Jan 112020
 

New Delhi, Jakartagreater.com – Sebuah prototipe LCA Tejas versi angkatan laut menjadi jet tempur buatan India pertama yang mendarat di geladak kapal induk, kata sumber. Prototipe berhasil mendarat di geladak satu-satunya kapal induk India INS Vikramaditya, menandai langkah besar dalam program Light Combat Aircraft secara keseluruhan, lansir NDTV.

Naval Tejas menggunakan pengait ekornya untuk menarik kawat arester, yang bertindak sebagai rem untuk memperlambat dan membuat jet tempur terhenti di geladak kapal induk. Sebuah “penangkapan pendaratan ” di geladak sebuah kapal induk adalah suatu prestasi yang dicapai hanya oleh segelintir jet tempur yang dikembangkan oleh Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis dan, baru-baru ini Cina.

Sumber mengatakan prototipe itu juga kemungkinan akan lepas landas pada hari ini dari “lompatan ski” – sebagian landasan yang mengarah ke atas – di dek kapal induk.

Prototipe Naval Tejas tidak diharapkan untuk diproduksi karena merupakan teknologi demonstrator.

Jet tempur Tejas yang lebih besar sedang dievaluasi oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL).

Pada bulan September tahun lalu, Tejas varian angkatan laut berhasil melakukan pendaratan dengan tali pengait. Hanya dalam waktu sekitar dua detik, Tejas-N melambat dari kecepatan 244 km/jam menjadi berhenti total dengan menarik kawat di landasan pacu uji dengan pengait di badan pesawat jet.

Dibutuhkan hanya 87 meter panjang landasan untuk berhenti penuh selama pengujian di Fasilitas Shore-Based Test Facility di Goa. Inilah yang perlu direplikasi oleh Tejas-N di laut ketika mendarat di geladak INS Vikramaditya.

Salah satu masalah teknis utama yang dapat berdampak pada pengembangan LCA-N adalah bahwa peralatan penangkapan pada INS Vikramaditya memiliki perbedaan desain utama dari peralatan yang dipasang di fasilitas pengujian di Goa.

 Posted by on Januari 11, 2020

  2 Responses to “Tejas Berhasil Mendarat di Kapal Induk INS Vikramaditya”

  1.  

    dibandingkan J 15 saya lebih sreg dgn TEJAS..
    lebih kecil body nya sehingga bisa muat lebih bnyk di kapal induk..

  2.  

    Tipikal banget… Bahasa artikel yang membingungkan…