Apr 182013
 

tasripin 1

Jauh di sebuah Dusun, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Tasripin bocah tanggung berusia 12 tahun, harus hidup sendiri dan mencari nafkah untuk ketiga adiknya yang masih kecil: Dandi (9) Riyanti (7) dan Daryo (5).

Pagi sebelum berangkat ke sawah, Tasripin harus memasak nasi dan sayur untuk adik-adiknya. Selain memasak, dia juga harus mencuci pakaian, menyapu serta memandikan adik-adiknya yang masih kecil. Tapi bukan hanya sekedar memandikan dan memberikan makan untuk adik-adiknya, dia pun bertanggung jawab terhadap akhlak adik-adiknya dengan mengajak merka shalat dan mengaji di mushola dekat rumah.

tasripin 7

Tanggung jawab yang besar membuat dia harus bekerja keras, tidak jarang jika tidak mendapatkan pekerjaan, dia harus mengutang beras di warung. “Kalau tidak ada uang suka utang di warung, bayarnya nanti kalau bapak pulang,” katanya.

“Kalau berangkat ke sawah jam 7 pagi dan pulang jam 12 siang. Kadang sehari dapet Rp. 30 – 40 ribu. Itu beli beras dan sayur. Sisanya untuk jajan adik,” jelas bocah putus sekolah itu.

Tasripin harus bekerja agar ketiga adiknya tetap bisa makan.

tasripin 5
Rumah Tasripin bersama tiga adiknya berupa bilik kayu 5×7 meter persegi dengan satu kamar luas 3×3 meter persegi. Di dalam rumah ada sebuah dapur dengan tungku kayu bakar serta isi perabotan yang sangat sederhana. Hanya ada dua buah kursi dan satu meja di rumah Taspirin. Semen lantai rumah mereka sudah pecah bercampur tanah.

Ayah mereka pergi bekerja ke Kalimantan bersama kakak tertua. Sementara ibu Tasripin meninggal akibat tertimbun longsor saat mencari pasir satu tahun lalu.

Kini bocah-bocah ini harus hidup mandiri dan tidur dalam satu kamar dengan kasur dan bantal yang lusuh. Ketiga adiknya sangat mengandalkan kakak kedua mereka, Tasripin, yang setiap hari harus bekerja di sawah dengan mencangkul, membersihkan sisa-sisa padi serta menanam padi bersama warga desa pada saat masa tanam.

“Ibu sudah meninggal dan bapak bekerja di Kalimantan bersama kakak,” kata Tasripin.

tasripin 4
Hampir setiap hari, Tasripin mesti pergi ke sawah untuk mencari uang demi menghidupi ketiga adiknya. Para tetangga sekitar yang simpati dengan keadaan Tasripin pun kadang sering membantu menberikan nasi maupun lauk pauk bagi bocah-bocah tersebut. Tak jarang mereka hanya makan dengan nasi seadanya namun tampak nikmat.

Saat ini Tasripin harus berhenti bersekolah, karena menunggak biaya SPP, sementara kedua adiknya Dandi dan Riyanti pun tidak melanjutkan sekolah karena malu sering diejek oleh teman-temannya. Hanya Daryo, adik terakhirnya yang masih bersekolah di PAUD di dusun tersebut.

“Sudah tidak sekolah SD, hanya satu adik saya yang sekolah di Paud, Kadang saya yang biayain, kadang menunggu kiriman dari bapak,” ujarnya. tasripin 10

Dulu saat sekolah dia harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer untuk mencapai tempat sekolahnya, jalan berbatu dan perbukitan serta hutan harus dilalui dia setiap harinya. Maklum, Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok berada di lereng kaki Gunung Slamet demgan jumlah penduduk 319 Jiwa dengan 187 rumah.

Tasripin (12) sudah tak sabar bersama ketiga adiknya Dandi (9), Riyanti (7) dan Daryo (5) menunggu sang ayah Kuswito (42) yang pulang dari Kalimantan bekerja di perkebunan sawit. Selama beberapa bulan, setelah ibunya meninggal Tasripin putus sekolah dan terpaksa bekerja di sawah untuk biaya makan dia dan adik-adiknya.

“Saya menunggu bapak pulang”, ujar  Tasripin  dengan polos.
tasripin 8
Kisah Tasripin ini akhirnya ramai di jagat twitter dan akhirnya direspon oleh Presiden SBY : “Taspirin yang menjadi buruh tani untuk menghidupi ketiga adiknya sungguh menggores hati kita,” kicau SBY lewat akun @SBYudhoyono, Kamis siang, 18 April 2013. Presiden lewat twitter menyatakan akan segera mengutus staf khususnya dan Gubernur Jawa Tengah untuk mengatasi persoalan hidup Tasripin. “Secara moral, saya dan kita semua harus membantunya,” ujar SBY.

Pada Kamis (18/4/2013) anggota TNI dari Kodim 0701 Banyumas dan Korem 071 Wijayakusuma melakukan bedah rumah milik Tasripin di Dusun Pesawahan, Banyumas.

“Kami merehab rumah tinggal Tasripin menjadi rumah yang masuk kategori rumah sehat seperti membuat MCK, memperbaiki dapur agar terang dan sehat,” kata Dandim 0701 Banyumas, Letkol Infantri Helmi Tachejadi Soerjono, kepada wartawan.

Selain melakukan perbaikan dapur dan MCK, anggota TNI juga merehab kamar Tasripin yang berukuran 3×3 meter persegi yang sebelumnya ditempati oleh keempat bocah tersebut. Kamar akan dibuat lebih besar. “Kamar akan kita buat lebih besar, lalu lantai disemen ulang dan halaman rumah akan kita pasang paving block serta mengganti papan-papan dinding rumah yang sudah keropos,” ujarnya.
tasripin 11
Sementara rumah direnovasi, Tasripin dan ketiga adiknya diinapkan di hotel. Tampak raut wajah bahagia dan senang dari Tasripin dan ketiga adiknya. Seperti tidak ada beban dalam diri mereka, yang asik bermain dan bersanda gurau di atas kasur empuk, televisi besar dan jelas gambarnya.

Makanan serta cemilan terus datang dari para donatur di kamar hotel tersebut. Tasripin pun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang saat ini dia terima sambil mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikannya.

“Saya ingin sekolah lagi nanti asal bapak pulang,” ungkapnya.

tasripin 12

  12 Responses to “Tasripin dan 3 Adiknya Menunggu Ayah Pulang”

  1. Miris membacanya ,,,untung ada twiter..
    Dengan DANA PENDIDIKAN 20 persen dari APBN harusnya masalah begini ini cepat tertangani..buat kelangsungan pendidikan bocah bocah tersebut

    Itu aparat setingkat kelurahan ,kecamatan,koramil,polsek kok nggak tau yaaa..
    kaur kesra desa,,babinsanya dan babinkamtibmas gak jalan atau bagaimana,,?
    Sebenarnya peran babinsa dan babinkamtibmas itu diperluas dengan seringnya mereka ngeronda wilayah sampai setingkat desa bisa tau juga permasalahn sosial begini ini ,,,
    Dan ini juga masalah keamanan dan HAM bocah bocah tersebut.karena wujud tanggung jawab sosial TNI/Polri kepada masyarakatnya..

    ITU perangkat KELURAHAN kok Gak tanggap yaa ada warganya yang masih Balita dalam keadaan seperti itu…
    Saya yakin Tasripin Tasripin lain masih banyak dinegara ini…dan semoga cepat tertangani…
    Dan terimakasih untuk PENGINFO keadaan tasripin kepada presiden sby …dan terimakasih Langkah cepat presiden sby menangani kasus ini.

  2. Masih banyak orang* yg beginian yg seharusnya di expos lewat berita TV atau media agar masyarakat menengah ke atas lebih banyak menolong dan membantu orang yg tidak mampu agar dapat berkehidupan yg layak..hal ini memang tugas pemerintah masyarakat yg kurang mampu dipelihara oleh negara….

  3. Leher ini terasa kecekik membacanya..saat membaca pertama kali di Kompas, tak kuasa menahan air mata..begitu piluu..maklum namanya pernah tinggal dikampung pd jaman susah dulu…syukur media mengangkatnya ke permukaan,,sudah bnyak uluran tangan dr berbagi pihak,,dan tak ketinggalan,,tentara kebanggan kita TNI KODIM 0701 & KOREM 071 dipaling depan sudah mulai melakukan bedah rumah Tasripin..smgoa saja bocah Tasripin dan ketiga adiknya ini segera bs melanjutkan sekolah & segera lepas dari kesulitan hidup yg kronis…Broo semua ada yang tahu rek Kompas utk Tasripin? mohon bs diinfo..

  4. miris banget, baru tau beritanya pas baca koran Suara merdeka..

    diluar sana, mgkin masih bnyk hal serupa.. Bupati Banyumas Pak Husein kbrny tengah memperjuangkan Ayahnya Pulang dan mencari kerjaan biar g ke Kalimantan lg.

    smg smua nya lancar..

    amin

  5. SUBHANALLAH masih banyak saudara qt yang nasibnya kurang beruntung begini,semoga para pemimpin negeri ini akan leboh peduli akan nasib rajyat yg dipimpinnya karena kelak akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat.

  6. yang bikin miris kok Perangkat desanya cuek bin geblek, pak RTnya harusnya tau, klo tidak bisa membantu ya laporkan secepatnya ke perangkat yg lebih tinggi.Tapi syukurlah berita ini telah sampai ke presiden mungkin masih banyak lagi warga NKRI yg serupa terutama didaerah timur

    Dalam Islam harta itu perlu buat beribadah oleh karena itu adanya diajarkan kita banyak sedekah

  7. lurah dan camatnya pada kemana nih..pecat saja.! masak ada kejadian seperti kagak tahu..

  8. subhanallah..

  9. Ada benarnya kalau media twitter,facebook website dipakai sebagai media social control.Saya salut atas komentar saudara-saudara kita ini.Semoga menjadi bahan iktibar.Masalahnya apakah tingkat pemerintahan di daerah sudah mengerti tentang tehnologi informasi /IT apa belum dan punya peralatan yang dapat dipergunakan untuk berkomunikasi bersama ?Jadi jangan gebyah uyahseperti sistem UN yang glepotan itu.Dianggap standardnya sudah sama seluruh NKRI.

  10. hrs e kisah2/foto spt ini d tempel d dinding senayan sn,biar mrk tau inilh “tasripin2” yg kau perjuangkn

 Leave a Reply