Mei 122019
 

File:Lithuania, Latvia and Estonia (1923).JPG From Wikipedia, the free encyclopedia.

Washington, Jakartagreater.com   –    Amerika Serikat dan Latvia menandatangani Roadmap strategis kerja sama pertahanan 5 tahun dalam pertemuan Jumat 10-5-2019 antara Pejabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan dan Menteri Pertahanan Latvia Artis Pabriks di Washington, ujar Juru Bicara Pentagon Charles Summers dalam sebuah pembacaan media pada Jumat 10-5-2019, dirilis Sputniknews.com pada Sabtu 11-5-2019.

“Selama kunjungan itu, para pejabat pertahanan AS dan Latvia menandatangani Roadmap Strategis Kerja Sama Pertahanan 5 tahun”, kata Summers. Peta jalan mengidentifikasi prioritas kerja sama keamanan khusus yang disepakati kedua negara untuk fokus selama 5 tahun ke depan, kata pembacaan tersebut.

File:Flickr – The U.S. Army – Checkpoint 91 From Wikimedia Commons, the free media repository.

Latvia telah menjadi negara Baltik kedua setelah Lithuania yang menandatangani perjanjian semacam itu tahun ini. Shanahan dan Pabriks membahas berbagai masalah pertahanan selama pertemuan mereka, termasuk upaya untuk meningkatkan interoperabilitas dan tindakan komando dan kontrol regional, kata Pentagon.

NATO telah menempatkan 4 kelompok pertempuran multinasional ke Estonia, Latvia, Lithuania, dan Polandia sebagai bagian dari bantuan militer sebagai tanggapan atas ketegangan dengan Rusia yang muncul setelah referendum 2014 di mana penduduk Crimea secara luas memilih untuk bergabung kembali dengan Rusia.

Ketegangan antara NATO dan Rusia telah tinggi karena meningkatnya manuver militer aliansi di Eropa, khususnya di dekat perbatasan Rusia. NATO telah menjelaskan kegiatannya yang ditingkatkan dengan kebutuhan untuk menangkal ancaman keamanan yang diduga ditimbulkan oleh Rusia. Rusia menyatakan bahwa ketakutan NATO tidak berdasar.