Sep 232016
 

Secara kemampuan kemiliteran Indonesia, baik strategi perang, teknis pertarungan maupun penguasaan persenjataan berada di urutan 11 dari 126 negara di dunia. Namun kemiliteran Indonesia khususnya sejumlah pasukan elit yang dimiliki TNI ternyata menjadi panutan negara-negara lain.

dk-12

Bahkan sejumlah negara asing secara khusus meminta agar militernya dilatih oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal yang mendukung militer Indonesia di segani negara asing adlah TNI kerap kali menjadi juara dalam berbagai event lomba menembak maupun kekompakan tim.

Satuan yang kerap membawa nama baik kemiliteran Indonesia yakni Satuan Komando Pasukan Khusus atau yang dikenal dengan Kopassus TNI AD. Pada 2014 lalu misalnya, Kopassus kebanjiran permintaan untuk melatih militer-militer di negara ASEAN, khususnya dalam bidang regu tembak.

refurl-php

Berikut 6 negara yang militernya dilatih oleh tentara Indonesia.

1. Negara di Afrika Utara

Negara-negara di Afrika Utara meminta Kopassus untuk meng-upgrade kemiliteran di sana, khususnya di bidang survival, strategi, bela diri yang tidak begitu tergantung pada peralatan canggih.

2. Timor Leste

Permintaan khusus agar TNI melatih militer Timor Leste dimulai sejak tahun 2012 lalu. Bahkan Wakil Panglima militer Timor Leste, Filomeno Da Paixa De Jesus terang-terangan meminta agar militernya dilatih oleh Kopassus khusunya di bidang menembak. Maka TNI pun mencoba membangun simbiosis saling menguntungkan dengan menjual senjata buatan PT Pindad dan atribut militer bikinan Sritek yang bercokol di Solo, Jawa Tengah.

3. Brunai

Negara kecil yang kaya dengan sawit ini juga terang-terangan mengaku jatuh hati dengan Kopassus. Mereka bahkan berniat menyewa Kopassus untuk melatih grup menembak militer Brunai yang akan tampil di sebuah ajang menembak dunia.

4. Kamboja

Kamboja menjadi salah satu negara yang telah membuktikan keunggulan kemiliteran Indonesia. Militer Kamboja dilatih oleh satuan TNI AD bernama Batalyon Komando 911. Kini militer Kamboja yang dilatih satuan tersebut digadang-gadang sebagai salah satu satuan paling gahar di Kamboja.

5. Myanmar

Pada ajang Asean Armies Rifle Meet (AARM) 2014 silam, Myanmar secara langsung meminta agar militer Indonesia bersedia melatih militer Myanmar. Saat itu, Myanmar terpukau pada aksi Kopassus yang mampu menyabet 29 medali dari 45 medali emas yang ada.

6. Filipina

911 pasukan khusus Filiphina, juga ikut jam master di Kopassus. Setelah dilatih Kopassus, pasukan delit 911 Filipina sudah bisa meraih emas di ajang bergengsi militer ASEAN itu. Semenjak 2 periode mereka ikutan dilatih, mereka sudah bisa dapat medali di ajang lomba menembak internasional.

(marksman/ sumber : liputan6.com)

Bagikan :
 Posted by on September 23, 2016

  44 Responses to “Tentara 6 Negara Asing Pernah dilatih Pasukan Elit TNI”

  1.  

    Mantab keren! Lanjutkan Pasukan Khusus Indonesia.

  2.  

    siap lanjutkan

  3.  

    Salut Untuk Pasukan Elit Kita, Gue Kasih Acungan Jempol…Deeh

  4.  

    amerika,inggris,rusia juga melatih tentara asing termasuk dinataranya TNI.siapa perwira tinggi TNI yang ga kenal fort brag atau fort leavenworth.amerika stel kalem aje tuh bro,ga perlu pake mosting artikel.membangkitkan rasa bangga pada kesatuan itu bagus tapi bukan rasa ke GRan yang ujung ujungx lupa daratan

    •  

      @Melayu Deli,
      Anda kurang cermat melihat.
      Fort Bragg, North Carolina itu luas sekali, salah satunya juga sebagai tempat/pusat pelatihan US Commando juga. Apalagi juga ketempatan sebagai HQ (Head Quarters) bagi USASOC.

      Memang ada macam macam sekolah di Ft. Leavenworth. Bagi para perwira SOC justru dilatih di tempat khusus di Ft. Leavenworth. Terutama bagi perwira yang mengambil sesko, yang mengambil sekolah sesko jurusan pasukan khusus memangnya dimana sekolahnya? 🙂

      Jadi jangan bilang tidak ada latihan menembak, sedangkan latihan terjun stabo dan latihan sabotase dan lain lain ada disana.

      Tabik,

      •  

        Perusaahaan aye pernah datangin motivator team, lucunya salah satu instruktur adalah pensiunan AD yang pernah belajar di fort bragg, betul fort bragg itu luas dan banyak jenis pelatihan disana, tapi petinggi kita yang dikirim kesana termasuk instruktur ane kebanyakan belajar manajemen-manajemen bukan tempur lapangan xixixi

        •  

          Di Ft Bragg pelatihan tentara asing tidak sama materinya dengan pelatihan tentara pasukan khusus amerika.

          Dengan kata lain, instruktur anda agak kurang pengalaman keliling keliling di Ft. Bragg.
          Memangnya lebar Ft. Bragg cuma seluas AKMIL di gunung Tidar? hehe 🙂

          Yang tinggal dalam Ft. Bragg:
          1. 1st Infantry Brigade Combat Team
          2. 2nd Infantry Brigade Combat Team
          3. 3rd Infantry Brigade Combat Team
          4. 82nd Airbone division.
          5. 18th Field Artillery Brigade
          6. US Army Spec Ops Command.
          7. 3rd Special Forces Group
          8. US Special Forces Aviation Command.
          9. DELTA Force. –> apa bener Delta Force cuma belajar dari buku dan manajemen doang?
          10. 2nd Armored Division.
          11. Dan yang terpenting adalah Spec Ops Signal Intelligence, tempat latihan NSA.

          Jadi mungkin intruktur anda belum sempat jalan jalan keliling Fort Bragg mas nuncaku. 🙂

      •  

        Tapi buktinya dalam ajang menembak TNI selalu juara umum.. bukan dari amerika. Kalo memang TNI khususnya kopassus diajarin me nembak disana mana mungkin TNI bisa lebih baik dan unggul dari pasus amerika dalam hal keterampilan olah senjata regu maupun perseorangan.itu sama saja murid mengalahkan gurunya. Dasarnya TNI sudah memiliki skill lebih ketimbang pasus dari negara lain. Itu diperoleh dari latihan dan latihan. Masalah pertukaran siswa untuk sekolah kemiliteran antar negara mungkin hanya sebagai bentuk untuk mempererat persahabatan satu negara dg negara lainnya. Salam

        •  

          Komenku untuk bung brotosemedi lho ya…peace

        •  

          @bung Redraflesia,
          Tidak mengurangi rasa hormat dengan TNI, tetapi menjuarai AASAM berkali kali itu belum cukup sebagai tanda hebat. AASM itu umpamanya setingkat ASEAN Games, yang ditandaingkan dengan Kopassus juga tidak lebih dari tentara garis belakang dari wakil negara negara lain. Pertanyaannya: kenapa TNI tidak pernah mengikuti ajang lomba tembak militer sekelas Olimpiade? 🙂 Jangan juara AASAM terus lah, sekali sekali naik kelas.

          Tabik,

          •  

            @BROTOSEMEDI, saya agak heran dengan cara pikir anda. Dalam setiap lomba yang tampil biasanya yang terbaik,…bahkan terkadang dengan tambahan sedikit curang. Apalagi dalam lomba tingkat Internasional, karena berhubungan dengan nama baik bangsa dan promosi senjata. Mengenai kenapa TNI tidak ikut olimpiade, cobalah pikir dengan jernih…dengan mudah diketahui sebabnya.

    •  

      Dan yang dilatih disana adalah semacam manajemen tempur, manajemen logistik, manajemen sdm (rotasi prajurit, pengerahan dll), bukan keahlian tempur langsung sebagai prajurit lapangan he…he…

  5.  

    Bangga boleh, mawas diri jangan dilupakan

  6.  

    yg plenting jangan sampai melatih ngr2 songong (sonotan, sonora dn siupil). kususnya beruk tdm meley hakhakhakhak.

  7.  

    Permintaan buat ngelatih menembak dari Malon ada ga..?

  8.  

    lah Malaysia lebih jaguh drpd TNI…
    harusnya negara2 kawasan minta dilatih sama militer Malaysia…

  9.  

    Kok yang difoto gak nyambung ya, itu yang sedang dilatih nembak orang dari kementrian kehutanan.

  10.  

    malon tentara sejaguh sedunia, mana mau di latih menembak TNI… gengsi…. gengsi…….

  11.  

    Skill gak usah di tanya lagi dah, tinggal peralatannya yang perlu di pertanyakan

  12.  

    itu baru pasukan khusus, sudah buat TNI terkenal belum pasukan yang ndak khusus bakal buat negara2 lain tambah …..bingung

  13.  

    Merujuk pada cover foto

    BM: “Itu liat, ada beruk, coba tembak pisang yang lagi dipegangnya”
    HM: “Yang itu ya, apa harus tembak pisangnya?”
    BM: “Iya, usahakan pisangnya aja”
    HM: “Tapi klo kena kepalanya gimana?”
    BM: “Ya udah terserah kamu aja, yang penting kena ya”
    HM: “Siiip… pasti kena nih”

    •  

      BM: ” Lapar bila liat itu pisang”
      HM: “Nasi Goreng udah siap di Markas”
      BM: “Asli NKRI ya,,, harga mati,,,, kita makan bankai beruk itu aja sih”
      HM”Siiip…siap”

  14.  

    TNI emang kuat lari Mas

  15.  

    Pendidikan prajurit asing..gak seganas asli kopasus..

    Coba hell week nya kopasus 3 hari tdk tidur biasa..

    Saat inaugurasi di pantai komando nusakambangan coba lihat prajurit didikan dari luar negeri perlakuannya saja beda..ada unsur masih dimanja…takut kalo mati mungkin..heheyy..

    Banggalah kopasus asli..memang berkelas..

  16.  

    Dilatih apa bung ?? Panjat pisang…?? Kwaakk kwakk kwakk..

  17.  

    Malaysia kok qak ada ya…

  18.  

    @seto gondo jayadi agung kata siapa ga seganas kopasus coba baca lagi SAS itu baru yg di terbuka blm pasukan elit negara lain yg masih rahasia coba baca lagi buka wawasan lagi bangga boleh tapi jgn mengecilakan yg lain sejujurnya yg tertutup itu yg mengerikan latihannya

  19.  

    Salutt buat Kopassus!
    Jangan terlena dan jgn terlalu sombong!
    Ingat! KOPASSUS BUKAN YG TERHEBAT TAPI KAMI TERLATIH.

  20.  

    @Cucu Kobra: Indonesia hanya belajar strategi logistik militer jarak jauh lintas laut (secara wil. Indonesia 2/3 lautan dan AS dah pengalaman lintas samudra). Selain itu Indonesia belajar penggunaan senjata modern terintegrasi baik darat, laut, udara, drone dan satelit. Nah kalo strategi perang total, perang gerilya anti gerilya dan perang dg peralatan terbatas, AS yg belajar ke Indonesia. Bukti 1, Tak ada sekolah komando dan militer diseluruh dunia yg tak kenal buku “Dasar-Dasar Perang Gerilya” karya A.H. Nasution. Taktik gerilya emg dikembangkan oleh jendral Inggris yg niru taktik Jepang dan menggunakannya waktu melawan Jepang di Burma/Myanmar wkt PD2. Tapi sama Pak Nas disempurnakan dan diajarkan juga ke negara lain. Bukti nyatanya adalah kekalahan AS di Perang Korea dan Perang Vietnam. Kedua pemimpin militer mereka mempelajari buku karya Pak Nas dan diajari perang semesta sama Indonesia. Jendral2 AS dan NATO sendiri yg bilang. Bukti 2, AS dan sekutu pasifiknya selalu mencoba berlatih perang gerilya di Indonesia. Ada CARAT, dsb. Bahkan banyak tentara AS yg mengakui kalo Indonesia lebih unggul dlm perang gerilya dan sistem perang semesta.

  21.  

    Beberapa waktu yang lalu banyak orang pesimis dengan Tax Amnesty… Termasuk saya…karena hingga akhir bulan Agustus 2016 kemarin, nilai tebusan Tax Amnesty setelah 2 bulan hanya mencapai Rp 10 triliun. Padahal target tebusan tax amnesty adalah Rp. 165 triliun.

    Namun tahukan Anda, sampai dengan 23 September 2016 ini total nilai tebusan tax amnesty sudah mencapai Rp 52.3 triliun. Jika kita hitung, penerimaannya sudah naik 4 kali lipat atau naik 400% dari tebusan di akhir Agustus yang lalu..

    Oo yess kan…

  22.  

    @Anton medan kata siapa sas dan navy seal hanya mengandalkan gps setahu saya pelajaran jungle survival adalah pelajaran dasar setiap prajurit dari cara baca peta dan kompas.baca bintang atau matahari dll coba lihat film dokumenter lagi deh sama baca buku2 militer (anak pencinta alam aja di ajarin jungle survival masa tentara elit ga)
    Terlalu naif dan ga masuk akal rasanya argumen anda. jgn rasa suka kita pada sesuatu menutup logika kita

  23.  

    hey mas,jangan meremehkan pasukan elit TNI manapun.salah 1 jenderal amerika pernah berkata saat latihan bersama “jika saya punya pasukan seperti ini,saya bisa menguasai dunia”.untungnya pasukan tersebut tidak dilahirkan di negara itu.jikalau pasukan tersebut dilahirkan amerika,inggris,israel,abis sudah dunia.anda pernah dengar “ghost recon” ???

  24.  

    @anton medan tampaknya anda terlalu suka jadi jadi pandangan anda tidak seimbang dan justru merendahkan yg lain
    kopasus banyak kerja sama militer sama negara lain namanya dipolmatik militer utk mejaga rasa kepercayaan antar negara supaya tidak saling curiga bukan yg satu lebih hebat dari yg lainya, kopasus suka juga belajar sama negara lain juga dan berkunjung ke negara lain apa karena kopasus lebih rendah? tentu tidak. yg anda baca buku tentang kopasus ya pasti yg di sanjung kopasus bukan yg lain
    ini pendapat pribadi saya semata tapi kalau anda tetap pada pendapat anda yg “terlalu merendahkan” yg lain ya silahkan………

  25.  

    Kita boleh bangga dengan Kopassus tapi jangan sombong dan terlalu tinggi hati seolah2 tentara negara lain sangat lemah, negara lain sangat memahami Indonesia suka dipuji dan memuji diri sendiri makanya mereka berlatih disini dan namanya belajar sama orang mereka akan timbulkan kesan seolah olah mereka lemah, dan sebaiknya jangan mencibir negara tetangga, persenjataan mereka kuat lho, dan mesti mereka pun merahasiakan kekuatan mereka sesungguhnya

  26.  

    Sebetulnya TNI itu urutan 1 dalam keterampilan, penguasaan senjata, teknik tempur bukan urutan 11. Hanya karena dari 1 s/d 10 jenis peralatan tempur itu belum kita miliki, misalnya sukhoi su 35, yg masih nego dan baru bisa datang thn 2019 nanti.

 Leave a Reply