Dec 282013
 
Pesawat tempur ringan Tejas Mk1 (photo: Indian defence ministry)

Pesawat tempur ringan Tejas Mk1 (photo: Indian defence ministry)

Pesawat tempur ringan (Light Combat Aircraft/LCA), Tejas Mk1 buatan Hindustan Aeronautics (HAL) akhirnya menerima izin operasional awal (Initial Operational Clearance / IOC, dari Angkatan Udara India.

Dokumen “release to service” diserahkan oleh Menteri Pertahanan AK Antony kepada Kepala Angkatan Udara India, NAK Browne di Bengaluru, 20/12/2013. Pemberian IOC untuk varian Mk1 membuka jalan bagi pesawat tempur Tejas, untuk bisa bergabung ke dalam pesawat operasional Angkatan Udara India. Agar pesawat tempur Tejas Mk1 bisa sepenuhnya beroperasi, pesawat ini harus memperoleh izin operasional akhir (Final Operational Clearance – FOC), yang dijadwalkan pada bulan Desember 2014.

Angkatan Udara India memperkirakan hanya pesawat Tejas Mk2 yang memenuhi standar yang ditetapkan Angkatan Udara India pada tahun 1985.

“Dua desain daya dorong pesawat yang telah kami pelajari, masih ada masalah dalam pengintegrasian mesin GR F-414, untuk mendapatkan daya dorong lebih besar, desain intake lebih baik serta kemudahan perawatan pesawat”, ujar Kepala Angkatan Udara India, Browne.

Hasil review desain awal Tejas Mk2 dijadwalkan selesai pada Februari 2014 dan mesin pertama GE F-414 tiba di India pada tahun 2015.

Pesawat Tejas Mk2 akan dilengkapi fitur helmet mounted interface, untuk efesiensi rancang bangun sistem avionik, senjata baru, upgrade piranti peperangan elektronik serta modul pengisian bahan bakar di udara.

tejas

Selimut Pesimisme
Dengan muka kecut dan perasaan yang tidak antusias, Angkatan Udara India pertama kali menerima pesawat tempur Tejas pada tahun 2011. Pihak militer pun meminta sejumlah konsesi yang tertuang dalam IOC-1. Pada saat itu, perbaikan yang diminta adalah meningkatkan kinerja pesawat tempur, waktu penyelesaian, kemampuan mengangkut senjata yang sesuai, serta harus lulus dari ujicoba operasi di segala kondisi cuaca.

Kini tahapan itu berhasil dilalui. Angkatan Udara India memberikan izin operasional awal / IOC bagi pesawat tempur Tejas Mk1, setelah pesawat tempur ringan ini dapat mencapai sudut serangan (AoA) hingga 22 derajat. Fitur pesawat juga berhasil mengintegrasikan sistem avionik dan sistem senjata dengan helm terpasang layar /helmet mounted display sight (HMDS).

Uji penembakan rudal R-73E berhasil menunjukkan penggunaan helmet mounted display sight/HMDS. Tejas Mk1 sekarang bisa terbang tanpa bantuan telemetri hingga radius of action 500 km (310 mil) dengan opsi tambahan 1.750 km, bila menggunakan 800/1200 liter drop tanks.

Angkatan udara India akan menempatkan skadron pertama Tejas Mk1 berbasis di Sulur, Tamil Nadu, dekat dengan Bengaluru, tempat di mana pesawat tersebut diproduksi. Angkatan Udara India sejauh ini berkomitmen untuk memesan dua skuadron (40 pesawat) Tejas Mk1 .

Hindustan Aeronautics (HAL) pada awalnya akan membangun 20 pesawat tempur Tejas dengan standar IOC dan akan diupgrade di kemudian hari ke standar FOC. Sementara batch kedua akan diterima oleh AU India sudah berupa standar FOC.

Tejas Mk1 India

Tejas Mk1 India

HAL merencanakan pengiriman Tejas Mk1 (SP1) akan dilakukan Maret 2014. Produksinya direncanakan delapan pesawat dalam setahun dan ditingkatkan menjadi 16 pesawat/tahun di tahun-tahun berikutnya.

Angkatan Udara India banyak menaruh harapan kepada Tejas MK2, sehingga tak heran mereka berencana memesan 4 skadron (80 pesawat), meskipun hingga kini belum ada order resmi untuk jenis pesawat ini.

Menjawab Tantangan
Menurut Aeronautical Development Agency, sejumlah besar pekerjaan untuk FOC telah selesai. Tugas utama mereka adalah meningkatkan kemampuan daya serang pesawat hingga 24 derajat (Angle of Attack) AoA , instalasi dan demonstrasi sistem pengisian bahan bakar dalam penerbangan, penambahan Python Rafael Israel dan Derby air-to-air missiles, serta integrasi dan uji coba canon 23 mm.

Tejas Mk1 HAL India

Tejas Mk1 HAL India

Meski masih menemui sejumlah kendala teknis, program uji terbang pesawat tempur Tejas menunjukkan catatan keamanan yang sangat baik. Lebih dari 2.450 sorti dari 11 pesawat telah diterbangkan sejak 2011, dengan 490 penerbangan mandiri pada tahun 2013.

Tejas adalah pesawat tempur ringan, mesin tunggal, kursi tunggal, multi-role fighter supersonik serta fitur quadruplex digital fly-by-wire flight control system disain orsinil dalam negeri. India tidak muluk-muluk untuk pembangunan pesawat tempurnya ini.

Tejas juga sedang dikembangkan untuk memenuhi persyaratan carrier borne fighter, bagi Angkatan Laut India. Namun program pembangunan Tejas untuk Angkatan Laut India, masih tertunda-tunda.

Tejas harus dilengkapi disain rester-hook dengan baik sebelum dapat memulai uji operasi di kapal induk/carrier. Uji coba harus dilakukan dalam dua tahap, pertama pada fasilitas uji di wilayah pantai dengan fasilitas melibatkan ski-jump launch dan arrested landing. Berikutnya ujicoba di kapal induk dalam kondisi cuaca yang berbeda, siang hari dan malam. Setiap fase akan memiliki tantangan tersendiri.

Tejas adalah pesawat tempur kedua yang dikembangkan India, sejak HAL Marut, yang terbang pertama kali pada tahun 1961. India menempuh perjuangan yang panjang dan berliku dalam membangun pesawat tempur ringan Tejas yang prototype-nya pertama kali terbang 13 tahun lalu dan hingga kini masih banyak membutuhkan penyempurnaan. flightglobal.com/ JKGR.

Tejas Mk1 India

Tejas Mk1 India

Pesawat Tempur Tejas HAL India

Pesawat Tempur Tejas HAL India

tejas-10

tejas-12

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=5Kgj4La2pHU

  32 Responses to “Pesawat Tempur Tejas Mk1 India”

  1. pespurnya gen brp ?

    • 4.

      Pespur nasional India -Tejas- ini prosesnya panjang sekali, proses awalnya dimulai 1969. Secara umum pembangunan helikopter India dianggap lebih sukses daripada pesawat tempur

      • 1969? jangan2 itulah yg menyebabkan tampilan pesawat ini terlihat ketinggalan jaman

      • Tampangnya memang jadul ya bung 🙂 tapi ini design orsinil India, Jalan India dalam proyek pespur nasionalnya lebih berliku daripada China yang ‘diuntungkan’ oleh runtuhnya Uni Soviet.

        1969 dimulai program pespur nasional India, jatuh bangun dan direfresh kembali tahun 1980. walau tampangnya begitu tapi sepertinya penguasaan teknologi tinggi India saat ini bisa membuatnya bertaring

      • saat take off, terkesan berat..
        beda banget dibanding jet fighter delta wing yg pake canard
        tapi apapun itu, salut buat india atas semua usahanya.

  2. bentuknya kayak vampire yg dulu TNI AU punya….?lagian pilotnya si nehi* enggak berani untuk bermanuver gila…

    • mungkin bukannya pilot India AF yg gak berani manufer, tp emang jet Tejas MK1 ini yg belum punya kemampuan thrust vectoring atau kemampuan manufer sekelas Sukhoi…kan masih dalam pengembangan, bisa jd nanti di versi mendatang baru bs unjuk skill manufer… 😀

  3. sekilas seperti Typhon kalo di liat dari sayapnya,yang mengejutkan adalah rudalnya R-73E itu yg bikin dada deg deg serrr,,

    padahal india dan indonesia merdeka scr bersama an (kalo tdk salah) tapi india bukan selangkah lagi tapi sudah melampaui langkah lebih maju dari NKRI,,(dari segi alutsista)
    pernah saya dengar entah fakta atau opini “meskipun makan rumput skalipun asal punya nuklir ” india memang lebih mementinngkan pertahanan..demi menjaga elektabilitasnya..
    Apakah negri kita para pemimpinya bisa mencontoh sodara seperguruan kita seperti india dan china ???? 😀 😛 😛 😀
    Monggo di tambahin.. .. .. ..

    • dari letak geografis, India memang butuh pertahanan kuat…dibanding dgn Indonesia, India lebih rawan + persaingannya langsung dengan negara sekelas China…masuk akal kalau mereka selama ini mementingkan sektor pertahanan negara n perkembangannya jauh lebih pesat…Indonesia memang patut menjadikan India sebagai referensi untuk membangun pertahanan.

  4. Meski kita akui ini langkah pertama India dalam Kemandirian, namun sebagai contoh yang GAGAL, sebab TEJAS diluncurkan, sedang Jaman sudah berubah, ke Generasi – 5.
    Sekarang India hanya bergantung ke PAK-FA, namun bukan hasil kemandirian India, melainkan Produk Rusia, Sedang tejas akan TURUN pangkat jadi Trainner

    Langkah Indonesia sudah benar dengan KFX/IFX, meskipun nanti moloooor sampai 20 tahun lagi, jaman tetep masih Generasi – 5 dan kelihatannya sudah mentok ke Gen-5

    Generasi-6 masih sangat ngak jelas, dan kurang signifikan, mending langsung loncat ke Generasi-7

    GENERASI – 7 ==> SPACE FIGHTER

  5. kayaknya lebih mirip dasault rafale deh om.

  6. Begitu anggaran hankamnya digenjot pada kurun 2003 saja mencapai 13,6 billion (miliar) dollar!!.. lihat saja perubahan struktur militer India dalam mengimbangi kekuatan Pakistan….well kalau pemerintahan kita melakukan hal yang sama dan langkah yang sama pula…tinggal direka-reka saja inventaris alutsista kita…

  7. Terlepas dari segala kekurangan/kelemahanya, ada yg menarik dari pesawat ini yaitu “gado2” perangkat buatan AS, Rusia dll, termasuk penggunaan “helmet-mounted display and sight (HMDS)”. AS saja baru akan menggunakan HDMS pada F35 stlh dapat ToT dari negara lain (cmiiw). Semoga hal yg sama dapat ditetapkan pada IFX utk mengurangi resiko embargo.

  8. Ngarep pesawat yang memiliki teknologi PLASMA SHIELD seperti milik USS Enterprise dalam film startrek. Sudah ada belum ya rintisan teknologinya?

  9. mental orang india memang bagus gak seperti orang indonesia yang kebanyakan bermental kuli, gak heran kalau negara mereka sekarang lebih maju dari indo.

  10. bentuknya dilihat dari belakang mirip F16, kalau dari sisi depan tampangnya mirip T-50i golden eagle,dari samping nyaris seperti hawk dengan desain kokpit hampir serupa F35… 😀

  11. Apapun makannya yang penting minumnya teh botol. biarpun gimana tampangnya yang penting hasil kemandirian bangsa India. Luar biasa India!

  12. Usaha kerasnya yg luar biasa dan patut dicontoh, bisa mandiri adlh sebuah prestasi. go IFX..

  13. Perasaan yang merdeka duluan kita ?? tapi kok India sudah yang ke-100 kalinya bolak balik ke luar angkasa ??? -_-

  14. hah? ternyata India udah bisa bikin pesawat toh? baru tau, hehe.
    saya kok jd merasa tersaingi yak?

  15. wowww

  16. Tenang saudara saudara semua, indonesia mampu berbuat lebih dari itu tapi harus ada daaaaaaaaannnaaaaa! oke!

  17. salut buat India, kita harus meniru india agar bisa menjadi negara yang maju.

  18. kita harus mengubah anggapan orang kalo Orang2 Indonesia bermental kuli, untuk itu harus dibangun dengan pendidikan yang bagus bagi generasi muda kita, ayo jangan mau kalah dengan India.

  19. Dari sisi kemandirian India sudah jauh berlari dibanding kita, jangan dulu bidang aviasi yang susah dan mahal, bidang dasar saja sudah jauh. Bajaj contohnya, sudah malang melintang di Jakarta ketika kita semua sibuk menata napas bernegara. Tata sudah menjual bis kota ketika mahasiswa kita masih mengidolakan profesi demonstran. Dan banyak industri bidang lain, coba para Warjagers telusuri lagi. Bahkan di bidang pendidikan dasar menengah tinggi sudah menerapkan kemudahan bagi rakyatnya yang jumlahnya jauh lebih banyak dari kita.. Bisa ditambahkan bila masih kurang banyak..

 Leave a Reply