Feb 102015
 
Konsep Pesawat Tempur KFX / IFX

Konsep Pesawat Tempur KFX / IFX

Kabar gembira datang dari Korea Selatan. Negara ginseng ini akhirnya benar benar menjalankan proyek KFX, di mana Indonesia terlibat 20 persen saham di dalamnya. KAI menggandeng Lockheed Martin dari AS. Sementara Korea Air Line menggandeng Airbus Defence and Space, Eropa. Tender pertama gagal, karena Korea Air Line dan Airbus Defence and Space, mencapai kesepakatan di akhir waktu.

Dengan masukknya Lockheed Martin (AS) dan Airbus Defence and Space (Eropa), memberi jaminan, program ini tidak akan mangkrak di tengah jalan, karena reputasi kedua perusahaan internasional itu, tidak perlu diperdebatkan. Kita belum tahu seperti apa kemampuan pesawat itu nantinya, yang jelas akan menggunakan platform mesin ganda.


Seoul, 9/02/2015 – Bidding untuk program pengembangan pesawat tempur dalam negeri Korea Selatan gagal pada hari Senin, karena kurangnya pihak yang ikut tender, dan akan dilakukan lelang kedua di akhir bulan ini, ujr Anggota Badan pengadaan senjata Korea Selatan.

Dengan code nama KF-X, proyek 8,5 triliun won atau (US $ 8,3 miliar) ini merupakan ambisi Korea Selatan untuk megembangkan pesawat sendiri dan memproduksi sekitar 120 jet tempur sekelas F-16 untuk menggantikan armada F-4s dan F-5 yang menua.

“Setelah menutup tawaran pada hari Senin, Korea Aerospace Industries (KAI) Ltd menjadi satu-satunya pelamar,” kata seorang pejabat dari Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) kepada wartawan. KAI maju dengan menggandeng Lockheed Martin dari AS untuk proyek tersebut.

Korean Air Line Co yang menggandeng Airbus Defence and Space (Eropa) tadinya diduga akan ikut tender ini. Tapi mereka akihirnya gagal. Untuk membuat proyek ini sah dan bisa berjalan, dibutuhkan setidaknya dua peserta tender.

“Proses untuk penawaran kedua akan mulai besok akan ditutup sekitar akhir bulan ini,” kata pejabat itu, mencatat bahwa Korea AirLine dan Airbus “akan membuat tawaran mereka pada kurun waktu itu.”

Setelah mencapai kesepakatan verbal pekan lalu, kedua perusahaan dijadwalkan untuk menandatangani nota kesepahaman untuk ambil bagian dalam proyek ini, tetapi “mereka tampaknya membutuhkan lebih banyak waktu,” kata pejabat lain.

“Kegagalan penawaran saat ini akan menyebabkan keterlambatan dalam proyek tersebut,” katanya. Setelah menutup tawaran pada hari Senin, DAPA telah merencanakan untuk memilih pemenang lelang bulan depan sebelum seleksi akhir sekitar awal bulan Juni.

Para ahli dan pengamat industri mengharapkan adanya persaingan sengit antara KAI dan Korean Air Line.

KAI memiliki keunggulan teknis atas Korean Air berdasarkan pengalaman mengembangkan pesawat latih supersonik T-50 Golden Eagle dan helikopter serbaguna, Surion. Sementara Korean Air memiliki kapasitas investasi yang lebih besar.

Airbus juga akan mampu melengkapi Korean Air dalam hal masalah teknis, mereka menambahkan. Militer Korea Selatan memutuskan untuk menggunakan platform bermesin ganda dan Airbus akrab dengan platform tersebut setelah membangun pesawat tempur multi-peran, Eurofighter. (yonhapnews.co.kr),

  56 Responses to “Tender Pesawat KFX Dimulai”

  1.  

    Nasib IFX pegimane ya ?

    •  

      Mungkin sampeyan yang perlu membaca lagi dari awal tentang proyek pespur KFX/IFX sehingga nggak akan mempertayanyakn pertanyaan yang seharusnya sudah dimengerti.

    •  

      KFX = Korean Fighter Experiment
      IFX = Indonesian Fighter Experiment

      Pesawatnya sama cuma beda saham dan jumlah saja bung…

      IMHO

    •  

      Di warung sebelah, koq jalan ditempat karena pesertanya tinggal KAI+LM saja. mana yg benar ya?

      •  

        mungkin diwarung sebelah baca beritanya baru setengah terus di posting….. Kan disampaikan…………
        ““Proses untuk penawaran kedua akan mulai besok akan ditutup sekitar akhir bulan ini,” kata pejabat itu, mencatat bahwa Korea AirLine dan Airbus “akan membuat tawaran mereka pada kurun waktu itu.”

        jadi pesertanya dah ada 2 kubu… KAI+LM vs KAL+Airbus D&S…….

    •  

      Wah .. Judul Nya “Tak Ada Peminat ” ??? .. wew
      ..
      Tuh ada KAI.. , 1 Aza Udah Cukup kok sebenarnya. ( UU korsel memperbolehkannya) , tender ini mah cuma Strategi doank, menghormati UU yg ada.
      Boeing Out, Biarin Aza !, mereka Sudah Down Duluan kok Dgn Minimum Spek KF-X yg ditentukan DAPA , krn Boeing “new super hornet” Nggak Masuk Minimum Spek program KF-X ini, bisa2 High cost malahan krn mendesign dari baru baru lagi dri awal,
      Yang masuk speknya yaitu ADD C103 .., malahan Typhon masuk loh speknya. Makanya Design C203 bisa2 Muncul ke permukaan lagi nih, pdhl design ADD C103 diatas angin Sebelumnya, krn Airbus masuk, bisa2 berubah nih , wah Seru…kan?

  2.  

    laksanakan!

  3.  

    denger denger katanya pending lagi projek KFX-IFX ??
    Benarkah??

  4.  

    IFX ikut KFX…

  5.  

    mantabb

  6.  

    kayu sudah di tanam, tunas sudah bermunculan, akankah kita cabut kembali dan membiarkannya mati. biarlah tetap kita sirami agar tunas menjadi cabang dan berbuah… semoga buah nya manis dan bermanfaat….

    siapapun yang menjadi pemenang tender Lokhead atau airbus, semoga bisa membimbing insinyur indonesia bisa menciptakan IFX asli rasa nusantara…

    galau ngopi dulu cuaca mendung…

  7.  

    Tidak bisa diharapkan utk 3 thn kedepan, antisifasi dengan su 35 dan pakfa, typhon

  8.  

    Jika Pemenangnya perusahaan Amrik….maka kemungkinannya jika Proyek IFX juga dilanjutkan kemudian ada tawar menawar dengan pihak lockhead martin kalo kita ingin terlibat didalamnya harus dan tentu dengan deal 2 tertentu, sehingga akan berdampak pada proses pengadaan pesawat pengganti F5 Tiger, maka kemungkinan besar F16 blokck 60 yg akan terbang diatas langit Nusantara…..dan kita lupakan SU 35…hal ini tentu sangat tdk kita inginkan. oleh krnnya orang2 pemimpin negri ini hrs berani mengatakan tidak jika kebijakan mereka lbh banyak merugikan negara ini. Pemimpin wajib mengatakan TIDAK pada negara manapun yang berani menggertak untuk mematuhi mereka,….. itulah pemimpin idaman.

  9.  

    Menarik, berarti di akhir bulan ada pengaruh signifikan terhadap penggantian F-5 Indonesia, sapa tau typhoon bisa nyalip di tikungan 😎

    •  

      sudah ada pengerahan massa bung untuk datang ke TPS warjag, sekarang posisi typhoon no 2 menyalip gripen NG.. sepertinya quick count hampir final, heavy su35 medium typoon 😛

  10.  

    Lanjut kan..!!

  11.  

    Wedeh Kirain Gagal , ,
    ni project berlarut2, sdgkn turki dah joint ama SAAB buat TFX (5th Gen), India dah buat 2 5th Gen (FGFA ama AMCA) . .
    Gila dah ketinggal jauh . .

  12.  

    Mudah mudahan ada penyerapan ilmuwan indonesia utk lbh bnyk ber experiment…lnjut..

  13.  

    Coba dibuat polling kerjasama dengan siapa yg lebih diharapkan:
    1. Lockheed Martin Amerika
    2. Airbus Eropa

  14.  

    Semoga lancar proyeknya KFX/IFX
    kalo yg menang KAI-LM implikasinya Korea harus beli F-35 sbgai maharnya dan mungkin TNI-AU kebagian F-16 block brp pun tapi wajar sebagai bagian dri bisnis
    Nah Kalo yg menang KAL-Airbus Defence mngkin lebih fleksibel implikasinya krn bisa jadi Typhoon yg harus dijadikan mahar utk TNI-AU

  15.  

    ayo ketangkasan diplomasi dan promosi bung,

  16.  

    Akhirnya jalan jg.
    Kirain mau mangkrak lbh lama lg.
    Btw, klu tender kfx/ifx ini sdh beres, apa itu artinya proyek tsb sdh memasuki tahap pembuatan prototif?
    Trims.

  17.  

    ane berharap pihak airbus yang menang bkn lockheed

  18.  

    Korea Air Lines?? Ini KAL maskapai penerbangan itu? Gile… ini sih ibarat proyek tender pesawat atau helikopter militer untuk TNI dengan pesertanya antara PT DI lawan Garuda Indonesia.

    Dari artikel di atas aja udah jelas mana yg bakal dipilih. Tender itu cuma sandiwara drama korea aja, mungkin buat sekedar menghormati PT DI yg berafiliasi ke Airbus Helicopter. Tapi dari prosesnya, udah keliatan condong ke Lockheed

  19.  

    tglnye berape bung..he..he britanye

  20.  

    emg obama,putin,merkel baca jkgr tah lah jokowi aja blm tentu baca ini kok bisa2nya ngetik bisa mempengaruhi pembelian pesawat.

  21.  

    Aku c ngga tertarik ama proyek yg bekerja sama ama perusahaan asal amerika, bysanya tdk mulus

  22.  

    Tenang aj semuanya…su 35 diambil buat pengganti f 5 sedangkan f 16 blok 60 buat membentuk 1 skadron tempur tambahan dan msh ad satu skadron tmpur lg..itu semua dlm restra 2014 sd 2019..MAJULAH TNI AU….

  23.  

    KFX/IFX sekelas F 16..? kok malah mundur..bukannya sekelas generasi 4.5..

    •  

      platformnya disejajarkan dgn light fighter F-16, versi upgrade si Falcon kan masuk generasi 4.5, selain itu Korea Selatan jg punya lisensi buat rakit F-16, jd perbandingannya ya F-16…bedanya KFX/IFX nanti disertai teknologi siluman + elektronik dan radar modern…

      •  

        F 16 bkn masuk pesawat kelas medium bung..lagipula platform nya bermesin ganda..daripada LM mending kalau kita lbh baik pilih peli Typoon untk TOT nya..buat pengengembangan nanti di PT. DI dengan pesawat IFX nya..kalau sy pribadi cendrung vote Typoon untuk pengganti F 5 Tiger kita krn sama2 kelas medium..harapannya kemandirian alutsista pesawat tempur kita..untk rencana penambahan 2 skadron baru di isi kelas Heavy Fighter langsung loncat ke Pak Fa buat imbangi F 35 negara tetangga..toh info terakhir 2015 Pak Fa di produksi jd langsung ke generasi 5..

      •  

        nanti ada block2 gitu gan, klo gk slh, block III adopsi stealth

        cmiiw

    •  

      selama Amerika masih bisa menjual F-16/F-18 bekas/referbish/upgrade dan stock garda nasional masih melimpah, sepertinya korea selatan tidak akan dibolehkan membangun pesawat KFX-IFX melebihi spesifikasi f-16 yang paling rendah sekalipun.

      Jangankan pesawat tempur, rudal paling modern korea selatan sampai saat ini masih dibatasi hanya pada jarak maksimal 800 KM. lebih dari itu, tidak diijinkan oleh Amerika. sebelumnya, korea selatan bahkan hanya boleh membuat rudal dengan jarak jangkau sejauh 300 KM.

  24.  

    Saya adalah salah satu orang yang percaya bahwa projek KFX/IFX akan melambat, molor dan akan sulit untuk sukses seperti rencana awal. mungkin projek KFX/IFX bisa menghasilkan sebuah model pesawat tempur baru tapi tentunya dengan spesifikasi yang sama atau dibawah F-18/F-16.

    Silahkan kalian menolak opini tersebut.

    Korea Selatan suka ataupun tidak suka, akan tetap memakai F-35/F-18/F-16. Sampai saat ini pun, mereka masih meng-upgrade F-16 yang mereka miliki. KFX-IFX adalah pesawat yang rencananya akan dipakai sebagai pesawat pengganti F-4 Phantom/F-5 korea selatan.

    Daripada semakin merugi, sebaiknya Indonesia mengalihkan projek KFX/IFX pada ToT pesawat F-50 KAI. pesawatnya sudah jadi, tinggal ditiru dan memproduksinya di dalam negeri. pasar F-50 KAI sudah ada. Percayalah, Philipina membeli F-50 korea karena Indonesia membeli pesawat tersebut, jika Indonesia tidak membeli F-50 KAI, saya yakin, Philipina pun tidak akan membelinya.

    Korea selatan sendiri pun masih galau dengan KFX/IFX, di tengah ancaman perang dengan tetangganya, dimana korea selatan harus bergantung pada pesawat tempur yang sudah siap tempur juga di karenakan pasar KFX/IFX yang belum menemukan pembeli selain Indonesia.

    Jangankan Korea selatan, produsen pesawat tempur eropa saja kembang kempis jika mereka tidak punya pembeli dari negara luar. bahkan sampai ada negara eropa yang memberi gelar bangsawan kepada presiden SBY agar pesawatnya di beli.

    Transfer of technologi pesawat F-5A KAI adalah solusi logis bagi pemenuhan skadron pesawat tempur serang ringan TNI AU. yang mana pesawat level tersebut sudah seharusnya di produksi sendiri oleh Indonesia.

    •  

      Transfer of technologi pesawat FA-50 KAI adalah solusi logis bagi pemenuhan skadron pesawat tempur serang ringan TNI AU. yang mana pesawat level tersebut sudah seharusnya di produksi sendiri oleh Indonesia.

  25.  

    Saya lebih mendukung Korea Air Line co daripada yg lain, alasannya seperti bung-bung semua, airbus lebih familiar dengan PT. DI. Kemungkinan konsorsium Eropa pelit teknologi adalah hal yg wajar, karena mereka juga membayar dengan mahal RnD untuk jadi typhoon, tapi,,, saya juga yakin mereka akan “lebih lunak” dibandingkan pesaingnya, seandainya harus dibayar dengan pembelian 1 skuadron Typhoon seperti yg bung-bung bilang, it is no problem. Walaupun saya tukang kompor Su-35. imho.. hehehe,,,

  26.  

    pertanyaan yg sulit bung alugoro, hehe,,
    tp buat pengganti F5 tetap Su-35 bung, typhoon ke skuadron baru, harapan ya bung alugoro.

  27.  

    kalo pemenang tendernya KAL & Airbus military mungkin akan lebih menguntungkan buat kita, karena kita punya hubungan yg baik dg Airbus military / EADS
    kalo yg menang LM, teknologinya mayoritas mama rika dong
    IMHO

  28.  

    BENARKAH THAILAND & MALAYSIA KECEWA DG MOU GRIPEN?
    sbr: yayan@indocuisine (http://theovasili.blogspot.com/)

    Saya tidak bermaksud mengecilkan kehebatan pesawat tempur JAS Gripen buatan SAAB. Namun apabila kita terpaksa harus mengambilnya hanya karena alasan TOT yang selalu digembar-gemborkannya, maka sebaiknya kita lupakan saja mereka..!
    TOT yang konon menjadi alat penglaris SAAB, kini mulai disangsikan oleh banyak negara..! TOT itu dinilainya masih setengah hati. Artinya, skala 100% bukanlah hitungan yang diambil dari keseluruhan jumlah teknologi yang dimiliki oleh Gripen, melainkan dihitung berdasarkan kemampuan penguasaan teknologi yang telah dikuasai oleh calon pembeli. Jika suatu negara telah menguasai teknologi perakitan pesawat tempur, maka sangat dimungkinkan negara tersebut akan diberi kepercayaan untuk merakit 100% produk yang dipesannya. Tetapi jika suatu negara hanya baru sampai di level perawatan dan kegiatan pendukung lainnya, maka sangat mustahil pihak SAAB akan menyerahkan proses perakitannya..!
    Pertanyaannya sekarang, sampai dimanakah kemampuan kita saat ini..? Apa pun jawabannya, itulah sesungguhnya yang akan didukung 100% oleh SAAB..!
    Begitulah yang dialami Thailand dan Malaysia saat ini, yang konon merasa kecewa dengan tawaran TOT 100% yang pernah dijanjikan pada mereka sebelumnya. Thailand kini hanya diberi hak hingga perawatan enjin, adapun Malaysia baru dijanjikan hingga ke level design composite system, sesuai dengan penguasaan teknologi itu oleh salah satu perusahaan Malaysia, yakni DRB-Hicom, yang notabene adalah produsen mobil Proton dan Perodua saat ini, yang sebelumnya meminta Indonesia untuk menularkan kemampuan PTDI dalam membangun helicopter..!
    Melihat kenyataan seperti ini, akankah kita memaksakan Gripen demi alasan TOT..? Hehehe..!

  29.  

    ini ada hubungannya kagak ya? atau malah bagi2

  30.  

    mhhh mudah2an benar2 jalan sdh lama tertunda2 🙂

 Leave a Reply