Sep 302014
 

Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon


Dalam waktu dekat Kementerian Pertahanan dikabarkan akan kembali mengakuisisi jet tempur baru untuk mengisi hanggar Skadron Udara 14, yang sebentar lagi ditinggalkan jet pencegat F-5E/F Tiger II.

Salah satu kandidatnya adalah Eurofighter Typhoon, yang belakangan gencar ditawarkan pihak Airbus Defence & Space. Bagi Angkasa, kemunculan pesawat ini terbilang menarik, setidaknya oleh karena dua hal. Pertama adalah karena pesawat ini sejatinya dibuat berdasarkan filosofi atau kebutuhan khusus untuk sistem pertahanan udara Eropa. Dan kedua, karena pesawat ini ditawarkan dengan paket transfer teknologi yang bisa digunakan untuk masa depan industri kedirgantaraan Indonesia.

Keunggulan yang ditawarkan Typhoon ada pada dua dapur pacu Eurojet EJ200 berkekuatan masing-masing 13.490 pon dengan thrust-weight ratio 1,15 untuk menjamin kemampuannya mengejar dan menaklukkan lawan secara cepat di udara. Dengan sepasang canard yang terpasang di depan, pesawat sayap delta ini dijamin mampu melakukan gerakan menekuk dengan angle of attack yang jauh lebih impresif dibanding jet tempur pada umumnya. Gerakan menekuk amat diperlukan karena langit negara Eropa terbilang sempit.

Angkasa mencatat, Typhoon telah dirancang sejak 1980-an – ketika banyak negara Eropa tengah dihantui ekses Perang Dingin – namun baru bisa diterbangkan untuk pertama kali pada 1994 atau empat tahun setelah Perang Dingin usai. Manuverabilitas yang tinggi jadi persyaratan utama karena jet tempur ini akan digunakan sebagai tulang tombak penghadangan jet-jet tempur Uni Sovyet yang umumnya dirancang untuk menembus pertahanan udara lawan dan melakukan pemboman masif.

Penggarapan pesawat ini dipecah di empat pabrikan yang terletak di Jerman (DASA), Inggris (BAe), Italia (Aeritalia), dan Spanyol (CASA) yang pengintegrasiannya dikendalikan secara terpusat oleh Eurofighter Jagdflugzeug GmbH. Oleh sebab restrukturisasi yang diberlakukan Uni Eropa, pembuatan dan komersialisasinya kini dilimpahkan kepada BAE System, Alenia Aermacchi dan Airbus Defence & Space.

Nah, karena kewenangan penjualan atas segala produk Airbus DS untuk Indonesia dan sekitarnya kerap dilimpahkan kepada PT Dirgantara Indonesia, upaya penjualan Typhoon di wilayah ini pun dititipkan kepada manajemen pabrik pesawat yang ada di Bandung tersebut.

Sedang Dikaji
Pihak Kementerian Pertahanan dan KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan) sendiri memastikan bahwa Typhoon sudah masuk sebagai kandidat. Bersama Sukhoi Su-35 (Rusia), Dassault Rafale (Perancis), Saab Jas-39 Gripen (Swedia), Boeing F/A-18E/F Super Hornet (AS) dan Lockheed Martin F-16 Block 62, pesawat ini akan segera diseleksi menurut kebutuhan operasional (ops-req) yang diajukan TNI AU.

eurofighter-typhoon (photo: baesystems)

eurofighter-typhoon (photo: baesystems)

“Pesawat-pesawat itu kini sedang dikaji. Keputusan baru akan diambil setelah pemerintahan baru berkuasa. Kita tunggu saja” ujar sebuah sumber. Pernyataan ini serta-merta mementahkan berita online yang menyatakan bahwa Pemerintah telah menyatakan positif membeli dan tengah menunggu pengirimannya.

Lalu seperti apa persisnya transfer teknologi yang ditawarkan? Belum ada rincian pasti. Namun, seperti diungkap Vice President Bisnis dan Pemerintahan PT Dirgantara Indonesia, Irzal Rinaldi Zailani, transfer teknologi yang ditawarkan bisa mengarah ke teknologi atau elemen yang diperlukan dalam perancangan jet tempur KFX/IFX. Oleh karena proses perakitannya bisa dilakukan di Bandung, enjinir PT DI juga bisa ikut menyerap ilmu dalam pembuatan jet tempur.

KFX/IFX adalah prototipe jet tempur masa depan yang tengah dirancang Korea Selatan bersama Indonesia. Merujuk Angkasa (Februari 2014), meski telah menuntaskan tahapan Pengembangan Teknologi pada akhir 2012, pemenuhan standar generasi 4,5 yang diharapkan masih menemui sejumlah kendala. Pesawat ini diantaranya belum menemukan mitra yang benar-benar mau “berbagi” teknologi radar penjejak sasaran multi-fungsi (AESA) dan mesin pendorong berkekuatan besar.

Dari tiga gambaran mesin yang dinilai cocok, yakni Eurojet EJ200, General Electric F-414 dan General Electric F-414 baru pihak Eurojet-lah yang menawarkan diri. Di lain pihak General Electric (AS) menyatakan berat untuk berbagi mesin yang kini menjadi andalan F/A-18E/F Super Hornet itu, namun tidak dengan GE F-100 yang selama ini dipakai F-16 versi awal.

“Kami tak mau pakai F-100, karena daya dorongnya terlalu kecil. Kami tetap pada prinsip bahwa jet tempur yang dihasilkan harus yang unggul. Kalau seadanya, itu sama saja cari mati,” ujar Dr Rais Zain, M.Eng, KFX/IFX Configuration Design Leader kepada Angkasa.
Selain itu, kedua pihak juga masih mencari sistem persenjataan yang bisa disimpan dalam internal weapon bay, sistem data-link yang bisa mengacak komunikasi darat-udara dan perangkat anti-jamming.

(Angkasa Magazine, No 12/XXIV, September 2014)

Bagikan:

  156 Responses to “Tawaran Eurofighter untuk Indonesia”

  1.  

    Pertamax

  2.  

    Wah. Slmt ya bung jd pertamax. Klh cpt ya…..lam kenal bung coto.

  3.  

    numpang sr

  4.  

    Bolehlah pakai eurofighter karena Jerman pakai dan sucad bisa dari jerman…..

  5.  

    keberapa aja ,. pasrah πŸ˜€

  6.  

    semoga aja Ada ToT nya hehe πŸ™‚

  7.  

    dewa penolong eruro ternyata negeriku INDONESIA.

  8.  

    Pernyataan ini sekaligus membantah berita online yg menyatakn bhw pemerintah telah positif membeli dan saat ini sedang menunggu pengirimannya…kayaknya ini ditujukan ke jkgr neh,piye bung nar?any comment?

  9.  

    pespur tow layangan adalah mnu yg pling sya suka d warung ini
    dan apa pun pespurnya klo bgi sya sih asik aja hehe..
    selama itu bsa membuat tni kita makin hebat lagi.

  10.  

    Bungkus …PT DI bisa Masarin neh klo jd di ambil…sekalian bisa ambil tot nya buat di aplikasikan di ifx nanti klo dari kerja sama ama Korea mandek lg…

  11.  

    Kok mesin EJ200 , GE 414 dan 414 , salah penulisan kali thuuu sumbernya , mungkin GE 404 yg Diusung SAAB GRIPPEN , atau yg nuLis Lagi tidur barjalan sambiL nuLis. πŸ™‚

  12.  

    Tumben nih sepi…..

  13.  

    10 besar

  14.  

    Bicara efek deterent tentu SU-35s yg jadi pole position. Tapi jika ada tot dari keduanya mungkin layak dipertimbangkan kombinasi typhoon dan rafale. Tentunya TOT yg bermanfaat utk pengembangan IFX ya..

  15.  

    β€œPesawat-pesawat itu kini sedang dikaji. Keputusan baru akan diambil setelah pemerintahan baru berkuasa. Kita tunggu saja” ujar sebuah sumber. Pernyataan ini serta-merta mementahkan berita online yang menyatakan bahwa Pemerintah telah menyatakan positif membeli dan tengah menunggu pengirimannya.

    Ini sepertinya menyindir JKGR, mudah2an tidak ya…:-)

  16.  

    Hmmmm kayaknya jawaban ini balasan dari sales SAAB GRIPPEN yang Curhat di saLah satu forum militer , tapi di Curhatan tersebut ada yg menggelitik dengan menceritakan jet ini bisa di sembunyikan dengan cepat kalau lapangan udara dibom , contohnya lapangan hasanudin / bandara hasanudin makassar atau lapangan udara iswahyudi……….DISEMBUNYIKAN yah mana ada yg berminat kalau jet figther di sembunyikan yg ada kemampuan figthernya , dog figt, kecepatan machnya , atau apanyaLah……Kayaknya harus sy ajarin iLmu Marketing nih biar Lancer juaLannya. πŸ™‚

    http://defense-studies.blogspot.com/2014/09/sodoran-gripen-untuk-indonesia.html?m=1

    •  

      Maksudnya ya gampang disebar dan disembunyikan. Misalnya di gudang yg bukan hangar, di pelosok, dan dapat terbang / tinggal landas dari jalan raya. Ya agak mirip kemampuan Harrier yang dapat ditempatkan di daerah pelosok.
      Jadi musuh dapat terdadak, tiba2 ini Gripen muncul di lokasi.

  17.  

    Insya ALLAH begitu bung JaLo & Amiiin
    πŸ™‚

  18.  

    Di sindir juga gak apa apa wong nyin dir gak bayar kok.Kalau saya sebenernya lebih srek rafale. Tapi terserah user lah demi kejayaan NKRI.

  19.  

    moga cepet hadir di indonesia

  20.  

    dulu panglima bilangnya SU-35, khan?

  21.  

    Beberapa biji apa beberapa puluh bung satrio.hehe.salam knal ya bung.lama tongkrong dsni baru baru brp kali branj komen.he

  22.  

    yang kaya apa beberapa bijinya bung jalo…jd penasaran ga bisa tidur

  23.  

    tawaran tipon offset yg mengiurkan untuk kfx … rafale jg pesawat yg perlu dipertimbngkan …gripen nawari 100% tot dari semua itu sayangnya rawan embargo untuk psw buatan amrik mending ngak usah krn dah pasti hanya bisa untuk parade … hanya su 35 yg bisa dipakai untuk mempertahankan nkri tanpa ada unsur embargo …. kelemahanya gak ada tot …. semuanya terserah tni au sebagai user ….ane sih tetep pilih su 35 krn nkri adalah harga mati ….

  24.  

    Aslmkum wr wb…
    Wah kalo yg enih sih ane yakin, met mlm Ndan Satrio…

    Yg ghoib2 bkalan ditimur apa barat nih Ndan?

  25.  

    Ini sebenernya bagus, tetapi mahal bung.

  26.  

    antra gripen,tyepon,rafale sma2 sayap delta..gripen satu engine yaa ttp irit bhn bkar..sma2 syap delta sma2 radar aesa kira2 tni ambil yg mn,,lbhn msing2 ap..sespuh pncerahny..hehee

    •  

      Kalo sy mending ambil SU-35 dan gripen aja, ga usah yg lainnya, banyakin SU-35 sama gripen tetangga udah panas dingin.
      Kalo mau gahar lagi sekalian Blackjack nya jangan ketinggalan. 10 biji aja sudah cukup. haha

  27.  

    Beli yang murah meriah, tetapi bukan murahan tetep mampu mengawal NKRI.

  28.  

    kalo saya berharap d barat sich bung. apa kbr bung jalo udh jrng bung d warjag ya. Hmmmm @bung Nara…ini bgian’a beliau, kalo tdk @Bung Ps. mna nie mhon pncerhan’a, Udh d bakar sesajen’a Bung. πŸ™‚

  29.  

    Katanya panglima tni moeldoko minati su 35 harus tepatin janjinya jangan itu2 aja..
    http://jakartagreater.com/pesawat-su-35-semakin-mendekat/

  30.  

    Ane takutnya kalo dipake buat memukul separatis nasibnya bakalan nyrempet2 seperti hawk. susah cari suku cadang.. mending beli banyak yg dari papa bear aja,, lebih aman dan anti embargo, sukhoi aja sudah bagus,, ingat jangan lupakan sejarah, kita memiliki pengalaman bung..

  31.  

    sekalian ane tawarin, beli tupolev, paradigma kita pasti berkembang bung, wlalupun bukan negara agresor tetapi kita tetep butuh bomber bung meski jumlahnya terbatas karena kita negara kepulauan, kalo pulau satu direbut tinggal dibumi hanguskan aja markas/pangkalan musuhnya,,… mereka pasti dah rugi besar kok…

  32.  

    Opsi yg menarik utk dijadikan nilai tambah bagi Kemenhan dan mabes TNI utk layak diperhitungkan…efek deteren typhoon bagi kawasan juga kerjasama PT.DI dan AIRBUS sudah terjalin lama juga menjadi nilai lebihnya so tinggal tunggu saja realisasinya

  33.  

    pt DI suruh kawinin az tipun ma sukro biar makjep tuh pswt tni

  34.  

    bungkus typoon sama su 35…….gak usah pikir panjang………….

  35.  

    kayaknya jokowi lebih suka DRONE buatan cina..dari pada pespur.

  36.  

    Buat penggentar negara agresor dan negara tetangga yg usil tetap SU 35 negara agresor akan berpikir puluhan x utk mengganggu NKRI.

  37.  

    User maunya Su 35….pemerintah maunya buatan Barat yg besar muatan politisnya…teknokrat maunya yg ada TOT…

    Typhoon adalah kompromi….mengakomodir keinginan user,politis,teknokrat dan bisnis…jg mempersingkat waktu menuju kesiapan militer kita menghadapi semua keadaan yg kian memanas…jgn terlena pd perdamaian semu sekarang ini…

    Jika ingin damai bersiaplah untuk perang…tidak ada pihak yg mau mengganggu pihak lain yg lebih kuat….

  38.  

    Opsi SU 35 Harga Mati

  39.  

    dari semua kandidat cuma SU 35 yg gk ngobral barang

  40.  

    Korsel berencana beli F35 untk support KFX/IFX kira2 Indonesia kebagian Offsetnya jg ga y..?? Pun sebaliknya jika jadi Indonesia beli Typhoon Korsel kebagian Offset nya jg ga y..? kalau sama2 kebagian kenapa ga di gabung aja y..:) permasalahan ada besar pengembangan KFX/IFX kan ada di Radar & Mesin..bagus kalau Radar dari ToT pesawat F35 & Mesin dari pesawat Typhoon..@ngarep.com

    •  

      Bisa mengarah begini: Indonesia dan Korsel masing-masing akan jalan sendiri untuk part-part tertentu. Misalnya, Indonesia ambil mesin dari Eropa, Korea dari Amrik. Juga yang lain, radar misalnya, dst.

  41.  

    soal penguasaan teknologi mesin jet tempur nanti sajalah, yang penting sekarang ini adalah Indonesia butuh pesawat tempur yang mumpuni,potensi embargo relatif kecil, punya daya gentar yang tinggi dan tidak diembel-embeli berbagai syarat dalam penggunaannya, ingat pengalaman buruk menggunakan Hawk buatan Inggris itu ……. SU-35 segera dibeli tidak usah pikir panjang lagi ……..

  42.  

    Jika ada tot mesin ej 200 dari typhoon lb bagus typhoon saja diakuisisi lagi pula airbus tdk ingin terjadi persaingan dg pt di di asteng dan lb baik bergabung untuk menghadapi persaingan dgn us dan rusia dan juga mengurangi hegemoni china dikawasan. Masalahnya cuma embargo sebab walau bersaing secara bisnis,asu dan eropa 1 kata dlm politik.

  43.  

    bung Satrio udah ksh bolu,saya ikut nambahin menu selat solo bt bung jalo kl tebakan bung satrio salah,.hehe.. @bung satrio,itu delta mmng msh terbang diwkt langit jingga aja ya?

  44.  

    Tebakan ane sih utk AU …… SU35, Typhoon, Rafa … @ 1 ska, demi kepuasan semua pihak.
    dari asu kan sdh cukup pake elang botak, paling dpt tambahan herkie ex USAF 5 – 8 biji.
    jumlah typhoon bakal byk stlh PTDI bisa joint production … IFX bisa molor lg neh.

  45.  

    Top

  46.  

    Ej 2000 2x..

  47.  

    Ambil aje typoon bwt experimen ifx yg mandul daripada korsel modus terus. Tp jngn lupa SU-35BM nya bungkus biar nambah daya getarnya ,,

  48.  

    akhirnya roundel segilima πŸ˜€

  49.  

    Siipp..siippp…siiiiipppppp..

  50.  

    Typhoon pesawat yang tepat untuk Indonesia.engine supercruise nya jika dipasang di IFX cocok mengamankan ruang udara kita yg sangat luas. Typhoon juga tidak perlu landasan panjang. Pernah ditest bisa take off hanya sejarak 500 meter, cuman 2x panjang kapal induk.

    Kalau maknyus, next nya bisa kita kembangkan sendiri pespur long range striker, long range bomber 4 mesin … semuanya dgn basis mesin super efisien Typhoon.

  51.  

    kalo pendapat saya sih, kita hanya bisa berharap dam memilih menu…user dan orang yang berkompeten adalah yang kuasa untuk memilih. saya yakin bahwa user dan ahli yang membidangi akan memilih yang terbaik untuk negeri tercinta ini…..NKRI adalah tujuan akhir dari berbagai pilihan…siapapun presidennya, siapapun partainya, siapapun…anggota DPR & MPR nya…

    nyanyikanlah selalu syair ” Padamu Negeri”…

    maaf cuman coretan dinding…

  52.  

    ngok ngik ngok

  53.  

    embargo…ohh embargo….udah dikadali TOT….diembargo

  54.  

    maaf mau nanya ini jenis nya apa yah :mrgreen:

  55.  

    mau gak mau 2015 sudah punya pespur baru,ane yakin itu πŸ˜† dan masalah pespur macam apa time well tell

  56.  

    pengen rasanya indonesia perang aja..klo perlu sm amerika,sambil ngbuktikan kira2 rusia sm china peduli nggak..hehe

  57.  

    De rien Dassault Aviation ….Bonne chance TNI AU

  58.  

    tipun giajul mumbul..

  59.  

    ane setuju,jika ada penawaran ToT kenapa tidak, yang penting semua transfaran dan harus jelas perjanjiannya. jika dikemudian hari ada pelanggaran perjanjian maka harus ada konsekwensi yang harus dibayar. hal ini ditujukan untuk “kemandirian alutsista” negeri kita dan dijadikan sebagai program jangka panjang. Namun demikian pemerintah pun seharusnya juga mempertimbangkan untuk pembelian alutsista yang memeliki efek deterent yang besar hal ini untuk menjaga kewibawaan negeri yang kita cintai ini.

  60.  

    EF Typhoon OK juga pa lagi dengan rudal terbaru nya, tetapi SU-35S tetap WAJIB he he he…

  61.  

    Enggak usah bingung… Bungkus semua

  62.  

    Prediksi TNI-AU ke depan adalah mencari pespur untuk penyeimbang F35 tetangga yang mulai berdatangan.
    Kalau yang ditawarkan sales2 hanya pespur dibawah F35, jelas gak akan dipilih lah, harus pespur
    yang bisa mengatasi F35, dan Panglima sudah memberi sinyal yang jelas.

  63.  

    mantap n yakin ma ni putu

  64.  

    Waduh, Typhoon Miliki Kesalahan Manufaktur

    Sebuah kesalahan manufaktur telah ditemukan pada pesawat tempur Eurofighter Typhoon, Selasa 29 September 2014. Jerman pun mengumumkan menangguhkan pengiriman jet canggih tersebut.
    Berita itu menjadi pukulan lain terhadap program Eurofighter yang sebelumnya didera masalah mahalnya harga. Menurut kementerian pertahanan Jerman, cacat ditemukan dalam badan bagian belakang pesawat multi peran bermesin ganda tersebut.

    Akibatnya, Berlin telah memutuskan untuk memotong waktu Eurofighters yang menghabiskan waktu di udara setiap tahun dari 3.000 jam untuk 1.500 jam.
    Situs berita Spiegel Online melaporkan bahwa, dalam skenario terburuk, kesalahan bisa mengakibatkan lambung pesawat menjadi tidak stabil. Dikatakan Royal Air Force Inggris pertama kali terdeteksi cacat dan juga memutuskan untuk membagi dua jam penerbangan tahunan agar tidak overstress.
    Jerman dan Inggris masing-masing memiliki lebih dari 100 dari Eurofighter Typhoon dalam pelayanan. Spiegel mengatakan angkatan udara Jerman beroperasi 109 jet.
    Eurofighter dibangun oleh konsorsium yang terdiri pembuat pesawat Eropa Airbus, Inggris BAE Systems dan Finmeccanica Italia.
    Jerman dan Inggris sudah membagi dua pesanan awal mereka masing-masing 250 jet tempur, dan beberapa tawaran ekspor telah dilakukan. Airbus mengatakan produksi bisa berhenti pada 2018 jika tidak ada kontrak pembelian lagi. Pada bulan Juni 2014, sebuah Eurofighter jatuh di barat daya Spanyol, menewaskan pilot dan sampai saat ini belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut.

    http://www.defensenews.com/article/20140930/DEFREG01/309300045/Germany-Eurofighter-Has-Manufacturing-Fault

  65.  

    “Memiliki SU 35 itu adalah cita-cita kami. Saya sudah sampaikan kepada pemerintah kita bahwa Indonesia harus punya SU 35 untuk meningkatkan kualitas alutsista kita. Ini prioritas kami. Mudah-mudahan pemerintahan baru bisa mewujudkan ini”.

    http://tanyamoeldoko.com/kapan-tni-mengakuisisi-sukhoi-su-35-bm-sebgai-kekuatan-pemukul-udara-yg-superior/

  66.  

    TRIO MAUT DI TNI AU : Su-35s, EF typhoon, Rafale. Yang dipublikasikan adalah Rafale !!!

  67.  

    engine su ga akan mungkin boleh di pake di ifx,, typhoon tetep number one,,

  68.  

    sayangnya typhoon barang mahal banget bahkan irst baru dipasang pada trench ke 3

  69.  

    deteren yg sejati itu jk kita bisa buat sendiri tu pesawat, sekeping demi sekeping, lama ” puzzle akan terbentuk,, kl tk mulai bikin selamanya akan jadi pengimpor,, siapa yg untung ya jelas produsennya di luar sono,, lihatlah china efek deterennya besar, bukan karena impor senjatanya besar,, apapun itu pembelian harus memberi manfaat ke industry,

  70.  

    salam Greaters!!
    saya setuju dengan wehmarch.cepat atau lambat typon akan mengisi arsenal udara indonesia,karena produk inilah yang paling compromis secara politis,TOT,bisnis dan user ga sampai ngangur sampai terbangnya IFX. dari rekam jejak 5tahun terkhir inipun paket dari arah sana juga sangat besar .
    Untuk ukuran eropa sendiri euro figter ini sudah tergolong usang,karena mengadopsi peran tekhnologi anti soviet terlebih setelah hadirnya F35 dilangit eropa tahun tahun yang akan datang.jadi ga kaget bila mudah sekali TOTnya.
    Jadi traktir rujak cingur untuk bung jalo trancam batal nih, bagaimana kalo diganti rame rame korps warjagers nikmatin lontong balap depan Pasmar 1 kalo EF jadi menghuni ISW.jadwal boleh diatur.

    trims bung satrio,bung jalo,mas wehmarch,bung soto dan warjagers semuax…forum diskusi seperti ini sangat baik

  71.  

    salam Greaters!!
    saya setuju dengan wehmarch.cepat atau lambat typon akan mengisi arsenal udara indonesia,karena produk inilah yang paling compromis secara politis,TOT,bisnis dan user ga sampai ngangur sampai terbangnya IFX
    . dari rekam jejak 5tahun terkhir inipun paket dari arah sana juga sangat besar .
    Untuk ukuran eropa sendiri euro figter ini sudah tergolong usang,karena mengadopsi peran tekhnologi anti soviet terlebih setelah hadirnya F35 dilangit eropa tahun tahun yang akan datang.jadi ga kaget bila mudah sekali TOTnya.
    Jadi traktir rujak cingur untuk bung jalo trancam batal nih, bagaimana kalo diganti rame rame korps warjagers nikmatin lontong balap depan Pasmar 1 kalo EF jadi menghuni ISW.jadwal boleh diatur.

    trims bung satrio,bung jalo,mas wehmarch,bung soto dan warjagers semuax…forum diskusi seperti ini sangat baik

  72.  

    Oh Ya yg dipublish ke umum adalah……..EF TYPHOON

  73.  

    Indonesia seharusnya KAPOK membeli alutsista dari Barat (AS & sekutunya), sdh berkali2 dikerjain dgn isu HAM, diembargo dst, kemampuan tempur menurun krn mendapat alutsista yg levelnya justru dibawah negara tetangga yg merupakan sekutu AS, saya sdri orang Indonesia melihatnya GERAM…udah deh katakan TIDAK !…Rusia melalui Dubesnya di Jkt mengatakan: “Indonesia lebih dari sekedar sekutu bagi Rusia, kapanpun diminta Rusia siap membantuu”..dan tawarin Sukhoi Su-35, submarine Amur class, radar dll…udah dapat rudal balistik Yakhont, sekarang yg penting adalah merayu Rusia utk T.o.T & agen penjualan utk alutsista mereka di Asia Pacific

  74.  

    aplagi bisa bawa tentengan dr 2 block timur dan barat .kan asik bisa bw kriptoon ma meteor

  75.  

    Jerman menghentikan pembelian Eurofighter Typhoon setelah Angkatan Udara Inggris (RAF) menemukan cacat produksi pada sejumlah lubang bor baut bagian belakang pesawat, (Artileri, October 03, 2014) thn ini Jerman membatalakan akusisi 6 unit yg sudah dipesan, …nah lho…barang kaya beginian kita mau beli ?…..petinggi2 TNI tampaknya cerdas, mereka ngga tertarik, emang Sukhoi Su-35 incerannya, bungkus Bos….beli ama Rusia kita ngga dikadalin ngga kaya barat…cepeee deehh..

 Leave a Reply