Tentara China Akan Operasikan Gyroplane di Perbatasan Tibet

Jakartagreater.com – People’s Liberation Army (PLA) baru-baru ini menugaskan gyroplane 3-tempat duduknya yang diharapkan akan dikerahkan sebagai kendaraan patroli di sepanjang wilayah barat daya Tibet di Cina yang sebagian besar berbatasan dengan India dan Nepal, lapor media pemerintah.

Gyroplane Lieying baru, ‘Falcon’ dilengkapi dengan tiga kursi, bukan dua kursi seperti model sebelumnya dan memiliki mesin yang lebih kuat dengan 135 tenaga kuda dan pisau rotor berukuran 8,8 meter. Falcon membawa lebih banyak bahan bakar daripada versi dua tempat duduk karena tangki bahan bakar yang dirancang ulang, menurut Ordnance Industry Science Technology, yang berbasis di Xi’an,lansir Defenseworld.

Muatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan model dua kursi memungkinkan ‘Falcon’ untuk membawa lebih banyak personel dan senjata, mengangkut personel yang terluka, dan melakukan misi seperti terjun payung dua orang, kata laporan itu.

‘Falcon’ dengan tiga tempat duduk dapat mengangkut hingga 630 kilogram, memungkinkannya lepas landas dan terbang pada ketinggian 4.200 meter, lapor majalah itu. Dengan kaki pendaratan yang berbentuk seperti kereta luncur memungkinkan gyroplane dapat lepas landas dan mendarat di permukaan es dan salju, kata laporan itu, mencatat bahwa itu juga dapat mendarat dan lepas landas di air ketika dilengkapi dengan peralatan apung.

Lieying ‘Falcon’ baru cocok untuk operasi di dataran tinggi di daerah seperti Daerah Otonomi Tibet Tiongkok Barat Daya. Falcon dapat menyusup ke daerah-daerah yang rawan selama misi pengintaian sembunyi-sembunyi karena kelincahannya, ukurannya yang kecil, dan kebisingannya yang rendah, kata pakar tersebut.

The Lieying, dikembangkan oleh Shaanxi Bao He Defense Technology, melakukan debut bersama PLA di parade Hari Nasional China pada 1 Oktober 2019.

3 pemikiran pada “Tentara China Akan Operasikan Gyroplane di Perbatasan Tibet”

Tinggalkan komentar