Aug 282014
 

Banyuwangi – Latihan bersama Garuda Shield-8/2014 antara TNI AD dengan US Army akan diselenggaraan September 2014 di Malang dan Asembagus Situbondo, Jawa Timur. Transportasi logistik dan armada perang AS, menggunakan fasilitas Pelabuhan Tanjung Wangi.

PT Pelindo III Tanjung Wangi menjadi tempat bersandarnya Kapal Cargo Ocean Giant untuk kegiatan bongkar muat berupa sekitar 22 jenis kendaraan perang, pesawat helicopter US Army, lapis baja dan perlengkapan lainnya yang dimuat dalam ± 40 container 40 ukuran feat.

Setelah Apache dan Black Hawk rampung dirakit, helikopter diterbangkan ke Semarang, Jawa Tengah (pp3.co.id / SHNS/ Jakartagreater.com)

Helikopter Apache di Indonesia (jakartagreater.com)

Helikopter Apache di Indonesia (jakartagreater.com)

  61 Responses to “Terbang Bersama Helikopter Apache”

  1. Narsis

    • aduh aku kalah berapa detik sama bung@BHL ?

    • Tidak akan terjadi apa2 atas alusista2 yg ada Klw mnurut saya sihh.:D. , dalam konflik LCS tidak akan ikut membantu siapa2 wlwpun terjadi open war antara negara yg saling claim. Kita hanya membangun pagar saja, semoga pagarnya yg dibangun ngak dirusak. Krna siapapun yg ngerusak pagarnya akan membuat pak ogah ngamuk..:D.

    • WEIIIHH Semarang… Liat ah di Bandara Ahmad Yani atau Puspenerbad
      hehe

      insyaallah bntar lagi saya mau pamer,,,wkwkw

  2. MANTAP

  3. salam…

  4. “22 jenis kendaraan perang”, yang balik ke US tinggal berapa jenis ya?…

  5. Apache AH 64 E Guardian ngga salah pilih deh….kalau leo masih diperdebatkan masih masuk akal lah..tapi kalau ini diperdebatkan ..terlalu. Mudah2an aja punya 50 biji.

    • Buat apa beli banyak2, beli secukupnya copy yang perlu diambil dan serahkan semuanya ke DI untuk melanjutkan prototype gandiwa yang sudah ada tinggal disempurnakan

      • longbow nya itu yang gak bisa di copy paste dengan gampang

        • Bung satrio apakah klw ngak bisa di copy paste, di delete bisa ngak trus diganti backupkan yg lain? Maaf Orang awam.:)

          • gak boleh bung, kalo didelete kasihan crewnya punya anak bini 🙂
            yang mungkin tapi masih agak ribut ya cut and paste alias diklaim milik ndiri he..he…

        • Bung Satrio, maksut saya beli secukupnya saja, trus pelajari secara ditail dalemanya skaligus ambil teknologi yang bisa dikembangkan di dalam negri sendiri, secara alamiah kan DI sudah merampungkan prototype gandiwa tinggal disempurnakan untuk menjadi helicopter asli anak bangsa, DI sudah berpengalaman puluhan thn dlm menjalin kerja sama dg eourocopter maupun airbus military dalam merakit helicopter

          Saya rasa apabila TNI dan pemerintah memberikan perintah yg tegas agar TNI mau membeli tidak kurang dari 5th DI bisa melahirkan heli serang ringan buatan indonesia

          • Itu sudah pernah kita diskusikan
            Pembelian apache memang paling sedikit ada satu skuadron,
            Mencopy paste paling sulit ya radar dan sensor2nya ,,

            Gandiwa berbasis heli bell 205 , yang lisensinya sudah dicabut lama oleh produsennya,
            Gandiwa akan tetap menjadi sekedar sketsa diatas kertas bila tidak ada komitmen dan pesanan pasti dari pemerintah.
            kalaupun pesanannya hanya 1 skuadron PT DI akan rugi dengan biaya developmentnya
            Karena PT DI tidak mendapat subsidi dari pemerintah dan diharuskan menjadi perusahaan yang untung

            Sedangkan user karena belum tahu kapasitas gandiwa karena belum ada prototypenya tidak bisa memberikan pesanan,

            Kecuali ada langkah besar pemerintah misalkan mendorong PT DI mengembangkan heli serang produk dalam negeri dibiayai oleh pemerintah dan pesan dalam jumlah besar misal 3 skuadron,

            Kalau gandiwa aja masih tidak ada kepastian bagaimana PT DI mau nyontek teknologinya apache,, apalagi persyaratan pembelian apache yang diantaranya tidak boleh diutak atik atau perawatan dan servicenya harus di produsen resmi,atau garansi nya akan hilang ,diembargo sukucadangnya dll

      • Tul.. senyap senyap aja, masam denjaka gitu loe, hehe

      • Setuju, emang mahal utk. menuju kemandirian. Beragam dlm jml sedikit it’s ok, buat reff. copy paste, ATM, dll. Dan tidak melupakan kebutuhan minimum yg lainnya (paralel). Salam NKRI

      • Setau saya spek Gandiwa lebih dekat ke Cobra di banding Apache mas Arjuna..tp sya yakin ada teknologi yg bisa di ambil dr Apache krn teknisi PT.DI itu pintar2 asal didukung oleh pemerintah/TNI

        • Sekitar 2thn yang lalu di kota kecil di jawa tengah ada bengkel kecil ala rumahan yang bekerja sama dengan anak2 SMA yang mempunyai cita2 dan cinta tanah air mempunyai ide membuat. Mobil nasional dengan nama ESMKA dan ide itu didukung penuh oleh walikota tersebut beserta jajajranya sehingga ide tersebutr dapat diwujudkan dan di suport penuh oleh bapak walikotanya, kemudian stelah jadi mobil ESMKA dibeli oleh pemerintah untuk digunakan menjadi kendaraan dinas, setelah kabar ini menjadi hot berita nasional dan kemudian dilakukan pengujian pemerintah oleh suatu badan yang menggunakan standar tinggi dan hasilnya mobil ESMKA belum boleh dijual secara bebas (produksi masal)
          Yang pelu dicatat adlah kalau mobil ESMKA dibuat dibengkel rumahan dan yg mengerjakananak2 SMK, bagaimana kalau DI yang sudah mempunyai pengalaman puluhan thn dan sudah sering merakit heli baik itu kerjasam dgeourocopter maupun aibusmilitary pastilah DI tidak akan membutuhkan waktu lama kalaudiminta oleh pemerintah membuat heli apache rasa indonesia

          Maukah pemerintah dan TNI mendukung dan memberikan suntikan modal untuk membuat heli serang ringan apache rasa indonesia, ayo TNI di tunggu tanda tangan orderanya 😀

          • Esemka mah mobil china yang dirakit um, untuk tujuan kepentingan….ah masak gitu saza gak tau, atau pura2 gak tau sih 😀

  6. mantab…

  7. numpang tanya bung. para sesepuh., dalam rangka apa TNI berkemah di dekat waduk kedung ombo jateng tempo hari…??..

  8. pengin ngelus pantat siheli
    tp sayang ga ada yg ngajak
    #ngarep.com

    • Ayo bung, kesini aja mampir ke rumah saya di semarang nanti saya ajak liat”..hehe
      salam kenal ya @bung S_J

      • Oww makanya kemaren aku liatin kirain mi35 pas di bandara ahmad yani ..ternyata apache toh .. tapi dari pemancingan bandeng di tanah mas keliatan deket banget sama tambak bandengnya.. apa ga bahaya tuh diparkir deket situ .. sip sip apache dateng juga

  9. suaranya terdengar sampai Rumah… mantabbss

  10. Sip.

  11. Kapan mampir ke jakarta

  12. kira-kira yang jenis mana ya yang mau ditinggal?…
    apa tu APC juga ikut ditinggal juga?

  13. semoga cepat ganti Ktp ni rokok apache & blackhawk.

  14. Seandainya klau di kejar buk minah kira2 gimana yh? Apa Longbow ada antidotnya?

  15. om satrio knpa pesenan RI lma dtangnya?apkh dgn presiden trplih yg skarang akn membuat pengriman pesenan qt lbh cpat

  16. maaf om satrio ni pertanyaan dr tukang ukur..kalau suara apache dr jauh dah kedengeran…apa gk malah menguntungkan pihak lawan,dg cara menyiapkan rudal manpad sbg antidotnya ,lagian apache jg gk terlalu cepat

    • Radar/konde Apache jauh lebih kuat mengendus sasaran dibanding radar Manpad. Bahkan bisa megendus banyak sasaran sekaligus. Soal kecepatan, apache adalah pesawat rotary yang bisa terbang tinggi dan diam (hovering) di atas jangkauan Manpads, -versi AH 64 guardian/E. melacak sasaran -imho

  17. Lapor pak diego,, kenapa JKGR skrg hanya mengulas info yg bgini2 saja ya? Sekian lama sya jd SR, jadi sdikit banyak tau perkembangannya. Trus terang sya gak melihat quality beritanya dari yg skrg, klu dulu para sesepuh sangat piawai mengolah ataupun membuat berita sehingga bisa membangun dan menggiring opini para pembaca. Seperti teka teki gitu, dan luar biasa sya pikir. Dari yg awalnya sya kurang tertarik dgn forum ttg alutsista/militer, jadi sangat antusias berkat forum ini.
    Maaf ini hanya skedar pandangan sya, skrg sepertinya cuma mengejar kuantitas sedangkan kualitas diabaikan. Contohnya berita ttg kedatangan american army ini, dipecah2 dan dibuat banyak berita (sub)? Maka berlebihan menurut sya. Sya pikir bisa membuat berita yg lebih menarik lagi. Trims

    • Terima Kasih banyak atas masukannya. Dulu pekerjaan saya agak longgar, sehingga bisa menulis agak dalam. Sekarang waktu saya agak padat, sehingga tidak bisa lagi menulis meliuk-liuk. Dulu saya banyak bertemu user, sehingga dapat informasi yang beragam. Sekarang lebih banyak di kantor karena pekerjaan.

      Saya berharap, keramaian itu bisa dibangun dalam diskusi dan itu sudah terlihat dan berkembang. Mungkin ke depannya JKGR harus punya reporter sendiri, yang bisa membahas sebuah masalah secara lebih fokus.

      Terima Kasih masukannya Bung

    • Mungkin karena kesibukan para sepuh juga bung sehingga setiap penulisan artikenya tdk seperti kmren2 yang mngulas lebih detail n mndalam serta penuh teka tiki,tapi dibalik itu smua berita2 dari jkgr sangat bermutu bung,sehingga newbie seperti saya jadi sdikit bnyak tau ttg kkuatan alutsista TNI..:)

    • Setuju bung Nyubie, ibarat ke surabaya mau makan soto lamongan, angger embong ono bakul sotone, sekarang JKGR menganut aliran resmiyiyah, jadi menunya tidak berbeda dng warung2 sebelah, malah kadang2 penyajiannya lebih cepat warung sebelah. Harapannya tinggal satu, para sesepuh tetap menambahi dng pencerahan2 yang disisipi dng rembesaan2 hoax.

    • Kayaknya emang wait n,see sama orang baru…takut salah salah babar

      • Kadang berita yg tersaji di JKGR tidak terlalu penting, karena singkat dan padat, namun informasi yg ane dapat dari komentar dan diskusi di JKGR lah yg ane cari, lumayan buat menambah pengetahuan dasar militer dan semangat bela bangsa.

  18. Kemarin nongkrong Bandara Juanda

  19. Betul bung., di tambah sekarang makin banyak komen2 yg alay dan gak mutu…

  20. Moga bisa denger suaranya klo pas mo ndarat ABD………..

  21. Kapan ke natuna ya….????.??

  22. Garuda Shield Exercise ini cuman program bantuan dari Amerika Serikat yang namanya International Military Education and Training (IMET). Untuk tinggalin barang itu sulit, jika kita mau pinjam untuk parade HUT TNI nantinya pun harus melalui suatu protokol bersama antara Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat yg masuk kedalam ranah perjanjian antar Kementrian Luar Negeri. Begitu juga hibah, nantinya akan dibuatkan amandeme berupa perjanjian Hibah nanti akan melalui proses seperti proses pendanaan dan pelaksanaan yaitu bisa melalui Foreign Military Sales (FMS) dan Direct Commercial Sales (DCS). Nanti ada lagi proses penanganan Excess Defense Aricle (EDA) dll…

    Jadi nitip barang itu tidak segampang yg teman-teman kira, malah sampai dengan ratifikasi UNCLOS, karena ini berkaitan dengan kepentingan maupun keamanan setiap negara. IMHO

  23. mantappp

  24. He..he..kirain yg dibeli ga taunya cuma buat latihan toh….

 Leave a Reply