Jul 242019
 

Bomber TU-95 Rusia. (@ Alex Snow – commons.wikimedia.org)

Jakartagreater.com – Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Selasa, 23-7-2019 membantah bahwa pembom strategisnya telah melanggar ruang udara Korea Selatan (Korsel) dan menuduh Jet Korea Selatan melakukan manuver berbahaya yang mengancam pesawatnya, kantor berita RIA melaporkan.

Para pejabat pertahanan di Seoul mengatakan sebelumnya bahwa angkatan udara Korea Selatan telah menembakkan 360 peluru tembakan peringatan ke sebuah pesawat militer Rusia yang secara ilegal memasuki wilayah udara Korea Selatan pada hari Selasa, dirilis Dailysabah.com.

Tiga pesawat militer Rusia – dua pembom Tu-95 dan satu pesawat peringatan dini dan kontrol udara A-50 – awalnya memasuki zona identifikasi pertahanan udara Korea Selatan di lepas pantai Timurnya sebelum A-50 memasuki langit wilayah negara itu, kata Kementerian Pertahanan Selatan.

Jet tempur Korea Selatan kemudian bergegas ke daerah itu untuk menembakkan 10 suar dan 80 peluru dari senapan mesin sebagai tembakan peringatan, kata seorang pejabat kementerian, meminta anonimitas karena aturan departemen.

Pesawat pengintai Rusia meninggalkan daerah itu tetapi kembali dan melanggar wilayah udara Korea Selatan lagi Selasa malam, kata pejabat kementerian itu. Dia mengatakan Jet tempur Korea Selatan menembakkan 10 suar dan 280 peluru dari senapan mesin sebagai tembakan peringatan lagi. Setiap kali, pesawat Rusia tidak membalas tembakan, kata pejabat itu.

Namun kementerian pertahanan Rusia membantah hal itu dan mengatakan pilot Korea Selatan belum berkomunikasi dengan pembom Rusia.

Para pejabat Korea Selatan mengatakan itu adalah pertama kalinya sebuah pesawat militer Rusia melanggar wilayah udara Korea Selatan. Namun Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan itu bukan pertama kalinya pilot Korsel mengganggu penerbangan militer Rusia ke perairan netral.

Wilayah udara yang diterbangi oleh pesawat perang Rusia pada hari Selasa berada di atas sekelompok pulau yang dikuasai Korea Selatan, kira-kira setengah jalan antara Korea Selatan dan Jepang yang telah menjadi sumber perselisihan wilayah di antara mereka. Rusia bukan pihak dalam perselisihan itu.

Tiga pesawat Rusia telah memasuki zona identifikasi pertahanan udara Korea Selatan dengan dua pembom Cina. Tetapi tidak segera diketahui apakah kedua negara sengaja melakukannya, menurut pejabat Korea Selatan.

Sebelum penerbangan bersama mereka dengan pesawat-pesawat Rusia, pesawat-pesawat tempur China memasuki zona identifikasi pertahanan udara Korea Selatan di lepas pantai barat daya Selasa pagi, menurut pejabat Korea Selatan. Pesawat-pesawat Tiongkok terkadang memasuki zona identifikasi pertahanan udara Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pihaknya berencana untuk memanggil para pejabat Kedutaan Besar Rusia dan China Selasa malam untuk mendaftarkan protes resmi.

Bagikan: