Sep 042018
 

Pesawat siluman F-117 Nighthawk Angkatan Udara AS © USAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Untuk waktu yang lama, pergulatan untuk memperoleh supremasi udara telah diperjuangkan dalam bidang radio elektronika. Kontes tersebut merupakan pertempuran tak terlihat dari sinar elektromagnetik dengan jarak ratusan kilometer, tetapi masih beroperasi sesuai dengan aturan lama dalam pertempuran yang mendukung elemen kejutan. Dan teknologi siluman alias “stealth” menghidupkan kembali prinsip dasar peperangan jenis ini.

Bagaimana prinsip kerjanya?

Untuk dapat memahami bagaimana teknologi siluman tersebut bekerja maka perlu untuk diurai mengenai prinsip-prinsip kerja radar.

Seperti diketahui bersama, radar adalah sarana untuk memastikan perkiraan lokasi suatu objek yang berada dalam ruang tertentu. Prinsip operasional radar didasarkan pada fakta bahwa sinyal radio dipantulkan oleh permukaan logam, seperti pada “airframe” atau badan pesawat terbang.

Karena airframe pesawat udara berbentuk aerodinamis dan umumnya berbentuk bulat, sinyal radio yang dipantulkan akan menuju ke semua arah, termasuk memantulkan kembali ke radar. Begitu radar menerima sinyal, ia menentukan jarak pesawat berdasarkan waktu yang diperlukan bagi sinyal untuk kembali ke sumbernya.

Ilustrasi Radar © Vladimir Smirnov via TASS

Menggabungkan informasi ini dengan arah dari mana sinyal diterima, radar menentukan lokasi objek. Selain itu, radar modern seperti Irbis atau Zhuk, yang dikembangkan oleh KRET, dapat mengidentifikasi target berdasarkan tipe, apakah itu jenisnya helikopter, rudal jelajah atau jet tempur.

Dengan demikian, semakin pesawat memantulkan gelombang radio, maka semakin baik ia dapat dideteksi oleh radar dari jarak jauh. Insinyur berusaha untuk mengurangi kapasitas reflektif ini, juga disebut sebagai tanda tangan radar.

Teknologi Stealth, pada prinsipnya adalah mengurangi visibilitas radar, berusaha menggunakan struktur airframe pesawat untuk mengarahkan sinyal menjauh dari penerima radar. Saat ini ada dua cara utama untuk mencapai tujuan ini, yaitu membuat airframe pesawat membentuk sudut lurus dan sudut tajam, atau menutupi airframe pesawat dengan lapisan bahan khusus yang bisa menyerap sinyal radio.

Selain itu, “tanda tangan termal” pesawat udara sering dikurangi dengan menempatkan nosel motor di permukaan atas pesawat, atau dengan memasang sistem pendingin di sekitar area yang dipanaskan. Semua ini memfasilitasi kemampan tembus pandang maksimum dari radar musuh.

Invisibilitas Amerika yang dikembangkan oleh fisikawan Rusia

Sejarah teknologi siluman sendiri dimulai pada tahun 1966, ketika spesialis radar di Lockheed, AS menemukan sebuah artikel yang ditulis oleh fisikawan Peter Ufimtsev dalam sebuah jurnal ilmiah dan teknis Soviet yang populer.

Pesawat mata-mata SR-71 Blackbird yang dirancang oleh Clarence “Kelly” Johnson © NASA via Wikimedia Commons

Artikel tersebut mengungkap bahwa jenis pesawat tertentu yang terbuat dari bahan tertentu dan dengan bentuk sudut serta cat tertentu bisa hampir tidak terlihat oleh radar. Artikel ini ternyata menggelitik minat para pakar militer dari Amerika, yang memutuskan untuk membangun dan menguji pesawat seperti itu.

Pada pertengahan tahun 1970-an, Angkatan Udara AS (USAF) memperkenalkan pesawat mata-mata SR-71 Blackbird, ditandai dengan bentuk yang tak biasa dan menggunakan cat khusus berdasarkan ide-ide dari Ufimtsev. SR-71 adalah pesawat pertama yang dibuat dengan kemampuan siluman.

Terlepas dari bentuknya dan lapisan cesium khusus yang ditambahkan pada bahan bakar untuk mengurangi suhu gas buang, ternyata SR-71 dapat dengan mudah dideteksi karena aliran gas buang dan panas dihasilkan dari airframe pesawat yang timbul akibat kecepatan tinggi.

Tak terlihat di angkasa

Para spesialis Amerika Serikat akhirnya beranjak dan mulai mengembangkan pesawat siluman jenis baru, namun masih berdasarkan ide-ide dari fisikawan asal Rusia. Proyek tersebut diberi sebutan sebagai “stealth” alias “siluman”.

Bomber siluman B-2 Spirit Amerika Serikat © US Air Force via Wikimedia Commons

Pada awal 1990-an, Amerika Serikat memperkenalkan dua jenis pesawat siluman baru yang tidak biasa, yakni pesawat tempur F-117 Nighthawk dan pembom strategis B-2 Spirit.

Kebetulan, Peter Ufimtsev ikut berpartisipasi dalam pembuatan pesawat yang terakhir, pembom strategis B-2 Spirit. Ketika Uni Soviet tak mau lagi bekerja pada teknologi siluman era 1980-an berdasarkan ide-idenya, Ufimtsev pun kecewa dan akhirnya pindah ke Amerika Serikat.

Teknologi siluman Rusia

Orang mungkin akan bertanya-tanya, jika memang sudah lama tahu tentang teknologi siluman, mengapa Uni Soviet tidak melampaui kecanggihan Amerika dengan sistem silumannya sendiri?

Uni Soviet dikenal banyak menghabiskan sumber daya untuk mengembangkan alat pertahanan paling modern dan teknologi siluman ini pun tanpa terkecuali.

Seperti yang diingatkan oleh Victor Chepkin, perancang umum untuk Lyulka-Saturn, teknologi siluman sudah dengan dikenal baik oleh para perancang Soviet.

Pesawat pembom tempur Su-34 Rusia. © Dmitry Terekhov via Wikimedia Commons

“Bersama-sama dengan berbagai institusi kami menganalisis secara seksama teknologi siluman dan prinsip-prinsip umum tembus pandang dalam pertempuran termasuk konteks lainnya. Kita sampai pada kesimpulan, bahwa pengembangan hiper siluman – siluman diatas siluman – sangat mempersempit potensi kemampuan tempur dari pesawat”, jelas Chepkin.

“Pesawat siluman murni hanya bisa digunakan dalam operasi tempur tertentu dan untuk tujuan tertentu saja dan teknologi seperti ini sangatlah mahal”, tambahnya.

Berbagai jenis pesawat siluman bahkan telah dibangun dan diuji coba setidaknya dalam dua biro desain semasa Soviet. Komisi otoritatif akhirnya memutuskan untuk tak menggunakan teknologi siluman.

Alasan pertama adalah pesawat siluman yang dibangun sesuai dengan gagasan Ufimtsev kurang cocok untuk digunakan dalam manuver tempur, karena dari bentuknya menghasilkan kecepatan rendah, termasuk kurangnya kemampuan manuver.

Jet tempur multiperan MiG-35D buatan Rusia. © Oleg V. Belyakov via Wikimedia Commons

Alasan kedua adalah bahkan pesawat siluman masih bisa diidentifikasi secara visual apalagi bila memakai radar khusus dengan frekuensi tinggi. Selanjutnya, ketika itu membuka teluk senjata, dan dalam beberapa kondisi penerbangan tertentu, pesawat siluman bahkan bisa dilihat radar konvensional, memungkinkannya untuk dengan mudah menjadi sasaran empuk.

Sebagai contoh, para ahli pertahanan udara Serbia menemukan cara ini pada tahun 1999 ketika MiG-20 Yugoslavia menembak jatuh pesawat siluman F-117A Amerika di atas Beograd. Saat ini, para ahli pertahanan mengatakan bahwa bahkan pesawat siluman generasi kelima F-35 terlihat oleh radar buatan China dan Rusia.

Alasan ketiga adalah biaya pengembangan dan akuisis pesawat siluman sangat mahal. Sebagai referensi, pesawat pembom strategis B-2 Spirit adalah pesawat termahal yang ada dalam sejarah penerbangan, dengan biaya antara US $ 700 juta hingga US $ 2,2 miliar.

Jet tempur multiperan Su-35S Rusia latihan penyergapan pesawat penyusup asing. © Kemenhan Rusia

Namun, tidak ada satu pihak pun yang menyerah pada teknologi siluman. Sejumlah teknologi siluman mulai dimasukkan kembali ke dalam desain jet tempur Soviet terakhir, seperti MiG-29 dan MiG-27.

Termasuk pesawat tempur baru Rusia, seperti jet tempur Su-34, jet tempur garis depan MiG-35 dan jet tempur Su-35S telah memanfaatkan teknologi yang bisa mengurangi tanda tangan radar mereka. Pesawat generasi kelima Rusia di masa depan, seperti jet tempur multiperan PAK FA dan pembom strategis jarak jauh PAK DA, sedang dirancang sebagai pesawat siluman.

Kebetulan, PAK FA, yang sekarang dikenal sebagai jet tempur Su-57 saat ini sedang menjalani pengujian oleh negara, yang dilengkapi dengan radar array bertahap aktif atau APAR yang telah dikembangkan oleh KRET. Sudut antena yang miring secara signifikan mengurangi resonansi paramagnetik elektron pada pesawat, sehingga membuatnya kurang terlihat oleh radar.

Jet tempur multirole generasi kelima Su-57 Rusia. © Dmitry Terekhov via Wikimedia Commons

Terlepas dari persyaratan desain yang hampir identik antara jet tempur generasi kelima Rusia dan Amerika, ada perbedaan yang cukup mendasar, sebab Amerika Serikat lebih mengutamakan fitur siluman daripada kelincahan.

Menurut spesialis militer Rusia, kemampuan manuver saat ini menjadi semakin penting dalam penerbangan militer, bukan hanya karena perkembangan radar, termasuk radar frekuensi tinggi generasi baru, tetapi penurunan bertahap dari monopoli Amerika pada teknologi pesawat tempur generasi kelima. Namun ketika kedua pesawat tempur siluman tersebut bertemu maka strategi pertempuran akan kembali seperti masa lalu.

Materi tentang teknologi siluman ini berasal dari situs resmi KRET.

Berbagi

  17 Responses to “Teknologi Siluman: “Teori dan Praktik””

  1.  

    ternyata

  2.  

    Hmmm….serba salah.untuk mengejar fitur siluman,faktor kelincahan pesawat di korbanin.kalo mengejar kelincahan pesawat…no time to stealth.jdi yg mana…??? Tpi ane sangat yakin bahwa sebenarnya bangsa kita udeh sangat familiar dgn tehnologi siluman….anggaran siluman,proyek siluman dsb.

  3.  

    biasa lah, panasboy pasti klo hal beginian
    kagum
    nan
    tersenyum
    xixixi…..

    tpi bbrp hal dasar yg mudah dimengerti adalah ilmuwan sovet yg mempelajari stealth pasti juga telah mencobanya di radar sovet…

    jdi supaya cost effisien dan tdk buang2 waktu, dicoba saja stealth punya dia, dgn radar sovet…..
    ya akhirnya hasilnya memuaskan…

    ingat lho boy, sing penting hasil ne, walau cara ne seperti apa, sing penting hasil ne…….

  4.  

    Tapi penulis mengakui bahwa ada kelebihan dari pada pesawat siluman adalah untuk tujuan atau misi khusus, This is such a black hole indeed, makannya Rusia tidak sepenuhnya meninggalkan “Stealthy” dalam pengembangan alat tempurnya, terutama radar khusus. Pengembangan pesawat tempur kalo melihat Su-35 dan PakFA bisa jadi Rusia mengambil jalan tengah antara Manuverity dan stealthy. Yang paling tidak mengenakan tentu negara yang mengembangkan secara murni konsep siluman dan merasa superior.

    •  

      Wah, kalimat terakhir kesannya tendensius 😀 bisa seperti cacing tuh panuboys 😆 hihihihi

      •  

        Sejarah tidak bohong bung, Rusia atau yang dulunya Soviet Union dulu selalu memiliki cara yang misterius dan efektif untuk musuh-musuhnya sejak zaman PD I, PD II, bahkan saat ini peran mereka di Suriah. Namun mesti di ingat anggaran pertahanan US akan menjadi cerita lain yang outputnya selalu misterius untuk di ungkap.

  5.  

    apaluh apa apaan

    hihhihiii

  6.  

    Teori nya sih oke, praktek nya yg susah, mending minta mbah mien biar dibikinin bola terbang … hahaha

 Leave a Reply