Jul 152019
 

Tentara AS Akan Mulai Menguji Kendaraan Robot Lapis Baja. ( U.S. Army CCDC Ground Vehicle Systems Center – @CCDC_GVSC)

Texas, Jakartagreater.com  –  Kendaraan robotik lapis baja telah dikembangkan oleh tentara selama bertahun-tahun untuk tujuan memanfaatkan lebih sedikit kekuatan personil Infantri di zona tempur, menjaga tentara tetap aman serta membatasi kebutuhan mereka untuk ditempatkan dalam situasi berbahaya, dirilis Sputniknews.com, Minggu 14-7-2019.

Tentara AS mengatakan dalam rilisnya pada hari Kamis 11-7-2019 bahwa mereka akan mulai menguji coba Robot Combat Vehicle (RCV) baru tahun depan.

Tes tidak akan melibatkan kendaraan yang dimaksudkan untuk situasi pertempuran langsung, mereka akan digunakan untuk menampilkan teknologi baru yang dapat diintegrasikan di masa depan serta bagaimana tentara dapat menggunakannya di lapangan.

Kendaraan dibangun oleh Mission Enabler Technologies-Demonstrators (MET-Ds), yang meng-upgrade Bradley Fighting Vehicle yang diawaki oleh kru di dalam kendaraan menggunakan panel layar sentuh.

The upgraded Bradleys, yang disebut Mission Enabler Technologies-Demonstrators, atau MET-Ds, memiliki fitur canggih seperti a remote turret dengan 25 mm main gun, kamera 360-degree situational awareness dan enhanced crew stations with touchscreens.

Ada tiga fase pengujian yang direncanakan untuk kendaraan baru yaitu :

  1.  Yang pertama akan mencakup 2 MET-D dan 4 RCV dan dijadwalkan Maret 2020 mendatang di Fort Carson, Colorado. Pengujian akan dinilai oleh Pusat Komando Pengembangan Kemampuan Pertempuran Kemampuan Komando Angkatan Darat dan Tim Lintas-Fungsi Kendaraan Tempur Generasi-Selanjutnya, yang akan memodifikasi teknologi untuk latihan lebih lanjut.
  2. Infanteri akan mengambil bagian dalam tes kedua yang akan berlangsung pada Mei 2021 dan akan berada dalam skala yang jauh lebih besar dengan unit infantri di Eropa dan yang lain kemudian pada 2021 dengan 6 MET-Ds dan 4 M113 RCV, serta 4 lampu dan sedang RCV akan melakukan misi di tingkat perusahaan.
  3. Tes ketiga akan dilakukan pada tahun 2023 dan akan mencakup 6 MET-Ds, 4 M113 RCV, serta 4 RCV menengah dan berat.

Menurut David Centeno Jr., kepala Kantor Emerging Capabilities Office, RCV baru akan memungkinkan untuk “kebebasan udara dan manuver darat” yang akan membuat tentara berada di luar jangkauan. Proyek persenjataan robot selanjutnya sedang dikembangkan.

Tentara menjadi tuan rumah kompetisi 6 tim pada bulan Mei, yang terdiri dari 8 prototipe RCV yang dikendalikan dari jarak jauh pada sebuah kursus di Texas sebagai sarana untuk menunjukkan kemampuan mereka dan lebih memahami peran kendaraan di masa depan.

Akhirnya, RCV diharapkan menjadi lebih kecil dan lebih ringan karena mereka tidak perlu membawa orang.