Taruna Tingkat III Korps Marinir Latihan Terjun Para Dasar

0
446

Surabaya, Jakartagreater.com – Sebanyak 19 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-65 Tahun 2019, mengasah kemampuan dan keterampilan terjun payung dalam sebuah latihan praktek (Lattek) Para Dasar, sebagai salah satu kualifikasi yang harus dimiliki prajurit komando.

Upacara pembukaan Lattek Para Dasar tersebut, dipimpin Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E. pada Selasa 11-6-2019 di lapangan Resimen Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya.

Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M. menyampaikan beberapa penekanan kepada Taruna peserta Lattek, melalui amanatnya yang dibacakan Wagub AAL, diantaranya agar mengutamakan keselamatan dan keamanan personel serta material supaya tercipta zero accident, perhatikan faktor ketelitian, kehati-hatian, kecermatan dan disiplin tinggi.

Selain itu, para Taruna agar selalu melaksanakan instruksi dan petunjuk dari para pelatih dan instruktur, mengikuti segala aturan dan prosedur latihan, serta selalu berdoa mohon perlindungan dan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Upacara pembukaan yang ditandai dengan penyematan tanda peserta Lattek kepada perwakilan Pelatih dan Taruna, menurut rencana akan berlangsung selama 17 hari, sampai dengan tanggal 28 Juni 2019.

Dalam Lattek ini, para Taruna Korps Marinir akan digembleng berbagai ilmu pengetahuan tentang keparaan di Komando Latih Marinir (Kolatmar) Gunungsari Surabaya, yang selanjutnya melaksanakan praktek terjun di Puspenerbal Juanda, dengan menggunakan pesawat jenis Cassa dari Skuadron 600 Wing Udara-1 Juanda.

Berbagai materi latihan yang harus dilampaui oleh para Taruna Korps Marinir ini, diantaranya adalah :

1.  Pengenalan peralatan para.

2.  Melipat dan mengepak parasut.

3.  Teknik exit.

4.  Teknik melayang dan mengemudi.

5.  Teknik mendarat .

6.  Emergency procedure.

Dalam latihan ini, mereka harus mampu menguasai materi latihan tersebut, agar dapat melaksanakan terjun dasar ini sesuai tujuan yang diharapkan, yaitu tercapainya kemampuan melaksanakan penerjunan Para Dasar siang dan malam, terjun cepat dan lambat dengan menggunakan senjata maupun tidak bersenjata.

Lattek dinyatakan selesai, ditandai dengan Wingday. Dengan Lattek ini, diharapkan para Taruna Korps Marinir akan menjadi penerjun handal TNI Angkatan Laut.

Hadir pada acara tersebut, para pejabat utama AAL, para pelatih dan instruktur serta segenap pendukung dari Kolatmar dan Puspenerbal. (Bagpen AAL)