Feb 212015
 
AIFV Terrex 8x8 Singapura

AIFV Terrex 8×8 Singapura

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Armoured Vehicles Asia conference 2015, di mana PT Pindad akan banyak mengambil peran dalam acara ini. Menurut situs asdevents.com, konferensi produsen kendaraan lapis baja Asia, akan digelar tanggal 28-29 April 2015 di Jakarta.

Acara ini akan diisi dengan: Kuliah, diskusi dan working group untuk memperkuat sekaligus menciptakan hubungan baru internasional dari para produsen kendaraan lapis baja.

AIFV Terrex 8x8 Singapura

AIFV Terrex 8×8 Singapura

Indonesia dipilih sebagai tuan rumah dengan alasan:

Indonesia meningkatkan anggaran pertahanan secara signifikan, selama 5 tahun terakhir dari $3.2 miliar pada tahun 2007 menjadi $ 8,1 miliar pada tahun 2013.

Indonesia dalam pergolakan transformasi cepat, didorong oleh posisinya di jantung kawasan ekonomi yang paling dinamis di dunia.

Indonesia tercatatt salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan yang paling konsisten di antara perekonomian dunia selama dekade terakhir dengan pertumbuhan GDP hampir 6 persen/tahun (McKinsey SEA Laporan).

terrex-5

Alasan lain yang cukup mengejutkan dari ulasan situs EO militer Internasional itu adalah tentang rencana pengadaan kendaraan lapis baja 8×8 Indonesia, yang dinyatakan sebagai berikut:

Indonesia berencana membeli 420 AIFV Terrex 8×8 di bawah lisensi dari ST Kinetics Singapura.

Pada bulan November 2014, Indonesia juga menyelesaikan kesepakatan untuk pengadaan 102 MBT Leopard 2 yang dimodernisasi, 42 IFV Marder 1A3 upgrade dan 11 kendaraan armoured recovery dari Rheinmetall dalam € 216 juta ($ 290 juta), yang juga meliputi dukungan logistik. Kesepakatan itu membuat Indonesia negara ke-18 yang mengoperasikan lapis baja Leopard 2. Indonesia juga memproduksi APC Anoa 6×6 yang diproduksi sejak tahun 2009 dan telah diminati sejumlah negara: Malaysia, Irak, Nepal, Oman dan Bangladesh.

terrex-6

PT Pindad’s objective is to become the leading manufacturer of defence and security equipment in Asia, by 2023 by utilising product innovation and strategic partnerships and the implementation of an integrated effort. Their primary objective is to support national development and specifically to support national defence and security.

Situs asdevents.com mengatakan PT Pindad berencana menjadi produsen terkemuka peralatan pertahanan dan keamanan di Asia pada tahun 2023, dengan memanfaatkan: inovasi produk, kemitraan strategis dan langkah-langkah integrasi.

Tujuan utama Pindad adalah untuk mendukung pembangunan nasional, khususnya mendukung pertahanan dan keamanan Indoensia.

terrex-2

Kebutuhan terhadap kendaraan lapis baja, diprediksi akan terus tumbuh di Asia. Hal ini tidak terlepas dari adanya perlombaan senjata yang terjadi di Asia. Anggaran pertahanan China telah meningkat delapan kali lipat dalam 20 tahun terakhir dan sekarang banyak negara lain di wilayah Asia berusaha mengejar ketinggalannya.

Vietnam dan Kamboja menaikkan anggaran belanja militernya dua kali lipat selama dekade terakhir dan kekuatan-kekuatan regional lainnya, termasuk Jepang, Filipina dan Malaysia mulai mengikuti.

AIFV Terrex  8x8 Singapura

AIFV Terrex 8×8 Singapura

Sejumlah pakar memprediksi, permintaan kendaraan lapis baja dan Anti-IED di pasar global akan menurun selama satu dekade mendatang, dengan beban yang akan ditanggung negara-negara Barat. Namun, di saat pasar global akan berkurang, permintaan di Asia justru benar-benar meningkat selama periode tersebut. Lembaga Riset ICD memperkirakan pasar kendaraan lapis baja di Asia akan bernilai $ 5.4 miliar pada 2021, naik dari $ 4.4 miliar pada tahun 2011. Sebagian besar kemungkinan dihabiskan untuk truk taktis, tank tempur utama (MBT) dan lapis baja pengangkut personel (APC).

Trend-trend seperti itulah yang dibahas dalam Armoured Vehicles Asia conference 2015, pada bulan April mendatang, agar para produsen lapis baja Asia, dapat menentukan strategi dan langkah produksinya. (JKGR / asdevents.com).

Bagikan Artikel :

  48 Responses to “Terrex dan Armoured Vehicles Asia Conference 2015”

  1. pertamax ya

    • Sepertinya negeri singa tersebut sedang berusaha menggenjot penerimaan negaranya dari sektor expor di bidang persenjataan militer, setelah primadona penerimaannya dari sektor properti yang beberapa tahun belakangan sangat lesu. Sebelumnya singapura mengklaim bahwa negaranya menjadi tempat bagi orang kaya asia untuk membeli properti, Sentosa Cove dan W residences menjadi daerah yang menarik bagi orang kaya Tiongkok, Malaysia, dan Indonesia. Namun, saat ini banyak dari kondomunium mewah tersebut terlihat tidak terurus akibat tidak laku terjual.

      2013 Sipri mencatat singapura kini dalam daftar 20 besar eksporter senjata di dunia. Singapura berhasil melompati 11 peringkat dalam satu tahun setelah catatan terkini penjualan senjata. Cmiiw

  2. Ayo borong mumpung masih hangat

    • Lihat apa yg mo diborong bg.Tuh brg singapor mo diborong.FIR blm diambil malah bantu keuangannya.Macam tak ada lagi negara lain yg bisa produksi.Bagus nunggu pindad bisa buat sendiri timbang beli dri singo edan.

  3. 1st…ane biasa silent reader…hmm

  4. wow….luar biasa jika rencana itu benar adanya….420 aifv….

  5. waou gak salah tuh 290 milliar dolar??? Anggaran pertahanan aja 8 miliaran dolar .

  6. AIFV Terrex beresiko…krna singapura…Israel asia tenggara.(adek kesayangan USA)
    kebanyakan beli mpe 420…

    apa tdk ada dari negara lain…..yg lebih dipercaya

    • Turkey….UU kerjasamanya bahkan sudah disahkan DPR…

    • Bagi saya terrex resiko nya hanya peralatan amfibia havoc8x8 buat amerika aje bisa gak jual pada indonesia gak , jika indonesia mahu beli juga indonesia kena suruh singapore omong pada amerika supaya bisa menjual peralatan amfibia havoc 8×8 pada indonesia itu

  7. waw bngetttt

  8. Semoga Bapak Presiden yang membuka acara ini, sehingga tergugah jiwanya untuk memajukan industri militer lokal, berkaca kepada kesuksesan Anoa 6×6 saya sangat berharap Badak 6×6 Segera menyusul kesuksesan Anoa dan di sebarkan ke kodam seluruh indonesia

  9. “PT Pindad’s objective is to become the leading manufacturer of defence and security equipment in Asia”

    bukti hasil yang sangat membanggakan negara..

  10. opo tumon…

  11. apa keuntungan Indonesia beli dr singapura

  12. Hmmmmmm

    Hanya issu yg tdk bertnggung jwab nhi, kalo nggak slah ini berita dri media singaoporn n israel yg ingin menaikkan pamour si Terrex ini…

  13. Knp ga versi Anoa aja yg di bikin 8 x 8..knp malah beli produk luar..upil lagi..:(

  14. Harus diakui kualitas terrex emg lebih bagus, terutama di sistem kendali tempurnya

  15. Sangat bijaksana kalo Anoa mulai di pikirkan mnjadi 4X4, toh anoa versi amphibi pun sdg dlm garapan Pindad. Majukan produksi anak bangsa, hal ini lebih membanggakan akan kemandirian.

  16. Beli terex sama saja menghidupi musuh dalam selimut yg suka usil suka menampung uang hasil korupsi suka dng wilayah udara kita sampai sangat berat utk mengembalikan ke kita. Terus kita mau beli senjata dari mereka? sebagai orang oot, saya melihatnya aneh. Meskipun terex lebih canggih, tapi apakah kecanggihannya bisa menentukan segalanya? Saya dukung Pindad produksi sendiri 4×4 kerjasama dng Turki. Lebih membanggakan dng hasil karya sendiri meskipun masih ada kekurangan disana sini. maaf oot.

    • setidaknya kita dapat ilmu dari pembelian terex dari transfer TOTnya. secara kita ga sadar bensin yang kita pake itu asalnya dari mana ya dari singapore, terus exspor sama impor kita ini sebagian besar harus lewat sana karena infrastuktur pelabuhan kita yang kurang. terus jumlah kunjungan wisatawan kita itu no satu di singapore. kalo di liat dari sana mungkin harga terex mungkin sangat kecil dibandingkan jumlah uang yang kita berikan buat ekonomi singapura dari sektor lain. tapi kita tidak dapet apa apa, terex kalo di liat lagi merupakan salah satu IFV terbaik di dunia jadi mungkin ga ada ruginya juga. bisa di bilang kita beli ilmunya juga.

  17. 420 unit x USD = ????, mendingan dananya buat, Pengembangan Pindad, buat ranpur yang mumpuni, cari partner u/kembangin system tempur yg baik, Mandiri diatas kaki sendiri. BEBAS EMBARGO. embargo.

    • Bner skali bung, saya yakin pindad bisa dan mampu untuk development, dan lebih baik dananya digunakan untuk itu.
      saya khawatir pembelian itu sebagai syarat timbal baliknya FIR natuna apa bila itu terjadi, saya tidak terima, wong tanah udara kita kok pakai syarat apa lagi bayar buat ngembalikin, lhah ga berdaulat dong…

    • embargo dari mana baca lebih teliti jangan menuruti emosi, ditulis diatas DIPRODUKSI PINDAD SECARA LISENSI. jadi diproduksi di bandung bajanya dari krakatau cuman mungkin mesin sama jeroannya yang dari luar, itu sama aja kaya anoa. mesinnya kan dari renault. untuk ngingetin juga anoa itu juga copy atau produk lisensi dari panser VAB prancis. terus dikembangkan oleh pindad jadi anoa. mungkin sama juga kaya terex lisensi dulu nanti bisa produksi versi Indonesia.

      • Yup, setuju bung. Terrex pun mesinnya pake Catterpilar. Kalau Pindad sudah dpt lisensi Terrex, bisa bikin dengan mesin dari Renault atau MTU misalnya. Utk persenjataan seperti machine gun atau grenade launcher jg Pindad udah bisa bikin sendiri kok

  18. waduh backgroundnya kok jadi abu2 ya.. jadi susah membacanya. Mohon bpk Admin backgroundnya dikembalikan seperti dulu 🙂

  19. Versi pahe Terrex = Anoa 8×8
    Jangan sampai deh kejadian.

  20. Barusan ada 2 sukhoi di langit kuta, bali. Muter2, suaranya mantap.

  21. Apakah akan spt case C-295? Mungkin ini mencakup strategi singapur utk menekan biaya produksi. Setidaknya ini adalah barang yang sudah jadi, bukan barang yang masih diawang-awang.

    • Bisa jadi ini pure business,seperti Indonesia ,spanyol yang anda sebutkan C 295. Kita produksi terrex di Indonesia dibawah lisensi kemudian di jual kepasaran Internasional. Pasti Terrex produksi Pindad akan jauh lebih murah dari yang Singapure bikin .Alasannya upah pekerja di Indonesia lebih murah ,Indonesia bisa pakai baja lokal . Jadi tidak ada yang salah dalam hal ini,kita dapat tehnologi dan keuntungan dengan menjual produk Terrex ke luar sana.

  22. hahahaha….. dapat bonus TOT vita berapi bung…. hahaha

  23. Belinya sama bung nawi aja gimana?

  24. Tolong di pikir dulu kalau mau memproduksi terrex ….konsekuensi nya tidak mudah….mending cari yang lain saja ….dari Europa….pokoknya hati hati dgn tetangga yang satu ini…tukang tadah…

  25. Katanya di kasih blueprint merder….itu aja dikembangkan….bisa pake ban atau rantai besi…..ketahuan teknologi jerman…..lebih hebat

  26. makjleb bung. Cuman tertarik aja dah gembar gembor kayak orang lagi kesurupan aja … ….

  27. Di pabrik biasanya ada yg namanya line produksi misalnya :
    Line A : Produksi Anoa 6×6
    Line B : Medium Tank kerja sama turki (Inprogress)
    Line C : Produksi Terrex ( Planing )
    Line D : Produksi Senjata
    Line E : Produksi Anoa Amphibi
    Line F : Produksi Anoa 8×8

    Semakin banyak Line produksi yg berjalan akan semakin banyak penyerapan tenaga kerja dan material lokal sekaligus memperkuat brand PINDAD sebagai pemasok alutsista dengan misinya untuk go international,

    Ujung-ujungnya pindad dapat beroperasional lancar karena keuangan membaik berefek jg ke peningkatan kualitas senjata yg dimiliki oleh TNI

  28. terrex buatan singapore ia mengunakan teknologi havoc 8×8 amfibia perusarahan amerika lockheed martin persoalanya mampu amerika menjual peralatan nya pada indonesia itu penah terjadi sekatan senjata apabila indonesia menbeli aav amfibia di lesenkan pada korsel dari amerika dan amerika gak setuju menjual pada indonesia itu. Kalau kenderaan gunakan pada di darat gak jadi masalah tetapi jika amerika gak mahu menjual peralatan amfibia havoc8x8 untuk pasang terrex macam mana ia
    Havoc 8×8: Uncompromised Capability for the Marines: http://youtu.be/EC-WcIHWue8

    • jika benar pake tehnologi Amerika tentu Singapure harus izin dulu sama Amerika. Singapure tentu ingin balik modal juga dalam pengembangan Terrex. Adalah win win solution Singapure bisa balik modal ,Indonesia dapat tehnologi dan keuntungan bila mampu menjual Terrex ke negara lain.

    • Sepertinya pemikir pemikir dari Indonesia ada cara khusus untuk TOT, selain langsung dari negara pembuatnya, juga mengandalkan negara proxy, ini sudah dilakukan dengan changbodo, IFX, dan sekarang Terex…

      Tidak ada rotan akar pun jadi, tidak ada negara produsen proxi pun jalan…

      IMHO

  29. coba aja kalau belinya btr-80 pasti rata2x orang disini bakalan bilang “rusia temen sejati, anti embargo”, dan gak bakalan ada komen nyinyir kayak rata2x komen disini. dasar mati nalar.

  30. Kok Masih ribut …. betul-betul Indonesia Banget —- padahal proyek ini statusnya adalah “BARU MAU AKAN” …. Hahahaha

  31. @santri gaul: bkn bahaya bung….melainkan beresiko….

    biarpun dibawah lisensi ST KINETICS singapura…bkn berarti tdk bisa tdk bisa di embargo atau di stop lisensinya(lisensi cuma dlm kurun waktu singkat/tdk diperpanjang). klw sdh tdk diperpanjang lisensinya…apa bisa buat??? contoh PT.DI.akui klw itu pesawat dibuat krn ada lisensi dari spanyol.bkn krya anak bangsa.desainnya darii luar.
    biarpun berat mengatakan…itu sma sj kita cuma merakit..bkn membuat.klw tdk ada lisensi….tidak bisa buat pesawat -_-.

    menading belajar buat tanpa lisensi.klw bisa…dgn desain & model buatan anak bangsa.

  32. tetep bangga dengan Anoa dan Badak, kalau bisa dikembangkan lagi, …boleh impor kalau memang kita belum bisa membuat. tapi lebih baik dana itu untuk penyempurnaan anoa dan badak saja, toh kemampuanya sudah cukup mumpuni.

 Leave a Reply