Mar 302017
 

Perbatasan AS – Meksiko di Tijuana, Meksiko (photo : Tomascastelazo)

Washington – Pengajuan dana Rp 21 triliun oleh Presiden Donald Trump untuk membangun tembok di sepanjang garis perbatasan dengan Meksiko, berada dalam bahaya akibat sejumlah anggota Partai Republik di kongres menunda keputusan permintaan tersebut.

Senator dari Republik, Roy Blunt, mengatakan Selasa 28/3/2017 bahwa dana untuk pembangunan tembok kelihatannya tidak akan digabungkan ke dalam RAPBN, yang harus selesai pada 28 April untuk menghindari pendanaan lembaga negara terhenti.

Blunt mengatakan, pengajuan pendanaan itu akan berjalan lebih baik tanpa permintaan tambahan Trump untuk tembok perbatasan dan program militer serta bisa dipertimbangkan setelahnya.

Partai Demokrat mengancam memblokir dana tagihan lembaga federal sejak 29 April-30 September jika uang untuk dinding perbatasan disertakan ke dalamnya. Masa tersebut menjadi akhir tahun anggaran saat ini.

Mereka keberatan dengan salah satu janji-janji kampanye Trump pada 2016, dengan mengatakan rencana itu tidak direncanakan dengan baik dan sudah ada langkah-langkah keamanan perbatasan lainnya yang sudah dibangun atau sedang dipertimbangkan.

Ketika mencalonkan diri sebagai presiden, Trump menjanjikan Meksiko yang akan membayar pembangunan tembok yang dirancang untuk menjaga masuknya imigran ilegal dan obat-obatan memasuki Amerika Serikat. Pemerintah Meksiko mengatakan mereka tidak akan melakukan “janji” Trump tersebut.

Prakarsa itu juga menghadapi perlawanan di dalam Partai Republik, termasuk anggota parlemen yang mewakili beberapa kota-kota perbatasan. Pemerintah federal harus membeli tanah di banyak lokasi untuk membangun tembok, yang bisa membuat biaya konstruksi melambung.

Reuters memperkirakan biaya pembangunan tembok dapat mencapai sekitar Rp302,4 triliun, jauh lebih banyak dari yang diajukan Trump yaitu Rp168 triliun.

Anggota perwakilan Mario Diaz-Balart juga menyatakan keraguannya tentang kemampuan Kongres untuk menyetujui dana pembangunan tembok, mengingat suara mayoritas dalam jumlah besar dibutuhkan di Senat untuk meloloskan sejumlah besar undang-undang.

Saat ditanya tentang tembok itu, Diaz-Balart, anggota DPR senior bidang Alokasi Komite dan pegiat dalam kebijakan imigrasi, mengatakan selalu bersedia melihat kemungkinan lain agar bisa mendapatkan ambang batas suara 60 pada urusan perbatasan dan keamanan dalam negeri.

Anggota parlemen mengatakan kemajuan sedang dibuat pada undang-undang untuk menjaga pemerintahan berjalan lewat dari tanggal 28 April.

Ketua parlemen Paul Ryan menghapus sejumlah potensi hambatan ketika ia mengatakan langkah Republik untuk mengakhiri pendanaan federal bagi penyedia layanan kesehatan perempuan “Planned Parenthood” merupakan pencapaian terbaik pada undang-undang selain tagihan pendanaan yang akan datang.

Demokrat bertekad menghentikan tagihan pendanaan jika Republik mengakhiri dana federal Keluarga Berencana tersebut.

Antara/Reuters

  24 Responses to “Tembok Perbatasan Meksiko – AS Trump, Terganjal”

  1. First

  2. Ampe sgitunya, pesisir pantai jg di batesin tirai besi, tijuana-san diego jaraknya cuman selangkah….xixixi smoga bs cpt dibangun, agar mafioso2 dan kartel2 narkoba mexiko ga merusak org2 amerika pd umumnya…

  3. Mukanya aja muka tembok.., panteslah bikin tembok..

  4. indonesia darurat tembok perbatasan di kalimantan, timor leste & papua barat utk mencegah peredaran narkoba, tki ilegal, trackfiking human, separatis, GPK, & pencaplokan tapal batas wilayah, sy rasa ide tembok perbatasan sdh membuktikannya contohx yg di lakukan israel makax trump dpt inspirasi tembok perbatasan dr israel

    • Setuja…aka setuju bgt!,,! Peace hehehe!!,

    • Saya tidak setuju. Karena akan menyulitkan kita untuk ekspansi nanti. Kita harus punya cita2 untuk memperluas wilayah. Karena pada hakikatnya batas negara itu tidak ada. Yang ada hanyalah batas kekuatan.

      • senjata makan tuan
        rakyat masih mudah di pecah belah
        punya rakyat banyak namun produktivitas masih rendah

        malah punya angan ekspansif
        emangnya enak diembargo ekonomi.

      • Hahahahahaha.

        Boro2 ekspansi kenegara org, berusaha agar negara tetap utuh aja sdh susah πŸ˜†

        Lihat tuh gara2 pilkada, isu SARA menyebar dgn bebas, daripada mikirin cara ekspansi kenegara org, mendingan mikirin cara supaya rakyat kita desawa dan dgn tegas menolak isu cara, dgn cara merusak setiap spanduk berisi hasutan SARA yg ada di pinggir jalan πŸ™‚

  5. the Great Wall abad 21..
    bagaimanapun, problematika perbatasan US dan Mexico tak akan lenyap hanya dg pagar pembatas

  6. dan yg disuruh bayar pemerintah meksiko wkwkwk dagelun

  7. patut di tiru dan diterapkan di kalimantan dan papua

  8. Lawan orang Indonesia … Jangankan jeruji besi, tembok aja bisa bolong dicolong bata/batu kali nya

  9. Borok di balik sebuah negara yg sering meneriakkan kebebasan.
    Tembok hanya sebuah simbol.
    Tp penyakit yg bernama Rasialis, Egoistik dan Paranoid sudah sangat kronis hingga tidak cukup jika hanya di wujudkan dalam sebuah kebijakan tertulis.
    Mungkin sebaiknya di usulkan untuk membangun tembok raksasa yg mengelilingi seluruh amerika. Agar seluruh negara jg membuat Tembok Besar berupa kebijakan pemutusan hubungan apapun yg akan mengisolir amerika dari dunia ini.
    Biarkan mereka terus membangun tembok itu. Karna dunia yg akan menilai semuanya.

  10. Coba aja setiap penyelundup, pendatang ilegal ditangkap dan dikembalikan lg ke Mexico dgn denda berat kpd Mexico. Pasti mexico gak akan berani membiarkan penyelundup dan pelintas batas ilegal melewati perbatasannya.

  11. 21 triliun???? disini 23 triliun salah budget

  12. Masalah narkoba yg dibawa dari meksiko, Jaman sdh canggih, Narkoba bisa diantar menggunakan drone yg melewati dinding. Gampang kan?

    Meskipun pengawalan dijadikan super ketat hingga drone pun sulit untuk nyebrang, Biaya yg dikeluarkan pun pasti akan sangat besar.

    Dan masalah imigran ilegal, saya hanya mengingat Tembok berlin, ujung2nya masih ada juga kan yg nekat nyebrangi tembok berlin disaat itu?

  13. Ikut2an israel….

 Leave a Reply