Nov 032017
 

Destroyer Amerika Serikat USS John S. McCain, saat berpatroli di Laut China Selatan, 22/1/2017 (US DoD / Navy Petty Officer 3rd Class James Vazquez)

Washington, Jakartagreater.com – Angkatan Laut Amerika Serikat pada Kamis, 2/11/2017 mengumumkan serangkaian perubahan sistemik guna memulihkan keterampilan dasar dan kewaspadaan di laut setelah tabrakan kapal mematikan di Asia Pasifik menunjukkan bahwa pelaut tidak terlatih dan terlalu banyak bekerja.

Tujuh belas pelaut tewas pada tahun ini dalam dua tabrakan dengan kapal niaga, yang melibatkan kapal perusak USS Fitzgerald pada Juni di Jepang dan USS John S McCain pada Agustus saat mendekati Singapura.

Selain itu, kecelakaan melibatkan kapal jelajah Lake Champlain, yang bertabrakan dengan kapal penangkap ikan di Laut Jepang pada Mei. Kapal jelajah Antietam pun masuk dok perbaikan pada Januari di Teluk Tokyo.

“Yang terjadi adalah pengikisan bertahap dari batas keamanan,” ujar Laksamana John Richardson, Kepala Operasi Angkatan Laut dalam jumpa pers.

Peningkatan tekanan untuk memenuhi banyak permintaan operasi, khususnya di Asia-Pasifik, membuat pihak berwenang melonggarkan baku mutu, berkisar dari pemahaman kelautan dasar hingga keselamatan operasional, kata Richardson.

Tinjauan tersebut meminta reformasi yang akan menelan biaya antara Rp 5,4-Rp 6,7 triliun selama lima sampai enam tahun ke depan, termasuk penilaian berlisensi berkala dan standar pelatihan navigasi.

Reformasi ini juga melibatkan langkah-langkah dasar, memastikan pelaut mendapatkan waktu tidur yang cukup. AL AS mengatakan kelelahan merupakan faktor pendukung dalam tabrakan yang dialami Fitzgerald dan John S. McCain.

Senator Roger Wicker, Ketua Subkomite Senat Kekuatan Laut, mengatakan bahwa AL membutuhkan lebih banyak kapal untuk memenuhi permintaan operasi di laut. Meningkatkan ukuran AL adalah tujuan utama Presiden Donald Trump.

“Kami meminta terlalu sedikit kapal untuk melakukan terlalu banyak hal,” kata Wicker, seorang Republikan.

Anggota majelis Mac Thornberry yang memimpin Satuan Kerja Komite Angkatan Bersenjata, mengatakan bahwa kematian para pelaut sepenuhnya dapat dihindari dan menambahkan bahwa AL diminta melakukan terlalu banyak hal namun dengan sumber daya yang terlalu sedikit.

“Angkatan Laut berkomitmen untuk menangani masalah ini, tapi mereka tidak dapat memperbaikinya sendiri. Kongres juga memiliki peran untuk dimainkan,” kata Thornberry.

“Saya siap mendukung permintaan AL untuk mendapatkan pelatihan, tenaga kerja, atau peralatan tambahan yang mereka butuhkan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan,” katanya.

Selama musim panas Pentagon terkejut dengan adanya spekulasi bahwa peperangan maya mungkin menjadi penyebab atas kecelakaan tersebut. Namun selama penyelidikan AL mengesampingkan kemungkinan bahwa peretasan patut disalahkan.

“Kapal Armada ke-7 itu tidak menguasai dasar ilmu kelautan,” kata Richardson. (Antara/Reuters)

  35 Responses to “Temuan AS Tentang Penyebab Tabrakan Kapal Perang”

  1. TENTARA ADIDAYA KOK GAK TERLATIH CEPET LELAH LAGI GAK TAHAN BANTING KOK BISA JADI PELAUT DESTROYER MEMANG NYA MEREKA GAK PUNYA PRAJURIT LAEN? PADAHAL TENTARA YANG PALING DIMANJA YA US FASILITAS DI KAPALNYA BANYAK TAPI TETEP CEPAT CAPEK MUNGKIN KESERINGAN DIMANJA APALAGI KALO PERANG BENERAN BISA GAWAT INI

    • Kenyataannya bisa nyerbu normandy tuh.. operasi raid walo gabungan

    • 60 lebih Destroyer Arleigh Burke class, 30 lebih Ticonderoga class, 10 Kapal induk Nimitz class, dan 10 Kapal induk ringan America class ditugaskan untuk mengawasi dan beroperasi di seluruh dunia bergantian 24 jam sehari/365 hari dalam setahun. Wajar bila terjadi kelelahan.

      Ente aja mantengin Anime Love Live 24 jam juga bakal tepar Bung.

      Hhhhhhhhhh

      • itu yg nonggol diatas, belum yg ga nonggol di bawah klo dihitung bisa berapa itu……….

        AS saja komit 2 kasel per tahun dan 1 boomer per tahun.

        .

      • sudahlah akui aja tentara AS emang manja dan gak kompeten. Emang cuma AS aja yang patroli, tuh awak KRI pake kapal butut masih bisa survive jarang banget tabrakan. awak iver huitveld juga keliling2 gak pernah tabrakan, dan masih ada jutaan kapal militer dan sipil lain dari negara lain yang gak pernah tabrakan.

        gini ini kalo udah terima gaji buta dari agen cia kw3, gak bisa terima kehidupan nyata hhhhhh

        • Awak Iver keliling mana aja Bung ? Laut Baltik? Greenland?? Personel TNI AL kalo berlayar pake KRI buat patroli berapa jauh Bung ?? Orang pihak TNI AL waktu rapat satgas sama Bu Susi aja curhat KRI cuman berpatroli selama 3 hari dalam sebulan kok. Itu juga BBM masih ngutang sama Pertamina. Hhhhhhhhhh

          Makanya berterima kasihlah sama Bu Susi karena anggaran buat beli BBM utk patroli KRI dinaikkan dan yg lebih bagus lagi, Indonesia jadi nyiapin cadangan BBM untuk kondisi kritis seperti perang. Sementara baru dibuat untuk cadangan selama seminggu dulu, bertahap sebulan nah nanti baru naik jadi setahun atau syukur2 bisa buat 10 thn diluar cadangan buat operasional Pertamina yg udah ada.

        • Iya, KRI jarang nabrak. Sekalinya nabrak langsung karam kayak yg di Belawan ya bung Nuncaku.

          Hhhhhhhhhh

    • Lelah kebanyakan melampiaskan nafsu disetiap pelabuhan yg disinggahi kali, lagian mereka kan banyak penyuka sejenis jg seks bebas bs jd banyak jg yg melakukannya diantra sesama didlm armada tsb!he3. Moral dan mental mereka yg diragukan kali.

  2. Punya destroyer sebanyak 100 lebih, masih blm cruiser Ticonderoga class 22 biji, Zumwalt, LCS Freedom class dan independent class, kapal selam nuklir 69 biji.
    masih kurang banyak katanya.. giilaaa.. ni pejabat kalau jadi orang Indonesia pasti sudah strok kali ya..?? melihat AL Indonesia dihuni beberapa kapal kombatan kelas ringan.. :v

  3. Mungkin pelaut us terlalu kangen ma anak bini dirumah,terutama bininya kalee yah?!?! Jadinya lelah stress pengen pulang tp Krn tuntutan tugas jd gak pulang2,dan akhirnya solusi terbaik ya ditabrakkan aja kapalnya jadi bisa cuti panjang sambil nunggu kapalnya selesai diservice. Hehehehe…

    • Terlalu kangen sama Neng Qarin. Sehingga dasternya yg jadi pelampiasan. Gila ya, dasternya Neng Qarin selain bisa buat Su-35 jadi Stealth juga bisa bikin destroyer US Navy tabrakan dg kapal dagang.

      Jangan2 alasan utama kaprang mata2 Rusia tenggelam di laut Turki bukan karena tabrakan dg kapal sapi tapi karena tertutup dasternya Neng Qarin. Wah ampuh banget emang tuh dasternya Neng Qarin

      Hhhhhhhhhh

  4. Amrik punya byk kapal perang … tentu perlu awak kapal dg jumlah besar, melatih orang perlu byk biaya dan jg waktu utk mendapatkan kualitas personil handal menjalankan semua kapal perang aktif dlm saat bersamaan.
    Tugas operasi kapal ke seluruh penjuru dunia menghabiskan waktu sangat panjang utk personil kapal permukaan maupun kasel, belum tentu awak kapal bisa dpt istiharat full 2 hari per minggu, kalo kapal nya jalan² terus ber bulan², pasti tdk punya libur full apalagi kelakuan Amrik yg seneng nimbrung urusan negara lain.
    Pengalaman Amrik, bisa jadi contoh buat kita, punya kapal perang bejibun hrs disertai sdm yg cakap tapi tetep musti punya waktu istirahat yg cukup plus pelatihan berkesinambungan utk update pengetahuan tekno terbaru.

  5. Seperti biasa, analisa yang dikeluarkan ke publik adalah analisa standard yang pasti akan menjadi bulan2an kritikus militer dunia… bukanya kapal perangnya type Destroyer???

    • Pasti yg dikambinghitamkan adalah ABK dan kapten kapal, kurang sigap kurang ini itu lah, tp masa ABK dan kapten sekelas kapal destroyer kok tidak ahli menjalankan kapal?

      Kasak kusuk para pengamat mengatakan kena sabotase elektronik alias di hacking yg seharusnya kapal berjalan pelan jadi cepat dan yg harus jalan cepat tp jadi pelan bahkan berhenti.

      • Itumah kebiasaan AS, klu alutsistanya kehilangan fungsi atau eror baik terjadi sendiri atau ulah lawan tetap para punggawa pengguna yg disalahkan kan mereka mengaku alutsista buatannya terhebat didunia bs malu klu ketahuan kelemahannya!he3

    • Kapal niaganya stealth…

    • Tolong dibiasakan membaca dan menganalisis artikel dg teliti. Bila ada gangguan hacking, pasti seluruh armada US Navy seperti Arleigh Burke, Ticonderoga hingga Nimitz pasti akan langsung di non aktifkan karena jaringan yg dipake sama. Menutupi pun juga percuma karena kemungkinan dimasa depan bisa saja terjadi.
      Lagian tidak mudah menggunakan hacking sistem operasi milik US Navy karena selain tidak terhubung secara Ethernet/Internet, juga mereka memakai sistem jaringan yg tersendiri.

      Kalo kasusnya seperti penyebaran virus Stuxnet yg menyerang pengayaan uranium Iran, pasti bakal ada pemeriksaan besar2an dan itu juga bakal diawasi secara ketat oleh komisi tersendiri. Jadi jelas kelelahan karena banyaknya tugas adalah kemungkinan yg sangat wajar. Solusinya udah disebutkan di atas.

      Hhhhhhhhhh

  6. hemmm aigis dan sonar y gk bisa detek kapal tengker ap yah.. apa banyaka ngomix nih kru kapal y, hhaaa

  7. Tampaknya dari presidennya sampai ke para pelautnya kelelahan semua.. Lelah jasmani dan rohani.. Juga lelah otaknya..

    Masih mendingan para warjager jomblo kelelahan menunggu dlm ketidakpastian kpn bs pny pasangan..

  8. Iya, KRI jarang nabrak. Sekalinya nabrak langsung karam kayak yg di Belawan ya bung Nuncaku.

    Hhhhhhhhhh

  9. Kasihan jadi warga amerika, kalau ada kesalahan mesin dan elektronik nya yg kena tuduhan crew, sy tidak percaya klarifikasi negeri penuh dusta…

    Sdh banyak jenis jammer sekarang, tdk hanya mengacaukan sinyal radio dan frekuensi telepon, bikin mesin mati krn catu daya listrik diacak aja juga bisa, bahkan bikin konsleting aliran listrik juga ada…
    Kagak moncer ini barang… Huehuehue

  10. Sebenarnya mau percaya pernyataan amerika tp hati kecil ku melarang utk mempercayai nih, qiqiqi …..

  11. Yg karam kapal sapa ??
    Yg ribut sapa ???

    Tenang aja semuanya Indonesia ga ada rencana dan dana bwt akuisisi kapal ini, jd ga perlu ribut ..

  12. Kelelahan itu sebabnya, mendandalkan komputer sepenuhnya membuat mereka bisa istirahat.

 Leave a Reply