Nov 032014
 
Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon

Jakarta – Konsorsium Eurofighter percaya diri produk jet tempur mereka Typhoon, akan menjadi pilihan terbaik bagi Indonesia sebagai salah satu jajaran pesawat tempur jet paling canggih di dunia.

“Kami siap untuk bekerja sama dengan industri kedirgantaraan Indonesia untuk mengembangkan kapabilitas lokal sesuai kebutuhan,” kata CEO Eurofighter Jagdflugzeug GmbH, Alberto Gutierrez, di Jakarta, Senin.

Eurofighter menjadi salah satu partisipan pada Indo Defense 2014, di arena Pekan Raya Jakarta, 5-8 November ini. Untuk pertama kalinya, sosok Eurofighter Typhoon akan dihadirkan kepada publik nasional, juga simulatornya.

Typhoon pernah digadang-gadang menjadi salah satu alternatif pesawat tempur baru dalam jajaran armada tempur TNI AU, untuk mengganti pesawat tempur F-5E/FTiger II buatan Northrop Grumman, dari generasi ’80-an.

Gutierrez menjelaskan, kedatangan Eurofighter di Asia menawarkan kesempatan bagi Indonesia untuk sepenuhnya terlibat dalam program yang diyakini dapat memberikan keunggulan di berbagai bidang.

Dia menyebut bidang pertahanan udara, pengembangan kapabilitas lokal, transfer keahlian, serta pondasi bagi kinerja industri industri kedirgantaraan militer yang lebih kuat dalam beberapa dekade ke depan.

“Jika Indonesia memilih solusi Eurofighter, manfaat yang diperoleh bangsa ini akan jauh melampaui isu vital dan penting seperti keamanan nasional, tetapi akan juga merambah ranah yang lebih luas lagi,” ujar Gutierrez.

Walau dia yakin, namun dia juga mengaku masih terlalu dini untuk membicarakan opsi yang ada secara lebih terperinci.

“Kami belum ada diskusi lebih jauh dengan pemerintah Indonesia tetapi kami harap bisa membuka kerjasama dengan industri kedirgantaraan Indonesia untuk mengembangkan kapabilitas lokal sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan pilot dan Manager Capability Development Eurofighter Jagdflugzeug GmbH, Paul Smith, menyatakan, Typhoon tepat dengan geografi Indonesia.

“Dengan kombinasi Eurofighter Typhoon yang memiliki kapabilitas terbang tinggi, daya tahan, serba guna, dan sistem yang canggih maka bisa menjadi aset yang tepat,” ujar Paul.

“Kami tidak ada kompetitor, tidak ada yang lebih jago dari kami,” tambahnya.

Eurofighter Typhoon adalah pesawat tempur multi-role/swing-role generasi kelima yang menjadi komoditas ekspor utama mereka. Telah 418 unit Typhoon seharga 90 juta euro kosong itu diserahkan kepada tujuh negara operator, yaitu Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Arab Saudi, dan Oman.

Pesawat mana yang akan terpilih sebagai pengganti F-5 Tiger ?. Secara eksplisit, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, sebelum upacara HUT ke-69 TNI, di Surabaya, menyebut Sukhoi Su-35 sebagai pilihan utama arsenal terbaru TNI AU nanti.

Namun membelian jet tempur yang baru nanti, tidak terlepas dari unsur transfer teknologi, karena Indonesia juga tengah mematangkan kerja-sama dan terobosan penguasaan teknologi pesawat tempur generasi kelima bersama Korea Selatan dalam Program KFX/IFX. (Sumber : Antara News).

  166 Responses to “Tawaran dari Eurofighter Typhoon (bukan sales)”

  1.  

    Hmm..typhoon,,koq saya lebih suka ya sama Gripen NG dibanding pesawat ini,,

  2.  

    Katanya sudah dibayar LUNAS kok tdk segera diambil? Jangan malu-malulah. πŸ™‚
    Apakah Rusia tidak akan marah kepada Indonesia jika mengakuisisi Typhoon? Seperti marahnya Rusia kepada India ketika membeli Rafale.
    Apakah Typhoon sengaja di Publis besar2 sebelum diakuisisi sbg pengganti F5 TNI AU agar yg lainnya tetap tersembunyi?

    Pada tanggal 6-3-2013 Pesawat Kepresidenan RI Airbus 330-300 yg dinaiki SBY (ktika msh menjabat sbg Presiden RI) beserta rombongan meninggalkan bandara Tegel Jerman, 15 menit kemudian 2 Pesawat Eurofighter Typhoon angkatan udara Jerman ikut mengudara melakukan pengawalan terhadap pesawat yg dinaiki SBY sampai batas udara Jerman. Ada hal tersirat atas kejadian tsb yg sayapun tdk tau.

    Untuk pertanyaan diatas (bertanda ?) Jawablah pertanyaan tsb diselembar kertas lalu kumpulkan ke meja depan & selanjutnya anda boleh pulang. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

  3.  

    saya kira Russia tak tergantikan, kalaupun harus ada tambahan senjata dari sekutu NATO itu hanya penyeimbang yang tidak significant.

  4.  

    Yes!! Bung mirza datang….slam hangat bung

  5.  

    Yupz benul bung Tomy N@ negara yg sdh memiliki Thyphoon kenapa mesti beli F35 juga,sbb typhoon kurang PD dlm menghadapi pespur Russia generasi 4+++ dan apalagi menghadapi PAK FA.Hal ini krn keterpaksaan Uni Eropa kpd USA disisi lain tidak diberi tehnologi siluman oleh USA dan disisi lain tidak bisa memaksimalkan Typhoon melawan Keluarga Flanker Gen 4+++ jadi Uni Eropa larinya ke F35.SU35 ibarat emas 23 karat yg kita harus beli selanjutnya bila keadaan memungkinkan kita bisa beli ke emas 24 karat ( PAK FA).imho

  6.  

    Semoga Pak RR ada disini dan memahami bahwa Su 35 adalah jawaban dalam menjaga kedaulatan NKRI sebagai kekuatan utama TNI AU mendampingi alutsista lainnya

  7.  

    Tenang ga’ usah pada galau. Topan diambil buat diambil ilmunya untuk melengkapi mbikin Ifx, sdangkan untuk menghadapi f35 sonotan dan sonora udah di siapin su35 kok. Nyantai aja coy…

  8.  

    bukan sales tapi tkg jualan

  9.  

    Russia kebagian Sukro35 48 ekor tahun 2015 …kenapa kagak bilang sama putin 16 ekor sharing…?

  10.  

    Karena kata kuncinya adalah “pengganti F-5”, maka (imho) thypoon adalah yg paling berpeluang utk terpilih. Tentu saja TNI AU bisa mengajukan pengadaan air superiority fighter Su-35 tapi konteksnya bukan sebagai pengganti F-5 yg selama ini berfungsi sbg interceptor. Keberatan utama saya bukan masalah embargo (yg bisa diakali dgn cara tradisional: membeli dari negara ketiga) tetapi “cacat” yg membuat usia pakai berkurang dan berujung pada mahalnya perawatan (walau masih ada yg jauh lebih mahal perawatanya).

  11.  

    di embargo dak gan

  12.  

    Skemanya mungkin akan seperti pembeliaan KS..jadi SU 35s yg mutan tdk di publish, yg di angkat ke permukaan yg Tipun atau Gripen dng TOT dng PT. DI..dua2 nya akses ke PT. DI..Tipun dng AibBus nya yg memang ada kerjasama atau Gripen dng SAAB yg akan melalui Jhon Lundin yg sdh kerjasama dng Swedia untuk pembuatan kapal perang klewang..sementara SU 35s masuk lewat pintu lain..;)

  13.  

    Pagi gan, numpang tanya dikit ya.
    Kalau tujuan kita membeli pesawat utk menyeimbangkan kawasan dimana sebentar lagi Assue dan singo akan memiliki F-35, maka apakah dengan pembelian Typhoon akan bisa menyemimbangkan kekuatan indonesia di kawasan ini.
    Padahal jelas-jelas Inggris yang sudah memiliki Typhoon, juga membeli F-35 yang harganya lebih mahal, hal ini berarti bahwa Inggris secara langsung mengakui bahwa F-35 masih lebih hebat daripada Typhoon.
    Mungkin benar kalau kita membeli Typhoon sekaligus juga membeli SU-35 jika perlu membeli Pak Fa.Trims Gan

  14.  

    Di warung sebelah, yg dimuat Kamis tgl 17 Januari 2013 “Analisis : Setelah jamuan Istimewa itu” sebagian cuplikannya adl sbb :
    Rasanya kalau hanya untuk memuluskan penjualan 3 light fregat β€œNachoda Ragam Class” atau perbaikan 10 F16 AB TNI AU atau rudal Starstreak kok belum sesuai dengan bobot kunjungan itu. Baru terasa gemanya jika yang dibawa dalam daftar penawaran itu adalah penjualan 24-32 unit jet tempur dan persenjataannya. Jika jet tempur itu jadi dibeli Indonesia, kita menyambutnya dengan senang hati karena ini berarti semakin memperkuat alat pukul kedirgantaraan ruang udara negeri ini yang sangat luas. Meskipun begitu kita juga tidak mengharap jet tempur itu segera datang dalam waktu dekat, bisa saja kedatangannya mulai tahun 2016 dan seterusnya. Mengapa, karena kita tahun ini dan tahun depan akan kedatangan banyak alutsista, untuk TNI AU akan datang 102 pesawat, sebagian diantaranya jet tempur berbagai jenis.
    Apabila analisa diatas benar, maka proses pembelian Typoon telah berlangsung lama (sejak era SBY), dan saat ini tinggal pembuatan dan pengirimannya saja.
    Duduk manis sambil menunggu pencerahan para sesepuh, sambil jualan ayam di pasar.

  15.  

    Ambil typhon, baik rusia maupun barat rawan embargo oleh mereka, yang penting tujuannya membeli buat apa ? klo buat menunjang IFX ambil tawaran teknologi yang kita belum bisa raih, dengan membuat sendiri resiko embargo ( dari kedua kubu) bisa diminimalisir, dan bs melakukan upgradeing sesuai kebutuhan, contoh China, berangsur-angsur mulai dapat swasembada teknologi tinggi yang diserap dari membeli dan hacking dari negara-negara yang dianggap mumpuni

  16.  

    WHAT WE NEED IS SU-35. TOT WILL BE BETTER FOR IT…. TITIK

  17.  

    Setuju Bung Mahot, mungkin warjager lupa.
    Namun bisa jadi lupanya warjager gara-gara para sesepuh sudah jarang tampil di JKGR lagi.

    Jadi gak ada yang ngebabar lagi kekuatan alutsista kita yang ghoib-ghoib.

    Cuman cuap-cuap tukang tamabal ban pinggir jalan
    Salam NKRI

  18.  

    yg mana aja boleh asal menguntungkan kita, harus cermat tliti mengambil kebijakan agar kita menjadi negara yg mandiri

  19.  

    kita berharap Panglima TNI, TNI AU, Kementerian Pertahanan mempertimbangkan pilot-pilot terbaik yg pernah dimiliki Indonesia yg GUGUR dlm kecelakaan AKIBAT EMBARGO oleh AS & Sekutu menjadi PERTIMBANGAN UTAMA dlm menentukan pilihan. Saya katakan AS & Sekutunya selamanya tidak akan menjadi sahabat yg baik bagi Indonesia, pembelian alutsista dari AS & Sekutunya telah menghasilkan korban nyawa sia-sia akibat embargo, isu HAM dll, jangan pernah melupakan sejarah, agar kita tdk kejeblos dlm lobang yg sama.

  20.  

    Kalau utk menangkal teknologi siluman ini, rusia sdh mengembangkan radar low band shg tdk perlu mempunyai pesawat siluman lagi kalau sdh ada radar penangkalnya.

    Indonesia memang memprioritaskan pembelian alutsista yg ada TOTnya, tapi sekali lagi seperti yang sdh dibahas ini berulang-ulang, untuk alutsista strategis yang belum bisa dibuat di dalam negeri, dan melihat ancaman ke depan, maka pemerintah akan membelinya dari luar. TNI sbg user lah yg tahu kebutuhannya, setidak-tidaknya TOT untuk maintenance dan sparepart atas alutsista yg canggih tsb diberikan kpd kita.

  21.  

    bungkus aja deh semua nya……gitu aja kog repot…..

  22.  

    Bung Manhot, TNI AU sering dalam latihan perangnya mengikutkan pula satuan dinas penerangan TNI AU ! Salah satu yang dilatih adalah penyebaran informasi, opini yang membuat lawan atau musuh menjadi bingung !! Informasi-informasi tentang pembelian pesawat pengganti F-5E/ F tiger II memang menjadi semakin simpang siur akhir-akhir ini !! Kenapa ya ??

  23.  

    Tenang aja semua. Pembelian pengganti F-5 tiger II memang diatur skenarionya oleh Kemenhan/ TNI-AU. Munculnya info penawaran pesawat Gripen, Typhoon, F-16 c/d blok 60 dsbnya memang sudah diskenario demikian!! bikin bingung pengamat termasuk warga warjager ini.

  24.  

    Yang jelas Kemenhan diam -diam sudah menentukan pilihannya, tapi belum diumumkan kepada publik secara luas ! Disengaja biar warga Jakarta Greater, pengamat asing bingung !!! Maka terjadilah perdebatan tajam ttg pengganti F-5E/F . Seolah olah kemenhan hanya akan beli pengganti F-5 saja…………..tidak beli pesawat tempur “pendampingnya “.

  25.  

    ijin ikut coment..
    klo sy sii ngamini aja dngn smua yg d bilang d atas oleh pra rekan2 warjag ntah itu bohong ato bnran..yg pnting bwt kmajuan dan kmakmuran bangsa ini sy sbagai rakyat kecill cmn bsa berhp smga apa yg prnh d babar sma sesepuh d sni bnar ada.a terlepas bohong ato tdak tpi gak tau knpa sy myakini.a..

  26.  

    Pengamatan yang baik bung Manhot πŸ™‚ Saya sendiri mengikuti site ini karena berita-beritanya yang sekilas tampak aduhai, hehehee. Kalau memang beritanya bener, ikut senang, kalau tidak, alangkah teganya melakukan pembohongan publik semacam ini….Kalau memang lunas semua menurut bung Nara, artinya tinggal tunggu barang barangnya datang.
    Saya juga merindukan bung Nara, bung PS, bung Satrio, bung Yayan dll yang sangat menarik artikelnya. Kadang mulai bosan membaca komen ngga karuan di JKGR belakangan ini….butuh doping pencerahan hehehee

  27.  

    setubuh,dulu pada angguk2an ajah sama bung nara,sekarang semua seakan amnesia

    liat pernyataan pal moel dan pak RR,keknya semua fokus di kesejahteraan prajurit,karna pesanan sista yang nyata atau ghoib sudah lunas,yg dipesan sudah cukup

    πŸ˜†

  28.  

    Trauma embargo masih membekas pada TNI-AU sampai2 Pilot terbaik TNI-AU gugur karena embargo..apa ada jaminan tidak akan di embargo oleh konsorsium Eurofighter kalo kita memilih Typhoon..kalo tawarannya disertai TOT harus dilihat dulu syarat2 yg mengikutinya dan besarnya manfaat TOT yg dapat kita gunakan, jangan sampai kita beli mahal2 pesawat ini hanya digunakan pada saat HUT saja utk sekadar Air Show saja krn hanya mengejar TOTnya Saja…nanti utk sekadar ngejar pesawat Black Flight malah tetep harus Sukhoi kerja yg katanya Costnya Mahal utk sekali terbang
    ya kita sebagai rakyat hanya bisa berharap saja tapi tetep saja yg menentukan adalah para elite di Atas

  29.  

    yg lbh agresif menjanjikan tot kayanya cm Ef typhoon doank,rafale sm gripen skrg senyap..klo rusia tau sendirikan pelitnya,nggak tau klo ntar rusia berubah fikiran,apalg india udeh mendua..bs jd indonesia dijadikan madu 3

  30.  

    Mending jin rafa aja buat patroli, klu Su-35 wajib buat pemukul berAt…

  31.  

    Dengan makin seringnya black flight di Indonesia apkh TNI sanggup trs mengintercep dgn sukhoi seterusnya? tanpa menngeyampingkan arti pentingnya kedaulatan negara kita, saya berpikir lama kelamaan biaya operasional patroli rutin TNI AU akan tersedot hny krn kita trs dan trs menngeluarkan biaya utk intercep pesawat asing dgn pesawat sukhoi yg notabene terlalu kelas berat hny utk tugas mengintersep black flight yg blm tentu itu pesawat militer dan sejauh ini yg sering menerobos adlh pesawat sipil, maka dgn seringnya berita penerbang2 gelap tanpa izin maka kembali saya menyatakan tanpa bosan demi perkuatan alutsista kita kedepannya, dan knp saya org yg setuju gripen diakuisisi bkn krn saya sales atw punya kepentingan utk saab. dan saya jg setuju dan menyarankan agar kita jg mengakuisisi SU35 krn kita butuh pespur kls berat serta kita jg msh sangat kurang dgn pesawat medium dan ligth sprt gripen serta jg gak kalah penting utk diakuisisi di MEF2 ykn rudal2 hanud sekelas S350 atw di atasnya dan penjaga S400 yaitu bukME dan pantsirS1. sebelumnya disini saya akan sdkt membeberkan gripen krn rafael msh saya pelajari kelebihan dan kekurangannya. karena saya itu berpikir kedepan, gak usah cerita ttg perang dimasa datang yg msh cm opini dan desas desus yg blm jls terbukti. kita melihat yg pasti2 aja dulu yaitu sprt kasus seringnya pesawat yg nyelonong tanpa izin dan kurangnya pesawat tempur ringan multirole kita yg canggih, jg hemat dan mempunyai kemampuan network centric warfare yg dapat menggabungkan data dan komunikasi dgn ke tiga matra angkatan srt mempunyai kapabilitas sebagai aew&c yg mn bs berbagi data link baik dgn sesama gripen jg bs dgn f16 25id dimana setiap pespur dpt berbagi data radar antara satu dgn yg lainnya. sehingga misalnya didalam sekenario peperangan 2 unit gripen salah satunya dpt mematikan radarnya sehingga radar pespur musuh sulit mendeteksi krn salh satu gripen yakni gripen 1 mematikan radarnya sehingga tdk ada pantulan radar yg diserap olh radar pespur musuh dan didukung olh desainnya yg low rcs. dgn memakai teknologi data link, gripen 1 dpt memantau pergerakan pespur musuh krn data radar gripen 1 dipasok olh gripen 2 yg terbang dgn kordinat yg berbeda dgn gripen 1. disini kelebihan yg ditawarkan teknologi data link dan data centric yg mana, pespur musuh akan mengarahkan perhatian kpd gripen 2 yg mana gripen kedua terdeteksi pespur mmusuh krn radar pespur musuh akan mengetahui keberadaan gripen 2 krn antara sesama pespur radarnya dpt saling mendeteksi krn hakikatnya radar jg mengeluarkan gelombang elektro yg dpt terpantau dgn sesama radar. krn pilot pespur musuh menganggap gripen 2 adlh ancaman maka, maka pespur musuh tdk menyangka sebelum dia melepaskan rudal utk menghantam gripen ke 2, dia sdh keduluanan di hantam olh rudal yg dilepaskan olh gripen 1 yyg mana utk me lock pespur musuh dgn menggunakan data radar yg ditransfer olh gripen 2 dan mgkn jg olh f16 atwpn olh KRI kita yg sdh terintegrasi network centric warfare. jd kelebihan gripen diakuisisi krn saab menjanjikan seluruh alutsist TNI dpt saling “berbicara dgn alutsista yg lainnya” dan jg dgn komitmen saab mentranfer teknologi dan bekerja sama dlm pengembangan pesawat selanjutnya, jg membangun centric management antar matra serta pertukaran dan beasiswa utk para peneliti dan teknisi, engineering srt mahasiswa yg berbakat utk mendaptkan ilmu baik di swedia mwpn negara2 yg berpartisipasi dlm pembuatan dan pengembangan gripen didunia. dan olh krn kurangnya pesawat patroli kita yg kecil dan lincah serta mampu supercruiser yg cocok utk dipakai sbg pesawat patroli serta punya kemampuan sbg pesawat intersep yg layak menggantikan F5EF yg sebentar lg akn purna bakti. sedangkan utk pespur serang berat ttp hrs di akuisisi SU35 sebagai pespur lapis pertama yg mempunyai kemampuan menangkal serta menyerang balik ke jantung lawan. salam..

 Leave a Reply