Terulang Lagi, Typhoon Yang Cacat Produksi

Göttingen, Jerman – Angkatan Udara Jerman telah menghentikan sementara pengiriman jet tempur Eurofighter Typhoon menyusul ditemukannya masalah kualitas sambungan antara stabilisator sirip vertikal dengan badan pesawat.

Yang dimaksud pihak Kementerian Pertahanan adalah tidak dilakukannya pengeboran dan penghalusan sesuai dengan spesifikasi.

Typhoon mengalami masalah yang sama seperti tahun lalu ketika Jerman, Italia dan Spanyol menghentikan operasional jet setelah diketahui pengerjaan pengeboran sejumlah lubang baut di bagian belakang badan pesawat tidak memuaskan. Sebelumnya pihak Eurofighter konsorsium menegaskan bahwa saat ini tidak ditemukan lagi masalah kualitas manufaktur di pesawat.

“Sebuah manufaktur yang tidak sesuai persyaratan telah ditemukan saat perakitan sirip bagian belakang pesawat. Masalah ini berkaitan dengan empat lubang bor yang menghubungkan sirip ke fuselages belakang pesawat,” kata pihak Eurofighter dalam sebuah pernyataan.

Anggota konsorsium BAE Systems yang bertanggung jawab untuk pembuatan bagian yang mengalami masalah tahun lalu, serta cacat pengerjaan yang terbaru. Konsorsium tersebut terdiri dari Airbus Defence and Space, BAE Systems, dan Finmeccanica, mereka mengatakan masalah tersebut tidak mempengaruhi keselamatan penerbangan pesawat dan oleh karena itu tidak akan ada pembatasan operasional atau mengurangi usia pakai pesawat Typhoon.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman menekankan sementara ini keselamatan penerbangan belum terpengaruh dalam jangka pendek, tapi mungkin akan timbul masalah dalam jangka panjang. Penghentian pengiriman pesawat pada saat ini juga dapat berdampak pada klaim garansi, katanya.
Catatan dari Kementerian Pertahanan untuk Bundestag menyatakan bahwa hal itu tidak bisa diremehkan dan bisa cepat membuat rusak struktur pesawat. Menurut Kementerian Pertahanan, semua Eurofighters Jerman dari tranche 1 sampai dengan standar 3A saat ini yang paling terpengaruh. Semua pesawat Eurofighters Jerman saat ini sedang dimonitor dan operasi armada Jerman diharapkan tidak banyak terpengaruh.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pihaknya masih terus menerima pengiriman dan mengoperasikan pesawat seperti biasa. Pada saat ini belum diketahui apakah negara pengguna Eurofighter lain akan mengikuti jejak dan menghentikan pengiriman seperti Jerman.

Inggris, Jerman, Italia dan Spanyol adalah mitra inti dalam program Typhoon. Austria dan Arab Saudi saat ini sudah mengoperasikan Typhoon. Oman saat ini sudah memesan pesawat, dan Kuwait baru-baru ini menyatakan akan membeli 24 Typhoon walau belum menandatangani kontrak akhir.

DefenceNews

Leave a Reply