Teluk Palu Lebih Strategis buat Kapal Selam

106
78
PENJAGA WILAYAH: KRI Nanggala saat berada di Selat Sunda, Cilegon, Banten, pada 3 September lalu. (Darjat/Banten Raya/JPNN)
PENJAGA WILAYAH: KRI Nanggala saat berada di Selat Sunda, Cilegon, Banten, pada 3 September lalu. (Darjat/Banten Raya/JPNN)

PALU – KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402 semakin meningkatkan peran. Dua kapal bawah permukaan air produksi Jerman itu masih menjadi tumpuan untuk mengover wilayah Indonesia. Setidaknya tiga kapal selam baru dari Korea Selatan selesai diproduksi pada 2017. Pangkalan khusus kapal selam di Palu, Sulawesi Tengah, sudah disiapkan untuk menyambut armada yang bernaung ke satuan kapal selam yang berulang tahun ke-55 pada Jumat (12/9) tersebut.

Berbagai aktivitas operasi militer perang dan operasi militer selain perang juga sudah dilaksanakan KRI Cakra dan KRI Nanggala. Salah satunya, menenggelamkan beberapa bekas kapal perang untuk menguji peralatan utama sistem persenjataan torpedo.

Berbagai latihan gabungan TNI dan latihan bersama militer luar negeri melibatkan dua kapal selam. Dukungan pangkalan pun turut mendongkrak nilai tawar kekuatan armada TNI-AL. ’’Pangkalan kapal selam di Palu (Sulawesi Tengah) disiapkan karena lokasinya strategis,’’ ungkap Komandan Satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur Kolonel Laut (P) Purwanto.

Lokasinya dianggap strategis karena Teluk Palu memiliki kedalaman 400 meter. Dengan panjang 30 kilometer plus lebar 10 kilometer, kapal tersebut cocok untuk berbagai dermaga. Lokasinya yang dekat perbatasan Malaysia timur membuat pergerakan kapal lebih efektif dan efisien.

Menurut Purwanto, markas komando di Palu pas untuk pangkalan aju. Yakni, pangkalan pendukung dengan fasilitas kelengkapan dan prasarana yang mendekati pangkalan utama. Posisi ibu kota Sulteng itu termasuk di tengah-tengah kepulauan nusantara. ’’Dari Palu pergerakan kapal bisa lebih cepat ke perbatasan ketimbang bertolak dari pangkalan di Surabaya,’’ tutur mantan Komandan KRI Nanggala tersebut.

Yang terbaru, awak KRI Nanggala melaksanakan pembrevetan perwira tinggi TNI-Polri dan menteri di Selat Sunda. Yakni, KSAD Jendral TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jendral Sutarman. Tiga menteri dianugerahi brevet Hiu Kencana. Yakni, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. (www.jawapos.com)

106 KOMENTAR

    • tks atas tanggapannya bung BINx2BlackCODE
      jadi tambah wawasan saya, dengan adanya “prediksi” anda, saya sbg orang awam bisa mengetahui progress kerja pemerintahan kita, ada langkah yang di ambil untuk antisipasi hal-hal yang “mungkin” akan merugikan bangsa ini.
      Jurus apa, yg dapat memberikan pelajaran buat negara lain yg ingin mengusik bangsa ini?
      mohon pencerahannya

  1. @freaxout: cuma dalam 3 bidang kok bung, Ekonomi, Pendidikan, kemandirian tekhnologi. Udah itu aja bung. Ekonomi = kita harus bisa menjadi pasar konsumen dr produk dlm negri, Pendidikan = jenjang pendidikan yg merata dr jelata sampai konglomerat, kurikulum pendidikan yg harus merata dr pedalaman sampai ibu kota. Sperti yg kita liat skarang anak kelas 5 SD dikampung masih ada yg belum lancar membaca. 1 org mungkin faktor murid, 5 orang mungkin faktor Guru, lebih dr 15 org dlm 1 kampung itu udah Faktor dr kegagalan pemerintah pusat. EKONOMI JALAN, PENDIDIKAN PASTI MERATA, PENDIDIKAN MERATA PASTI BAKALAN ADA TUNAS2 BANGSA YG CERDAS UNTUK MENDONGKRAK KEMANDIRIAN TEKHNOLOGI. Klo ada yg salah dr opini saya silahkan dikritik

  2. @freaxout: cuma dalam 3 bidang kok bung, Ekonomi, Pendidikan, kemandirian tekhnologi. Udah itu aja bung. Ekonomi = kita harus bisa menjadi pasar konsumen dr produk dlm negri, Pendidikan = jenjang pendidikan yg merata dr jelata sampai konglomerat, kurikulum pendidikan yg harus merata dr pedalaman sampai ibu kota. Sperti yg kita liat skarang anak kelas 5 SD dikampung masih ada yg belum lancar membaca. 1 org mungkin faktor murid, 5 orang mungkin faktor Guru, lebih dr 15 org dlm 1 kampung itu udah Faktor dr kegagalan pemerintah pusat. EKONOMI JALAN, PENDIDIKAN PASTI MERATA, PENDIDIKAN MERATA PASTI BAKALAN ADA TUNAS2 BANGSA YG CERDAS UNTUK MENDONGKRAK KEMANDIRIAN TEKHNOLOGI. Klo ada yg salah dr opini saya silahkan dikritik…