Jun 272017
 

Penjagaan Brimob di Mapolda Sumut, Medan, 25/6/2017.(Foto: Antara/ Irsan Mulyadi)

Jakarta – Jumlah tersangka kasus penyerangan dan penikaman anggota polisi Polda Sumut menjelang Hari Idul Fitri 1438 H, bertambah satu orang sehingga menjadi empat tersangka, ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Martinus Sitompul.

“Ada tambahan satu tersangka, dari semula tiga tersangka menjadi empat tersangka,” kata Kombes Martinus di Mabes Polri, Jakarta, 27/6/2017.

Tersangka yang baru ditangkap Densus 88 tersebut adalah FPY, 32 tahun.

“Perannya ikut merencanakan serangan ke pos jaga Polda Sumut,” katanya.

Sebelumnya telah ditetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yang seorang diantaranya tewas saat peristiwa terjadi.

Ketiganya adalah SP (43 tahun) warga Medan Denai yang menjadi pelaku penyerangan, AR (34 tahun, sudah tewas) warga Medan Kota yang menjadi pelaku penyerangan dan B (17 tahun) yang berperan mensurvei dan memetakan Polda Sumut.

Sebelumnya pada Senin 26/6/2017, kepolisian mengamankan 12 saksi terkait penyerangan terhadap personel Yanma Polda Sumatera Utara Aiptu M Sigalingging pada Minggu dinihari, 25/6/2017.

“Dari 12 orang itu, ada lima orang yang perlu dilakukan pendalaman,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting di Medan. Pihak kepolisian ingin mendalami dan mengetahui mengenai peranan dan kaitannya dengan peristiwa penyerangan itu.

Di antaranya tentang survei dan pemetaan lokasi Mapolda Sumut sebelum penyerangan, memperbanyak dan menggandakan buku dan rekaman untuk mendoktrin anggotanya, termasuk tentang ISIS dan cara yang dilakukan organisasi itu yang ditemukan dalam menghadapi lawan dalam penggeledahan di rumah pelaku.

Dalam UU Terorisme, dimungkinkan untuk melakukan pendalaman selama tujuh hari guna mengumpulkan keterangan sebelum penetapan tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, pihak kepolisian telah mengetahui identitas kedua pelaku yaknk AR dan SP. AR tewas dalam peristiwa itu, sedangkan SP masih hidup meski tertembak.

Dari pemeriksaan terhadap saksi dan keluarga pelaku, diketahui SP pada tahun 2013 pernah berangkat ke Syria selama enam bulan.

“Sekembalinya dari Syria, SP terus melakukan komunikasi melalui internet mengenai penyebaran paham ISIS,” kata Kombes Rina.

Pada Minggu dinihari sekitar pukul 03.00 WIB, dua orang tidak dikenal menyerang personel Yanma Polda Sumut Aiptu Martua Sigalinggung yang bertugas di pos jaga pintu keluar Mapolda Sumut.

Akibat penyerangan tersebut, Aiptu Martua Sigalingging meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah.

Namun kedua pelaku berhasil dilumpuhkan personel Satuan Brimob yang berjaga di pintu masuk Mapolda Sumut. Seorang pelaku tewas, dan seorang luka tertembak.

Antara

Bagikan :

  2 Responses to “Tersangka Penyerang Polisi Polda Sumut, Pernah ke Suriah”

  1.  

    Sepi yg komen, kuatir dipantau isis
    Isis bener2 mempermalukan Islam, khawarij sejati dia nyah?

    :matabelo

 Leave a Reply