Des 082015
 
BMS, alat kendali perang buatan Indonesia yang akan digunakan TNI AD

BMS, alat kendali perang buatan Indonesia yang akan digunakan TNI AD

Adaptasi Android sebagai OS (operating system) dan perangkat memang telah masuk ke segala sektor. Termasuk pemanfaatan Android untuk militer, pertahanan dan keamanan. Sebagai OS, sifatnya yang user friendly menjadi alasan utama penggunaan Android. Begitu juga dari sisi perangkat (hardware), tebaran jenis smartphone dan tablet Android sangat mudah ditemui dipasaran.

Seperti yang dilakukan PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE), perusahaan asal kota Kembang ini telah meluncurkan aplikasi BMS (Battlefield Management Systems) yang dipersiapkan untuk satuan Kavaleri TNI AD. BMS adalah sistem manajemen kendali dan komando taktis untuk prajurit di medan tempur.

Lewat BMS yang wujudnya berupa hardware dan software, prajurit di lapangan dapat saling mengetahui posisi dan kedudukan rekan-rekannya, sehingga tidak lagi terjadi salah tembak (friendly fire). Maklum dalam jalannnya peperangann, kekisruhan komunikasi dan visual kerap menjadi masalah yang serius.
Baca juga: Perusahaan Amerika dan Indonesia Sepakati Kerjasama di Industri Teknologi

Smartpone-Caterpilar-denganUntuk menjamin komunikasi yang aman, BMS dipersiapkan untuk dapat melakukan interoperability dengan sistem atau alat komunikasi TNI yang sudah ada, baik di frekuensi HF, VHF dan UHF. Lebih hebatnya BMS menerapkan jaringan WiMax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) Broadband Wireless Network yang juga dibuat PT Hariff DTE. Dengan WiMax, komunikasi antar prajurit tak hanya bicara soal voice, tapi juga mencakup komunikasi data dan multimedia yang kesemuanya ditawarkan dalam skema JAM (Jaringan Aman dan Mandiri) yang dilengkapi enkripsi.

Nah, pemanfaatan Android untuk militer di sini digunakan pada sisi terminal. Untuk perangkat BMS yang ditempatkan di ranpur (kendaraan tempur) berupa perangkat monitor terminal K230. Uniknya perangkat ini menggunakan tablet Android dari salah satu brand lokal. Meski begitu, tak terlihat fisik sebuah tablet, mengingat perangkat dilapisi moudling casing besi yang kuat. PT Hariff DTE merancang aplikasi khusus di tablet ini, sehingga tampilan user interface-nya lebih mirip Windows, sementara sambungan OS-nya mengusung Linux.

BMS juga dipersiapkan digunakan oleh prajurit infanteri. Dengan modal smartphone Caterpilar dan Sony Xperia yang punya kemampuan tahan banting dan anti air, prajurit dengan arm band dapat selalu memantau kondisi tempur di lapangan secara real time. Tapi jangan salah, meski menggunakan smartphone Android, tapi sistem seluler GSM-nya tidak digunakan. Seperti pada smartphone Caterpilar B15Q, prajurit di lapangan terkoneksi dengan WiFi ke modul BMS yang terpasang di perangkat manpack.

Rancananya BMS akan digunakan pada Batalyon Kavaleri TNI AD untum tank Leopard, Scorpion atau panser Anoa. BMS sendiri resmi diperkenalkan di hadapan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada hari Senin kemarin di kantor pusat PT Hariff DTE.

Bagikan:

  24 Responses to “Teknologi Android Dimanfaatkan Militer Indonesia di Medan Tempur”

  1.  

    bagus itu

  2.  

    Wah bakal laris ni smartphone Xperia

  3.  

    ada aja idenya…ketahanan trhdp jaming gmn tuh

  4.  

    SyukurLah ikut perkembangan pemanfaatan teknoLogi,,,

  5.  

    Mantap nih kalau kaya gini. Darat, laut, udara, nyambung semua dalam satu peta dan satu Battlefield Management System. Keren!

  6.  

    Anda percaya kami bisa, Anak bangsa kita terkenal dng oprekan dan modifnya yang tidak mengikuti alur pikir normal. xixixi.

  7.  

    Perusahaan anak bangsa tsb sdh eksis di Bdg dan Indonesia sejak thn 1980 an dg seabreg inovasi dan produksi … walau terlalu lama dan lambat dipakai dephan RI tapi sangat membanggakan skrg sdh dipecaya pemerintahan saat ini … mantappp … maju terus pakai produk lokal

  8.  

    JakartaGreater payah nih, cuma bisa copy paste dari situs lain, itu kan aslinya artikel dari AreneLTE.com. Ciptakan artikel sendiri dong mas.

  9.  

    Hmmm.. copy paste dari ArenaLTE.com ya.

  10.  

    Ko kaya pernah baca di ArenaLte.com ya tadi sore? Copas ya mas?

  11.  

    Kaya nya td sore baca di Arenalte.com, copas bukan sih mas?

  12.  

    Biar copas yang penting informatif.
    Btw, android yg dimaksud sepertinya bukan software atau OS nya, tapi hardwarenya ya? OS nya pakai Linux tuh. User interface nya windows ‘like’. Juga ndak pakai GSM. Cariernya untuk short range pakai wifi. Long range nya ada banyak frekuensi (HF, VHF, UHF), jadi lebih sukar dijamming. Pertinyiinnyi, apakah sudah mendukung data link system yang lebih advanced semacam data link 16 nya NATO ga ya? Yang khas bikinan Indonesia. Trus navigasi nya apa pakai GPS atau Glonas atau malah belum ada? Posisi dan elevasi kawan-lawan kan penting.

  13.  

    msh ada klmhan jika prajurit mti tertembak tabletnya d abl musuh akan terlihat sbg teman

  14.  

    Mantap kemajuan sedikit demi sedikit pakai ploduk ploduk indonesia

  15.  

    AWAS…..!!!!!!
    MILITER AKAN SANGAT LEMAH BILA MEMAKAI PERANGKAT DARI LUAR NEGERI KARENA, SEGALA AKTIFITAS DARI FITUR PERANGKAT DAPAT DI MONITOR DARI SERVER PEMBUAT ANDROID TERSEBUT SEPERTI google.com / apple.com