Jun 052014
 

Ternyata, Anggaran Latgab TNI Capai Rp 500 Miliar

Direktur Latihan Gabungan (Dirlatgab) TNI Letjen TNI Lodewijk F. Paulus didampingi Wadirlatgab TNI Mayjen TNI Serunting Sakti dan pejabat tinggi lainnya menyaksikan pelaksanaan gelar Operasi Mobilisasi Udara (Mobud) di Kawasan Pusat Latihan Pertempuran (PLP) Marinir-5 Baluran Asembagus, Situbondo Jawa Timur, Sabtu (31/5/2014) Dalam Operasi Mobud tersebut, TNI menggunakan 6 Heli serang dibantu 20 Heli Serbu yang mengangkut 160 Prajurit dari Yonif 411/Raider. (Puspen TNI/Tribunnews.com) *** Local Caption *** Gelar Operasi Mobud Latgab TNI di Asembagus

TRIBUNNEWS.COM,SITUBONDO – Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyebut anggaran penyelenggaraan Latgab TNI 2014 mencapai ratusan miliar rupiah. Pernyataan ini berarti meralat pernyataan awal yang disebutkan anggaran Latgab 2014 Rp 40 miliar.

Disela puncak Latgab TNI di Karang Tekok,Β  Moeldoko yang mendampingi Menhan RI Purnomo Yusgiantoro menyatakan kebutuhan biaya latihan lebih dari Rp 40 miliar.

“Untuk satu rudal Exocet saja harganya. Rp 44 miliar, ya nanti kami hitung-hitung pastinya, yang pasti ratusan miiliar,” ujarnya, Rabu (4/6/2014).

Pernyataan ini jelas berbeda dari pernyataan Menhan Purnomo yang menyebut anggaran Latgab 2014.

Sebesar Rp 40 miliar. Pernyataan itu disampaikan Purnomo dan dibenarkan Moeldoko, Selasa (3/6/2014) di atas KRI Makassar.

Saat itu Purnomo dan Moeldoko dalam posisi berdampingan memberi keterangan pers.

Sebagai gambaran, dalam latihaan perang laut Selasa (3/6/2014), dua KRI menembakkan masing-masing satu rudal Exocet MM 40.

Rudal inilah yang disebut senilai Rp 0 miliar per bijinya.

Penembakan rudal itu sendiri digunakan dengan skenario menghancurkan kapal musuh,Β  dalam hal ini digunakan KRI Karang Banteng.

KRI Karang Banteng yang dihancurkan diperkirakan bernilai lebih dari Rp 100 miliar.

Diperkirakan anggaran Latgab 2014 mencapai Rp500 miliaran.Β  (tribunnews.com)

  177 Responses to “Ternyata, Anggaran Latgab TNI Capai Rp 500 Miliar”

  1. met pagi…

    • @oke lah, met pagi juga…….
      baru kali sy liat neng bisa pertamaxx …… he he he, angkat topi dech
      gmn pendapat anda ttg artikel diatas??

      • @bung gue.. baru latihan aja udah semahal itu, apalagi kalo perang beneran… mg aja selama sy hidup, dunia berlangsung damai dan tidak terjadi perang.. salam kenal bung dr SR

        • betul bung Sorandaka, klo menurut saya dana 40 milyar itu jelas kurang,biaya itu mungkin hanya untuk biaya untuk operasional pergerakan pasukan, kapal, pesawat, kendaraan tempur, tunjangan operasianal latihan dll
          sedangkan biaya peluncuran rudal , peluru, roket, target “korban KRI Karang Banteng” dll belum dihitung

          Skrg coba bandingkan dgn biaya operasional pengaman pemilu, pilkada dll

          • Bener2 salut ma punggawa2 negara kita.. di tengah2 keterbatasan anggaran, bisa menghasilkan prajurit2 yg tangguh, trengginas dan nggegirisi..

        • kalau dibandingkan dengan dana pemilu ya jelas jauh banget..500M dibandingkan dengan 7trilyun..kedaulatan negara tidak semurah itu juga bung..salam πŸ™‚

        • justru klo perang beneran biaya gk akan sebnyak itu bung… krn seluruh rakyat indonesia akan membantu tanpa pamrih demi ibu pertiwi hehehehe….

        • Bung @Sorandaka: Mksd Anda perang pecah, pecah aja pd masa anak2 dan cucu2 Anda gt ya…???
          Klo saya seh brhrp mdh2 ga ada lg perang di muka bumi ini khususnya Indonesia. Klopun perang, skrg ajalah mumpung saya masih hidup, yg penting jgn ada perang pada masa anak2 dan cucu2 saya kelak. (klo kakek bowo baca pasti seneng bngt neh dia).

      • @ GUE

        cuma kebetulan saja .
        kalau 500 m…masuk akal..bahkan bisa lebih om..

    • Dari artikel diatas, kita bisa menarik kesimpulan yg sederhana, bahwa leak atau hoax pun juga muncul dari sumber resmi,
      seperti : “Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyebut anggaran penyelenggaraan Latgab TNI 2014 mencapai ratusan miliar rupiah. Pernyataan ini berarti meralat pernyataan awal yang disebutkan anggaran Latgab 2014 Rp 40 miliar.”
      seperti latgab dulu, kapuspen tni menyatakan ” rudal diluncurkan dari KRI nanggala” dst dst

      • semoga kesimpulan yg sederhana dari Bung Gue bisa membuka mata batin ya.. hehehe.. πŸ™‚ salam hangat Bung..

        • Apa kbr Bung@PW..mana nie oleh2 nya yg br plng Situbondo.? πŸ™‚

          • alhamdulillah baik Bung De_Ka.. saya ndak di ajak Bung πŸ™ … di suruh jagain rumah sekalian ada service-an mendadak.. hehehe.. coba deh tanyai ke Bung PS, Beliau kemungkinan borong oleh”… πŸ™‚

      • Kemaren2 kata sbagian warjager tni kita ga punya duit banyak….tp ko bisa tega habisin ratusan miliar ya,belum di itung biaya perawatan setelahnya,juga pengadaan kembali amunisinya…what the hell ah,yg pasti petinggi tni yg lbh pintar dan mengerti dibanding saya yang cuman lulusan sd inpres

        • Bung@PW yg dpt jatah jagain rumah.di tnggu ceritanya neh kalau ada black flight.
          Soale pada latgab gini merupakan m0men munculnya blackflight spert halnya pd tgl 5 okt,dimana bnyak alutsista khususnya pespur ikut parade dan latgap. .
          Sapatau yg 500M termasuk mercon tuk mencambuk b0k0ng blackflight.

          • yaaahh..maaf Bung Kdhut.. kalo ini bukan wewenang saya buat memantaunya..biasanya matra udara satuan radar yang punya cerita..nanti kalo Bung Eric nongol,coba deh di tanyain..mudah”an Beliau bisa bantu.. sekali lagi maaf ya Bung Kdhut.. πŸ™

      • @gue : aneh juga tuh bung gue kalau “rudal diluncurkan dari KRI Nenggala”…lha KS jaman jebot bisa meluncurkan rudal, nanti klo main percaya ucapan Kadispen malah dibilang terlalu berfantasy pula πŸ™‚
        yang jelas saya belum menemukan berita mengenai KS di latgab tahun ini bung, foto detik2 hancurnya KRI karang banteng juga belum nemu, ngga seperti peluncuran yakhont di latihan sebelumnya πŸ™‚ salam

        • s7 bung..jangan2 yang nembak dari kapur slava, kirov dll atau dr lontong jd g diperlihatkan ke publik..he..bravo NKRI

        • halo bung @deka & @gue,

          menurut ane, tuh lontong udah ga orisinil lagi, alias mutan…mosok sih overhaul sampe 24 bulan..itu juga kalu bener…hehehe…

          colek bung ps… πŸ˜€

  2. wow

    • Gmana ya, saya bingung mau komentar apa? Anggaran yang besar tidak ada artinya apabila diukur dengan kedaulatan dan keutuhan NKRI. Mari kita dukung TNI. TNI manunggal bersama rakyat.

      • Makanya jgn sedikit2 bilang perang!!!
        Perang itu mahal menghabisan duit ,nyawa,waktu yg parahnya kota2 pada hancur lihat suriah perang saudara masih berlangsung control asing mulai masuk.
        Apalagi kita mw pemilu kampanye hitam masih berlansung apalagi udah ada yg mengibaratkan seperti perang badar coba menyeret2 situasi bertambah parah.kita tetap amai kita indonesia tdk seperti negara lain kita punya budaya kenapa kita hrs mengikuti budaya orang yg doyan perang.

    • Ngak ada hubungannya dengan “kedaulatan dan keutuhan NKRI”

      malah nanti musuh jadi tahu Rudalnya TNI tinggal berapa, karena semuanya IMPOR, ngak perlu ditembakkan pun musuh sudah tahu kemampuannya.

      Jauh berbeda dengan IRAN yang sudah memproduksi sendiri rudalnya, mau ditembakkan 1000x pun ngak ngefek, malah musuh jadi gentar, karena kemampuan rudal produksi dalam negri bisa seakurat itu.

      Disaat Dolar melejit mendekati Rp. 12.000,- dan anggaran pertahanan dipotong. seharusnya TNI tidak gegabah melontarkan Rudal yang sangat mahal, padahal banyak kapal yang masih BODONG/KOSONG minim persenjataan.

      • Betul bung Melektech, dolar per hari ini melejit di ats Rp12000.

        Mau tanya bung melektech, apa benar 1 rudal exocet Rp44m, saya tadi barusan google harga yg saya dpt tertinggi yg saya ambil $800rb = Rp 10m.

        • iya ya bung kayaknya kok mahal exocet daripada yakhont india ( exocet = 44M)

        • ngak ada yang tahu pasti berapa harganya, yang tahu hanya pembeli dan penjual.

          Yang saya tahu hanya C-802, sekitar Rp. 5 Milyar (tahun 2005-an)
          Kalau C-802 seharga separuh dari Exocet, berarti Exocet sendiri seharga Rp. 10 Milyar (tahun 2005-an).

          Kalau sekarang mungkin sekitar Rp. 25 Milyar-an

          Maksud Pak Moel mungkin harga total Rudal yang diluncurkan seharga Rp. 44 Milyar dengan harga lama (Mungkin)

          Mending uang itu dibuat bangun perumahan di pos perbatasan dengan layak ==> nah ini baru ada hubungannya dengan β€œkedaulatan dan keutuhan NKRI”

          • hehehehe,, ada-ada saja bung@Melektech ini
            Barang Nongol di Hujat,, Barang Ghoib Di Hujat, dengan alibi ini itu dst. enak memang kalau kedudukannya sebagai penghujat!
            Gimana kalau LATGAB di tiadakan, anggarannya kita bagi dua.

          • Kata-kata “dihujat” saya kira terlalu kejam dan sadis, pilihan kata yang tepat adalah “kritisi”.

            Selama ada Alasannya, tentunya akan sangat membangun.
            Uang yang dipakai Latgab itu adalah RAKYAT, termasuk uang saya dan rakyat miskin yang rela mbayar pajak.

            Kecuali itu uang para Petinggi militer sendiri, baru silahkan…….

          • jadi intinya bung melektech yg pemerhati pajak rakyat ini lebih seneng kalo duit ratusan M itu buat rumah di pos perbatasan, nah KRI kita suruh perang pake meriem-sama gatling, naval gun,manpad. nah yakhont atawa exo, beli dikit aja buat ditonton,rame2 pas karnaval.
            super seekalii..

          • semua kan sudah ada pos-pos anggarannya bung @melektech
            saya juga rakyat bung, saya juga bayar pajak. saya kira nggak adil bung, kalau anda berargumen mengatasnamakan rakyat.
            bukan saya menggurui anda, coba cerna baik-baik makna kritisi anda! apakah kritisi anda membangun, atau malah mengebiri TNI?

          • @rules
            Betul sekali, contohnya kemarin kita hampir kecololongan pendirian mercusuar, yang tahu pertama kali bukan dari TNI, jadi kita masih lemah diperbatasan, padahal menjaga keutuhan NKRI itu ada di perbatasan.

            @rules
            “beli dikit”, siapa yang bilang beli dikit ?
            Jangan menambah – menambahi bang, fitnah itu ?
            Sejarah sudah membuktikannya khan ? dimasa Trikora kita sukses tanpa peperangan terbuka, hanya karena kita bisa menggelar Ratusan Alutsista.

            @Penginapan
            Anda lulusan Topix ya ?

          • yang pasti saya lulusan SD, kenapa anda tiba-tiba doktrin saya lulusan topix? memang ada yang salah dengan saya? saya melontarkan pertanyaan ke anda, mungkin ada argumen yang menarik dari anda untuk di ulas.
            Bung @Melektech saya mohon maaf kalau memang anda tersinggung.

          • bukannya show of force itu juga termasuk kemampuan kita mengendalikan dan menghancurkan target dgn arsenal yg sdh kita miliki, bukan hanya pencet tombol simulator..tok..tok. iran, rusia,cina ditakuti bukan cuma modal simulator, tapi kemampuan real alutsista dan misile2nya(lihat video militer mereka). ditambah kesadaran bahwa indonesia akan melakukan sebisanya untuk bertempur tanpa menghitung berapa banyak misile yg ditembakkan, lah kalo latihan aja berani,apalagi bertempur beneran…sederhananya.

          • Komentar anda sudah saya jawab di atas….tuh…tuh….LoL

        • @Bung MEF masa kita LATGAB cuman nembakin rudal exocet 10 biji..?? gag seru deh…belum yg lain lain πŸ™

          bisa di pikir sendiri

      • jang kepikiran itoe adalah roedal-2nja kok dihitoeng lagi, pd hal itoe rudal soedah dibeli sebeloemnja. apakah setiap latihan beli roedal baroe ?

        • tanya sama tukang tahu dipasar bung, kalo sepeda yg bawa tahunya terbalik tumpah semua itu termasuk pengeluaran/kerugian ga?
          emang besok ga mau dagang tahu lagi?

          pisss ah maaf tukang_sapu lancang

      • IJIN bergabung di Warjag ini,,,maaf pendapat nubie
        Yang ditembakkan pastinya rudal rudal yang masa expired nya sudah mendekati atau umurnya paling tua..
        dari pada nanti kadaluarsa propelantnya,,karena refurbish propelant itu bisa menurunkan daya jangkau dan kecepatan rudal itu sendiri..
        \
        Daripada nanti kadaluarsa karena masa aktif propelant terlewati mending diujicobakan ,,karena lebih bernilai dibuat ujicoba di latgab

        Pihak produsen belum tentu mau merefubish propelan yang kadaluarsa ,,biasanya mereka menyarankan beli baru type baru,, dan lupakan rudal lama,

        Exocet MM 38 ,milik kita saja dulu sudah TIGA kali direfurbish
        Saya ingat dulu ada 3 kali program refurbish motor roket Exocet MM 38 dari tahun 1989 – 1992 ..dan sudah mendapat penjelasan dari Aerospatiale Divisi Engine Taqtique bahwa setelah program refurbish ini selesai kita di dorong untuk membeli rudal Exocet MM 40 blok II berikut test bench..

        Jadi Warjager bisa tahu kira kira Exocet MM 40 blok II kita itu produk tahun berapa ? dan seberapa lama Propelant bisa bertahan dinegara tropis dengan kelembapan tinggi

        maaf analisa tukang warnet saja

        • Ijin bergabung di Warjag ini,,,maaf nubie coma mo tanya kabar..pakabar bung satrio πŸ˜€ gimana bisnis warnetnya..lancar kah..hehehe…btw seberapa besar ya pengaruh kelembaban tinggi daerah tropis untuk menjaga keawetan rudal agar tetap bisa terjaga? Secara untuk rudal yg sudah terinstal di kapur dalam launchernya pasti juga dihantam segala macam cuaca..

          • @Bung Akung
            Temperatur, humidity serta lingkungan sangat mempengaruhi.
            Kalau di iklim tropis rudal yang tidak terseal propelannya lebih cepat habis masa aktifnya dibandingkan di iklim nontropis.
            Rudal yang tidak terseal lebih mudah diganti propelannya, namun dengan konsekuensi pemeriksaan yang lebih sering dibanding rudal yang terseal.
            Rudal yang habis masa pakainya mau diapakan, hanya ada 2 pilihan: merefurbish propelan dengan yang baru atau menganggurkan saja rudal tersebut.

            Dan kita punya ribuan rudal strela yang kadaluarsa..Juga Rapier dan RBS 70,,, sebagian saja rudal strela bisa di refurbish dan berubah menjadi type AL 1 disandang oleh para marinir,,makanya semoga pabrik propelant mandiri cepet terwujut ,,,

            Ada yang tahu kenapa kita punya strela ribuan ??

          • Bekas jertim dulu bukan..barengan dateng ama parchim n frosch..cmiiw..trus mo diapain ye tuh klo cuman numpuk digudang..sayang banget ya..

          • bung akung
            betull dapat ribuan sepaket dengan harga kapal eks Jertim karena termasuk alutsista PSU kapal kapal tersebut

            Setelah kita punya pabrik propelant mungkin bisa lebih ekonomis untuk direfurbish,,
            Seacat kita juga ada yang direfurbish untuk jadi sasaran tembak mistral,, lebih berguna kan

        • Met Malam Bung Satrio..
          lama gag gabung , abiz mantau Latgab juga ?
          hati hati, sejak ditinggal para pamong, Warjag jadi rusuh nih, banyak tukang ngetrol sama tukang maki dari kios depan gang

          • Tukang warnet mana bisa ikut latgab,, kecuali jadi sasaran tembak..

            Oh ya banyak yang ngetroll yaa
            nanti ane coba menyadarkan dan mendeteksinya
            heheheheh

            @Bung Diesel
            :mrgreen:

        • Tak kirain nyubi beneran, mau tak kasih saran ganti nik name. Ada2 aja bung satrio ini.

        • kalau masalah memperpanjang umur pakai hal itu sudah biasa om sat, sampai sekarang pun Thailand, Malaysia dan Brunei masih belum memensiunkan MM-38 padahal umurnya sama seperti kita, sekitar 30-an tahun, hal itu karena mereka ada kemauan merawatnya.

          Seingat saya MM-38 ganti propelan setiap 15 tahunan (Majalah Angkasa Th. 2004)

          Sedang MM-40 block II kita datang pada tahun 2010 (SIPRI), jadi MASIH FRESH.

          Jadi kalau alasan ingin menghabiskan stock lama, saya kira ndak masuk akal.

          Peluncuran kemaren sesungguhnya tidak ada ilmunya sama sekali, karena hanya pencet tombol tok…tok…tok, karena di sistem Exocet MM-40 dan C-802 sudah terdapat SIMULATOR dan TEST, dsb…..Komplit

          Yang ada ilmunya sesungguhnya adalah Kemampuan Strategi Tempurnya, seperti Lock-on, Menghindar, dsb, hal itu bisa dilakukan Tanpa Melepaskan Rudal nan Mahal, karena telah disediakan Rudal Latihnya, Karena Rudal tersebut masih IMPOR nan Muahaaal

          Kalau pengen unjuk gigi, pamerkan semua perangkat perang TNI, sama yang dilakukan Bung Karno pada Operasi Trikora dan Sukses

          • BETUL bung melektec
            penyimpanan memang sangat mempengaruhi umur propelant makanya banyak rudal dumy saja yang dibuat mendukung acara parade dan pameran karena kalau keseringan keluar dari peti penyimpanannya bisa mempengaruhi umur.,

            Yang kedua adalah faktor politik
            kedua negara tersebut diatas tidak pernah diembargo oleh barat dan kita pernah,,, mempengaruhi program refurbish
            Bagaimanapun juga lebih baik digunakan daripada nanti nganggur karena expired.. dalam latgab tahun kemarin kan gagal ditembakan ,, mungkin ini yang menjelaskan harga rudal RP 0
            maaf analisa saja
            salam

          • jangan bawa politis mbah sat, yang dibicarakan diatas adalah teknisnya, MM-38 ganti propelan setiap 15 tahunan (Majalah Angkasa Th. 2004), jadi MM-40 juga, sehingga umur MM-40 masih muda, 3-4 tahun.

            Bolehlah kita takut expired, namun kita harus punya peluru sebanyak banyaknya, siap jika dibutuhkan, apalagi barang Impor yang sangat susah didapat, kita aja belinya eceran.

            Korvet Sigma datang tahun 2007, namun Rudal MM-40 baru datang dan terpasang tahun 2010 keatas

            maaf analisa saja
            salam…he…he…

            Jangan gonta-ganti Nick lagi Mbah, Risih Rasanya

          • maaf sebelumnya bung@melektech menurut anda
            “Peluncuran kemaren sesungguhnya tidak ada ilmunya sama sekali, karena hanya pencet tombol tok…tok…tok, karena di sistem Exocet MM-40 dan C-802 sudah terdapat SIMULATOR dan TEST, dsb…..Komplit” saya ambil dari argumen anda.
            menurut saya pribadi nih bung, semua pekerjaan ada ilmunya. SIMULATOR tidak mewakili 100% skill dari seorang prajurit, yang lebih penting adalah praktek lapangannya.

          • @Penginapan
            Jangan men-GENERAL-isir semuanya mas………..(Khas Topix)
            Coba anda terangkan ilmu apa yang didapat pada peluncuran rudal kemarin ???? skill apa yang didapat ???

          • gini bang@melektec, Belajar Di Simulator memang di kondisikan seperti apa yang terjadi di lapangan, tapi tidak mewakili semuanya “bukan berarti simulator, tes dll tidak penting! itu semua juga penting dan vital”. kalau anda menginginkan jawaban yang lebih khusus, faktor cuaca, tekanan udara, gelombang dll itu mempengaruhi keakuratan rudal tersebut. kondisi alam tidak stagnant lo bung, tapi berubah-rubah. ilmu dan skill apa yang di dapat?
            1. kerjasama team ( di situ bukan kerja satu orang bung, tinggal tekan tombol “duar…meledak”. perlu analisa-analisa dari team lain sebelum melakukan penembakan)
            2. bisa menempatkan posisi dalam kondisi alam yang tidak menentu. ingat bung kondisi alam tidak STAGNANT.
            masih banyak ilmu dan skill yang di dapat dari LATGAB bagi seorang TNI bung. ke-3 dan seterusnya anda teruskan sendiri

          • Berarti anda SALAH KAPRAH….parah sekali

            Mungkin anda menganggap Simulator Rudal = Simulator Pesawat Tempur

            Beda jauuuuuuuuuuh bung.

            Daripada anda kebablasan salah kaprahnya akan saya jelaskan :

            Simulator Rudal juga dilakukan di medan pertempuran sesungguhnya (lapangan) seperti yang ada sebutkan diatas, di Latgab kemarin juga bisa, semua prosedur peluncuran juga sama persis dan sama dilakukan di konsol Sewaco di dalam kapal KRI Sigma, bedanya hanya satu tok tok tok, ngak ada RUDAL YANG TERBUANG, hasilnya juga sama persis.

            Sama juga Simulator RVV-AE / R73 di sukhoi, BUKAN DALAM RUANGAN, namun REAL DOG-FIGHT di lapangan terbuka, saling bermanuver, saling kunci, saling lepas, saling tembak, bedanya hanya satu tok tok tok, ngak ada RUDAL YANG TERBUANG, namun hasilnya sama persis

            Rudal itu dinamakan : captive air-launched training missile (CATM)

            Sama persis seperti rudal sesungguhnya, hanya telah diambil bagian Hululedak dan Roketnya saja

            Lagian Latgab kemaren sasaranya DIAM, ngak bisa melawan, jadi sama juga bohong………..ngak REAL blass

            Justru yang real adalah latihan Indonesia – Amerika tahun 1990-an lalu kalau ndak salah, dimana dua kapal adu strategi, berusaha saling kunci, saling ngejam, saling menghindar, dan Lock and Fire.

            Meski kita kalah, namun bikin kagum AL-AS karena dengan perangkat seadanya dan kurang canggih mampu mengecoh dan membuat kesulitan Kapal canggih AL-AS, ……………INI BARU REAL

            Bukan kapal DIAM terus di rudal, buat apa ???

          • @Satrio
            Tuh khan melenceng lagi………..
            Yang dibicarakan adalah Latgab kemarin, bukan urusan politik embargo kemarin. yang dibicarankan adalah MM-40 dan C-802 yang masih berumur muda, sekitar 2 – 4 tahun.

            oke kalau alibi anda umur prepelan jadi 8-10 tahun, tetap masih sangat muda…bukankah beticuuu……………

          • @Bung melektek
            BETUL anda kalau pembelian thn 2010 berarti masih muda,tetapi kita juga tidak tahu itu rudal produksi tahun berapa karena yang tahu produsen dan pembelinya ,jadi user yang tahu alasan kenapa harus diujicobakan ‘
            . ada alasan mengapa amerika dan semua negara pengguna misil membeli rudal baru dalam waktu berkala..

            Selain itu kita juga menginkan tahu kualitas rudal tersebut apakah sesuai dengan spesifikasinya,, misal kenapa di ujicoba yakhont yang pertama katanya meleset dijarak 300 km dan efektif di ujicoba kedua dijarak 200km an,dan sekarang diujicobakan kembali dijarak maksimal 300 km

            Juga isu C 802 yang pernah diujicobakan tetapi setelah ditembakan malah nyempung ke laut..
            Semuanya butuh diujicoba untuk menentukan apakah rudal tersebut efektif dan kita bisa melanjutkan pembelian dengan type tersebut,dalam jumlah banyak dan berkala

            begitu analisa awam saya bung melektek,
            maaf kalau dirasa ngawur.tetapi saya menghargai pendapat anda yang tidak perlu banyak ujicoba,,untuk penghematan,

          • Rudal Exocet MM40 ditembakkan dari KRI Sultan Hasanuddin dan KRI Sultan Iskandar Muda. Sementara rudal C 802 ditembakkan oleh KRI Yos Sudarso dan KRI Abdul Halim Perdana Kusuma.

            Yang ditembakkan kemarin :
            2x MM-40 Exocet
            2x C802

            Saya kira itu bukan ujicoba, namun balas dendam, agar dapat proyek lagi…he…he…

            Mudah mudahan tahun depan :
            10x MM-40 Exocet
            10x C802

            Kalau Yakhont kemarin saya sangat setuju, karena memang untuk dikhususkan untuk uji coba kembali.

            begitulah analisa gokil saya bung sat
            tetapi saya menghargai pendapat anda yang perlu banyak ujicoba,,toh negara kita negara kaya khan

          • @Bung Jalo
            Maaf baru ngreplay karena baru kebaca
            Sebenarnya bahan propelan bukan dari aspal
            tetapi yang benar
            Bahan bakunya bukan dari aspal minyak, tapi dari hasil pemurnian aspal alam.
            Proses pemurnian aspal alam ini menghasilkan “Bitumen”
            Bitumen tersebut kemudian di campur dengan beberapa zat kimia yang lain dan dari proses tsb menghasilkan “Propelant Padat”.

            Propelant padat tersebut dapat dimanfaatkan untuk pendorong roket atau rudal dengan nama “Booster” dan apabila dikehendaki terbang lebih jauh maka pada roket atau rudal tsb harus ditambah bahan bakarnya dengan sebutan “Sustainer”.(apa sustainer pernah dijelaskan oleh bung WH)

            Pada prinsipnya propelant ada yang memakai istilah Single Base ada juga yang Double Base, untuk menghasilkan daya dorong yang maksimum
            Ada yang berprinsip pada burning time atau waktu bakarnya di tentukan oleh bentuk propelan itu sendiri, baik bentuk Cigarette burning seperti terbakarnya pada sebatang rokok ada juga yang Hollow Burning, dimana terdapat lubang di tengah propelant.
            ARTINYA
            dapat disimpulkan bahwa aspal alam yang dimurnikan dapat dmanfaatkan sebagai bahan baku propelan.
            Bahkan bahan baku ini masih bisa terbakar didalam air sehingga bisa dibuat untuk mendukung Giat demolisi bagi pasukan Katak,,

            @Bung Melektek
            Aslinya uji coba dua jenis rudal diatas untuk mengetes hasil upgrade CMS ke empat KRI kita
            dan Jangan lupa Target bahan nya sebagian dari aluminium bukan full besi sehingga perlu dilihat bagaimana hasil test seeker Rudal terhadap kapal berbahan baku aluminium yang akan digunakan oleh Kapal kapal cepat,
            maaf ngeyel analisanya hehehehehe

          • Bung Sat saya gak ngomong bahan propelan loh, πŸ˜€

            kalau masalah bahan Propelan untuk solid tingkat tinggi sudah pernah saya bahas termasuk penambahan bahan adiktif seperti bubuk Boron dan Magnesium.

            Untuk single base dan double base dulu sering saya bahas, seperti di artikel tentang RKX dan RKN.

            Yg lubang ditengah namanya case bonded bung Sat. Pada metode ini mandrel diberi release agent dan ditempatkan di dalam tabung motor roket dalam vacuum casting chamber. Slitter plate dibuat dan ditempatkan di bawah hoper agar memecah dan mendistribusikan gumpalan slurry propelan.

            alat casting propelan

            Ini propelan case bonded yg sudah melewati casting

          • kebablasan yang bagaimana bung@melektec. copas yang anda kasih melum menembakkan rudal yang sesungguhnya bung! andaikan rudal tersebut benar-benar sudah di tembakkan, apakah sudah pasti mengenai target? saya kasih contoh satu saja, beberapa tahun lalu kejadian di lumajang, itu juga sudah ada segala macam uji coba, tes dll. tetapi dilapangan?hehehehe, silahkan anda browsing, sudah banyak beritanya. kalau anda tanya ilmu dan skill apa yang di dapat? anda ulas sendiri dari berita tersebut. yang perlu anda garis bawahi! saya kasih contoh ini bukan berdsasarkan artikel saja bung, tapi juga berdasarkan MATA saya! tahukan maksudnya!
            Damai Bung@melektec, ntar dikira lulusan TOPIX lagi saya ini,,hehehehehe. ada-ada saja Bung ini

        • Itu strela ribuan dari pketan beli parchim ama forch yah om asalnya hehehe… tapi kok dkasi banyak yahma german timur?

        • akhinrya muncul juga Pak heheheh Masih sibuk kah Pak? gimana “kegiatan”nya Pak? Lancar?hehehe

          • @Bung Petra
            betul bung yang ngasih jerman barat karena kapalnya eks Jertim dijual semua,, pembeli dari afrika juga dikasih strella kok,

            @Bung NKRI
            sedikit sibuk ,, kegiatan diluar warnet cuma bisnis kecil kecilan aja kok dan lancar hehehehe

          • hoalaah,semoga Sukses Bisnis kecil kecilannya Pak SS hehe di tunggu biar bisa ngobrol lagi Pak hehehe

          • Bagaimana kalau rudal yg sudah mau expire kita jual ke Pinoy trus uangnya buat beli rudal yg lbh canggih??

  3. ternyata……

  4. wah luar biasa…

  5. bingung..
    nggak setuju tapi kebutuhan
    setuju tapi gede banget

    galau ahh

  6. Maaf bung @gue

    ” Rudal inilah yang disebut senilai Rp 0
    miliar per bijinya.” ???

  7. pagi warjager

  8. 40M per biji
    wahhhhh harus bner2 nih bikin ke,andirian

  9. Berarti info yg beredar di media selama ini, belum tentu fakta yg sebenarnya.

  10. Missile” itu trnyata mahal , perang itu mahal …

  11. yang keliatan baru 100 an M yg 400 an ghoib.

    • 400 an M ntu termasuk munisi yang ditembakkan bung, itung aja ada brapa munisi nyang ditembakkan, mana rudal rudalnya :mrgreen:

    • Kapal rp 100milyar?? exocet 44 milyar?? yg bener saja…itu kapal tua kalau di depresiasikan nilai salvage value sudah mendekati Rp 0.

      • @ MEF walaupun kapal tua bkan berarti tidak ada harganya

        itung-itungan besi loak jika kapal itu 16000 ton x 1000/kg =16 milyar…itu itung-itungan besi loak loh πŸ™‚

        • Kalau tidak salah berat Karang Banteng ‘493 metrik ton’ atau setara ‘543,43947583 ton’. Kalau material logam, saya kurang tahu Karang Banteng terbuat dari apa.

        • Karang Banteng ditenggelamkan salah satunya karena boros BBM, berarti mesin masih berfungsi. Mungkin mesin kapal yg masih hidup ada hitungan harga-nya sendiri.

          • yup. boros BBM karena mesinnya pake water jet. terlalu canggih untuk diperairan indonesia yang lebih “kotor” dibandingkan perairan eropa. makanya bermasalah terus dengan benda asing yang “tersedot”. pertanyaannya: kenapa mesti itu yg dihancurkan?.. hiks.. hiks..

        • Wahh…Bung Data ternyata lebih perhitungan dr pd saya…hahaa,salam kenal bung.!

        • besi loak kan 3000 bung CN
          belom lagi kabel2 tembaga dll
          haha

          *kebiasaan ngiloin besi yg abis buat praktek las
          wkwk

          kalo nilai 100M untuk kapal itu jika dibuat baru di luar mesin
          setau ane kalo mau jadi target tembak yaaaa mesin dan bbm di keluarin
          bahkan ampe jeroan2 radar ampe sofa di dalemnya
          trus sisanya buat logistik, amunisi, dll
          kalo cuma diitung logistik baik makan dll doang gk nyampe 50M menurut ane

          • nanti bekas kapal target rudal (karang banteng) pasti deh jadi rebutan bandar besi tua di sana,
            hasil jual besi tuanya ,,harus dan wajib dikembali kenegara
            jangan sampai lupa loh…?. .:)

        • besi 4200/kg,besi 2 3400/kg.harga di dnpasar

      • @MEF kapal tua kata siapa? itu kapal buatan tahun 98 om. belum bisa disebut tua untuk ukuran kapal. salam.

  12. Mungkin klo yg Rp40 M itu hanya untuk operasionalnya,tp klo di nilai semua ya masuk akal……..ya itulah resiko untuk menjadi maju,butuh sumber daya yg tidak sedikit…….maju terus pantang mundur.

  13. murah untuk nilai sebuah harga diri bangsa yg besar NKRI…selamat pagi semua semoga sehat selalu

  14. Sepertinye itu total dari latian2 parsial sebelumnye ampe puncaknye latgab skrg neh..lagian latgab ini pan kaga sering2 kan..cmiiw

  15. mudah2an kita bisa segera mandiri.. kalo rudal2.. amunisi meriam dan small arms bisa kita buat sendiri, pastinya sangat menghemat anggaran pertahanan kita.. untuk amunisi small arms all caliber aja kita bisa menghemat 1 trilyun rupiah pertahun.. apalagi kalo sekalian rudalnya… sisanya kan bisa untuk kesejahteraan prajurit atau R&D project baru lagi…

    • Setuju bung. Kalau Impor terus, ga perlu di uji coba juga musuh udah tau kemampuannya. Kalau mengembangkan sendiri, ini yang bikin penasaran musuh

      • kali ini ane akur ma ente om kolor eh om sempak, jika rudal apapun itu jika masih beli dari luar sedikit banyak bisa diprediksi, beda dengan rudal buatan rumahan deterenya lebih yahut. n satu lagi coba bayangkan jika nanti teknologi rudal C series dapat dikuasai penuh, berapa banyak devisa yang dapat disimpan dalam artian jika beli dari luar maka devisa akan “terbuang ” untuk membeli senjata tersebut, beda lagi jika sudah buatan rumahan, dana yang digunakan akan tetap berputar dlam negri dan otomatis tidak ada devisa yang terbuang

  16. wow…mantaff kali..mungkin itu perincian biayanya fifty fifty ya sma alutsita yg ngga di expose media…bravo TNI

  17. masih belom sebanding sama nyawa yang siap dipertaruhkan untuk mengamankan kedaulatan negara kita, bravo TNI πŸ˜€

    • Sangat belum sekali bung piscok…. buat apa kt punya alat canggih tapi kt gagap saat menggunakannya di pertempuran sesungguhnya, jgn sampai jg alutsista cuma mangkrak di hanggar atau barak jd besi tua krn takut biaya latihan yg mahal…. bravo TNI juga

      • nah itu dia bung, jika kita mengharapkan kemampuan personil yang mumpuni, maka harus kita sediakan sarana praktek nyata, menurut saya alat pendukung hanya mempunyai peran 40% dalam kesuksesan misi, sisanya terletak pada skill yang dimiliki, yang jadi pertanyaan, bagaimana caranya setiap personil mampu meningkatkan peran alat pendukung tersebut agar mencapai presentase kesuksesan misi yang menjanjikan ? tidak lain dan tidak bukan ya Latgab seperti ini. salam kenal bung@Rafly

        maaf pendapat tukang cukur πŸ˜€

        • Sy kutip satu pribahasa bung “lebih baik mandi keringat saat latihan dr pada mandi darah saat bertempur” mungkin bs mengartikan semangat dr TNI kt saat ini. Krn secanggih apapun peralatan tempur tetap yg mengendalikan si pemakainya, sy tdk bs membanyangkan kl pesawat trilyunan rupiah kt di piloti oleh org yg gagap akan fitur2 pesawat tsb (sambil menerawang mengingat kejadian eject di hanggar…opss)

          Salam kenal jg bung piscok, sy jg minta maaf sekedar pendapat orang awam

  18. Thanx artikelnya bung Gue, salam kenal buat bung Gue. Semoga semua stakeholder di RI bs memahami pentingnya kemandirian nasional termasuk alutsista krn harganya yg mahal jk impor. Setiap kita impor barang berarti membeli jam kerja pekerja dinegara tsb. Jk ada sebagian dana tsb dialihkan utk membeli jam kerja penduduk Indonesia, alangkah eloknya (colek bung Jalo).

  19. sorry,ikt nimbrung,hampir 40jt US$ pasti lontong kilo bwh laut kita ikut usil menengglamkan kpl target,he.he.he…

  20. “TNI yang terlatih dan siap tempur vs Cost tinggi” suatu dilema yang harus dihadapi. Untuk itu diperlukan suatu management yang baik dari segi sistem latihan, supply amunisi/perlengkapan dan schedule latihan yang efektif untuk menutup cost yang tidak perlu. Semoga para pemimpin TNI dan Pemerintah punya solusi yang lebih efektif untuk itu.

    • Kalo mau murah tiru jerman aja bung…sebelum PD 2 Heer (AD) jerman gak punya tank,meriam dan Jml pasukan terbatas…mereka berlatih dgn tank kayu dan bendera diatas peta…Luftwaffe berlatih intensif di rusia (saat itu masih kawan) dan Kriegsmarine membangun lontong dan Boat (KCT) yg tdk dilarang versailess Untuk dipadukan dgn taktik baru jerman,wolfpack..

      Saat mendapat alutsista yg sesuai korps perwira jerman sdh siap…disinilah sekutu kecele menyangka jerman tdk akan siap berperang dlm waktu cepat walau sdh memiliki alutsista yg memadai…ternyata :mrgreen:

      • Maksudnya bukan harus murah tapi mengorbankan fungsi latihannya bung. itu sebabnya saya tulis β€œTNI yang terlatih dan siap tempur vs Cost tinggi” suatu dilema yang harus dihadapi. Di dunia manufactur aja ada istilah effective cost production. Artinya ada pertarungan antara low cost vs quality. Seberapa rendah cost kita bisa capai dengan tetap mempertahankan quality yang setinggi – tingginya. Inilah dilemanya, dan hal ini bisa dicapai dengan strategi dan management yang baik. Intinya tidak boleh ada ruang pemborosan, error dan proses perulangan yang tidak perlu. Saya yakin hal itu bisa diterapkan kepada sistem tempur TNI

      • kalo diindonesia, niru jerman bisa dihina2 oleh rakyatnya bung hehe

        beli bekas aja dihina

        ga pamer aja dihina

        kapal selamnya cuma 2 aja dihina

  21. sbg rakyat kecil ora popo lebih dari itu jg ora popo demi menjaga kesatuan NKRI yg penting di gunakan dg benar. smoga bisa menjaga kemakmuran rakyat secara tidak langsung ora ono sing ngrusuhi..

    namun yg terpenting rakyat jg perlu sedikit tahu kemajuan TNI selama ini, maka bila rakyat menanyakan alutsista yg baru apa saja walau gak secara overall .. ya wajarr.. jadi gak timbul kesan kok alat nya itu itu saja dah jompo lagi.. sementara anggaran ora murah..

    mohon maaf bila ngawur.

  22. Satu rudal exocet Rp 44 milyar??? Gak salah ?

  23. siang sesepuh2 & warjager smua

    barusan liat flypass 1 flight perpur di atas kota Delta, ada acara apa ya..?? apa lgi latihan utk latgab oktober mendatang ya..??
    ga bgtu jelas dari jenis apa, soalnya disamping kacamata ketinggalan, ane jg di dalam mobil.

    trus sktr 10menit berselang ada jg flypass beberapa helikopter dari arah pasuruan. ada 5 kalo ga salah.
    & yg paling belakang kalo ga salah Mi-35 (atau malah apache ya..).

    mohon sesepuh2 bisa kasi pencerahan..

  24. Assalamualaikum semuanya…!!! Sudah jelas & pasti anggarannye gede lah…namanya juga barang import…biar jadi pelajaran bahwa ilmu & teknologi itu mahal…mangkanya pemerintah harus menomor satukan kemandirian dlm teknologi kasih dana yg besar..efeknya liat 10-20 tahun yg akan datang…jelas – jelas rakyatnya banyak yg pinter2 tapi kurang dukungan/di berdayakan dg baik…akhirnya pada kabur manusia2 jenius kenegara lain..ironis..!! Blm korupsi nye yg gila”an…pantes aje nih negara ga maju”.. Alhamdulillah pak SBY sudah memulainya semoga pemerintah yg akan datang lebih baik lagi..NKRI HARGA MATI…!!!!

  25. usul..gmna klopake simulator aja..beli simulator pesawat tempur berbagai type,beli simulator kapal perang permukaan/selam,beli simulator mbt..hmm khusus pasukan infantri cukup latihan di timezone ajah..atau belikan ps4 sm xbox..

    • bung frans,kalau nggak amunisis sm warheadnya diganti sama klepon aja bung.hahaha. πŸ™‚

      peace bung πŸ™‚

    • Biar lebih irit TNI senjatanya ganti aja pake bambu runcing bung, ps4 masih mahal. Biar nanti klo perang itu bambu runcing ditaro dimeriam hehhe nganeh2 ae. Klo simulator kan beberapa dah ada yg belum ada ya proses diadakan. sing yang punya simulator leo aja bisa kita kalahin di sim. Tapi perlu dilakukan latihan seperti inimyg tdk bisa dilakukan di sim. Koordinasi 3 matra, skill tempur prajurit. Klo pake sim terus begitu perang beneran dijamin nyali ciut bung. Nggak pernah denger suara rentetan senjata dan dentuman bom real. Atau melihat langsung bom, roket, meledak.

  26. Memang masalah “keamanan” itu mahal bung

  27. seinget ane yakhont USD1juta tapi blom termasuk : launcher, control system, radar, PPN, PPNbm dll dsb dst …

  28. sori bung mel,pergerakan logistik dan pasukan tiga matra membutuhkan koordinasi yg rumit.Dgn latgab seperti ini paling tidak kita bisa evaluasi kendala dan termasuk menghitung cost real utk sebuah opgab shingga bisa dpersiapkan dananya dalam kondisi yg sebenarnya. utk penembakan rudal selain prktek lapangan adalah utk menghabiskan stok yg akan expired. maap bung cuma PSP kalo salah mhon diluruskan.

  29. kalo bagi bangsa Indonesia 500M itu jumlah yg sangat kecil

  30. ada yang punya kabar tentang klewang 2 ndak ya….

  31. baru 500 M.. masih mahalan biaya penyelenggaraan Pemilu…

  32. yang saya nggak tau adalah: apa ada motivasi khusus dengan menyebutkan biaya ini? termasuk ternyata Panglima menyebut lebih tinggi dari Menhan?

  33. ada baiknya indonesia belajar ilmu rudal dari iran mana tahu di kasih ilmunya ma iran…..

  34. Wajar lah klo biaya nya ampe 500 m..skrng utk biaya konsumsi para ribuan prajurit yg ikut latgab aja udah brp? ditmbah brp ratus alutsista darat,laut,udara yg dipake utk latgab…yg pnting hasil latgab ini terlihat bahwa TNI kita siap utk menjaga kedaulatan NKRI dalam kondisi apapun sekalipun dng keterbatasannya….TNI diHati NKRI Harga Mati

  35. Yaa gini resiko hajatan pakai menu impor.ga ada yg murah…

  36. Mahal mana sama Sipadan-Ligitan ya???

  37. Maaf ya….
    Coba hitung misal biaya konsumsi perajurit yg ikut latihan pake menu pecel ayam/lele :
    Rp 15.000 x 3 (sehari makan 3 kali) x 15.108 perajurit x 5 hari (tgl 1 juni s/d 5 juni 2014) =
    Rp 3.399.300.000,-. Nah kalo ditambah biaya amunisi + rudal + avtur + Solar + Bensin + hapus buku KRI Karang Banteng + dll masih masuk akal saja kalo jumlahnya Rp 500 M

  38. mana A1 nya Don???????

  39. Kalo mau murah ya bentuk aja detasemen dukun santet, rame rame nyantet musuh pasti ces pleng…….

  40. . Wajarr lh ., pny senjata sskali hrs dpke di uji sbrp jauh kwalitas ‘y..
    . Kata’y Nkri harga mati ?
    . Brp pun biaya operasional’y kita serahkn aj pd ahli’y yg pny wewenang .
    . Lgian tni mnta anggran mlalui prosedur yg terkontrol..
    .
    .
    . Mklm lh cm pndpat pedagang asongan
    . Slm knl bwt smua’y.

  41. wajar dong karena kita zaman sekarang gak pake “bambu runcing” lagi buat menghadapi musuh he he

  42. 500M apakah sudah termasuk dengan yang di Bali maksudnya yah??

  43. kalo menurut analisa awam saya om,
    mau pakai barang impor ataupun buatan dalam negeri, kalo spek alutsista nya & jumlah pasukan yg ikut sama tetep aja besar anggaran yg dikeluarkan akan sama..

    ambil contoh gini.
    sampean beli honda accord dari jepang, trus sampean pergi piknik ke puncak 6 orang,,
    dibandingkan sampean beli honda accord lokal dgn spek sama jg pergi piknik ke puncak 6 orang..
    tetep aja konsumsi bbm mobil itu & konsumsi utk makan sama toh besarnya..

    ini kalo menurut saya om.
    kalo salah ya mohon dimaafin ya..

    • bedanya kan ini pensil sekali pake,, trus mledug jadi harus beli lageee ngrogoh kocek lageee. Kalo tunggangan sih entah itu getek ato layangan ya seperti yang Bung bilang tggal ngisi bebe’em ,, n ga ancur alias sekali pake.

  44. salam kenal semuanya, porosepuh warjag, as newbie, SR selama ini, jd pengen ikut comment begini:
    sebenarnya komentar Panglima TNI dan Pak Poernomo, juga memiliki makna lain sbb:
    1. sebagai transparansi penggunaan anggaran
    2. Pemerintah dan TNI sudah berbuat yg terbaik yang bisa dilakukan untuk menjaga bangsa ini
    3. Sebagai PsyWar simetris dan Asimetris dapat dilakukan sekaligus, baik melalui doktrin ‘Kampanye Militer’, pengenalan pemberlakuan doktrin baru TNI: ‘Pre-emptive Strike’ serta daya dukung bagi Diplomasi Luar Negeri serta
    4. Indonesia sekarang mampu mengakuisisi suatu Negara yg usil entah itu Sonotan, sonora, Upil ataun yg manapun itu, secara simultan dan dengan biaya yg cukup rendah, cukup sekitar 500 Milyar Rupiah dalam tempo singkat melalui perang kilat dan kerugian minimal
    (semoga benar)

  45. Assalamualaikum semua, mohon ijin nyimak.

  46. banyak pelajar dan mahasiswa indonesia yg berprestasi ditingkat dunia,jago2 matematika,fisika,kimia dll..beri kesempatan dan tantangan kpd mereka utk berkarya dibidang pertahanan/alutsista,pasti bisa!

  47. ajib……
    klo beli lontong dapet brp tuh………..

  48. Para sesepuh lg tiarap semua kayanya neh, lom ada yg nongol. Abis kena yakhon hehehehe, Salam NKRI

  49. nggak apa2 lah..kata si mbah (lupa namanya) kan perang mau pecah πŸ™‚ .jadi hitung2 buat uji kemampuan pengoperasian personil TNI+evaluasi buat TNI..jadi kalau terjadi apa2 sudah tidak gagap lagi.hanya pendapat orang awam.

  50. gw suka gaya loe πŸ˜€
    salam kenal bung reymond

  51. Setuju sekali bung Ray…banyak yg bacot nglantur akhir2 ini disini…yg ngelantur itu mmg gak pernah ngrasain rasanya bawa ransel full pack plus tentengan ditangan 4kg jln kaki dari banyuwangi – surabaya…hehehehe…

  52. jadi inget waktu DPR mau bikin gedung baru cuma 800 milyard
    di hajar habis2san…akhirnya gagal total karena PROTES
    .padahal gedung itu bisa di pakai untuk 100 thn untuk melayani dan mewakili seluruh unsur rakyat indonesia..

    • siapa sih yg percaya DPR kemaren? he he he. Karena sudah tidak percaya niat apapun susah dijalankan.

      • @ flores.

        ia juga sih mas…,tapi kan yang meluluskan jatah semua anggaran termasuk anggaran TNI kan mereka semua…
        jadi kalau tak di percaya lagi apa perlu di buat patung lilin juga…?
        agar rakyat mengadu ke DPR yang isinya patung mereka yang terbuat dari lilin.,

  53. Bung Melektect @ Salam Kenal
    Colek dan Tanya Bung Satrio…..
    Pengadaan Al-Qur’An Dikorupsi…
    Ibadah Haji Dikorupsi….
    MTQ Maluku Dikorupsi….
    Latgab Ada Peluang Dikorupsinya Tak Ya….

    Beberapa Kapal Yang Dikaramkan Dalam Latgb Sepertinya Kalau Ditawarkan Kepada Pengusaha Besi Bekas Di Priuk …Bisa Jadi Duit Tuch Yah ….

  54. Ane yakin banyak Warkop yang kecewe kaga ada A 1 nya, Suuk 35, Rafael, Tipun, S Telungatus, Bla bla bla, Obatnya BUKTI bukan List, maca kaga 1 ekor pun yang ditongolin, ni zaman satelit n informasi Don ,semua Warkop ingin tau apa salahnya walo emank rahasia negara nape loe sewot??????? Gw Indro WNI Asli Nama gue Juga Indro bukan Nama Bule, Emank loe bisa nilai nasionalis orang gara2 gw cuma tanya A 1 Don n bikin puisi lebay tentang kebingungan ente ada yang tanya A 1??????

 Leave a Reply