di laut dalam keadaan darurat.

Para Taruna dilatih tentang dasar survival, mengetahui dan memahami phase-phase keadaan bahaya, mengetahui dan memahami peralatan penolong sea survival dan kegunaannya, serta mengerti cara memakai peralatan penolong perorangan dan kelompok, sehingga dapat mengaplikasikan dalam keadaan darurat dan bekal pelaksanaan berbagai latihan dan praktek berlayar yang akan datang. (Bagpen AAL)

Bagikan:

  One Response to “Taruna AAL Tingkat II Latihan Sea Survival”

  1.  

    kl yg model beginian TNI kita rajanya
    tp kl mslh peralatan tempur…..?

 Leave a Reply