Nov 122018
 

Howitzer 105 LG1, Nexter di Indo Defence 2018

Jakarta, Dengan keberhasilan penjualan senjata self-propelled Caesar 155mm ke Indonesia, Nexter sekarang mendorong negara itu untuk memperoleh sistem artileri 105 LG1 sebagai pengiring.

Perusahaan Nexter menampilkan 105 LG1 di Indo Defence 2018 dan mengatakan bahwa senjata artileri ringan cocok untuk digunakan bersama dengan Caesar, dirilis Shephardmedia.com, 9-11-2018.

Banyak sistem Caesar berada di tangan MoD Indonesia dan satu contoh ditampilkan di acara di Jakarta. Kontrak asli untuk 36 buah ditandatangani pada tahun 2012 dan pada tahun 2017 kontrak untuk sistem 18 Caesar tambahan diberikan oleh Tentara Nasional Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih aktif dalam pengejaran unit artileri.

Artileri kaliber Caesar 155mm / 52 dapat dipindahkan, khususnya di C-130 Hercules yang dimiliki Angkatan Udara Indonesia. Sementara itu, 105 LG, yang beratnya sekitar 1,5t, bisa dipindahkan melalui helikopter termasuk UH-60 Black Hawks, Bell 212s dan SA 330 Pumas serta yang lainnya. Termasuk dalam transportasi adalah lima awak. Dalam C-130 Hercules, empat unit dapat diangkut sekaligus.

Caesar sekarang melayani tiga negara, Perancis, negara Timur Tengah dan merupakan bagian dari artileri Angkatan Darat Kerajaan Thailand. Yang terakhir ini juga memilih untuk 105 LG1 dan Nexter berharap pasangan dari dua sistem itu juga diminati Indonesia. Selain itu, Caesar menggunakan fire support command and control system Findart Nexter yang juga mendukung 105 LG1.

105 telah memenuhi syarat oleh Angkatan Darat Perancis dan sekarang dalam pelayanan dengan enam negara asing. Ini cocok untuk gaya reaksi cepat dan dapat beroperasi pada berbagai medan dan misi. Kendaraan ini dapat digandengkan oleh kendaraan segala medan, termasuk 4×4.

Sistem ini memiliki jangkauan hingga 17km dengan jangkauan jangkauan amunisi dan 11km dengan amunisi tipe M1 standar 105mm AS.

Bagikan:

  9 Responses to “Temani Caesar 155, Nexter Tawarkan 105 LG1 ke Indonesia”

  1.  

    dah beli dah….
    jgn lupa stok amunisi buat 1 tahun….
    kita harus kuasai doktrin fire supremacy……

  2.  

    Manual.

  3.  

    Lah khan emang dibeli, 18 unit untuk marinir dan 36 unit untuk AD.

    AD tadinya punya 17 batalyon meriam terdiri dari 7 batalyon meriam M-48 76 mm dari Yugo dan 10 batalyon meriam M2A2 105 mm dari Amrik, semua udah tua.

    Semua mau diganti :

    17 batalyon x 18 unit = 306 unit

    306 / 3 = 102

    102 x 2 = 204

    Jadi 306 unit ini mau diganti 204 unit 105 mm plus 102 unit 155 mm.

    Jadi komposisinya 1 : 2 (1 batalyon 155 mm banding 2 batalyon 105 mm).

    Pada saatnya nanti mau dibikin batalyon campuran terdiri dari 2 baterai (2 x 6 unit = 12 unit) meriam 105 mm dan 1 baterai (6 unit) meriam 155 mm.

    Sehingga akan ada 17 batalyon artileri medan campuran yang akan meningkat daya gempurnya untuk mendukung gerak maju 17 brigade infantri mekanis.

    1 brigade mekanis didukung 1 yon armed campuran.

  4.  

    Yang lebih menarik lagi adalah bakal dibangunnya 250 unit panser beroda 8×8 berbasis Steyr Pandur yang 1 unit prototipenya kemarin dipamerkan, Pindad bekerja sama dengan CSG.

    Pandur yang kemarin dulu dibeli 4 unit.
    Pandur baru prototipe kemarin 1 unit.
    Pandur yang mau dibangun 250 unit.

    4 + 1 + 250 = 255

    Brigade infantri mekanis yang mau dibangun ada 17.

    Coba kita bagi apakah 255 bisa dibagi 17 :

    255 / 17 = 15

    Apakah dalam 1 brigade mekanis nanti bakal ada 15 Pandur terkandung di dalamnya ?

    Tunggu aja, waktu yg akan jawab.

  5.  

    The CAESAR (CAmion Equipé d’un Système d’ARtillerie) – Self Propelled Howitzer

    https://www.youtube.com/watch?v=oW8jrlSZi9M

 Leave a Reply