Aug 022014
 
Airbus Defence and Space kembangkan IMESS untuk tentara masa depan Swiss

Airbus Defence and Space kembangkan IMESS untuk tentara masa depan Swiss

Airbus Defence and Space, telah menyelesaikan pengembangan sistem yang dirancang untuk prajurit masa depan Angkatan Darat Swiss dan sekarang siap memasuki produksi masal, ujar Juru Bicara Airbus Defence and Space, 30 Juli 2014.

Dikenal sebagai “Integriertes Modulares Einsatzsystem Schweizer Soldat”/ ‘Integrated Modular Engagement System for the Swiss Soldier (IMESS)’, Modul Terpadu Sistem Pertempuran Tentara Swiss, dikembangkan oleh perusahaan Warrior 21, yang telah digunakan oleh Jerman untuk tentara masa depan Bundeswehr, Infanterist der Zukunft (IdZ). Spanyol juga mengembangkan modul ini untuk pasukan “Combatiente Futuro” (ComFut – Future Soldier System).

Airbus memenangkan kontrak membuat prototipe IMESS dari Armasuisse Swiss pada tahun 2007, dengan nilai kontrak CHF 20 juta (USD 22 juta), dan kontrak produksi pada tahun 2011. Kontrak terakhir termasuk opsi produksi masal IMESS disepakati dan bernilai USD 160 juta.

Pengumuman terbaru itu menandai selesainya tahap rekayasa tingkat tinggi IMESS, yang “selesai sesuai jadwal termasuk penerimaan teknis oleh otoritas Armasuisse, Swiss”, ujar Airbus Defence and Space.

Tahap berikutnya dari proyek ini, akan melihat ujicoba sistem IMESS yang dilakukan Swiss Army di lapangan selama dua tahun, dengan dukungan logistik dari Airbus Defence and Space, selama tahap uji coba.

Subsistem dari sistem IMESS meliputi: Sistem radio taktis berkapasitas tinggi, Kongsberg TacLAN, (termasuk radio genggam/ hand-held SR600 dan kendaraan pengangkut radio jarak pendek VM600); dan optik Sagem, termasuk Sword T & D (Thermal dan Day) weapon sight, seperti yang digunakan dalam sistem FELIN, Prancis.

Sistem ini dikembangkan bagi infanteri, karena situasi ancaman asimetris yang terus meningkat serta tantangan dari adanya misi operasi gabungan yang membutuhkan peningkatan kemampuan network/komunikasi. IMESS juga berfungsi meningkatkan efektivitas pasukan, ketegasan mengambil keputusan, perlindungan pertukaran informasi dengan cepat dan aman melalui sistem informasi dan komunikasi yang lebih kuat dari pasukan infanteri yang diterjunkan/operasional.

State-of-the-art sistem infanteri yang dibuat Warrior 21, dikembangkan atas dasar IDZ BS (Jerman), yang memberikan efektivitas bagi pasukan semaksimal mungkin, perlindungan, komunikasi dan situasi informasi, memastikan bahwa mereka dilengkapi dengan baik dan dilindungi ketika melakukan misi operasional taktis. (Janes.com).

  51 Responses to “Tentara Modern Swiss Gunakan IMESS”

  1.  

    La kapan TNI…???

  2.  

    kalah cepat

    •  

      gara gara keasikan searching tentang boikot israel nih. ternyata eropa lebih punya aksi sampai ada badan pajak yg melabeli produk buatan tanah penduduk, agar konsumen tahu

  3.  

    wajib di contoh…dalam rekayasanya…

  4.  

    3

  5.  

    4

  6.  

    TNI tinggal tunggu perkembangan dan kualitasnya gimana,,,mungkin gitu kali yaa,,sekarang masih terlalu banyak PR yg belom selesai..

  7.  

    Numpang sepuluh besar, mumpung jualan ayam lagi sepi.

    •  

      Sy pribadi yakin TNI dgn kemampuannya saat ini, asal “NIAT” dlm tempo seminggu maksimal 3bln OPM pasti selesai/tamat, masalahnya politik diindonesia sebentar keutara sebentar keselatan yg bikinTNI krg lugas dlm bertindakn bersikap

      •  

        Hmmm…jadi inget yg janji bkn egovernment dlm waktu 1 minggu sampe diketawain giovani,hacker internasional kelahiran indonesia yg punya perusahaan keamanan cyber di eropa…awas IT nya kena typhus katanya….. :mrgreen:

        •  

          Maaf namanya Jim Geovedi…

          •  

            Jim Geovedy mantan penjaga warnet dari lampung yang dgn otodidak bisa menggeser satelit ketika didemonstrasikan di inggris. Apakah dia masuk kategory pasukan cyber defence menhan bung werch ? Kalau dari pernyataan2 nya terhadap NKRI terlihat kurang punya nasionalisme. Saya kira dia seperti kacang lupa kulitnya dimana dia lahir, makan minum, buang hajat di indonesia. Kalau perkiraan saya benar saya kira tidak perlu ada yang di banggakan utk mantan tukang warnet ini. Masih ribuan bahkan jutaan warga diaspora indonesia yang lebih dari segala sisi yang kurang di expose. Kalau penilaian saya salah mohon maaf…

          •  

            Gak apa bung gunung jati…seperti para orang pintar lainnya,nasionalisme bg mereka adalah sains dan sains tdk punya negara,tergantung siapa yg bs memfasilitasi mereka akan bekerja untuknya…ahli kita banyak kok yg begitu…namanya jg manusia…Sy jg kalau ditawari S2 atau S3 keluar negeri entah jg…sayangnya belum ada tawaran kedutaan asing yg cocok :mrgreen:

            Kalau ditawari dephan sudah…toh basisnya kontrak dan itu berarti uang…soal nasionalisme jgn pertanyakan karena siapa sih yg tdk punya harga? Sekuat apapun firewall pasti akan tembus jg..namanya jg bahasa numerik.yg penting maintenance yg kontinyu…karena bs jd pembuat system kita akan menjual rahasia tsb ke pihak lain…jd source code hrs di ganti secara periodik…

  8.  

    Assalamualaikum wr.wb
    itu peralatanya gimana ya bentuknya?
    bobotnya berapa?
    fungsinya apa?
    infantri lo di tambahin beban tambah tidakk lincah
    kalau salah ya maaf 😀
    maaf oot 😀

  9.  

    semoga tni jg pny utk pengembangan kualitas sdm nya

  10.  

    Indonesia sdh punya basisnya yaitu BMS yg di rancang LEN sepaket dgn radio buatan dlm negeri…tinggal nunggu satelit militer saja…

    IMESS,FELIN dan IdZ memiliki persamaan yaitu kemampuan komando markas mengamati pergerakan pasukan real time dan memasok data kepada personil just in time…itu berkat perangkat yg digotong infanteri berupa radio,kamera view (biasanya di helm atau senjata) dan computer system yg untuk mengolah data yg dipasok markas agar personil dpt mengambil keputusan tepat pd waktunya secara akurat dan berbasis data terkini…

    Diharapkan dgn sistem ini personil dpt bergerak mandiri dgn dukungan minim diwilayah musuh…

    Yg jelas sistem ini lebih realistis drpd drone :mrgreen:

    •  

      BMS nya LEN jadi di pesan oleh TNI gk ya mas Wermacht?..klo salah waktu itu ada artikel klo BMS ini di cuekin oleh TNI?..sayang sekali klo begitu..

    •  

      Assalamualaikum wr.wb
      jd cyborg dong bung :v
      kalau salah ya maaf 😀
      maaf oot 😀

    •  

      Assalamualaikum, apa kabar nih… Maaf baru bisa hadir, beberapa hari lagi mantau kondisi teman di Gaza yg ikut dalam relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI). Kasihan kamar jenazah dan Buldoser di RSI kena rudal Drone. Kebutuhan pokok juga gak banyak, semoga mereka sehat-sehat disana, AMieen…

      Untuk Battlefield Managemen System (BMS) fungsinya nati untuk Infanteri, Arhanud dan Kavaleri. Untuk pembuatan BMS bagi TNI kita kerjasama dengan Selex Es dan beberapa produsen luar negeri, sistemnya mitra. Sekarang sedang pengembangan untu generasi terbaru yang akan terkoneksi dalam Combat system (WCS,RWS,BMS, ECDIS/WECDIS, INTS, MMS dan CMS).

      Memang awalnya ogah menggunakan, karena alasan ketinggalan. Tapi melalui peraturan baru dan Program yg ditandatangani pada akhir 2013 kemarin jadi wajib menggunakan produk dalam negeri meski ada aja yg “NAKAL”…

      •  

        yg nakal di jepret aja mas Jalo…

      •  

        Nah ini lebih lengkap dr bung jalo…makasih dah ngelengkapin bung….lama gak OL ya bung…banyak yg nyariin…

      •  

        “karena alasan ketinggalan” itu maksudnya ketinggalan zaman teknologi produk bikinan lokal ya bung?
        Apakah memang demikian sehingga mereka yg “nakal” itu kemarin-kemarin beli produk luar ya?

      •  

        Nyimak pencerahannya Bung @Jalo sambil jualan ayam. Ketinggalan apa wani piro Bung. Yang nakal harusnya dijewer. Repotnya kalau seperti guru saya dulu, harusnya digugu dan ditiru serta menjewer murid2 yg nakal, lha ini gurunya yg malah nakal. terus yg njewer siapa? prihatin.com

  11.  

    lhoe…ada alumnus ternyata…salam kenal..ex-jaring merah-2. ..salam.

  12.  

    Thank you for your service to this country sir @diego and others who died in defending motherland

  13.  

    NYIMAK

  14.  

    Sebenarnya quadrotor dhrone bs juga buat bantu tni patroli..kan tanpa suara dan vtol, oh ya lebih canggih mana kalau upgrade telepati ala merpatiputih..weitzz..he2 just oot

  15.  

    Satu langkah menuju ironman …

  16.  

    Nyimak

  17.  

    moderñisasi alutsista TNI memang mutlak dilakukan utk semua matra, pengadaan BMS, CMS perlu dilakukan agar kemampuan tempur prajurit makin gahar.
    hanya hrs diperhatikan pula sistem pelatihan tempur yg membentuk prajurit tetap mempunyai instink tempur tanpa mengandalkan alat bantu modern,
    jgn sampai terjadi dlm palagan tempur BMS,CMS nya rusak atau kena jamming … trus prajurit nya kebingungàn

  18.  

    salut bung diego,saya yakin bung diego termasuk anggota TNI yang tangguh,…Hidup TNI!

  19.  

    komandan yg barusan naik pangkat kok udah lama kagak nongol kemana ya? apa lagi ngeborong mainan, kan baru dapat saweran dari sodara sodara di kampung, kaya anak saya ribut borong mainan hasil sungkem lebaran.
    maaf komen nyampah. piss

  20.  

    No more Refill….

  21.  

    Ayo TNI latihan terus asah kemampuanya belilah Alutsista yg modern mumpung duit masih ada jangan Sampai dibelikan Alutsista Ecek* oleh Penggemar dan Penggembosan Alutsista Bila perlu yg technology Tinggi dan Modern, biar generasi TNI tambah Wawasanya…

  22.  

    Saya ikut ospek kampus di alam terbuka dgn ransel dan veldfles saja sudah terbayang2 empuk dan hangatnya kasur kamar kost.
    Salut utk bung Diego dan para prajurit di lapangan! Semoga kalian terus diberikan ketabahan dan kekuatan dari-Nya dalam mengemban amanah bangsa dan negara.

  23.  

    Kangen nih sama artikelnya..ndan nara,satrio,pocong serem…jarang nongol jadi ngangenin..hiiihiii

  24.  

    Dimanakah Kekuatan Defend NKRI untuk menghadapi perang Udaranya, Yg akan menghancurkan Ibu Pertiwi bila kita hanya mempunyai dotkrin Man Behind The Gun….?

  25.  

    Izin gabung buat sesepuh semuanya

  26.  

    bandel nih bung Diego,
    saya harap prajurit2 yang lain jangan ikut2 bandel kayak bung Diego,
    jika rekan2 disini ada yang bisa masuk ke sistem network selular, pasti akan mengerti bahwa hal ini sangat berbahaya sekali buat sebuah operasi militer.

    complicated,
    tapi sekedar ilustrasi aja, bbrp perbaikan jaringan selular operator2 kita itu dilakukan dari luar negri, mereka memang punya akses masuk ke network (hampir) semua operator di dunia,, dan sangat mudah men-trace nomer kita termasuk imei juga.

  27.  

    Gan jaman dulu majapahit..prajurit tk perlu armor, beda dgn demak dan mataram…hanya mengandalkan ilmu tradisional, bahkan seperti banserpun bukan upgrade senjata..tapi upgrade bisa terbang2 dll..saya dengar pelatihan mereka diponpes seperti itu, terbukti waktu mreka pamer djakarta..apakah armor seperti itu tdk kt kembangkan he2

  28.  

    Pemuda ansor yg upgrade terbang dengar2 yg berbaju serba hitam entah benar tidak tesnya juga pake mercon yang besar2 cukup buat ngancurin mobil..

  29.  

    Assalamu’alaikum ! Salam kenal smuanya

  30.  

    Saya warga sipil, kebenaran saja lagi embedded. Kalau anggota TNI, tangguh tangguh. Mereka mengendap di gunung itu 7 hari dengan bekal seadanya, minim, karena mengejar kecepatan.

    Saya pull out di hari ketiga, menyusup ke tengah tengah barisan pasukan penjemput yang bergerak ke areal saya tempati.

    Saat satu peleton melintas di depan saya, saya masuk menyusup ke tengah tengah pasukan dan kami bergerak turun kembali ke markas batalyon di Aceh Besar. Sementara pasukan yang bersama saya sejak awal, masih mengendap, hilang di bawah rerumputan. Dari jarak dua meter, fisik mereka tidak kelihatan.

    Saya dijemput pasukan pagi hari dan tiba di markas batalyon menjelang Maghrib. Kaki rasanya sudah mau copot semua.

    Sampai di mulut gerbang batalyon, beberapa prajurit sudah siap menyambut tim kami, plus wadah plastik berukuran besar berisi air kelapa muda beserta es. Melihat wadah yang keluar keringat es itu, membuat air liur saya keluar. Sejak pagi hingga sore itu, saya tidak minum.

    Tapi saya pilih, botol aqua ukuran 1 liter. Saya teguk setengah dari isi botol itu dan membaringkan diri di rumput lapangan batalyon. Ada mungkin 15 menit. Sangka mereka saya pingsan. Memang sih…setengah pingsan. Dunia gelap terasa, karena terlalu banyak air yang saya teguk seketika.
    Lucu juga kalau mengembangkan peristiwa itu

  31.  

    dan dulu ada berita yg tdk diungkap, ternyata mereka juga tdk tahan petasan, ada anggota banser yg (katanya) meledak itu petasan dan mereka tdk kebal. sepertinya tdk usah lah yg melebihi peran manusia, cukup pemuda dilatih dan digembleng ala militer Insya Allah badan kuat dan diberi petuah2 yg religius sesuai dengan tugas dan fungsi manusia.

 Leave a Reply