Sep 302014
 

Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon


Dalam waktu dekat Kementerian Pertahanan dikabarkan akan kembali mengakuisisi jet tempur baru untuk mengisi hanggar Skadron Udara 14, yang sebentar lagi ditinggalkan jet pencegat F-5E/F Tiger II.

Salah satu kandidatnya adalah Eurofighter Typhoon, yang belakangan gencar ditawarkan pihak Airbus Defence & Space. Bagi Angkasa, kemunculan pesawat ini terbilang menarik, setidaknya oleh karena dua hal. Pertama adalah karena pesawat ini sejatinya dibuat berdasarkan filosofi atau kebutuhan khusus untuk sistem pertahanan udara Eropa. Dan kedua, karena pesawat ini ditawarkan dengan paket transfer teknologi yang bisa digunakan untuk masa depan industri kedirgantaraan Indonesia.

Keunggulan yang ditawarkan Typhoon ada pada dua dapur pacu Eurojet EJ200 berkekuatan masing-masing 13.490 pon dengan thrust-weight ratio 1,15 untuk menjamin kemampuannya mengejar dan menaklukkan lawan secara cepat di udara. Dengan sepasang canard yang terpasang di depan, pesawat sayap delta ini dijamin mampu melakukan gerakan menekuk dengan angle of attack yang jauh lebih impresif dibanding jet tempur pada umumnya. Gerakan menekuk amat diperlukan karena langit negara Eropa terbilang sempit.

Angkasa mencatat, Typhoon telah dirancang sejak 1980-an – ketika banyak negara Eropa tengah dihantui ekses Perang Dingin – namun baru bisa diterbangkan untuk pertama kali pada 1994 atau empat tahun setelah Perang Dingin usai. Manuverabilitas yang tinggi jadi persyaratan utama karena jet tempur ini akan digunakan sebagai tulang tombak penghadangan jet-jet tempur Uni Sovyet yang umumnya dirancang untuk menembus pertahanan udara lawan dan melakukan pemboman masif.

Penggarapan pesawat ini dipecah di empat pabrikan yang terletak di Jerman (DASA), Inggris (BAe), Italia (Aeritalia), dan Spanyol (CASA) yang pengintegrasiannya dikendalikan secara terpusat oleh Eurofighter Jagdflugzeug GmbH. Oleh sebab restrukturisasi yang diberlakukan Uni Eropa, pembuatan dan komersialisasinya kini dilimpahkan kepada BAE System, Alenia Aermacchi dan Airbus Defence & Space.

Nah, karena kewenangan penjualan atas segala produk Airbus DS untuk Indonesia dan sekitarnya kerap dilimpahkan kepada PT Dirgantara Indonesia, upaya penjualan Typhoon di wilayah ini pun dititipkan kepada manajemen pabrik pesawat yang ada di Bandung tersebut.

Sedang Dikaji
Pihak Kementerian Pertahanan dan KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan) sendiri memastikan bahwa Typhoon sudah masuk sebagai kandidat. Bersama Sukhoi Su-35 (Rusia), Dassault Rafale (Perancis), Saab Jas-39 Gripen (Swedia), Boeing F/A-18E/F Super Hornet (AS) dan Lockheed Martin F-16 Block 62, pesawat ini akan segera diseleksi menurut kebutuhan operasional (ops-req) yang diajukan TNI AU.

eurofighter-typhoon (photo: baesystems)

eurofighter-typhoon (photo: baesystems)

“Pesawat-pesawat itu kini sedang dikaji. Keputusan baru akan diambil setelah pemerintahan baru berkuasa. Kita tunggu saja” ujar sebuah sumber. Pernyataan ini serta-merta mementahkan berita online yang menyatakan bahwa Pemerintah telah menyatakan positif membeli dan tengah menunggu pengirimannya.

Lalu seperti apa persisnya transfer teknologi yang ditawarkan? Belum ada rincian pasti. Namun, seperti diungkap Vice President Bisnis dan Pemerintahan PT Dirgantara Indonesia, Irzal Rinaldi Zailani, transfer teknologi yang ditawarkan bisa mengarah ke teknologi atau elemen yang diperlukan dalam perancangan jet tempur KFX/IFX. Oleh karena proses perakitannya bisa dilakukan di Bandung, enjinir PT DI juga bisa ikut menyerap ilmu dalam pembuatan jet tempur.

KFX/IFX adalah prototipe jet tempur masa depan yang tengah dirancang Korea Selatan bersama Indonesia. Merujuk Angkasa (Februari 2014), meski telah menuntaskan tahapan Pengembangan Teknologi pada akhir 2012, pemenuhan standar generasi 4,5 yang diharapkan masih menemui sejumlah kendala. Pesawat ini diantaranya belum menemukan mitra yang benar-benar mau “berbagi” teknologi radar penjejak sasaran multi-fungsi (AESA) dan mesin pendorong berkekuatan besar.

Dari tiga gambaran mesin yang dinilai cocok, yakni Eurojet EJ200, General Electric F-414 dan General Electric F-414 baru pihak Eurojet-lah yang menawarkan diri. Di lain pihak General Electric (AS) menyatakan berat untuk berbagi mesin yang kini menjadi andalan F/A-18E/F Super Hornet itu, namun tidak dengan GE F-100 yang selama ini dipakai F-16 versi awal.

“Kami tak mau pakai F-100, karena daya dorongnya terlalu kecil. Kami tetap pada prinsip bahwa jet tempur yang dihasilkan harus yang unggul. Kalau seadanya, itu sama saja cari mati,” ujar Dr Rais Zain, M.Eng, KFX/IFX Configuration Design Leader kepada Angkasa.
Selain itu, kedua pihak juga masih mencari sistem persenjataan yang bisa disimpan dalam internal weapon bay, sistem data-link yang bisa mengacak komunikasi darat-udara dan perangkat anti-jamming.

(Angkasa Magazine, No 12/XXIV, September 2014)

jakartagreater.com

  156 Responses to “Tawaran Eurofighter untuk Indonesia”

  1.  

    Ej 2000 2x..

  2.  

    Ambil aje typoon bwt experimen ifx yg mandul daripada korsel modus terus. Tp jngn lupa SU-35BM nya bungkus biar nambah daya getarnya ,,

  3.  

    akhirnya roundel segilima šŸ˜€

  4.  

    Siipp..siippp…siiiiipppppp..

  5.  

    Typhoon pesawat yang tepat untuk Indonesia.engine supercruise nya jika dipasang di IFX cocok mengamankan ruang udara kita yg sangat luas. Typhoon juga tidak perlu landasan panjang. Pernah ditest bisa take off hanya sejarak 500 meter, cuman 2x panjang kapal induk.

    Kalau maknyus, next nya bisa kita kembangkan sendiri pespur long range striker, long range bomber 4 mesin … semuanya dgn basis mesin super efisien Typhoon.

  6.  

    kalo pendapat saya sih, kita hanya bisa berharap dam memilih menu…user dan orang yang berkompeten adalah yang kuasa untuk memilih. saya yakin bahwa user dan ahli yang membidangi akan memilih yang terbaik untuk negeri tercinta ini…..NKRI adalah tujuan akhir dari berbagai pilihan…siapapun presidennya, siapapun partainya, siapapun…anggota DPR & MPR nya…

    nyanyikanlah selalu syair ” Padamu Negeri”…

    maaf cuman coretan dinding…

  7.  

    ngok ngik ngok

  8.  

    embargo…ohh embargo….udah dikadali TOT….diembargo

  9.  

    maaf mau nanya ini jenis nya apa yah :mrgreen:

  10.  

    mau gak mau 2015 sudah punya pespur baru,ane yakin itu šŸ˜† dan masalah pespur macam apa time well tell

  11.  

    pengen rasanya indonesia perang aja..klo perlu sm amerika,sambil ngbuktikan kira2 rusia sm china peduli nggak..hehe

  12.  

    De rien Dassault Aviation ….Bonne chance TNI AU

  13.  

    tipun giajul mumbul..

  14.  

    ane setuju,jika ada penawaran ToT kenapa tidak, yang penting semua transfaran dan harus jelas perjanjiannya. jika dikemudian hari ada pelanggaran perjanjian maka harus ada konsekwensi yang harus dibayar. hal ini ditujukan untuk “kemandirian alutsista” negeri kita dan dijadikan sebagai program jangka panjang. Namun demikian pemerintah pun seharusnya juga mempertimbangkan untuk pembelian alutsista yang memeliki efek deterent yang besar hal ini untuk menjaga kewibawaan negeri yang kita cintai ini.

  15.  

    EF Typhoon OK juga pa lagi dengan rudal terbaru nya, tetapi SU-35S tetap WAJIB he he he…

  16.  

    Enggak usah bingung… Bungkus semua

  17.  

    Prediksi TNI-AU ke depan adalah mencari pespur untuk penyeimbang F35 tetangga yang mulai berdatangan.
    Kalau yang ditawarkan sales2 hanya pespur dibawah F35, jelas gak akan dipilih lah, harus pespur
    yang bisa mengatasi F35, dan Panglima sudah memberi sinyal yang jelas.

  18.  

    mantap n yakin ma ni putu

  19.  

    Waduh, Typhoon Miliki Kesalahan Manufaktur

    Sebuah kesalahan manufaktur telah ditemukan pada pesawat tempur Eurofighter Typhoon, Selasa 29 September 2014. Jerman pun mengumumkan menangguhkan pengiriman jet canggih tersebut.
    Berita itu menjadi pukulan lain terhadap program Eurofighter yang sebelumnya didera masalah mahalnya harga. Menurut kementerian pertahanan Jerman, cacat ditemukan dalam badan bagian belakang pesawat multi peran bermesin ganda tersebut.

    Akibatnya, Berlin telah memutuskan untuk memotong waktu Eurofighters yang menghabiskan waktu di udara setiap tahun dari 3.000 jam untuk 1.500 jam.
    Situs berita Spiegel Online melaporkan bahwa, dalam skenario terburuk, kesalahan bisa mengakibatkan lambung pesawat menjadi tidak stabil. Dikatakan Royal Air Force Inggris pertama kali terdeteksi cacat dan juga memutuskan untuk membagi dua jam penerbangan tahunan agar tidak overstress.
    Jerman dan Inggris masing-masing memiliki lebih dari 100 dari Eurofighter Typhoon dalam pelayanan. Spiegel mengatakan angkatan udara Jerman beroperasi 109 jet.
    Eurofighter dibangun oleh konsorsium yang terdiri pembuat pesawat Eropa Airbus, Inggris BAE Systems dan Finmeccanica Italia.
    Jerman dan Inggris sudah membagi dua pesanan awal mereka masing-masing 250 jet tempur, dan beberapa tawaran ekspor telah dilakukan. Airbus mengatakan produksi bisa berhenti pada 2018 jika tidak ada kontrak pembelian lagi. Pada bulan Juni 2014, sebuah Eurofighter jatuh di barat daya Spanyol, menewaskan pilot dan sampai saat ini belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut.

    http://www.defensenews.com/article/20140930/DEFREG01/309300045/Germany-Eurofighter-Has-Manufacturing-Fault

  20.  

    “Memiliki SU 35 itu adalah cita-cita kami. Saya sudah sampaikan kepada pemerintah kita bahwa Indonesia harus punya SU 35 untuk meningkatkan kualitas alutsista kita. Ini prioritas kami. Mudah-mudahan pemerintahan baru bisa mewujudkan ini”.

    http://tanyamoeldoko.com/kapan-tni-mengakuisisi-sukhoi-su-35-bm-sebgai-kekuatan-pemukul-udara-yg-superior/

  21.  

    TRIO MAUT DI TNI AU : Su-35s, EF typhoon, Rafale. Yang dipublikasikan adalah Rafale !!!

  22.  

    engine su ga akan mungkin boleh di pake di ifx,, typhoon tetep number one,,

  23.  

    sayangnya typhoon barang mahal banget bahkan irst baru dipasang pada trench ke 3

  24.  

    deteren yg sejati itu jk kita bisa buat sendiri tu pesawat, sekeping demi sekeping, lama ” puzzle akan terbentuk,, kl tk mulai bikin selamanya akan jadi pengimpor,, siapa yg untung ya jelas produsennya di luar sono,, lihatlah china efek deterennya besar, bukan karena impor senjatanya besar,, apapun itu pembelian harus memberi manfaat ke industry,

  25.  

    salam Greaters!!
    saya setuju dengan wehmarch.cepat atau lambat typon akan mengisi arsenal udara indonesia,karena produk inilah yang paling compromis secara politis,TOT,bisnis dan user ga sampai ngangur sampai terbangnya IFX. dari rekam jejak 5tahun terkhir inipun paket dari arah sana juga sangat besar .
    Untuk ukuran eropa sendiri euro figter ini sudah tergolong usang,karena mengadopsi peran tekhnologi anti soviet terlebih setelah hadirnya F35 dilangit eropa tahun tahun yang akan datang.jadi ga kaget bila mudah sekali TOTnya.
    Jadi traktir rujak cingur untuk bung jalo trancam batal nih, bagaimana kalo diganti rame rame korps warjagers nikmatin lontong balap depan Pasmar 1 kalo EF jadi menghuni ISW.jadwal boleh diatur.

    trims bung satrio,bung jalo,mas wehmarch,bung soto dan warjagers semuax…forum diskusi seperti ini sangat baik

  26.  

    salam Greaters!!
    saya setuju dengan wehmarch.cepat atau lambat typon akan mengisi arsenal udara indonesia,karena produk inilah yang paling compromis secara politis,TOT,bisnis dan user ga sampai ngangur sampai terbangnya IFX
    . dari rekam jejak 5tahun terkhir inipun paket dari arah sana juga sangat besar .
    Untuk ukuran eropa sendiri euro figter ini sudah tergolong usang,karena mengadopsi peran tekhnologi anti soviet terlebih setelah hadirnya F35 dilangit eropa tahun tahun yang akan datang.jadi ga kaget bila mudah sekali TOTnya.
    Jadi traktir rujak cingur untuk bung jalo trancam batal nih, bagaimana kalo diganti rame rame korps warjagers nikmatin lontong balap depan Pasmar 1 kalo EF jadi menghuni ISW.jadwal boleh diatur.

    trims bung satrio,bung jalo,mas wehmarch,bung soto dan warjagers semuax…forum diskusi seperti ini sangat baik

  27.  

    Oh Ya yg dipublish ke umum adalah……..EF TYPHOON

  28.  

    Indonesia seharusnya KAPOK membeli alutsista dari Barat (AS & sekutunya), sdh berkali2 dikerjain dgn isu HAM, diembargo dst, kemampuan tempur menurun krn mendapat alutsista yg levelnya justru dibawah negara tetangga yg merupakan sekutu AS, saya sdri orang Indonesia melihatnya GERAM…udah deh katakan TIDAK !…Rusia melalui Dubesnya di Jkt mengatakan: “Indonesia lebih dari sekedar sekutu bagi Rusia, kapanpun diminta Rusia siap membantuu”..dan tawarin Sukhoi Su-35, submarine Amur class, radar dll…udah dapat rudal balistik Yakhont, sekarang yg penting adalah merayu Rusia utk T.o.T & agen penjualan utk alutsista mereka di Asia Pacific

  29.  

    aplagi bisa bawa tentengan dr 2 block timur dan barat .kan asik bisa bw kriptoon ma meteor

  30.  

    Jerman menghentikan pembelian Eurofighter Typhoon setelah Angkatan Udara Inggris (RAF) menemukan cacat produksi pada sejumlah lubang bor baut bagian belakang pesawat, (Artileri, October 03, 2014) thn ini Jerman membatalakan akusisi 6 unit yg sudah dipesan, …nah lho…barang kaya beginian kita mau beli ?…..petinggi2 TNI tampaknya cerdas, mereka ngga tertarik, emang Sukhoi Su-35 incerannya, bungkus Bos….beli ama Rusia kita ngga dikadalin ngga kaya barat…cepeee deehh..