JakartaGreater.com - Forum Militer
Nov 032014
 
Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon

Jakarta – Konsorsium Eurofighter percaya diri produk jet tempur mereka Typhoon, akan menjadi pilihan terbaik bagi Indonesia sebagai salah satu jajaran pesawat tempur jet paling canggih di dunia.

“Kami siap untuk bekerja sama dengan industri kedirgantaraan Indonesia untuk mengembangkan kapabilitas lokal sesuai kebutuhan,” kata CEO Eurofighter Jagdflugzeug GmbH, Alberto Gutierrez, di Jakarta, Senin.

Eurofighter menjadi salah satu partisipan pada Indo Defense 2014, di arena Pekan Raya Jakarta, 5-8 November ini. Untuk pertama kalinya, sosok Eurofighter Typhoon akan dihadirkan kepada publik nasional, juga simulatornya.

Typhoon pernah digadang-gadang menjadi salah satu alternatif pesawat tempur baru dalam jajaran armada tempur TNI AU, untuk mengganti pesawat tempur F-5E/FTiger II buatan Northrop Grumman, dari generasi ’80-an.

Gutierrez menjelaskan, kedatangan Eurofighter di Asia menawarkan kesempatan bagi Indonesia untuk sepenuhnya terlibat dalam program yang diyakini dapat memberikan keunggulan di berbagai bidang.

Dia menyebut bidang pertahanan udara, pengembangan kapabilitas lokal, transfer keahlian, serta pondasi bagi kinerja industri industri kedirgantaraan militer yang lebih kuat dalam beberapa dekade ke depan.

“Jika Indonesia memilih solusi Eurofighter, manfaat yang diperoleh bangsa ini akan jauh melampaui isu vital dan penting seperti keamanan nasional, tetapi akan juga merambah ranah yang lebih luas lagi,” ujar Gutierrez.

Walau dia yakin, namun dia juga mengaku masih terlalu dini untuk membicarakan opsi yang ada secara lebih terperinci.

“Kami belum ada diskusi lebih jauh dengan pemerintah Indonesia tetapi kami harap bisa membuka kerjasama dengan industri kedirgantaraan Indonesia untuk mengembangkan kapabilitas lokal sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan pilot dan Manager Capability Development Eurofighter Jagdflugzeug GmbH, Paul Smith, menyatakan, Typhoon tepat dengan geografi Indonesia.

“Dengan kombinasi Eurofighter Typhoon yang memiliki kapabilitas terbang tinggi, daya tahan, serba guna, dan sistem yang canggih maka bisa menjadi aset yang tepat,” ujar Paul.

“Kami tidak ada kompetitor, tidak ada yang lebih jago dari kami,” tambahnya.

Eurofighter Typhoon adalah pesawat tempur multi-role/swing-role generasi kelima yang menjadi komoditas ekspor utama mereka. Telah 418 unit Typhoon seharga 90 juta euro kosong itu diserahkan kepada tujuh negara operator, yaitu Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Arab Saudi, dan Oman.

Pesawat mana yang akan terpilih sebagai pengganti F-5 Tiger ?. Secara eksplisit, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, sebelum upacara HUT ke-69 TNI, di Surabaya, menyebut Sukhoi Su-35 sebagai pilihan utama arsenal terbaru TNI AU nanti.

Namun membelian jet tempur yang baru nanti, tidak terlepas dari unsur transfer teknologi, karena Indonesia juga tengah mematangkan kerja-sama dan terobosan penguasaan teknologi pesawat tempur generasi kelima bersama Korea Selatan dalam Program KFX/IFX. (Sumber : Antara News).

Berbagi

  166 Responses to “Tawaran dari Eurofighter Typhoon (bukan sales)”

  1.  

    Selamat malam…!!!

    •  

      Yang menjadi pertanyaan adalah,eurofighter thyphoon adalah pespur multirole/swingrole generasi kelima…???maksudnya…???

    •  

      kenapa mesti pakai embel-embel “bukan sales”
      saya pikir pembaca jkgr sudah dewasa dan terbiasa menghadapi perbedaan opini

      •  

        betul bung .. ada yg ga suka dengan produk barat or USA tanpa memberikan referensi ketidak sukaanya .. karena embargo , strong rusky dll dll .. bahkan para sesepuhpun mengetahui kehebatan alutsista baik barat dan timur juga dari referensi .. bahkan ada yg kabarnya udah uji terbang dengan su35 or typhoon atau rafale atau apapun .. semuanya baru uji dan referensi bukan bertempur dengan pesawat tersebut .. kalo typhoon rafale dan produk lainnya milik barat itu lemah cacat gampang ditembak sering jatuh atau apapun .. pasti rusia china dan sekutunya yg jadi raja di dunia saat ini …

    •  

      awas embargo ….awas embargo……jasmerah….jangan melupakan sejarah….hehe……pengganti F 5E ngambil dari kelas MIG Rusia saja mas bro…..biar deterrentnya besar…..ada sukhoi ada MIG mantaaaapp

    •  

      Menganut doktrin defensif – ofensif pada matra udara, kita bisa tahu mahwa alutsista defensif udara kita ditopang oleh pesawat apa saja dan alutsista ofensif udara kita dibebankan pada pesawat apa. Menurutku defensif udara kita akan bertumpu pada F16, Typhon, Rafale, dan Hawk. Sedangkan ofensif udara kita dibebankan pada heavy fighter Sukhoi 27/30/35. Deploy dan strategi tergantung Kohanudnas dan TNI AU.

    •  

      Setuju Bung Supar Tukino kayaknya begitu…..Hibah F16 juga…..ya

  2.  

    one…

  3.  

    PREMIUM πŸ˜€

    •  

      BUKAN SALES TAPI MENAWARKAN PRODUK YG BERLEBIHAN πŸ˜€

      Typhoon generasi ke 5 ?

      Apa ga sadar ada celah sampai RAF mengkandangkan Typhoon sampai waktu yg belum di tentukan? (KAGAK MONCER NIH BARANG)

      Semoga Pemerintah ga salah pilih

  4.  

    Oh no

  5.  

    Ijin nyimak

  6.  

    Semoga pendirian pa moeldoko tidak tergoyahkan…tetap pilih SU35.

  7.  

    Tetep su 35

  8.  

    absen 10 besar!

  9.  

    Mosok sih cuman beli selusin terus mau dikasih tot…… sepertinya ada yg janggal dech

  10.  

    pilihan yang sulit… antara ToT untuk mengembangkan program kfx dengan antidot untuk f 35 milik tetangga…

  11.  

    Ok beli 3 squadron? + 3 squadron Rafael

  12.  

    Yang bisa menepuk nyamuk F35 ya cuman SU35 ibarat – lawan +

    •  

      ikut nambahin bung [email protected] :
      jika memang tekanan international dan atau karna adanya TOT dari euro fighter mengharuskan kita mengakuisisi pesawat tipun ini maka menurut saya yang awam ini ada baiknya kita tetap mengakuisisi si tipun ini.

      hanya saja masih menurut saya yang awam ini SU 35 haruslah tetap di akuisisi. dan yang di perbanyak tetaplah harus keluarga flanker.
      karna apa. jawabnya sudah jelas. dikawasan saat ini TNI AU kembali di segani dan diperhitungkan karna apa karna kepemilikan keluarga flanker.

      SU 35 jelas yang di inginkan TNI AU saat ini.
      SU 35 yang bisa membusungkan dada TNI AU
      SU 35 yang bisa membuat tetangga berhitung seribu kali. meskipun mereka memiliki F 35 meskipun kawasan di penuhi F 35 dengan SU 35 TNI AU tetap percaya diri.

      maaf bila ada yang salah…

  13.  

    wajib bungkus kalo tot nya memang berguna dan diperlukan untuk ifx n, ndak perlu paranoid sama embargo coz ini bukan milik inggris semata..
    lebih baik langsung ke pakfa drpd Su 35

  14.  

    seles2 alutsista negri menir2 mulai beraksi ciaaaat

  15.  

    90 juta euro kosongan? berarti estimasi harga fully armed dan sucad bisa hampir 150 juta euro dong per bijinya..

  16.  

    (bukan sales) πŸ˜€

  17.  

    namanya jg sales … wajar musti ngotot nawarin produknya, kalo mo serius kirim dulu 1 biji buat 3 bulan gratis biar dijajal dulu ma pilot kita, biar dicoba lawan SU27/SU30 punya TNI AU, trus coba adu lawan SU35, kalo Typhoon bisa menang & unggul mutlak bolehlah kita beli 1 ska.
    kalo buat SU35 … tetep wajib& kudu 3 ska

  18.  

    sip sip bila perlu konsinasi ato retur buka baru hahahaha

  19.  

    Beli 12 biji pakai tot,,,ini pasti bohong, kalaupun ada totnya pasti cuma merangkai doang,,, sekalian ga pakai tot asal su-35,,,

  20.  

    kalo pribadi sih apapun yang dibeli baik itu SU-35,Tipon,Rafaele, gripen..yang penting belilah yang baru/gress dari pabrik. bukan barang bekas.
    lalu belilah juga dengan suku cadang buat 10-15 tahun ke depan agar meminimalkan jika terjadi embargo ( sedia payung sebelum ujan )
    jangan lupa yang utama persenjataan dan kelengkapan nya, ga ada guna nya jika punya puluhan pesawat canggih tapi maaf tidak bersenjata

    untuk artikel diatas banyak catatan yang bisa di berikan kepada eurotipon

    1. kutipan ‘ Kami tidak ada kompetitor, tidak ada yang lebih jago dari kami,”

    kutipan menurut saya sedikit “sombong” dikelas nya terdapat rapaele, dan gripen,dan su-30mk2.. jadi masih terlalu pagi juga tipon berkata seperti itu

    2.kasus munculnya “penyakit” pada euro tipon tidak bisa di biarkan/ tutup mata
    dimana inggris,jerman, spanyol terpaksa melakukan “pemeriksaan kesehatan” tipon yang mereka punya.bahkan jerman sementara menghentikan sementara penerbangan uero tipon di angkatan udaranya.

    3.saya kebetulan mampir pada acara , lepas landas tersebut, dan satu pertanyaan yang tidak bisa di jawab oleh pihak euro tipon adalah ketika saya bertanya.

    “if the Indonesian air force to buy these aircraft , and later happened embargo , whether the UK will be involved ?
    pihak euro tipon hanya menjawab, ” it’s just politics , we’re just following the orders of our country”

    artinya silahkan di tebak

    •  

      Setuju bung sandi ada kutipan yg aga sombong . Emank bener pihak tyopoon ko sampe percaya diri memberi kutipan tersebut.

      Tidak ada yg lebih jago dari kami ?????????????

      Weleh weleh brekele nih kutipan . Ada Si 35 dan Rafale yg lebih baik menurut sy.

      Tapi tetep si 35 lebih baik menurut sy untuk generasi pespur 4.5 hehehe

      Salam kenal bung

      •  

        bgmn soal ungkapan “rafael akan di tepuk seperti nyamuk oleh mig rusia”…
        Sombongkah?
        Atau bg penggila rusia itu dianggap pantas? Hehe

        •  

          saya melihat di sinilah kekurang-kritisan jamaah rusia strong. seolah-olah apapun yang dikatakan tentang alutsista rusia selalu benar, sementara oleh produk-produk eropa barat selalu salah.

          jika memakai ukuran yang sama mestinya komentar dubes rusia itu juga masuk kategori “sombong”, “lebay” dan “nyales”

          silahkan dilanjut πŸ™‚

          •  

            sependapat dgn anda bung xtrada,, sya heran mbca komentar2 tiap artikel saat membahas alutsista buatan rusia pasti kebanyakn komentarnya pada positif semua. kalau mengenai alutsista barat (eropa/AS) malah sebaliknya bnyak yg mncacimaki dgn meriah walaupun alutsista tersebut berteknologi tinggi sperti rusia. sebenarnya pespur, kaprang, rudal, ataupun senjata lainnya baru dliat hebat/teruji kemampuannya kalau tidak bertemu langsug dmedan tempur.

            “tidak ada negara sahabat manapun yg benar2 sahabat sejati”
            :mrgreen: πŸ˜€

          •  

            embargo yg menyakitkan.. itulah yg menjadikan seseorang russia strongg..

          •  

            kta membicarakan teknologinya bung, bkan mslh strong..strongnya, mkanya dsitu sya mngatakan selama masih belum bertemu dmedan tempur kta belum tau yg strong itu yg mana,,
            mslh embargo slama kta belum mandiri alutsista kita tetap rawan embargo.. ingat tiap kebaikan suatu negara pasti ada kpentingan lain. istilah memberi tanpa harus menerima tdk berlaku utk kpentingan politik suatu negara. maupun itu blok barat atau timur. kita pun bisa mengembargo negara lain dari sisi ekonomi, negara kita berada diposisi alur perdagangan international. SDA kita melimpah walaupun itu skrg hampir habis terkuras keluar. kalau bicara embargo saat ini rasanya basi. posisi negara kita saat ini sangat penting bagi negara barat ataupun timur. cina sampai saat ini saja belum jelas atau masih samar2 terkait klaim natuna, tdk sperti ke negara asean lainnya yg lebih agresif & blak2an mereka klaim sbgai wilayah teritorial mereka, pertanyaannya knapa?? As skrg manis2nya mendekati kita bagaikan seorg lelaki yg ingin meminang wanita cantik sampai2 di rayu dgn memberi barang2 milik mreka, kenapa??? sperti yg saya bilang semua pasti ada kpentingan tersendiri. kalau kita bicara alutsista stroong strong gak bakalan habisnya karna tiap hari teknologi itu semakin maju.

          •  

            saya coba memberi penailain apa yg menurut bung katakan, secara teknologi, barat kita akui memilikinya bahkan mungkin lebih di depan dibanding Rusia, tetapi mengapa ketika di era bung Karno, Indonesia lebih condong ke Rusia (Uni Sovyet) ?..kesamaan paham, visi melihat tatanan dunia, dibanding barat yg cendrung AROGAN & MAU MENANG SENDIRI, hingga saat ini, Indonesia nyaris tanpa masalah dgn alutsista Rusia, dibanding barat punya, dgn bonus EMABRGO & isi HAM, sbg anak/orang yg berlatar belakang keluarga militer, saya bisa merasakan kepedihan anak yg kehilangan bapak, istri yg kehilangan suami, adik yg kehilangan kakak, orang tua yg kehilangan anak dst gugur dlm tugas karena kecelakaan akibat EMBARGO AS & sekutunya, traumatis ITU HARUS JADI PERTIMBANGAN PALING UTAMA AGAR TDK TERULANG KEMBALI.

        •  

          Sy hanya orang awam. Yg sekedar memberi sedikit pandangan. Hehe. Bukan pro rusia ato pro barat.

          Dilihat dr spek dr kedua pespur di atas . Sy baca dr wiki .

          Rusia harga tdk terlalu mahal
          teknologi agak lebih satu ato tiga langkah dr pespur typonn.

          Typoon harga mahal
          jangkauwan pendek.

          Kalau pun jadi beli beli typoon emank tot yg di berika mereka bakal 100 % kah ?

          Dan yg pasti mereka meminta biaya tot. Selain haraga 1 unit typonn yg lbh mahal dibandingkan dngn si 35

          Tidak ada ilmu yg gratisan alias gratisss.

          Maaf itu hanya sekedar pandangan sy .

          Salam NKRI bung

        •  

          itu juga sombong Frans? Kamu jangan tiru orang sombong ya?!!

      •  

        hehehe .. su27/30 biaya terbang per jamnya alphard .. kalo su35 apa ya ?

    •  

      Yupz benul bung [email protected] cukuplah sekali kena jerat katanya hibah tp justru seribu syarat.Btw Typhoon,Su35,rafale blm ada yg bekas kecuali Gripen C/D.

    •  

      @bung telik sandi…bener bung. saya juga sempat tanya tuh.

      “if Indonesia bought typhoon, is there any full guarantee from UK that in the future there’s will be no embargo as happened to hawk ?”

      pihak eurotipon mukanya agak gimana gitu, doi cuma jawab: we just following the orders of our country in that time, it’s just politics.

      saya bilang: ups..so this is look like just a trade…no more than that ? there is no feeling of friendship for your customer? it is only depend to our politics situation.

      tuh kan gitu deh…

  21.  

    beli 12 biji dpt TOT ….psti dpt ilmu bikin baut ama cat nya doank itu maah udah alhamdulilah

    •  

      – PKR (Belanda)
      – Propelan dan bahan peledak (Perancis)
      – Radar (Inggris)
      – Torpedo (Jerman)
      – Satelit (Jerman)
      – Kapal Selam (Korsel)
      – Pespur IFX (Korsel)
      – Turet (Belgia, Jerman?)
      – Tank Medium (Turki)

      jika mau daftar panjang itu bisa ditambah dengan EF Typhoon πŸ™‚

      silahkan dilanjut diskusinya
      mohon dikoreksi jika ada yang salah

      •  

        pathetic πŸ™‚

      •  

        lhaaaa mas… jalan kemandirian harus diambil dengan cerdas, Jangan karena ingin mandiri tapi kita malah “terjebak” permainan negara2 barat yang ingin kita underdog dalam sistem pertahanan… sudah jelas-jelas mereka tidak menutup kemungkinan embargo. dan sudah jelas-jelas bahwa kemampuan typhoon di bawah JSF… Ini 2 hal yang menurut saya harus dicermati… selain kemandirian.

        •  

          Timur atau barat sama saja,smua mmpunyai plus minusnya yang terpenting utk kita sekarang adalah tersisip ilmu untuk kemandirian kita, jd apapun pespurnya yg terpenting bisa memajukan kemandirian kita,sampai kapan kita terus membangga2kan produk luar?

      •  

        ibarat pasien, n-250 asalnya cuma koma / mati suri bung, begitu utang imf lunas sebetulnya udah siuman, terbebas dari koma…

        tapi pihak keluarga gak tahu kenapa malah melupakan si pasien, ya mati sekalian…

      •  

        korsel harus ToT untuk buat baut kapal selam… renungkan saja

      •  

        itulah kesedihan & keprihatinan kita, mereka menjadi korban akibat EMBARGO BARAT (AS & Sekutunya), sebuah kerugian yg tidak bisa dinilai dgn uang, pengalaman TRAUMATIS INI TDK BOLEH TERULANG LAGI kpd anak2 lain yg ditinggal bpknya, istri2 lain yg ditinggal suaminya dst yg gugur dlm kecelakaan akibat EMBARGO, utk itu kejelian pemimpin kita, harus belajar dari pengalaman pahit yg lalu agar tdk terulang kembali.

      •  

        Senapan Serbu Pindad (Belgia

    •  

      Ass.Satu lagi yg kita lupa dgn strategi menhan/TNI.Dengan alutsista gado2 & campur aduk tpi mumpuni dikelasnya,secara tdk lgsg mau nunjukkan “Nih loh INDONESIA,klo kami mau,semua bisa kami beli.Kami kaya,kami bisa.Embargomu nggak ngaruh banyak sm kami.Kami senang berteman dgn siapa saja.Tpi kami juga tdk takut berkelahi dgn siapa saja.PAHAAM!!! “.

      •  

        bisa jadi begitu bung. kita memang tidak takut berkelahi dengan siapa pun tapi kalo bisa kita jangan berkelahi lah, kita ini kan anak gadis cantik di mata negara2 besar. he he he

        anak gadis yang cantik biasalah banyak permintaan/keinginan
        pengen punya burung dia berkata dua penjuru angin sama sama memberikan. dua dua nya ada kelebihannya. burung yang satu jika dibawa tidak ada yang berani mencolek anak gadis ini. yang satu kelebihannya bisa mengajari anak gadis ini beternak burung…

        kira kira anak gadis yang cantik menarik ini hanya akan mendapatkan satu jenis burung saja atau bagaimana
        tidak bung kedua jenis burung ini akan diambil semuanya.

        typhoon harus di ambil agar kita mampu beternak. dan menghasilkan bibit unggul.
        SU 35 harus di ambil sebagai jalan pembuka kita bisa memiliki rajawali generasi ke 5.

        salam sesama anak negri maaf bila ada yang salah….

    •  

      Bung ariel,sya sangat tersinggung sekali dengan pernyataan anda seperti itu. Apabila anda sudah bisa membuat pesawat tempur silakan lah datang ke pt.di untuk berbagi informasi..dan secara tidak langsung anda telah menghina para peneliti bung. Ingat ilmu itu mahal bung.

  22.  

    Mending ambil di galeri nya pak putin.
    Sales nya gk tukang gombal.

  23.  

    Ada embel2nya bukan sales yh? Berarti juga no hoax?hehehe…..

  24.  

    mungkin salesnya udah nyerah menghadapi calon user, akhirnya main opini publik di Car Free Day πŸ™‚

  25.  

    Typhon emang menggoda…. tapi rafale lebih menawan..

  26.  

    Lagi pada demam typhoon nih jkgr
    ada yg suruh ambil, ada yg gk setuju, yadah..kita voting ajaa. hheee

  27.  

    http://www.thelocal.es/20141027/only-6-of-spains-39-eurofighter-planes-can-fly Mudah2an Dephan membaca artikel ini. Saya sendiri tidak setuju dengan Eurofighter karena 1. Eurofighter typhoon ada problem di fusalage dan kekurangan spare part yang ada dan di produksi yang menyebabkan sebagian eurofighter di inggris, german dan spain tidak bisa terbang saat ini. Kalo kita beli 16 pesawat atau 1 squadron, mungkin dalam 5 tahun cuman 2 atau 3 pesawat saja yg bisa terbang. 2. Tahun 1998 India di embargo sama amrik dimana mereka membeli f-16 barangnya tidak dikirim tapi duitnya tetap di simpan sama amrik. Itu yang membuat India membeli rafael daripada euro fighter pada tahun lalu dan kita semua tahu Amrik dan Inggris adalah sekutu yg sangat dekat. 3. Apakah benar niat mereka untuk benar2 membagi Technology?. Saya rasa untuk untuk 1 squadron tidaklah cukup utk mereka membagi technology. Lihat saja korea…dimana Korea harus membeli 40 pesawat f-35 dari lockheed dan baru akan di bantu sebagian tot nya untuk k-fx. Moga – moga dephan benar-benar menganalisa yang mana pesawat yang tepat untuk pengganti f-5 kita.

  28.  

    Klo memang indonesia beli pespur nii.. Bearti indonesia tdk punya para pemikir dn pemimpin militer yg benar2 ingin mnjaga kedaulatan udara indonesia,, jelas2 ttngga selatan punya f35 ,kita mlah diiming2i pesawat yg jerman pun mw memasukkan ke ‘rumah sakit’. Gk logiss,, heeheehee.. Hanya SUKHOI yg mampu mnjawab problem kedaulatan udara kita,, bungkus 34 dan 35,, opah ryamizard pasti sepahaaam dee,, am pakdhe mol,,nhoohoo

  29.  

    Atas dasar alih teknologi bs mengubur impian soal su35,lg an PT DI sdh jelas2 menunjukkan ketertarikannya atas tawaran alih teknologi…ini jg yg di inginkan presiden,mengembangkan industri dlm negri dan kesempatan itu sdh ada di depan mata..welcome ajah

    •  

      Teknologi apa ya yg ditawarkan sm Eurofighter? Ngurusi masalah crack pd Typhoon Jerman aja masih kelabakan. Kita juga harus kritis, pastikan teknologi apa yang ditawarkan. Jangan karena diming2i Tat Tet Tot langsung ngiler dan berubah haluan dari rencana semula yg udh disusun jauh2 hari. Lagipula, apakah pesaing2 macam Gripen, Rafale, atau Su-35 nggak nawarin ToT juga? Buka perspektif yang luas, jangan cuma make kacamata kuda.

      •  

        Kalau tot, sekarang referensi yang paling dekat adalah ifx. Jadi siapa yang bisa membuat kita menghasilkan teknologi untuk ifx itu yang masuk kriteria. Tapi ifx memang masih perlu waktu padahal diperlukan juga stop gap, dan dalam masa menunggu memang bukan tak mungkin ada konflik yang perlu kekuatan udara kuat. Ada dilema jika pespur ideal (superior) tak memungkinkan tot.
        Jika itu yang terjadi, tampaknya harus beli 2 macam, satu yang jelas superior dan satu lagi yang bisa tot (dengan catatan tot yang sesuai kriteria). Dananya, saya rasa dengan optimasi anggaran pemerintah bisa menyediakan. imho.

    •  

      Mengubur impian Su-35 ? Kamu jangan sombong Frans !

  30.  

    Yang penting bs terbang, terbang Indonesia Australia PP tanpa minum.

    Yang penting bs bw bom & rudal, dan gak macet2 wkt mau nembak.

    Yang penting bs gk terendus radar, semua jenis radar hrs bs dilewatin.

    Yang penting bs ngebut dilangit sana, biar gk kekejar waktu invasi.

    Yang penting awet, biar gk gmpang rusak.

    Yang penting suku cadang bs didpt 20thn kedepan. Biar gk kesulitan terbang dan jatuh sblm perang.

    Yang penting minimal 30 skuadron. Biar klo tetangga pd nyerang bareng bareng satu pswt mereka dihadapin satu pswt Indonesia.

    Yang penting ada bbmnya. Biar bs terbang yg jelas.

    Yang penting 2015 sdh ada barangnya, biar 2020 bs nyerang marinir amrika di australia.

    Yang penting ada duit bwt beli, biar bs byr lunas trus ngutang ke alutsista laen.

    Sampuun.., lowbatt..

  31.  

    Bakol tandingan…. πŸ˜€

  32.  

    Sales itu manis di awal tapi pahit di akhil, itu menunjukan low kuality dali ploduknya, Kl sales yg punya balang bagus mah enjoyyy aja nawalin ploduknya n ga lebayy, Yahh tinggal pintel2 aja kita ngelesnya. Tp kl udah deal dibeli kita lakyat hanya bisa bilang Alhamdulillah dan semoga belmanfaat.

  33.  

    pertanyaan yang bagus bung @TS dan bung @lesmana…..
    dagangan yg penuh dgn syarat politik. Semoga para pengambil kebijakan tidak salah langkah.

    salam hangat

  34.  

    Buat tester aja gpp lahhh kita beli 1 ska buat 20 thn kedepan sambil nunggu IFX yg lagi On plogles. Bagus kalo tuh semua janjinya bakal ditepatin utk TE OTE. Tunggu saja dan hanya waktu yg bisa menjawab.

  35.  

    kok saya liatnya ini barat lagi giat-giatnya nyuapin kita sbg kedok utk menghambat kita bikin pespur sendiri ya, mungkin dengkul mereka gemeteran πŸ˜€

  36.  

    Sudah dibayar lunas sekalian sistem radar hanud shorad, kri bung tomo class, dll sampai sampai sby dijamu bak raja oleh ratu elizabeth dimana presiden usa sekalipun belum pernah dijamu seperti itu….just hoax!!!!

    •  

      EMANG bener kan >>> HOAX NYA MANA ? Akhirnya typhoon yg di ambil setelah di JAMU BERAS KENCUR sama ratu inggris

      •  

        Mana kata2 bahwa Typhoon PASTI jadi diambil? Wong ini baru penawaran dari salesnya Typhoon kok.

        •  

          typhoon bekas lufthansa bung

          •  

            Lufthansa itu perusahaan penerbangan komersial Jerman ! yang betul AU jerman itu adalah Luftwaffe !!
            Menurut berita ” hoax” Indonesia beli Typhoon ex Luftwaffe .

          •  

            Pembelian senjata dari Jerman yg diungkap ke umum adalah tank leopard II RI evo, Leopard II/A4, Tank Marder, pesawat latih Grob !! Yang lain gak di expose termasuk kpl perang, pespur………

          •  

            Bisa jadi alasan cacat produksi pada typhoon adalah alasan yg dibuat2 supaya bisa dijual ke Indonesia. Mereka belajar suksesnya menjual Bung Tomo cs, dng adanya alasan tertentu maka penolakan dari politisi dan lsm yg anti Indonesia minim sekali. Apalagi saat ini Jerman lagi dilanda resesi, banyak alutsistanya yg belum lama dipakai dan tergolong baru terpaksa diobral.

  37.  

    Oiya ane punya cerita menarik saat ketemu om ane pilot F5 tiger. Ane tanya om itu F5 udah tua mau diganti apa om. Dy jawab ohhh itu baru wacana. Ane tanya lagi om ga ikut tim ke rusia buat coba pesawat baruu. Dy jawab sambil ngeles sambil bilang ohhh itu tim bukan dari AU tapi Angkatan Darat buat ngetes tank scorpion. Hadeehh boongnya itu lohh bikin sakit disini. Ternyata semua info itu bener2 top secrett. Ini real hasil wawancara sama om ane Budi namanya. Beliau dulu teknisi F5 sama Heli Colibri dan pernah juga disekolahin di prancis. skrg jadi pilotnya F5.

    •  

      yg buat saya bingung bung, knapa om anda mnjawab yg pergi ke rusia TNI AD buat ngetes “tank scorpion”. Tank scorpion kn dari inggris. mana udah nongkrong dsini dari dlu tuh tank.

  38.  

    Om admin tolong hapus namanya maaf ane keceplosan. Thx.

  39.  

    itu skenario .. 1>awalnya pesawat baling2 .. 2>baling2 agak gedean dikit 3>pesawat jet komersial dengan kecepatan dan ketinggian yg nyaris sama kek pespur .. kalo pake sukhoi terus kita intercept bisa bangkrut TNI .. bahkan biaya pelanggaran tersebut cuman 6000us$ bandingkan dengan biaya per jam sukhoi .. itu memang dibuat seperti itu agar indonesia berpaling dari sukhoi .. kita butuh pesawat intercept pengganti F5 tapi bukan sukhoi dengan biaya perawatan dan operasional kecil …dan penambahan skuadron tempur baru itu baru beli su 35

    •  

      Minta ongkos ganti saja bung..hehe. Kayak denda internal gitu..:D

    •  

      Makanya knp saya org yg setuju gripen diakuisisi jg oleh Indonesia selain SU35 serta rudal hanud S350 atw yg seri S400 puluhan baterei serta bukME dan pantsir karena saya itu berpikir kedepan, gak usah cerita ttg perang dimasa datang yg msh cm opini dan desas desus yg blm jls terbukti. kita melihat yg pasti2 aja dulu yaitu sprt kasus seringnya pesawat yg nyelonong tanpa izin dan kurangnya pesawat tempur ringan multirole kita yg canggih, jg hemat dan mempunyai keIkonTeks1Teks2Teks PenuhIkonTeks Penuh:):-):smile::lol::D:-D:grin::oops::(:-(:sad::cry::o:-o:eek::evil:8O8-O:shock::twisted::?:-?:???::roll:8)8-):cool::!::x:-x:mad::?::P:-P:razz::idea::|:-|:neutral::arrow:;);-):wink::mrgreen:mampuan network centric warfare yg dapat menggabungkan data dan komunikasi dgn ke tiga matra angkatan srt mempunyai kapabilitas sebagai aew&c yg mn bs berbagi data link baik dgn sesama gripen jg bs dgn f16 25id dimana setiap pespur dpt berbagi data radar antara satu dgn yg lainnya. sehingga misalnya didalam sekenario peperangan 2 unit gripen salah satunya dpt mematikan radarnya sehingga radar pespur musuh sulit mendeteksi krn salh satu gripen yakni gripen 1 mematikan radarnya sehingga tdk ada pantulan radar yg diserap olh radar pespur musuh dan didukung olh desainnya yg low rcs. dgn memakai teknologi data link, gripen 1 dpt memantau pergerakan pespur musuh krn data radar gripen 1 dipasok olh gripen 2 yg terbang dgn kordinat yg berbeda dgn gripen 1. disini kelebihan yg ditawarkan teknologi data link dan data centric yg mana, pespur musuh akan mengarahkan perhatian kpd gripen 2 yg mana gripen kedua terdeteksi pespur mmusuh krn radar pespur musuh akan mengetahui keberadaan gripen 2 krn antara sesama pespur radarnya dpt saling mendeteksi krn hakikatnya radar jg mengeluarkan gelombang elektro yg dpt terpantau dgn sesama radar. krn pilot pespur musuh menganggap gripen 2 adlh ancaman maka, maka pespur musuh tdk menyangka sebelum dia melepaskan rudal utk menghantam gripen ke 2, dia sdh keduluanan di hantam olh rudal yg dilepaskan olh gripen 1 yyg mana utk me lock pespur musuh dgn menggunakan data radar yg ditransfer olh gripen 2 dan mgkn jg olh f16 atwpn olh KRI kita yg sdh terintegrasi network centric warfare. jd kelebihan gripen diakuisisi krn saab menjanjikan seluruh alutsist TNI dpt saling “berbicara dgn alutsista yg lainnya” dan jg dgn komitmen saab mentranfer teknologi dan bekerja sama dlm pengembangan pesawat selanjutnya, jg membangun centric management antar matra serta pertukaran dan beasiswa utk para peneliti dan teknisi, engineering srt mahasiswa yg berbakat utk mendaptkan ilmu baik di swedia mwpn negara2 yg berpartisipasi dlm pembuatan dan pengembangan gripen didunia. dan olh krn kurangnya pesawat patroli kita yg kecil dan lincah serta mampu supercruiser yg cocok utk dipakai sbg pesawat patroli serta punya kemampuan sbg pesawat intersep yg layak menggantikan F5EF yg sebentar lg akn purna bakti. sedangkan utk pespur serang berat ttp hrs di akuisisi SU35 sebagai pespur lapis pertama yg mempunyai kemampuan menangkal serta menyerang balik ke jantung lawan. salam..

  40.  

  41.  

    “Kesepakatan ini dijalin untuk mengembangkan kapabilitas lokal sesuai kebutuhan. Akan tetapi, ia menambahkan bahwa dalam jangka pendek, Eurofighter bersedia untuk membahas dan mengembangkan cara yang mampu memenuhi kebutuhan yang bersifat mendesak.”

    Di masa lalu konsep kerja sama serupa mampu menghasilkan CN-235 yang legendaris dan nyaris menghasilkan N-250. Jika terwujud semoga semakin mempermudah jalan menuju kemandirian alutsista.

  42.  

    Temuan “penyakit” pada produk pesawat tempur canggih euro typon

    Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) telah mendeteksi cacat produksi pada pesawat tempur Eurofighter Typhoon, yang menyebabkan Jerman menghentikan pembelian pesawat ini hingga masalah diselesaikan. Berita ini menjadi pukulan berat bagi Eurofighter setelah sebelumnya didera masalah harga.

    Kecacatan produksi ditemukan pada sejumlah lubang bor baut pada bagian belakang

    pesawat, yang mana perusahaan terbesar di Eropa BAE Systems yang bertanggung

    jawab dalam pengerjaan komponen ini. Tepi lubang bor tidak dirapikan atau dihaluskan

    sesuai dengan proses produksi standar.

    Meskipun belum jelas apakah cacat produksi ini akan berdampak pada umur, fungsi atau dapat membahayakan pilot, namun laman Spiegel Online melaporkan bahwa dalam kasus terburuk, kecacatan ini dapat menyebabkan lambung pesawat menjadi tidak stabil. Sebagai dampaknya, Jerman menolak mengakuisisi Typhoon baru, termasuk 6 unit pada tahun ini.

    Terkait masalah ini, baik Angkatan Udara Inggris dan Jerman juga telah menurunkan jam terbang yang direkomendasikan untuk Typhoon, yaitu dari 3.000 jam menjadi 1.500 jam per tahun dengan harapan meminimalisir overstres pada Typhoon.

    Menurut seorang juru bicara Eurofighter, masalah ini sebenarnya telah teridentifikasi sejak awal tahun lalu. Yang mana ditemukan saat pengecekan dalam program untuk meningkatkan kualitas pada komponen utama produksi Typhoon.

    Produksi Typhoon dijalankan oleh Eurofighter Jagdflugzeug GmbH, sebuah perusahaan patungan yang berbasis di Jerman yang juga dimiliki oleh BAE Systems, Airbus, dan perusahaan Italia Alenia Aermacchi. Lebih dari 10.000 karyawan dari 400 perusahaan subkontrak di seluruh Eropa dilibatkan dalam setiap produksi Typhoon.

    Alberto Gutierrez, CEO Eurofighter GmbH mengatakan pada 2 Oktober bahwa perusahaannya sadar dan aktif menangani masalah kualitas baru-baru ini yang ditemukan pada bagian belakang badan pesawat Typhoon.

    “Kami ingin memperjelas masalah, bahwa tidak akan mempengaruhi keselamatan penerbangan, juga tidak berdampak pada armada Typhoon yang saat ini sedang menjalankan operasi,” ujar Gutierrez.

    Typhoon digambarkan oleh Angkatan Udara Inggris sebagai pesawat tempur multiperan yang sangat lincah. Sebagai produksi bersama, pesawat ini digunakan oleh beberapa negara Eropa yaitu Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol. Baik Jerman dan Inggris telah menempatkan pesanan awal masing-masing 250 unit, dan hingga kini keduanya telah memiliki lebih dari 100 Typhoon di angkatan udaranya. Kemudian Austria, Arab Saudi, dan Oman juga tertarik dan selanjutnya memesan pesawat ini.

    Pihak BAE Systems mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengirimkan pesawat sesuai dengan kontrak dan jadwal pengiriman yang ditentukan oleh Angkatan Udara Inggris dan Angkatan Udara Arab Saudi. Kementerian Pertahanan Inggris sendiri telah menyatakan bahwa mereka akan terus menerima pesawat dan mengatakan bahwa masalah cacat produksi tersebut tidak berdampak pada pengoperasian Typhoon.

    Menurut seorang juru bicara Eurofighter, pengiriman ke Typhoon ke Spanyol yang tertahan saat ini tidak terkait dengan masalah ini namun terkait masalah komersial. Dalam waktu dekat dialog akan dilakukan lagi untuk memungkinkan pengiriman kembali. Sedangkan pihak Italia, melalui juru bicara pengadaan Kementerian Pertahanan, menyatakan bahwa pesawat-pesawat mereka dalam kondisi yang aman. Pengurangan jam terbang hanya masalah biasa, dan pihak Eurofighter akan menyiapkan solusinya, menurut juru bicara tersebut.

    Di lain tempat, di Austria, Peter Pilz, seorang anggota parlemen dari Partai Hijau (Green Party) telah meminta pemerintahnya membatalkan kontrak pembelian Typhoon, dilansir laman The Local. Ia sangat marah karena Austria mengetahui cacat produksi tersebut hanya dari pemberitaan pers, bukan dari perusahaan langsung. Padahal Austria saat ini sudah mengoperasikan 15 Typhoon.

    sumber: dari berbagai sumber

  43.  

    Cari aman aja pilih su-35 ga usah percaya rayuan gombal TOT segala….keenakan ausi seolah paling hebat dengan f-35 nya

  44.  

    Intinya TNI cari yg pakek tot bwat ifx nanti
    klok untuk mengimbangi kawasan yg sudah menggunakan pespur generasi 5, TNI pasti sudah mempunyai solusi yg tepat dan sudah memikirkan itu matang”. Mudah Mudahan aja SU35 ttep di ambil. hanya waktu yg akan menjawabnya.

  45.  

    Politik oh politik,, mudah-mudahan TNI lebih cerdik menghadapi polemik perpolitikan nato-asu, agar rakyat tetap bangga terhadap TNI, bagaimanapun juga nato-asu ga bakalan menginginkan indonesia menjadi negara yg kuat,,,

  46.  

    Hmm..typhoon,,koq saya lebih suka ya sama Gripen NG dibanding pesawat ini,,

  47.  

    Katanya sudah dibayar LUNAS kok tdk segera diambil? Jangan malu-malulah. πŸ™‚
    Apakah Rusia tidak akan marah kepada Indonesia jika mengakuisisi Typhoon? Seperti marahnya Rusia kepada India ketika membeli Rafale.
    Apakah Typhoon sengaja di Publis besar2 sebelum diakuisisi sbg pengganti F5 TNI AU agar yg lainnya tetap tersembunyi?

    Pada tanggal 6-3-2013 Pesawat Kepresidenan RI Airbus 330-300 yg dinaiki SBY (ktika msh menjabat sbg Presiden RI) beserta rombongan meninggalkan bandara Tegel Jerman, 15 menit kemudian 2 Pesawat Eurofighter Typhoon angkatan udara Jerman ikut mengudara melakukan pengawalan terhadap pesawat yg dinaiki SBY sampai batas udara Jerman. Ada hal tersirat atas kejadian tsb yg sayapun tdk tau.

    Untuk pertanyaan diatas (bertanda ?) Jawablah pertanyaan tsb diselembar kertas lalu kumpulkan ke meja depan & selanjutnya anda boleh pulang. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

  48.  

    saya kira Russia tak tergantikan, kalaupun harus ada tambahan senjata dari sekutu NATO itu hanya penyeimbang yang tidak significant.

  49.  

    Yes!! Bung mirza datang….slam hangat bung

  50.  

    Yupz benul bung Tomy [email protected] negara yg sdh memiliki Thyphoon kenapa mesti beli F35 juga,sbb typhoon kurang PD dlm menghadapi pespur Russia generasi 4+++ dan apalagi menghadapi PAK FA.Hal ini krn keterpaksaan Uni Eropa kpd USA disisi lain tidak diberi tehnologi siluman oleh USA dan disisi lain tidak bisa memaksimalkan Typhoon melawan Keluarga Flanker Gen 4+++ jadi Uni Eropa larinya ke F35.SU35 ibarat emas 23 karat yg kita harus beli selanjutnya bila keadaan memungkinkan kita bisa beli ke emas 24 karat ( PAK FA).imho

  51.  

    Semoga Pak RR ada disini dan memahami bahwa Su 35 adalah jawaban dalam menjaga kedaulatan NKRI sebagai kekuatan utama TNI AU mendampingi alutsista lainnya

  52.  

    Tenang ga’ usah pada galau. Topan diambil buat diambil ilmunya untuk melengkapi mbikin Ifx, sdangkan untuk menghadapi f35 sonotan dan sonora udah di siapin su35 kok. Nyantai aja coy…

  53.  

    bukan sales tapi tkg jualan

  54.  

    Russia kebagian Sukro35 48 ekor tahun 2015 …kenapa kagak bilang sama putin 16 ekor sharing…?

  55.  

    Karena kata kuncinya adalah “pengganti F-5”, maka (imho) thypoon adalah yg paling berpeluang utk terpilih. Tentu saja TNI AU bisa mengajukan pengadaan air superiority fighter Su-35 tapi konteksnya bukan sebagai pengganti F-5 yg selama ini berfungsi sbg interceptor. Keberatan utama saya bukan masalah embargo (yg bisa diakali dgn cara tradisional: membeli dari negara ketiga) tetapi “cacat” yg membuat usia pakai berkurang dan berujung pada mahalnya perawatan (walau masih ada yg jauh lebih mahal perawatanya).

  56.  

    di embargo dak gan

  57.  

    Skemanya mungkin akan seperti pembeliaan KS..jadi SU 35s yg mutan tdk di publish, yg di angkat ke permukaan yg Tipun atau Gripen dng TOT dng PT. DI..dua2 nya akses ke PT. DI..Tipun dng AibBus nya yg memang ada kerjasama atau Gripen dng SAAB yg akan melalui Jhon Lundin yg sdh kerjasama dng Swedia untuk pembuatan kapal perang klewang..sementara SU 35s masuk lewat pintu lain..;)

  58.  

    Pagi gan, numpang tanya dikit ya.
    Kalau tujuan kita membeli pesawat utk menyeimbangkan kawasan dimana sebentar lagi Assue dan singo akan memiliki F-35, maka apakah dengan pembelian Typhoon akan bisa menyemimbangkan kekuatan indonesia di kawasan ini.
    Padahal jelas-jelas Inggris yang sudah memiliki Typhoon, juga membeli F-35 yang harganya lebih mahal, hal ini berarti bahwa Inggris secara langsung mengakui bahwa F-35 masih lebih hebat daripada Typhoon.
    Mungkin benar kalau kita membeli Typhoon sekaligus juga membeli SU-35 jika perlu membeli Pak Fa.Trims Gan

  59.  

    Di warung sebelah, yg dimuat Kamis tgl 17 Januari 2013 “Analisis : Setelah jamuan Istimewa itu” sebagian cuplikannya adl sbb :
    Rasanya kalau hanya untuk memuluskan penjualan 3 light fregat β€œNachoda Ragam Class” atau perbaikan 10 F16 AB TNI AU atau rudal Starstreak kok belum sesuai dengan bobot kunjungan itu. Baru terasa gemanya jika yang dibawa dalam daftar penawaran itu adalah penjualan 24-32 unit jet tempur dan persenjataannya. Jika jet tempur itu jadi dibeli Indonesia, kita menyambutnya dengan senang hati karena ini berarti semakin memperkuat alat pukul kedirgantaraan ruang udara negeri ini yang sangat luas. Meskipun begitu kita juga tidak mengharap jet tempur itu segera datang dalam waktu dekat, bisa saja kedatangannya mulai tahun 2016 dan seterusnya. Mengapa, karena kita tahun ini dan tahun depan akan kedatangan banyak alutsista, untuk TNI AU akan datang 102 pesawat, sebagian diantaranya jet tempur berbagai jenis.
    Apabila analisa diatas benar, maka proses pembelian Typoon telah berlangsung lama (sejak era SBY), dan saat ini tinggal pembuatan dan pengirimannya saja.
    Duduk manis sambil menunggu pencerahan para sesepuh, sambil jualan ayam di pasar.

  60.  

    Ambil typhon, baik rusia maupun barat rawan embargo oleh mereka, yang penting tujuannya membeli buat apa ? klo buat menunjang IFX ambil tawaran teknologi yang kita belum bisa raih, dengan membuat sendiri resiko embargo ( dari kedua kubu) bisa diminimalisir, dan bs melakukan upgradeing sesuai kebutuhan, contoh China, berangsur-angsur mulai dapat swasembada teknologi tinggi yang diserap dari membeli dan hacking dari negara-negara yang dianggap mumpuni

  61.  

    WHAT WE NEED IS SU-35. TOT WILL BE BETTER FOR IT…. TITIK

  62.  

    Setuju Bung Mahot, mungkin warjager lupa.
    Namun bisa jadi lupanya warjager gara-gara para sesepuh sudah jarang tampil di JKGR lagi.

    Jadi gak ada yang ngebabar lagi kekuatan alutsista kita yang ghoib-ghoib.

    Cuman cuap-cuap tukang tamabal ban pinggir jalan
    Salam NKRI

  63.  

    yg mana aja boleh asal menguntungkan kita, harus cermat tliti mengambil kebijakan agar kita menjadi negara yg mandiri

  64.  

    kita berharap Panglima TNI, TNI AU, Kementerian Pertahanan mempertimbangkan pilot-pilot terbaik yg pernah dimiliki Indonesia yg GUGUR dlm kecelakaan AKIBAT EMBARGO oleh AS & Sekutu menjadi PERTIMBANGAN UTAMA dlm menentukan pilihan. Saya katakan AS & Sekutunya selamanya tidak akan menjadi sahabat yg baik bagi Indonesia, pembelian alutsista dari AS & Sekutunya telah menghasilkan korban nyawa sia-sia akibat embargo, isu HAM dll, jangan pernah melupakan sejarah, agar kita tdk kejeblos dlm lobang yg sama.

  65.  

    Kalau utk menangkal teknologi siluman ini, rusia sdh mengembangkan radar low band shg tdk perlu mempunyai pesawat siluman lagi kalau sdh ada radar penangkalnya.

    Indonesia memang memprioritaskan pembelian alutsista yg ada TOTnya, tapi sekali lagi seperti yang sdh dibahas ini berulang-ulang, untuk alutsista strategis yang belum bisa dibuat di dalam negeri, dan melihat ancaman ke depan, maka pemerintah akan membelinya dari luar. TNI sbg user lah yg tahu kebutuhannya, setidak-tidaknya TOT untuk maintenance dan sparepart atas alutsista yg canggih tsb diberikan kpd kita.

  66.  

    bungkus aja deh semua nya……gitu aja kog repot…..

  67.  

    Bung Manhot, TNI AU sering dalam latihan perangnya mengikutkan pula satuan dinas penerangan TNI AU ! Salah satu yang dilatih adalah penyebaran informasi, opini yang membuat lawan atau musuh menjadi bingung !! Informasi-informasi tentang pembelian pesawat pengganti F-5E/ F tiger II memang menjadi semakin simpang siur akhir-akhir ini !! Kenapa ya ??

  68.  

    Tenang aja semua. Pembelian pengganti F-5 tiger II memang diatur skenarionya oleh Kemenhan/ TNI-AU. Munculnya info penawaran pesawat Gripen, Typhoon, F-16 c/d blok 60 dsbnya memang sudah diskenario demikian!! bikin bingung pengamat termasuk warga warjager ini.

  69.  

    Yang jelas Kemenhan diam -diam sudah menentukan pilihannya, tapi belum diumumkan kepada publik secara luas ! Disengaja biar warga Jakarta Greater, pengamat asing bingung !!! Maka terjadilah perdebatan tajam ttg pengganti F-5E/F . Seolah olah kemenhan hanya akan beli pengganti F-5 saja…………..tidak beli pesawat tempur “pendampingnya “.

  70.  

    ijin ikut coment..
    klo sy sii ngamini aja dngn smua yg d bilang d atas oleh pra rekan2 warjag ntah itu bohong ato bnran..yg pnting bwt kmajuan dan kmakmuran bangsa ini sy sbagai rakyat kecill cmn bsa berhp smga apa yg prnh d babar sma sesepuh d sni bnar ada.a terlepas bohong ato tdak tpi gak tau knpa sy myakini.a..

  71.  

    Pengamatan yang baik bung Manhot πŸ™‚ Saya sendiri mengikuti site ini karena berita-beritanya yang sekilas tampak aduhai, hehehee. Kalau memang beritanya bener, ikut senang, kalau tidak, alangkah teganya melakukan pembohongan publik semacam ini….Kalau memang lunas semua menurut bung Nara, artinya tinggal tunggu barang barangnya datang.
    Saya juga merindukan bung Nara, bung PS, bung Satrio, bung Yayan dll yang sangat menarik artikelnya. Kadang mulai bosan membaca komen ngga karuan di JKGR belakangan ini….butuh doping pencerahan hehehee

  72.  

    setubuh,dulu pada angguk2an ajah sama bung nara,sekarang semua seakan amnesia

    liat pernyataan pal moel dan pak RR,keknya semua fokus di kesejahteraan prajurit,karna pesanan sista yang nyata atau ghoib sudah lunas,yg dipesan sudah cukup

    πŸ˜†

  73.  

    Trauma embargo masih membekas pada TNI-AU sampai2 Pilot terbaik TNI-AU gugur karena embargo..apa ada jaminan tidak akan di embargo oleh konsorsium Eurofighter kalo kita memilih Typhoon..kalo tawarannya disertai TOT harus dilihat dulu syarat2 yg mengikutinya dan besarnya manfaat TOT yg dapat kita gunakan, jangan sampai kita beli mahal2 pesawat ini hanya digunakan pada saat HUT saja utk sekadar Air Show saja krn hanya mengejar TOTnya Saja…nanti utk sekadar ngejar pesawat Black Flight malah tetep harus Sukhoi kerja yg katanya Costnya Mahal utk sekali terbang
    ya kita sebagai rakyat hanya bisa berharap saja tapi tetep saja yg menentukan adalah para elite di Atas

  74.  

    yg lbh agresif menjanjikan tot kayanya cm Ef typhoon doank,rafale sm gripen skrg senyap..klo rusia tau sendirikan pelitnya,nggak tau klo ntar rusia berubah fikiran,apalg india udeh mendua..bs jd indonesia dijadikan madu 3

  75.  

    Mending jin rafa aja buat patroli, klu Su-35 wajib buat pemukul berAt…

  76.  

    Dengan makin seringnya black flight di Indonesia apkh TNI sanggup trs mengintercep dgn sukhoi seterusnya? tanpa menngeyampingkan arti pentingnya kedaulatan negara kita, saya berpikir lama kelamaan biaya operasional patroli rutin TNI AU akan tersedot hny krn kita trs dan trs menngeluarkan biaya utk intercep pesawat asing dgn pesawat sukhoi yg notabene terlalu kelas berat hny utk tugas mengintersep black flight yg blm tentu itu pesawat militer dan sejauh ini yg sering menerobos adlh pesawat sipil, maka dgn seringnya berita penerbang2 gelap tanpa izin maka kembali saya menyatakan tanpa bosan demi perkuatan alutsista kita kedepannya, dan knp saya org yg setuju gripen diakuisisi bkn krn saya sales atw punya kepentingan utk saab. dan saya jg setuju dan menyarankan agar kita jg mengakuisisi SU35 krn kita butuh pespur kls berat serta kita jg msh sangat kurang dgn pesawat medium dan ligth sprt gripen serta jg gak kalah penting utk diakuisisi di MEF2 ykn rudal2 hanud sekelas S350 atw di atasnya dan penjaga S400 yaitu bukME dan pantsirS1. sebelumnya disini saya akan sdkt membeberkan gripen krn rafael msh saya pelajari kelebihan dan kekurangannya. karena saya itu berpikir kedepan, gak usah cerita ttg perang dimasa datang yg msh cm opini dan desas desus yg blm jls terbukti. kita melihat yg pasti2 aja dulu yaitu sprt kasus seringnya pesawat yg nyelonong tanpa izin dan kurangnya pesawat tempur ringan multirole kita yg canggih, jg hemat dan mempunyai kemampuan network centric warfare yg dapat menggabungkan data dan komunikasi dgn ke tiga matra angkatan srt mempunyai kapabilitas sebagai aew&c yg mn bs berbagi data link baik dgn sesama gripen jg bs dgn f16 25id dimana setiap pespur dpt berbagi data radar antara satu dgn yg lainnya. sehingga misalnya didalam sekenario peperangan 2 unit gripen salah satunya dpt mematikan radarnya sehingga radar pespur musuh sulit mendeteksi krn salh satu gripen yakni gripen 1 mematikan radarnya sehingga tdk ada pantulan radar yg diserap olh radar pespur musuh dan didukung olh desainnya yg low rcs. dgn memakai teknologi data link, gripen 1 dpt memantau pergerakan pespur musuh krn data radar gripen 1 dipasok olh gripen 2 yg terbang dgn kordinat yg berbeda dgn gripen 1. disini kelebihan yg ditawarkan teknologi data link dan data centric yg mana, pespur musuh akan mengarahkan perhatian kpd gripen 2 yg mana gripen kedua terdeteksi pespur mmusuh krn radar pespur musuh akan mengetahui keberadaan gripen 2 krn antara sesama pespur radarnya dpt saling mendeteksi krn hakikatnya radar jg mengeluarkan gelombang elektro yg dpt terpantau dgn sesama radar. krn pilot pespur musuh menganggap gripen 2 adlh ancaman maka, maka pespur musuh tdk menyangka sebelum dia melepaskan rudal utk menghantam gripen ke 2, dia sdh keduluanan di hantam olh rudal yg dilepaskan olh gripen 1 yyg mana utk me lock pespur musuh dgn menggunakan data radar yg ditransfer olh gripen 2 dan mgkn jg olh f16 atwpn olh KRI kita yg sdh terintegrasi network centric warfare. jd kelebihan gripen diakuisisi krn saab menjanjikan seluruh alutsist TNI dpt saling “berbicara dgn alutsista yg lainnya” dan jg dgn komitmen saab mentranfer teknologi dan bekerja sama dlm pengembangan pesawat selanjutnya, jg membangun centric management antar matra serta pertukaran dan beasiswa utk para peneliti dan teknisi, engineering srt mahasiswa yg berbakat utk mendaptkan ilmu baik di swedia mwpn negara2 yg berpartisipasi dlm pembuatan dan pengembangan gripen didunia. dan olh krn kurangnya pesawat patroli kita yg kecil dan lincah serta mampu supercruiser yg cocok utk dipakai sbg pesawat patroli serta punya kemampuan sbg pesawat intersep yg layak menggantikan F5EF yg sebentar lg akn purna bakti. sedangkan utk pespur serang berat ttp hrs di akuisisi SU35 sebagai pespur lapis pertama yg mempunyai kemampuan menangkal serta menyerang balik ke jantung lawan. salam..

 Leave a Reply