JakartaGreater.com - Forum Militer
Aug 092017
 

Pasir pantai untuk tanaman Bawang Merah (Commons.wikipedia.org)

Bantul- Budidaya pertanian tanaman bawang merah di lahan pasir pantai dengan penerapan teknologi irigasi kabut, dikembangkan oleh Kelompok Tani Pasir Makmur Desa Srigading, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Menurut Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi pada Selasa-8-8-2017 di Bantul, bahwa dalam pertanian bawang merah dengan sistem irigasi kabut intinya hemat air, sehingga sangat tepat diterapkan di daerah pesisir.

“Pengembangan tanaman bawang merah dengan sistem irigasi kabut pertanian lahan pasir itu difasilitasi Bank Indonesia (BI) DIY pada Demplot (demo percontohan) seluas satu hektare di Desa Srigading yang pada Selasa 8-8-2017 ini diresmikan teknologinya, “kata Pulung Haryadi

Pulung Haryadi mengatakan sistem irigasi kabut untuk pertanian lahan pasir itu memanfaatkan air tanah yang diangkat dengan pompa air untuk kemudian air dialirkan pada sebuah pipa khusus yang dipasang di sekeliling tanaman dan dapat keluar airnya.

“Karena di daerah pesisir itu daerah porus, sehingga kalau air masuk ke tanah langsung habis ke bawah. Sehingga perlu digunakan sistem pertanian yang hemat air. Dan inovasi teknologi pertanian irigasi kabut ini diintroduksi BI DIY,” ujar Pulung Haryadi.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul mengatakan, inovasi teknologi irigasi kabut pertanian lahan pasir sangat berguna bagi petani lahan pasir dalam mengembangkan budi daya tanaman bawang merah, karena selain hemat air juga hemat tenaga penyiraman.

“Sarana teknologi irigasi kabut itu ada sensornya, jadi dengan kelembaban tertentu bisa keluar airnya. Jadi intinya kebijakan ini sangat berguna untuk sistem budidaya bawang merah di pasir pantai,” ujar Pulung Haryadi.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Budi Hanoto mengatakan lembaganya punya keinginan menjadikan lahan pasir tandus, panas dan merginal menjadi lahan pertanian subur dan menjanjikan bagi petani lahan pasir Pantai Samas Srigading.

“Untuk mewujudkan rencana  itu BI DIY hadir sejak 2015 menggandeng Kelompok Tani Pasir Makmur dengan mengembangkan klaster bawang merah ramah lingkungan di lahan pasir, diantaranya dengan inovasi teknologi irigasi kabut,” tutur Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi. Dirilis Antara 8 Agustus 2017.

Bagikan:

  3 Responses to “Teknologi Irigasi Kabut untuk Budidaya Bawang Merah”

  1.  

    yes

  2.  

    Sebenarnya klu mau serius riset pertanian RI bs jawaranya, karena dulu negara2 lain jg belajar budi daya pertanian dgn RI seperti Thailand contohnya sekarang teknologi pertanian mereka jauh lh maju dr kita karena mereka giat melakukan penelitian dan pengembangan bibit2 unggul, dikita sekarang DepTan pegawainya banyak yg hanya makan gaji buta minim inovasi. Masak apa2 kita import, pertanian selalu gagal panen dll!

  3.  

    Bung diego mohon di kasih gambar nya jgn cuma ilustrasi….kalo di kasih gambar nya kan enak gk harus pindah ke google untuk mencari gambr nya….trimakasih.

 Leave a Reply