Tentara Suriah Terus Bergerak Mendekati Pasukan Khusus AS dan Inggris

21
52
Pasukan khusus Inggris, SAS yang bertugas di Suriah. © Special Ops

Pasukan pemerintah Suriah yang didampingi oleh pejuang Iran dan Hizbullah berada dalam jarak 15 mil (24 km) dari sebuah basis gabungan Pasukan Khusus AS/Inggris, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya sebuah konfrontasi, seperti dilansir dari Special Ops.

Pasukan khusus SAS Inggris yang ada dalam foto diatas, berada di sebuah pangkalan yang dijaga sangat ketat di al-Tanf pada tahun 2016 dan diperkirakan beroperasi bersama dengan unit-unit khusus dari militer AS, termasuk dalam peran pelatihan.

“Pasukan Iran adalah yang mendorong pergerakan mereka menuju al-Tanf, menggunakan slogan Melawan Raja Setan yaitu AS dan koalisi internasional”, menurut Mozahem al-Saloum, juru bicara Brigade Angkatan Darat Suriah yang berbasis di al-Tanf kepada Telegraph.

Daerah ini memiliki kepentingan strategis yang besar bagi Suriah, sebab mengendalikannya akan membantu membangun kembali hubungan darat dengan Irak yang ada diselatan. Pada bulan Juni 2016, jet tempur Rusia yang menyediakan serangan udara pada militer Suriah, telah mengebom pangkalan tersebut. Namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Pada bulan April, basis tersebut dilaporkan kembali mendapat serangan dari Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS/ISIL). Pemerintah Inggris menolak memberikan komentarnya sesuai dengan kebijakan lama terkait operasi Pasukan Khusus.

Pasukan elit Inggris di Suriah. © Special Ops

Militer AS di laporkan telah memperingatkan agar tidak melakukan pergerakan lebih lanjut ke pangkalan tersebut dan masih belum jelas bagaimana pasukan asing akan menanggapi kontak dengan pasukan Suriah.

Jumlah resmi dan penempatan pasukan elit Inggris yang sebenarnya masih belum diketahui, namun kemungkinan mereka adalah personil Angkatan Darat Inggris dari resimen SAS ke-22 dan juga personil Royal Marines dari resimen SBS “Tier 1”.

Unit lain yang mungkin beroperasi di bawah payung “no comment” yang sama termasuk Special Force Support Group (SFSG), yang sebelumnya merupakan Batalyon 1 Resimen Parasut, yang mendukung pasukan tambahan ke operasi Pasukan Khusus serta Resimen Pengintai Khusus (RPK) bayangan, yang menyediakan kemampuan pengintai khusus jarak dekat.

21 KOMENTAR

  1. Hahaha, a400m atlas bisa dibatalkan oleh indonesia, krn pihak UE telah mengintimidasi kelapa sawit yg produksi nya terbesar di indonesia…ktnya kelapa sawit bisa berdampak buruk thd lingkungan…dan pihak indonesia berpendapat bahwa radar thales bisa membuat penyakit kanker,..kpd suhu bung tn bisa dijelasken?..