Mar 282016
 

Sepuluh anak buah Kapal Brahma 12 dikabarkan diculik oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina. Menurut Xinhua, kronologi penculikan terungkap usai salah satu kru kapal menghubungi atasannya, bahwa mereka sedang diculik dan penculik meminta tebusan.

Kejadian itu terjadi saat kapal yang diduga memuat batubara sedang menuju Filipina. Sampai di sekitar Pulau Languyan, Provinsi Tawi-Tawi, Filipina, kapal dibajak oleh kelompok bersenjata. Kapal Brahma 12 selanjutnya dibuang ke tengah laut dan ditemukan oleh aparat kepolisian pada Senin (28/3/2016) sore waktu setempat, dalam keadaan tidak berawak.

tugboat Brahma 12

Juru bicara militer Filipina, Brigjen Restituto Padilla mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi apapun soal kasus penculikan yang menimpa kru dari Indonesia.

Diketahui, Kelompok Abu Sayyaf didirikan pada awal 1990 oleh satu kelompok ekstrimis. Kelompok bersenjata ini beroperasi di Filipina selatan dan bertanggung jawab atas serangkaian penculikan, pemboman dan pemenggalan selama beberapa dekade.

Sumber : Okezone.com

  22 Responses to “Teroris Tinggalkan Kapal Brahma 12 di Tengah Laut”

  1. Numero uno

  2. Takuut..

    • Ngapain Takut?, Ini malah sebuah kesempatan Emas u/ Raid The Core.
      ajang gratis malah, nggak perlu simulator2 an CT ke China segala.
      Times is Running Out… Pak dhe!

  3. 1

  4. bakal ada operasi seperti Somalia? atau tebusan dibayarkan oleh perusahaan?

  5. Siap” kirim kopassus klo klo negosiasinya buntu,,,

  6. Digelar… digelar.. pasukannya, dipilih.., dipilih…, ada kopasus, denjaka, kopaska. Mau yang mana dulu, buktikan yg katanya mau dibuat ramai sekalian..

  7. Tolong selamatkan saudara kami sesama pelaut,walau selama ini kami para pelaut selaluh dipandang sebelah mata,tpi kami ttplah warga negara yg perlu dilindungi.

  8. DENJAKA aja yg dikirim, yg stuju angkat tangan!!!

  9. seperti kapal MV Sinar Kudus punya PT Samudera Indonesia di bajak di somalia ?
    Marinir dapat membebaskan kapal tersebut, tapi karena faktor keselamatan abk, PT Samudera Indonesia membayar tebusan yang diminta sebelum pasukan Marinir tiba

  10. Kelompok Abu Sayyaf yang berpusat di Filipina Selatan ini merupakan kelompok sipil bersenjata yang memiliki struktur organisasi dan komando yang cukup baik dan terlatih. Jika di Indonesia, kelompok ini mirip dengan GAM di Aceh dahulu. Kelompok ini sudah sangat lama terbentuk dengan tujuan politik, yakni memisahkan diri dari negara Filipina. Hal ini pun, tidak terlepas dari 2 faktor utama yakni; 1. masalah kesejahteraan (ekonomi) dimana minoritas muslim di Filipina kurang mendapatkan perhatian dari pemerintahnya serta mendapat perlakuan tidak adil. 2. Ideologi, Kelompok ini berbasis di Filipina selatan yang banyak dihuni masyarakat muslim dan beberapa beretnis melayu.
    Pemerintah dan tentara Filipina sendiri sangat kesulitan menghadapi dan menumpas Kelompok ini. Hal ini dikarenakan, kelompok Abu Sayyaf menggunakan taktik perang gerilya memanfaatkan kondisi geografis dan kondisi lemahnya kemampuan militer Filipina. Untuk urusan persenjataan, kelompok ini banyak mendapatkan senjata dr beberapa negara konflik, senjata rakitan, jalur perdagangan ilegal yang tersebar dari thailand, laos, kambodja, dan Myanmar, serta senjata hasil rampasan dari militer Filipina (hampir mirip dengan kondisi di Somalia). Untuk urusan keuangan pun kelompok ini sebenarnya pernah dikabarkan mendapat bantuan dari donatur luar negeri (sempat ada isu beberapa tahun yg lalu, Malaysia salah satu donatur yg membantu kelompok bersenjata ini, walaupun dibantah oleh pihak Malaysia). Kelompok ini juga banyak melakukan aksi penyanderaan yang bertujuan untuk; 1. Menjaga eksistensi kelompok dan memperkuat posisi tawar terhadap pemerintah Filipina. 2. Mendapat perhatian media Internasional (termasuk beberapa kelompok ekstrimis dan donatur), ini merupakan fungsi propaganda memanfaatkan media. 3. Untuk mendapatkan tebusan uang atau syarat/permintaan lain yg ditujukan pada pemerintah Filipina, seperti mendapatkan senjata, pembebasan tawanan yg ditangkap pemerintah, ataupun syarat politis dan strategis lainnya.
    Kelompok ini banyak berhubungan dengan beberapa kelompok lainnya di asia tenggara, seperti di Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Beberapa informasi menyebutkan juga berhubungan dengan kelompok kecil perlawanan muslim rohingya di Myanmar.
    Pembebasan sandera perlu dilakukan dengan segala upaya, termasuk diplomasi untuk meminimalisir jatuhnya korban. Mengingat, kelompok ini tidak spt kelompok perompak di Somalia yg sangat bermotif ekonomi. Kelompok ini cendrung bermotif politik. Hal lainnya yg patut di pertimbangkan adalah kondisi geografis dan taktik gerilya yang memanfaatkan hutan, basis kelompok ini cukup kuat dan berpengalaman perang cukup lama. Ini sama halnya dengan operasI di Aceh, Papua, dan Poso. keputusan dan penggerakkan pasukan harus sangat teliti dilakukan. Kita semua berharap yg terbaik.

    Semoga Pemerintah Indonesia berhasil melakukan negoisasi dan pembebasan sandera. dan smoga WNI kita dapat diselamatkan dengan baik dan dilindungi Tuhan YME. Amin.

    Salam Indonesia.

    • Dua jalur diplomasi dan milkiter saling bersinergi untuk menyelamatkan sandera . Mari kita tunggu saja ,bisa jadi ini cuma minta perhatian pemerintah Indonesia .Oleh karena itu jalur diplomasi yang perlu di gunakan semaksimal mungkin.

  11. Cukup kirim satu orang aja…. SUTIYOSO…

  12. Kapan? tahun berapa?

  13. hati2 tentera indon..ini tak sama dengn kelompok pengganas santoso..pastilah beza situation bukan dilaot..nak cari mati masok kat camp2 mereka..!!

  14. Cukup tunggu kabar aja ga usah ribut debat napa..hahaha biarkan TNI yg bertindak , masyarakat hanya harus mendukung tanpa harus mencaci…biarkan tetangga yg mencaci karna sejatinya merekalah yg banci…wkwk

  15. Hantam ora pakai Kròmo, komandan

 Leave a Reply