Mar 192014
 

flagj

Asia-Pasifik termasuk Asia Tenggara adalah wilayah yang paling pesat mengalami perkembangan modernisasi militer, termasuk juga Indonesia. Singapura, sebagai negara kecil dikelilingi tetangga-tetangga yang lebih besar di kawaan Asia tenggara mempunyai perasaan kerentanan yang kemudian mendorong pemerintah Singapura menjadi negara dengan anggaran terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Namun kondisi tersebut mungkin tidak lama lagi akan berubah. Program modernisasi TNI di Indonesia dengan program Minimum Essential Force yang akan merubah postur dan doktrin TNI mengancam posisi Singapura sebagai negara dengan militer terkuat dan tercanggih di Asia Tenggara.

Pada tahun 2012, Singapura dan Indonesia secara kolektif mencapai hampir 57% dari total anggaran pertahanan negara-negara ASEAN. Anggaran pertahanan lima besar negara ASEAN (Singapura, Indonesia, Thailand, Malaysia, Philipina) diperkirakan mencapai $61.6 milyar USD pada tahun 2020 dari $29.3 milyar pada tahun 2012, atau tumbuh dengan CAGR sebesar 9,8% selama periode proyeksi tersebut. Sebagian besar belanja ini diperkirakan akan didorong oleh peningkatan belanja Indonesia yang meningkat sebesar 17% CAGR selama periode tersebut. Pada tahun 2020, diprediksi Indonesia akan memberikan kontribusi hampir 40% atau sekitar $24.6 milyar USD dari anggaran pertahanan ASEAN diikuti oleh Singapura dengan 23% ($14 milyar USD)ย dan dan Thailand 17% ($10 milyar USD).

defence asean

Belanja pertahanan 5 besar ASEAN 2012-2020

Singapura terus menjaga peningkatan anggaran pertahanan yang stabil. Anggaran pertahanan Singapura 2014 diumumkan senilai $12.56 miliar SGDย ($9.93 miliar USD), naik 3,2 % dari anggaran pengeluaran pada 2013. Ketika kenaikan anggaran belanja pertahanan Indonesia banyak yang digunakan untuk pengembalian postur yang lama diabaikan, anggaran Singapura telah lama ada pada kondisi mengejar kualitas dan deterrence. Selain itu alokasi R&D yang besar menyebabkan industri strategis Singapura menjadi pemimpin industri pertahanan di Asia Tenggara, sementara di sisi lain Indonesia baru saja akan memulai kembali mengemangkan industri strategis setelah terbengkalai pasca krisis moneter 1997.

Alokasi Singapura tersebut sekitar 22% dari pengeluaran total pemerintah tahunan dan sekitar 3,3 % dari PDB. Pendekatan jangka panjang negara untuk anggaran pertahanan diarahkan mempertahankan level kemampuan tinggi Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) dan mengejar SAF sebagai generasi lanjut angkatan bersenjata yang modern.

Persentase anggaran pertahanan dari PDB Singapura (3.3%), lebih tinggi dari rata-rata global yang ada di kisaran 2% PDB, namun angka tersebut masih jauh di bawah batas maskimal anggaran pertahanan Singapura yang punya batas hingga 6% PDB. Namun potensi besar Indonesia bahkan di saat sekarang yang hanya menganggarkan 1% PDB telah mampu mendekati anggaran 3.3% PDB Singapura. Pada akhirnya, walaupun Singapura menganggarkan batas maksimal anggaran pertahanan-pun tetap saja pada suatu saat akan terlewati dan tidak akan bisa bersaing dengan tetang-tetangganya yang lebih besar.

Menteri Pertahanan Ng Eng Hen berbicara depan Parlemen alasan peningkatan anggaran yang stabil adalah upaya Singapura dalam pembangunan kemampuan pertahanannya sehingga mencapai kemampuan pencegahan strategis, dan juga untuk menghindari kondisi tidak siap menghadapi potensi resiko ancaman yang tidak diperkirakan dan bisa terjadi kapan saja.ย Dia memberi gambaran bagaimana bentuk Angkatan Bersenjata Singapura hingga tahun 2030.

Gambaran Kekuatan Militer SAF saat ini - 2030

Proyeksi kekuatan militer SAF saat ini hingga 2030

Saat ini Singapura sedang dalam upaya pengadaan pesawat Multi-Role Tanker Transport (MRTT), berpotensi menjadi pengguna pertama kapal selam produksi dari prototype, mengakuisisi pesawat generasi lima pada tahun 2020, upgrade kendaraan lapis baja Bionix dan meluncurkan kendaraan driverless untuk membantu melindungi kedaulatan Singapura. Sementara itu Singapura sebelumnya sudah menerima F-15SG dan sedang dalam proses upgrade armada F-16 mereka.

Jumlah dan generasi pesawat tempur negara 5 besar ASEAN sejak tahun 1990-an

Jumlah dan generasi pesawat tempur negara 5 besar ASEAN sejak tahun 1990-an

Angkatan Darat Singapura juga berencana merekrut sebanyak 1.100 prajurit karier. Menteri Pertahanan Ng Eng Hen mengatakan bahwa memiliki tentara karir profesional yang lebih berpengalaman dalam unit pelatihan akan membuat pelatihan peserta wamil lebih efektif dan efisien.

Pertumbuhan ekonomi memungkinkan Singapura terus mempertahankan “Keunggulan kuantitatif dan kualitatif SAF” terhadap kekuatan militer tetangganya, namun, fundamental pertumbuhan ekonomi dan proporsional ukuran dan sumber daya Singapura berbanding Indonesia pada akhirnya akan menuju pada situasi dan kondisi ketika kemampuan SAF tidak akan lagi mampu memberikan efek gentar bagi TNI. Dan mengingat sejarah masa lalu, memang wajar jika mereka merasa terancam.

Sg militari procuremen by decade

Budget/Alokasi Belanja Militer SAF Berdasarkan Dekade

belanja milter menurut decade

Budget/Alokasi Belanja Militer TNI Berdasarkan Dekade

Demi mengatasi keterbatasan potensi mereka tersebut, Singapura melirik opsi bentuk perlindungan dari luar seperti hubungan pertahanan bilateral dan juga multilateral. Seperti misalnya dengan Amerika Serikat, Australia, Jepang dan lima negara anggota FPDA.

Untuk Indonesia menggantikan Singapura sebagai militer dengan anggaran terbesar hanya tinggal menunggu waktu, sama sekali bukan tantangan berat tapi adalah proses wajar akibat berbedaan potensi ke dua negara. Dan juga harus diingat Singapura dengan maksimal memanfaatkan potensi-potensi yang ada dengan indeks daya saing tinggi, sementara Indonesia terkesan masih mengabaikan berbagai potensi ekonomi dan geografis di dalam negeri. Jika Indonesia mampu memberdayakan potensi yang ada pada level yang sama seperti Singapura, maka sebagai benchmark bukan mustahil akan melirik negara yang lebih seimbang dari segi postur dan potensi seperti Brasil, India atau bahkan China.

Bagi Indonesia, Singapura hanyalah satu bagian kecil dari kekuatan asing yang lebih besar. Indonesia tidak bisa melihat hanya pada satu arah sebagai sumber ancaman dan harus juga mengandalkan kecerdikan diplomasi dalam menangkal berbagai bentuk ancaman tersebut, baik militer, politik maupun ekonomi. Di masa multipolar seperti saat ini, untuk kembali menjadi kekuatan regional yang diperhitungkan Indonesia juga harus mewaspadai potensi ancaman diluar ruang lingkup Asia Tenggara. (NYD)

Sumber: straitstimes, janes, Frost & Sullivan, MAJ Ooi Tjin-Kai

  164 Responses to “Merebut (Kembali) Hegemony Militer Dari Singapura”

  1. Hmmm.. Menarik juga si singapore nie… Sebagus bagusnya militer mereka.. Ga bakalan bisa ngalahin nasionalisme kita.. Ingat.. Perang bukan perkara senjata.. Tapi perkara seberapa besar nyalinya..hehehe.. Ane pertamaxxx ya…

    • Kalau kita bersaing bidang Keuangan dengan Singapura jelas Kalah, kecuali kalau SINGAPURA BANGKRUT/MISKIN, itu tergantung dari Thailand yang rencananya melanjutkan TERUSAN TANAH GENTING / KRA. yang akan memutus JALUR EMAS selat malaka

      Kita menang dibidang banyaknya penduduk, dan semangat juang PRAJURIT TNI, kalau semangat rakyat Indonesia “eit” nanti dulu ??? rakyat yang mana dulu ?

      dengan tingkat korupsi yang mencapai 94%, teori lama DEVIDE ET IMPERA masih sangat cocok diterapkan di Indonesia………..

      “KENYATAAN TIDAK PERNAH SALAH”

      • bung @melektech, tolong sedikit dijelaskan tentang terusan tersebut, maap newbie, terimakasih.

        • kalau itu saya serahkan pada para mbah…mbah………………..
          mungkin buat judul baru :

          “SINGAPURA DI AMBANG KEBANGKRUTAN”

          Kalau saya sudah ada yang ngontrak…he….he……

        • Bung Dianeko, terusan itu rencana besar Thai n myanmar/kambodia utk memotong semenanjung seperti terusan Panama, bertujuan mempersingkat/menghubungkan laut hindia-pacifik. Implikasinya selat malaka/singapura Akan mati/sepi. Sayangnya ketiga negara serumpun itu belum deal n tidak kompak selain masalah perebutan kuil/vihara juga berbedanya backing negara2 besar Yg menjadi porosnya. Mungkin yg lain bisa menambahkan. Suwun

          • bung @melektech dan bung @senoati_pamungkas, terima kasih, tp saya setuju kalau para sesepuh buat analisanya, salam

      • gak apa2 bung walau cuma sebagian kecil, 5% aja dari 250 juta yg militan jumlah nya sudah belasan juta loh bung… hehehe

      • pasca amandemen ketiga, tak ada lagi istilah “orang Indonesia asli” di UUD 1945

        Pasal 6

        (1) Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai
        Presiden dan Wakil Presiden.

        “nasionalisme mungkin hanya milik…”
        keunggulan/kebaikan tak pernah dimonopoli oleh suatu golongan/kelompok saja bung…

        • Pinter yaa yang menginterfensi agar UUD 45 diamandemen terutama pasal itu,,memberikan peluang …

          Suatu saat kalau Indonesia masih saja “bebal” tinggal Pancasila yang diincar untuk diamandemen

      • terusan kra nggak jadi.
        terlalu mahal.

        skr pemerintah thai malah lagi konsen ke pelabuhan dawei join sama myanmar.
        kalo emang jadi ini si dawei (kemungkinan sih bakalan susah, wong pemerintah thai yg dukung dawei ini skr lagi didemo2 biar turun) sptnya gak butuh lagi terusan kra.

      • Se7 untuk komentarnya, tapi potensi ekonomi Indonesia jauh lebih besar dari negara Singa ini. Karena Kita banyak SDA maupun SDM nya cuma masalahnya hanya pada komitmen dan pelaksanaannya saja. Kalo kita benar2 niat untuk maju, hapus sistem rantai korupsi yang sepertinya sudah mendarah daging, hapus birokrasi yang terlalu banyak, kelola pajak dengan baik supaya gada yg “ngemplang” lagi dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,perbaiki nasib para akademisi/peneliti sehingga mereka mau turun gunung, optimalkan seluruh potensi kemampuan yang dimiliki oleh generasi muda bangsa ini sesuai dengan bidangnya masing-masing, baik itu budaya, olahraga, iptek, dan lain-lain.

  2. pertamax

  3. Bengsol

  4. Hmmm.. Menarik juga si singapore nie… Sebagus bagusnya militer mereka.. Ga bakalan bisa ngalahin nasionalisme kita.. Ingat.. Perang bukan perkara senjata.. Tapi perkara seberapa besar nyalinya..hehehe.. Ane pertamaxxx ya…

  5. Smoga presiden baru manambah anggaran militer????

  6. Indonesia pasti bisa ngalahin singapo asal aja ada kemauan

  7. bung , now, apa spesifikasi su 30 mk2v punya vietnam lebih canggih varian nya, ?
    soal nya dari sekian banyak varian su 30. su 30mk2v lumayan terbilang baru,
    berikut urutan varian sesuai http://id.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-30

    Su-27PU
    Su-30
    Su-30K
    Su-30KI
    Sukhoi Su-30KN
    Su-30M
    Sukhoi Su-30MK
    Su-30M2
    Sukhoi Su-30MKI
    Sukhoi Su-30MKK
    Sukhoi Su-30MKM
    Su-30MKA
    Su-30SM
    Su-30MK2
    Su-30MKV
    Su-30MK2V
    Su-30MK3

    • IMHO- urutan tersebut bukan berdasarkan ranking atau score. setau saya pesawat dengan inisial negara di belakangnya seperti MKI, MKM atau MKV hanya mengarah pada type customized pesawat tersebut berdasarkan kebutuhan negara masing-masing. dan karena MKV adalah pesanan paling jadi memang bisa dibilang terbaru. Memang bisa jadi tersedia lebih banyak opsi untuk dipasang di dalamnya (misal teknologi Su-35) tapi bisa juga malah downgrade

    • AFAIK, Sukhoi Indonesia (Su-30MK2) adalah versi standart dari pabrik sedangkan milik Malaysia (Su-30MKM) sudah custom dari avionik, komunikasi, dll (mereka memakai sistem komunikasi NATO) dan India (Su-30MKI) juga custom dengan asistensi Israel.
      CMIIW

      • ane pernah baca kalau AU rusia mengupgrade su-30 mereka menjadi seperti su-30mk2 bukan versi MKM atau MKI

        • varian MK adalah varian export untuk Sukhoi, varian MK dan MK2 adalah varian standart dari pabrik. Selain itu terdapat order dengan modifikasi khusus dari negara pemesan dimana MKK untuk China (Kitayski), MKI untuk India (Indian), MKM untuk Malaysia (turunan dari MKI), MKA untuk Algeria, MKV untuk Venezuela (Venezuela), MK2V unturk Vietnam (Vietnam)

          Justru sekarang Rusia memesan varian Su-30MKI untuk armada mereka

  8. Kalau perhitungan dengan alutsista indonesia yg di umpetin, indonesia jauh lebih kuat dari singapore.
    Gimana pndapat anda sesepuh2 warjag?

    Pendapat orang awam, maaf… ๐Ÿ˜€

  9. weh masih sepi nih lapaknya bung nowy, masih pada mabok jin sebelah ๐Ÿ™‚

  10. pusing saya di lapak sebelah…banyak nya minta ampun, disini masih sepi tak apalah.. ๐Ÿ™‚

    saya pribadi berharap road map Indonesia ke depan bukan saja menggantikan Singapura sebagai militer dengan anggaran terbesar tetapi harus dimaksimalkan juga potensi negara kita ini yaitu potensi ekonomi,geografis dan sumber daya manusia yang sebenarnya sangat besar jika dibandingkan dengan red dot..semoga kedepan perkembangan militer Indonesia bukan saja untuk perimbangan kawasan..

    @nowyoudont : kalau masih sepi obralan nya kurang greget nih bung..harus banyak2 promosi ๐Ÿ™‚

    • hmmm.. mungkin harus saya selipkan gambar porno? ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† admin murahan ๐Ÿ˜†

      ini usia draft sudah 2 hari bung, yang punya warung sibuk dan draft saya tahan biar setiap harinya ada posting baru. Mohon bantuan rekan2 yang pernah atau belum menulis artikel untuk minimal rutin mengirim artikel biar ga selalu copas dari mainstream media

  11. Saya kira judulnya tidak tepat, apa yg mau direbut, wong dari dulu juga hegemoni militer ada pada Indonesia. Lihat saja site Global Firepower, Indonesia ranking 19, Singapore 44, berdasarkan faktor yg terukur.

    Faktor yg tdk/ susah terukur, seperti tradisi militer, Indonesia sangat kuat, sejak dijajah sampai sekarang; Singapore nol.

    Jadi APA yg mau direbut?

    • GPF menyertakan luas wilayah, panjang jalan, jumlah SDM dll parameter, Indonesia jelas unggul, tapi yang saya maksud superioritas alutsista berkat dukungan anggaran pertahanan. gara2 gudget dan anggaran ini juga FIR lepas ke Singapura

      • Bung nowyoudont, maaf di GFP itu ada juga alutsista yg dibandingkan, kebanyakan kita menang jumlah, apalagi katanya mau datang Rafale (berharap) dan Su-35.

        Mengenai tradisi militer, sy pernah lihat tentara mereka patroli di Changi, culun banget, sudah perawaknnya kecil, pakai kacamata. Selain itu insiden Singapore maid bawain ransel tentaranya, serta lihat di program TV National Geographic latihan wamilnya wah mentertawakan. Postur SatPolPP kita aja masih menang.

        Tentang FIR (sumber pak Chappy Hakim) ketika itu pada th 1946, Indonesia baru saja merdeka, tidak hadir pada pertemuan Regional Air Navigation (RAN) yg diselenggarakan ICAO. Indonesia hrs menerima kenyataan pahit, yg menyatakan bahwa ATC S’pore berhak mengontrol wilayah udara Kepri. Pada pertemuan RAN III di Bankok th 1993, Indonesia minta agar penguasaan FIR oleh S’pore dikembalikan ke Indonesia, namun sidang ICAO memutuskan masalh diselesaikan secara bilateral. Padahal sejak 1946 sampai saat itu Indonesia belum pernah menandatangani/ menyetujui perjanjian dalam sidang ICAO tsb. Baru pada 21 September 1995 Indonesia menandatangani kesepakatn mengenai penyusunan batas FIR Singapur dan FIR Jakarta dgn Singapura.Disahkan dengan KepPres No. 7/1996. Ada 3 sektor A, B dan C, dan sektor C TIDAK termasuk perjanjian. Herannya kok Suharto mau ya? Wilayah p. Natuna termasuk sektor C, lantas kenapa diberitakan bahwa (waktu itu) p. Benny Murdani mesti minta ijin FIR Singapur mau mendarat di Natuna? Dari 1946-sekarang pemerintah/ cq KemHub tidur.

        Jadi kalau hegemoni militer, politik, saya masih yakin di atas mereka. Kalau hegemoni lain seperti korupsi, pendidikan, telmi ya nyerah aja deh. Ekonomi masih unda-undi, bentar lagi kita nyalip.

        Tapi yg jelas FIR harus kita rebut kembali apapun risikonya.

        • Tentu ada alutistanya bung @Antonov, maksud saya tadi justru non alutsista yang memberikan keunggulan posisi Indonesia dlm ranking GFP. Masing2 punya score tersendiri yang menentukan posisi urutan negara2. Tapi GPF hanya menyebutkan jumlah jenis alutsista tanpa membandingkan level/kualitas alutsista tersebut. Buat GPF 1 hawk dan 1 F15SG poinnya sama saja. Saya juga yakin perajurit TNI jauh lebih tangguh daripada every Singaporean son, tapi memandang remeh juga jangan karena peluru tetap mematikan bagaimanapun culun penembaknya ๐Ÿ˜€

          Sedangkan jika berkenaan dengan alutsista baik kualitas, kuantitas dan anggaran Singapura masih jadi pemimpin di Asia Tenggara, bahkan hingga sekarang. 2014 ini mereka masih menjadi negara ASEAN dengan anggaran pertahanan terbesar, walau untuk itu mereka menganggarkan 3.3% dari GDP sementara Indonesia dgn ekonomi lebih besar sudah hampir menyusul walau hanya dengan 0.9% GDP.

          Tapi jangan lupa bahwa rakyat Singapura hanya 2% jumlah rakyat Indonesia dan luas wilayah mereka dibawah 0.1% luas wilayah negara kita. Maksudnya, bayangkan jika Indonesia mampu se-efisien Singapura memanfaatkan potensi2nya.

          Keunggulan Singapura bukan karena kehebatan mereka tapi lebih karena kelemahan kita sendiri. Indonesia adalah raksasa tidur, potensi kita bahkan tidak bisa dibandingkan dengan Singapura yang tanpa sumber daya alam. Bahkan dengan upaya seadanya saja dalam 1-2 tahun ke depan kita sudah akan menyusul anggaran pertahanan mereka. Terus terang FIR dipegang Singapura dan Pratt&Whitney berkantor di Singapura yang tidak punya industri pesawat terbang sangat menjengkelkan dan terasa melecehkan. Potensi Indonesia jauh dari sekedar melewati little red dot, jika ekonomi/politik kita stabil, dalam 3-5 tahun lagi Australia juga akan mulai terlihat dekat

        • FIR Sin: …Dari 1946-sekarang pemerintah/ cq KemHub tidur…

          kemarin malam nonton ILC, ternyata selama 17 tahun terakhir pemerintah juga gagal menghentikan asap pembakaran hutan di riau.

          kebayang reaksi ICAO; kalian urus aja dulu asap yang membahayakan penerbangan itu, baru mimpi ngatur penerbangan internasional…

          sisi lain yang wajib direview/validasi dari acara rutin selama 17 tahun ini adalah efektivitas aparat teritorial, karena tidak terlihat:
          > Kemampuan Temu Cepat dan Lapor Cepat.
          > Kemampuan Manajeman Teritorial.
          > Kemampuan Penguasaan Wilayah.

          jika gagal menggalang kewaspadaan masyarakat terhadap penebang/pembakar liar bersenjata parang, apakah bisa menggalang perlawanan terhadap musuh bersenjata canggih?

          karena kegagalan ini terpaksa pemadaman api dijadikan operasi militer dengan menurunkan pasukan tempur…

          • menurut saya yg awam bung danu..
            Pembakaran hutan dilakukan secara sengaja untuk membuka lahan sawit setelah terjadi pembalakan.sama halnya seperti di kalimantan dan malingsia.
            Sudah banyak mal praktek seperti ini yg belum ada tindakan, atau ntah lupa.
            Yg jelas semuanya ada hassil dari pembakaran lahan tersebut.

            Maaf oot

    • Persis Bung Ant ..

      Membaca artikel diatas, saya langsung berkesimpulan, pengarangnya terobsesi dgn video game, adu kekuatan utk memenangkan perang melawan Sing digiring seperti dalam video game, adu banyak2an senjata, anggaran, wani piro ..dst.
      Utk menaklukkan Singapura (asal tidak dibeking AS cs) cukup dgn blitzkrieg. Keberadaan Batalyon X/Marinir di Batam saja sudah membuat stress Singapura, trauma dgn serangan 2 marinir hero Usman-Harun. Roket RHan 420 di Batam akan bisa menghujani landasan udara, pangkalan AL, radar, batere rudal, gudang logistik di Singapore. Pangkalan kapal selam perlu dibangun di Batam utk melindungi pendaratan amfibi dan Leopard cs ke Sngaporet

      Ya pangkalan kapal selam di Batam sangat strategis. Isu yg “dimunculkan” ttg ancaman pencaplokan China thd Natuna menyiratkan perlunya penguatan militer di Natuna dan tentu saja Batam. Termasuk perlunya kehadiran Su-35 di Lanud Palembang, sebagai backup melindungi Jakarta, Selat Sunda, Batam, Natuna, dll.

      • Bung WH, TTG kapal selam, adalah “silent service”, cukup publikasi pangkalan di Palu. Selanjutnya kalo mau serius kita perlu punya kapal submarine tender. Ini adalah pangkalan bergerak yg bisa lego jangkar hadir dimana2, menyediakan sarana logistik (bekal, BBM, amunisi), istirahat dan rekreasi awak, utk satu eskader ks (2 – 4). Nggak perlu di Batam, nanti bukan silent service dong, terlalu dekat.

        • Saat ini ada yg punyakah barang seperti ini (kapal induk kapal selam)?

          jaman PD II Jerman punya kapal selam induk. Kerjaannya menyusui kapal selam lain di Atlantik, mengisi BBM, amunisi, dll utk menyerang lagi konvoi kapal sekutu.

          • Wah… jadi teringat janda… ๐Ÿ™‚

          • Zaman Bung Karno dulu utk Trikora kita pernah punya 1 submarine tender, diperlukan karena ks kita waktu itu ada 12 kelas Whisky.

          • @antonov : maaf bung oot…peran dari kapal submarine tender ini sebenarnya dititikberatkan sebagai apa saja??salam

      • bung @WH, salah satu sumbernya adalah tulisan perwira aktif SAF

  12. Saya tetap melihat tidak ada sesuatu yang benar2 luar biasa dalam pengembangan alutsista TNI saat ini, dibandingkan dengan potensi ancaman dan segala dinamikanya ke depan. Karena penguatan kekuatan pertahanan NKRI tidak dimulai dari pangkal persoalannya, tetapi dengan cara potong Kompas, pasca lepasnya Sipadan-Ligitan & kasus Ambalat, yang berakibat dengan kurang jelasnya arah dari pengembangan pertahanan NKRI, terutama untuk jangka panjang.

    Lalu apa yang menjadi pokok permasalahan dari arah kebijakan NKRI saat ini dan ke depan? Sudah banyak lembaga Think think dan maupun hasil kajian studi dari pemerhati pertahanan di negeri ini yg menghasilkan rekomendasi sebagai berikut:

    1. Membuat ambang batas terendah, medium & maksimum terhadap anggaran pertahanan nasional.
    Saat ini untuk tahun 2014 menganggarkan Rp 86,376 triliun, atau 0,8 persen dari persentase ideal GDP. Padahal sudah banyak studi pertahanan yang menjelaskan, Indonesia minimal harus menganggarkan 2% dari GDP, 5% dari GDP untuk kondisi ideal & 10% dari GDP untuk kondisi maksimum. Tetapi hingga kini untuk peningkatan 1% dari GDP untuk anggaran pertahanan pun Indonesia belum bisa menyisihkannya.

    Argumen klasik selalu menjadi alasan, pemerataan, pendidikan, dll. Padahal kalau RI punya platform pertahanan jangka panjang, itu semua bisa diatasi. Kita bisa belajar dari China, setelah 35 tahun secara konsisten terus meningkatkan anggaran militer mereka perlahan2, baru pada tahun 2010 lah dunia mulai memperhatikan militer mereka, padahal kondisi ekonomi mereka pada dekade 80 hingga 90 an tidak lebih baik dari negara kita, dan sekarang hasil dari kerja keras mereka berhasil, bukan hanya bisa menjadi salah satu yg terkuat secara militer, tetapi juga bisa menghasilkan uang dari hasil kerja keras tsb, atau kalau perbandingannya terlalu tinggi, kita bisa contoh India, berapa persen rakyat mereka yg miskin dan lebih miskin dari kita, tetapi negara mereka tetap konsisten untuk memperkuat negara mereka.

    2. Meninjau ulang dan memperbaikinya buku putih pertahanan NKRI, yang pasca orde lama hingga kini lebih menekankan kepada sistem bertahan, yang oleh petinggi TNI dianggap hanya membatasi ruang gerak dan mengebiri potensi maupun kemampuan TNI dalam mempertahankan NKRI. Sudah saatnya Indonesia kembali mengembangkan jangkauan pertahanan TNI kita, tidak ada salahnya TNI memukul terlebih dahulu, daripada Harus terpukul duluan. Pada zaman Orde lama, NKRI bisa membuat sebuah hegemoni dan Geopolitik, dan mampu mempengaruhi negara2 dunia, tetapi sekarang tidak, apa yg terjadi??

    3. Penguatan kembali sistem pertahanan semesta.
    Pembentukan Kogabwilhan sebenarnya adalah buah dari rencana pemekaran Komanda Armada, yang saat ini dari 2 komando Armada, yakni komando Armada timur (Koarmatim) dan komando Armada barat (Koarmabar), dengan penambahan komando Armada utara (Koarmata) dan komando Armada selatan (koarmala). Tetapi ini tidak juga terbentuk, dengan alasan anggaran, kemudian diputuskan dibentuk 3 komando Armada, yakni penambahan komando Armada tengah, tetapi tidak juga terbentuk dengan alasan lagi2 masalah anggaran pertahanan.

    TNI & kemenhan sudah menjelaskan, & jauh-jauh dekade mengatakan, pembentukan 4 komando Armada adalah wajib hukumnya untuk meng-cover seluruh NKRI dalam kondisi darurat perang. Tetapi hingga kini belum juga terbentuk. Pembentukan Kogabwilhan diharapkan bisa menjadi embrio dari pembentukan 4 komando Armada tersebut. Tapi Ini pun masih ada berdebatan tentang struktur dan lain sebagainya.

    Sekadar informasi, sebentar lagi pasukan komando Cadangan (PasKomcad), akan segera terbentuk, rencananya akan sedikit dipercepat, karena paskomcad diperuntukkan juga untuk Kogabwilhan. Saat ini Pemerintah untuk gelombang pertama menargetkan 2 juta pasukan paramiliter Paskomcad, yang akan diambil dari kalangan PNS, swasta, dll, dari usia 18 tahun hingga 45 tahun. Paskomcad adalah sistem pertahanan yang bersifat sel-sel, dari tingkat RT, RW, Kelurahan Kabupaten, kota, provinsi dan negara. Dengan sistem pergerakan/mobilisasi 3 jam, 6 jam, 12 jam, 1 x 24 jam, 3 hari dan 1 minggu, sesuai kondisi darurat perang yang terjadi.

    Kalangan pemerhati pertahanan & studi, meyakini kalau sistem pertahanan semesta bisa kembali diperbaiki, akan mampu membuat Indonesia menjadi negara terkuat sistem pertahanannya. Tapi apakah ini semua berjalan mulus?? Kita akan perhatikan.

    4. Meningkatkan riset teknologi tingkat tinggi terutama untuk alutsista.
    Indonesia, India, China, Korea, pada tahun 60-an memulai Start yang sama dalam pengembangan riset pertahanan, tetapi kenapa hingga kini Indonesia masih jauh tertinggal dari negara2 tersebut? Saat ini, Walaupun terlambat, daripada tidak sama sekali, mulai sadarnya negara kita untuk kembali memperkuat riset pertahanan patut kita hargai, sekarang yang tinggal dipertahankan tingkat konsistensinya, apakah hanya bersifat proyek rezim, seperti selama ini sudah terjadi, atau benar2 lahir dari kesadaran Indonesia untuk membangun sistem pertahanan dari akarnya??

    Dan masih ada beberapa rekomendasi hasil kajian studi lainnya terhadap sistem pertahanan negara kita.

    Jadi tidak ada yang perlu dieuforia-kan terhadap perkembangan TNI saat ini, selama struktur pertahanan tersebut belum menyentuh pangkal persoalannya, yakni, anggaran, riset, dll.
    Saat ini moncong senjata mulai mengarah ke Asia Pasifik, pastinya kita tidak mengharapkan Indonesia menjadi pecundang dikawasan sendiri.

    Salam NKRI……

    • “Saya tetap melihat tidak ada sesuatu yang benar2 luar biasa dalam pengembangan alutsista TNI saat ini, dibandingkan dengan potensi ancaman dan segala dinamikanya ke depan. Karena penguatan kekuatan pertahanan NKRI tidak dimulai dari pangkal persoalannya, tetapi dengan cara potong Kompas, pasca lepasnya Sipadan-Ligitan & kasus Ambalat, yang berakibat dengan kurang jelasnya arah dari pengembangan pertahanan NKRI, terutama untuk jangka panjang.”

      Kalau yang anda maksud beberapa dekade yang lalu saya setuju. Tapi saat ini bukankah sudah ada program MEF?. Kurang jelas arahnya bagaimana?. Justru di masa lalu pembangunan pertahanan kita tidak jelas arahnya karena pemerintah tidak menjadikan pembangunan pertahanan sebagai prioritas.

      • Ehmm… Inilah yang kurang tepat dipahami oleh sebagian rekan2 kita, yang menganggap bahwa pelaksanaan MEF 1, MEF 2 dan hingga MEF 3 adalah solusi terbaik dalam pengembangan sistem pertahanan NKRI, ditambah lagi dengan jargon2 MenHan Purnomo, bahwa NKRI adalah yang terkuat dikawasan, dan jargon2 lainnya yang membuai kan setinggi langit. Tapi sebenarnya program MEF hanyalah suatu perencanaan “Penebus dosa” Pemerintah terhadap sistem pertahanan NKRI, karena sudah terlalu lama mengabaikan alutsista kita. Bahkan sebagian anekdot dikalangan TNI mengatakan berterima kasih dengan adanya kasus Ambalat, karena sejak itulah negara kita sedikit “waras” mulai memperhatikan alutsista RI.

        Dan pernahkan Anda menganalisanya dengan anggaran yg ada saat ini untuk MEF 1 hingga 3, bisa membuat NKRI disegani?? Saya rasa terlalu naif. Bahkan diyakini banyak pihak MEF 3 saja kalau “benar-benar” terlaksana sepenuhnya, tetap belum bisa menyamai kekuatan tempur TNI pada era Trikora dan Dwikora. Saat ini Dengan kondisi geopolitik dan ancaman terhadap NKRI yg bisa terjadi tanpa terduka, kita rasa kita harus realistis.

        Apakah Anda pernah meneliti bagaimana sistem pembelian alutsista TNI dari zaman orde baru hingga kini?? Semuanya hampir sama. Yaitu sistem tambal sulam. Kalau Anda sedikit mau menelaah dan membaca sedikit ke belakang, Anda akan lihat bahwa cara ini sudah pernah dipakai sebelumnya. Sisanya masih ada hingga kini, yakni puluhan KRI Ex Jerman, pesawat hibah, dll, yang lebih banyak membuang uang negara karena borosnya biaya pemakaian. Saat itu Pemerintah juga mengatakan bahwa RI akan menjadi yg terkuat dikawasan dll.

        Yang ingin saya sampaikan disini adalah suatu perencanaan pengembangan sistem pertahanan yang menyeluruh, dimulai dari akarnya, yakni riset, riset tak akan bisa terwujud tanpa adanya anggaran yg mencukupi. Inilah yg dilakukan oleh China, dan Korea dulu. Mereka membuat perencanaan yg matang sesuai jangka waktu yg sudah mereka buat, menciptakan skala prioritas, dan menjadikannya suatu program jangka panjang negara mereka. Hasilnya mereka berhasil. Dan itu juga tidak bisa terwujud secara instan, tetapi memerlukan waktu beberapa dekade.

        Sebagai contoh lainnya, program roket RI, sudah lama Terbengkalai dan tak diperhatikan, saat ini Lapan dll mulai membangun kembali, dan sebagian Rekan2 disini menganggap luar biasa dan jumawa dengan pencapaian yg ada, padahal semua penelitian tersebut masih sama dengan penelitian pertengahan tahun 50an, saat Sukarno memerintahkan menciptakan misil pertahanan dengan bekerjasama dengan Uni Soviet, dan menghasilkan misil Kartika. Saat itu Kendalanya sama, yakni pada propelen dan sistem pandu, sebelum akhirnya dihentikan pada masa orde baru.

        Memang saat ini Pemerintah sudah kembali memperkuat riset pertahanan, dan hasilnya juga bisa kita lihat seperti ANOA dll, tetapi dengan perkembangan teknologi pertahanan saat ini yg begitu cepat, dan begitu jauhnya kita tertinggal dari negara lain dalam hal riset dll, ada baiknya kita jangan terlalu jumawa.

        Terlalu banyak paragraf kalau semuanya ingin jabarkan disini. Tapi saya hanya ingin mengatakan, selama Indonesia Masih berpikiran jangka pendek dalam pemenuhan alutsista nya, akan sulit bagi negara kita untuk bisa menyamai negara kuat lainnya.

        Berpikirlah realistis, dimasa depan musuh potensial kita bukan Malaysia, Singapura atau Australia, terlalu kecil mereka bagi kita, tetapi musuh potensial negara kita adalah negara2 yg memiliki hegemoni & geopolitik yg kuat seperti US, NATO, China & persemakmuran Rusia / Ex Eropa timur. Jadi ayo lah berpikir kedepan.

        Salam NKRI.

        • justru gue memahami, adanya perubahan ke arah membaiknya roadmap militer kita, tentu hal itu dituangkan dlm buku putih kemenhan, hasil akhir olahan para perwira menengah saat ini, dari tiap kesatuan dan matra, lalu dievaluasi detailnya secara lebih mendalam dan dituangkan dlm buku putih, Mef-1,2 dan 3 adalah ACTION nya (dan MEF ini solusi terbaik yg disepakati para pemimpin kita saat ini, kalo ada pola pengadaan yg lebih baik, boleh di bahas disini, mungkin dgn sebuah artikel utuh “alternatif MEF”).
          Baik alutsista dan struktural commando (kogabwilhan) sama2 dikembangkan dan dibangun dgn doktrin2 pertempuran modern berdasarkan pakem sistem pertahanan semesta.

          salam

        • Mungkin karena militer Indonesia yang ‘normal’ adalah militer terkuat di Asia Tenggara. IMO wajar saja memang jika melihat ukuran kita. btw chart belanja pertahanan dan R&D Indonesia, Malaysia dan SIngapura:

          anggaran R&D militer Malaysia tiarap ๐Ÿ˜€

        • Bung Garuda Hitam, … sebaiknya kita meninggalkan konsep jaman trikoran/dwikora. saat itu ekonomi kita sangat terpuruk n tidak sustain. Saya pernah dengar Uni soviet termakan strategi perlombaan senjata USA, dimana akhirnya secara ekonomi runtuh dihabiskan utk perlombaan senjata dan menyebabkan pecahnya USSR. Saat ini kita tdk boleh membabi buta konsep “mercu suar” tanpa mempertimbangkan fundamental ekonomi. Suwun

          • Tulisan Anda membuka mata, Bung. Saya benar2 tersadar stlh “TERBUAI” sekian lama dgn gembar-gembor dan slogan2 yg seolah2 ALUTSISTA kita bnr2 sudah SUPER “WAH”. Thanks Bung Garuda Putih, oups Hitam (maaf trll senang melihat tulisan Anda jd teringat yg putih2 heheee…just kidd). Tulisan2 Anda minimal bisa mnjdi referensi lain saya utk melihat dgn SEKSAMA perkembangan ALUTSISTA “GARUDA” KITA. Sudah seharusnya saatnya kita tak lg hanya sekedar BERHARAP dan TERUS BERHARAP memiliki ALUTSISTA GAHAR. Sudah seharusnya negara kita yg besar nan kaya SDM, SDA berdiri lbh atas dari Singapura yg seupil, Malaysia yg seuncrit dan tetangga2 lain. Tp Bung Garuda, saya sbnrnya berharap sekali Anda menjelaskan secr detail perbandingan tahun2 sblmnya (perkembangan scr spesifik) Alutsista negara kita pada tulisan (koment) kedua (flashback). Tp terima kasih Anda sudah membuka cakrawala yg jauh lbh luas.
            Perdebatan yg MENCERDASKAN.

        • benda bung klw proyek kartika yg berhenti di tngah jalan. klw sekarang kita tidak berhenti dan dipakai sebagai alusista dalam MLRS. bung pernah baca rilis resmi situs kita juga sudah buat louncernya. jadi R-Han bukan omong kosong. trus masalah Anoa, anoa itu fix riset kita dengan adopsi BVR prancis. klw anda katakan kalah teknologi, trus knapa negara lain pada beli? apakah krn mereka B*d*h??. sekarang ke kapal kita mengusahakan membuat sendiri.. dimulai dari project KCR dan kapal catamaran yg sudah dilihat mata kepala kita sekarang? untuk teknologi kita ngak kurang sperti yg anda kira. walau yg diberikan minim tapi yg dihasilkan sekarang jauh dari harapan dana itu. itu bisa dikatakan hebat ngak?, imHo doang.

          • Coba aja di cek, dari tahun 80-an sampe skrg kita msh berkutat bikin boat, bukan ship. 30 tahun loh… Hasil nya msh sekitar FPB-57 aja.

          • Jaka…
            Adakah dana yg mencukupi untuk sekelas R&D nya?

            N250 ketika orba akan menjadi pesaing ketat dg boeing,tapi kena embargo, dan imf justru menekan kita habis2 an..
            kalao anda cermat baca dikoment artikle sebelumnya…

            Semua banyak yg sudah di paparkan.

          • hehe.. bgini bung anda harus tahu dulu apa itu ship dan apa itu boat. kurang lebih bisa di check ini.http://www.google.com/search?q=beda+ship+dan+boat&oq=beda+ship+dan+boat&gs_l=mobile-heirloom-serp.3..0l5.2894.11260.0.11824.25.21.0.0.0.0.802.1428.5-1j1.2.0….0…1c.1.34.mobile-heirloom-serp..23.2.1419.ordLV-CESKY. trus saya mau nanya apa dulu kita ngebangun Kapal sekelas LPD makasar?? yg dibuat oleh PT. PAL asistensi dari DSME. trims.

        • Bung GH.
          Maka dari itu di bentuknya kogabwilhan semata2 hanya untuk menghadapi 4 rute fpda dan china. Serta di tambahkan berbagai macam alutsista untuk menghadapi dg blok masingw.ketika perang pecah tidak bertumpu pada satu arah….

        • @bung Senopati & rekan2 yg lain diatas, ada yang perlu dipahami juga bahwa MEF adalah bertujuan mengembalikan kekuatan tempur TNI seperti pada zaman Trikora & Dwikora, dan hal ini sudah sering kali disampaikan oleh MenHan maupun TNI, bahkan Kapuspen TNI, pak Iskandar Sitompul dalam sebuah wawancara Televisi sudah sempat menjelaskan hal tersebut.

          Kekuatan Tempur TNI pada era tahun 60 an, adalah kekuatan ideal TNI, dan bukanlah kekuatan maksimumnya. Karena dengan kekuatan tersebut mampu meng-cover wilayah NKRI secara baik, dengan adanya kapal penjelajah, kapal destroyer, kapal pemburu, dan kapal selam terbaik di eranya pada Matra laut, dan pesawat pemburu maupun bomber pada matra udara. Kekuatan TNI pada masa itu adalah “maksimum defense”, belumlah lagi maksimum ofensif, oleh karena itulah dianggap sebagai kekuatan ideal TNI, sehingga mampu membuat sekutu & Belanda mundur teratur.

          Pembentukan MEF bertujuan untuk mengembalikan kekuatan TNI pada taraf maksimum defensif, seperti pada era 60 an, karena ini sesuai dengan doktrin politik maupun doktrin pertahanan NKRI. Terkait kekuatan TNI, Kan banyak selorohan dari beberapa perwira TNI kita, “kalau belum bisa seperti jamannya pak Karno, gak usah sok kuat deh”. Jadi ini bukanlah proyek mercusuar.

          Tolong juga dipahami apa yg saya utarakan diatas, disana saya tidak pernah sekalipun mengatakan, apa yg sudah Kemhan, TNI, dan lembaga BUMN lainnya terkait perkembangan riset alutsista saat ini sebagai omong kosong, tetapi saya hanya ingin kita realistis menilai. Coba deh diperhatikan porsi anggaran pertahanan selama ini, yang mayoritas masih tersalurkan untuk peningkatan kesejahteraan prajurit. Berapa persen porsinya untuk pembelian alutsista? Berapa persen porsinya untuk perkembangan riset?

          Saya pribadi akan merasa sedikit jumawa kalau Pemerintah kita berani menaikkan anggaran pertahanan hingga 2% saja dari ideal GDP, seperti selama ini sudah diutarakan banyak pihak. Karena dari situlah kita bisa menilai tingkat keseriusan Pemerintah dalam membangun infrastruktur pertahanan NKRI, baik jangka pendek, jangka menengah, syukur2 juga untuk jangka panjang. Ingat, Indonesia dibangun bukan untuk 1 atau 2 generasi saja, tapi negara ini dibangun untuk 100 juta tahun kedepan (pastinya itu harapan kita semua).

          Satu hal lagi yang juga perlu dipahami adalah, awal terbentuknya Indonesia, negara ini langsung bisa memiliki hegemoni & geopolitik yg kuat. Bagaimana mungkin Indonesia, yg masih seumur jagung mampu mempecundangi Jagoan2 perang dunia ke II, seperti Jepang & gerombolan Sekutu?? Dan berapa banyak negara-negara dunia saat ini bisa merdeka karena terinspirasi oleh kemerdekaan Indonesia. Hanya Indonesia satu-satunya negara yg berani keluar dari PBB & hanya Indonesialah satu-nya negara yg berani membuat lembaga tandingan PBB, (New Emerging Forces). Terlalu banyak kalau ingin dijabarkan disini, tapi garis besarnya sampai kapanpun Indonesia oleh negara2 kuat akan tetap dianggap sebagai ancaman, mau berteriak2 dengan slogan “Million Friends, Zero enemy” sekalipun, negara2 seperti US, Inggris dkk, dll, hanya menganggapnya sebagai lelucon. Itulah kenapa Indonesia oleh pihak luar dianggap seperti “Raksasa yang sedang tidur”. Ada penelitian tentang ini dari beberapa lembaga Think thank Pentagon, tapi maaf saya belum ada waktu menjelaskannya disini.

          Soekarno adalah seorang visioner, bukan seorang megalomaniak. Apa yg dulu dianggap sebagai proyek mercusuar, baru terasa saat ini manfaat & kebanggaannya.

          Kalau ingin berbicara masalah ekonomi pada masa orde lama, juga harus berbicara dalam perspektif luas. Teliti bagaimana kondisi ekonomi dunia pada ketika itu, teliti bagaimana kondisi geopolitik ketika itu, dll. Salah satu senjata orde baru dalam menghantam Soekarno adalah dengan isu ekonomi, janji kemakmuran kepada rakyat oleh Orde baru, padahal semuanya berasal dari penjualan sumber daya alam dengan harga “obral”, pinjaman luar negeri yg dosanya masih kita rasakan hingga era reformasi ini.

          Sekian saja dulu, saya menulis komen ini ditengah kesibukan saya bekerja, jadi mohon maaf kalau ada yg salah

          Salam NKRI……

          • really really like this.
            terimakasih banyak tulisannya yg menyadarkan Bung Garuda Hitam.
            sering2lah menulis.

            teringat di film World War Z, kenapa Israel (no sara pls) tetap menjadi satu2nya negara di film tsb yg tidak terkena dampak wabah yg melanda dunia?

            jawabannya adalah “The 10th Man”
            dalam suatu konsul / musyawarah / forum spt JKGR ini, bila 9 dari 10 orang setuju dan sepaham akan suatu hal; maka tugas orang ke-10 lah untuk tidak sepaham.

            tugas orang ke-10 untuk mencari, menggali dan mengkritisi setiap titik lemah yg mungkin ada dan menyajikannya sebagai tesa baru untuk kemudian dibahas kembali.

            umumnya forum ini yg saya lihat sangat dipengaruhi orang pendapat yg senada dari para kontributor yg aktif, tetapi tetap saja dibutuhkan “orang ke-10” yg berfungsi sebagai pengingat akan kaki kita semua tetap menginjak bumi walaupun kepala sudah ada di awang2…

            salam

        • Thanks uraiannya cukup membuka wawasan saya yang awam bung. Tapi setidaknya saat ini kita harus bersyukur bahwa kita tidak berdiam diri sama sekali. Saya setuju bahwa kekuatan militer kita di era dwikora/trikora jauh lebih kuat daripada saat ini. Tapi jangan lupa bahwa ekonomi kita saat itu berantakan. Banyak hal yang harus kita bangun dan benahi bukan hanya militer. Tidak ada artinya militer kuat tapi tidak didukung dengan ketahanan ekonomi yang baik. Semuanya harus berimbang. Dan saya melihat bahwa pemerintahan SBY sudah “banyak berbuat” dibandingkan pemerintahan era sebelumnya.

          Salam

          • BIJAK menyikapi, CERMAT mengomentari, PROPORSIONAL dan RASIONAL untuk komentar dari Bung Garuda Hitam…

            Selama ini saya hanya menjadi “SR” dari jakartagreater.com karena keterbatasan kapasitas yang saya miliki, dan sepanjang kisah itu pula saya disuguhkan beberapa nuansa “euforia” dan “jemawa” dalam bentuk ARTIKEL dan KOMENTAR.

            No offence guys, saya hanya ingin menyamakan PERSEPSI bahwa memiliki rasa bangga dan sikap nasionalis terhadap NKRI itu adalah hal yang sangat saya hormati, saya kagumi.

            Alangkah indahnya jika silaturahmi diikuti budaya membangun dan semoga jakartagreater.com menjadi barometer informasi militer NKRI.

            Salam

    • Ane setuju om… tapi pangkal pokok masalah kita memang di Anggaran dan Buku putih yang menetapkan porsi ancaman internal lebih besar dari pada ancaman eksternal. Untuk anggaran memang jika kita berdiskusi di forum militer akan banyak tanggapan dan antusias dari pembaca, tapi secara umum masalah pertahanan kurang diperhatikan dan tidak dianggap terlalu serius oleh sebagian besar rakyat Indonesia, akibatnya jika pemerintah naikan anggaran pertahanan akan banyak yang protes, terutama jika dikompor oleh LSM2.

      Kl masalah klasifikasi ancaman bisa kita lihat aja model pengadaan di TNI, yang lebih mementingkan kuantitas dari kualitas, alias lebih pada fungsi patroli bukan daya gentar. dan sedikit faktor aji mumpung, mumpung ada yang murah F-16, Leopard, Nakhoda Class entah itu sesuai rencana dan budget atau tidak. memang semuanya akan kembali lagi ke masalah anggaran. Buat temen2 warjeg, jangan hanya melihat wah anggaran kita sudah mendekati Singapura, negara aquarium itu cuman punya segelintir tentara yang mesti digaji dan dihidupi serta secuil wilayah yang mesti di jaga. sama saja anda membandingkan anggaran security rumah mewah dangan anggaran security satu propinsi, ngga sama.

      Masi jauh anggaran kita, saya setuju ama om Garuda Hitam minimal 2%. Okelah dana pendidikan besar, tapi apa bener2 siap program menjalankannya? jangan cm dikasi trus “sak karepmu mo dibikin apa tu duit” dan akhirnya jadi dana apalah yang cm jd dana darmawisata guru2 dan dosen2. Ada pernah diberitakan bahwa Kemenhan itu yang paling efektif menjalankan anggaran yang dikasih, berarti kementrian yang lain masi bingung mau diapakan tu duitnya. Dari pada bingung, buat beli Kilo baru aja deh.. (masai sedikit sesak napas batal Kilo)

    • Wah saya sependapat dgn bung @ Garuda Hitam.
      Berarti koment-komen saya ttg optimalisasi dan lompatan anggaran TNI ada benarnya.

      Proyeksi anggaran TNI 5 th kedepan.

      1. Sisa MEF 1 Rp. 90 Trilyun
      2. MEF II Rp. 250 Trilyun
      3. Anggaran tahunan TNI Khusus untuk Alutsista Rp. 450 Trilyun
      Jadi Total Uang Dompet alutsista lima th ke depan Rp. 700 Trilyun.

      Saya titip satu kapal Induk bekas eropa timur dan perabotnya. Rp. 100 Trilyun
      Satu Kapal Induk Paling canggih di dunia (setara gerald ford) dgn perabotnya Rp. 150 Trilyun

      Satu lagi Titip 50 Trilyun untuk pengembangan rudal super canggih kecepatan 5 s/d 7 mach dgn jangkawan minimal 5000 km. yah kerja sama dgn Rusia juga boleh.

      Jadi masih ada duit sisa buat beli apa aja. Rp. 400 Trilyun.

      Uang segitu lumayan looo. dan ngg ngeberatin siapa-siapa. emang udah perencanaan jangka panjang, aman terkendali.

      Top markotop kan.

      • ya dipikir dulu toh klw analisa, cari corelasinya jangan asal tembak..:D. smua disini ada kesesuaian analisa ataw ngak ada kesesuaian dari informasi artikel kita cari sndiri2 corelasinya. mau percaya silakan, ngak juga ngak papa.: ) peace

  13. Maaf bung nowy, sedikit oot..
    (Gara2 photo uav diatas saya jd ingat ini)
    Kemarin saya ngobrol lewat chat dg teman saya yg anggota yonif linud kostrad, dia cerita klo bulan mei batalyonnya mendapat uav/pesawat intai tanpa awak buatan ITB.
    Kira2 bung nowy tau kah bentuk uav bikinan itb itu yg seperti apa?
    Terima kasih sebelumnya.

    • Sudah 16 riset yang akan dibuka ke media tanggal 30 Maret nanti. Antar lain Nano Satelit, Surveillance sebesar Capung, ada sebesar Burung Garuda dan Kelelawar

      layak ditunggu beritanya, KASAD bilang anggaran riset Rp 30 miliar, lebih besar dari anggaran riset roket LAPAN?

  14. @bung now…
    apa postur militer singapura ini sudah mendekati ideal?

    • kalo singapura sepertinya sudah over posturnya, lebih dari yg seharusnya jika dilihat dari sudut jumlah alutsista dibandingkan luas wilayahnya, sekalipun over tetaplah kena hukum Kodrat alam, posturnya tidak akan lebih besar dari 1 kogabwilhan dalam potensi survive.

    • ideal bagi negara kota, mungkin iya. mereka armed to the teeth, dukungan alutsistanya maksimal dan kelemahan dalam hal kekurangan SDM ditutupi dengan wajib militer. Wamil di Singapura salah satu yang paling lama di dunia, mencapai 2 tahun. artinya mayoritas dari 5 juta jiwa penduduk Sg mempunyai background pendidika militer. Konon mereka bisa mengumpulkan 1 juta pasukan yang bisa ready to combat hanya dalam waktu singkat. Pasukan non organik/relawan Indonesia jelas lebih banyak dan bersemangat, tapi warga Sinagpura lebih terlatih dan terorganisir jika menghadapi situasi darurat perang. Imho- wacana wamil di Indonesia harus dipertimbangkan lagi. Bayangkan 250 juta jiwa yang sebagiannya punya kemampuan dasar militer

      • jika 1 dari 5 penduduk singapura memiliki kemampuan dasar militer, artinya negara ini siap berperang. bahkan indonesia dengan postur saat ini saja tidak akan mampu menaklukan negara ini.

        bagaimana dengan indonesia, idealnya postur militer RI seperti apa?

        • Menghadapi situasi ke depan? sepertinya kita juga butuh wajib militer dan/atau efisiensi hingga jumlah minimal bisa efektif menangkal ancaman. Selain itu jumlah anggota kepolisian juga besar, sekitar 400k, mereka sedikit banyak punya karakteristik militer. Belum lagi wamil PNS yang jumlahnya lebih banyak lagi.

          Hanya saja Wamil di Singapura nyaris 2 tahun, sedikit banyak mendekati kemampuan dasar perajurit karir. Jika tidak salah jumlah pasukan SAF ada 70k, tapi cadangannya mencapai 700k. Selain itu penduduk lainnya yang tidak termasuk pasukan cadangan ‘siaga’ juga punya pengalaman militer lewat wamil

          • 1. Saya rasa negeri upi itu tidak pantas mendapat julukan “singa”… om now, om diego, om sat, om2 yang laen, gimana kalo mulai skrg kita ganti aja namanya dengan “UPILPURA”? Setuju engga om2..?

            2. Iya nih om now. jumlah warga upilpura yang mengikuti pendidikan militer untuk ikut wajib militer memang lebih banyak dari rakyat indonesia..
            Tapi tentu dengan “zero militansi” (bolehlah mendekati satu ๐Ÿ™‚ ), jauh beda dengan militer kita……

            Saya yakin kalau 1000 serdadu pasukan khusus mereka diadu tangan kosong dengan 100 preman tanah abang, ataupun 100 preman dari daerah2 laen, maka yang 1000 orang pasukan khusus upilpura itu akan mengalami nasib yang mengenaskan….

            Mereka menyadari, bahwa mereka memiliki kelemahan fisik, sehingga terus senantiasa meningkatkan kemampuan mesin-perang mesin-perang mereka…., hingga akhirnya mesin perang itu dapat mengalahkan kita yang memiliki fisik yang lebih perkasa dari mereka.

          • Meskipun singapura wamilnya 2 th .belum menjamin nasionalisme nya tinggi.
            Bisa dilihat di utub saat latihan,begitu pula di malingsia. Hentak bumi askarnya bagimana.
            Haruskah mengusir ABK anak buah kesultanan sulu pake jet ?
            Kan gk lazim. Bung..
            Maaf bukan saya mau menjelekan.mereka .tapi kita semua banyak yg sudah tau. Itu.

            Tni blanja alutsista bukan menhadapi si upil tap lgsg and the gank..dkk!

          • Iya. Ancaman kita kelompok, bukan hanya per negara. Jika liat gampangnya saja, Sg, MY dan Au. Idealnya TNI punya anggaran gabungan minimal setara 3 negara tersebut atau sekitar $40 milyar USD, karena jika masalah SDM TNI punya keunggulan. Yang kurang adalah sarana pendukung tugas mereka.

            IMO- Hal yang membuat Au kadang arogan hanyalah backing mereka, UK. Jika UK ikut campur artinya NATO, jika NATO ikut campur artinya US juga. Itu sebabnya pertahanan kita tidak melulu melalui jalur militer tapi juga politik dan ekonomi. Uni Soviet jatuh bukan karena perang, dan mungkin juga kejatuhan Eropa dan US nantinya bukan karena perang

      • @Bung Now….. Saya punya pandangan bahwa profile militer Sing saat ini sangat diintervensi oleh FPDA & USA sebagai peran “Hub” kedepannya di Asia Pacik/LCS. Pembelian MRTT, Kasel, Pespur dan MBT yang oversize menjadi tidak aneh jika dipasangkan sebagai satu team dengan AUS.
        Hal ini juga mungkin terkait “pengusiran” USA dari Philipna th.91 menyebabkan tidak adanya hub untuk logistik secara cepat di Asia.

        • Betul bung. Singapura memang tidak punya pilihan lain menghadapi kebangkitan militer negara2 di sekitarnya, khususnya kebangkitan militer Indonesia yang punya sejarah konfrontasi dengan mereka. US butuh lokasi strategis dan Singapura butuh perlindungan dari luar, jadinya klop. Sekarang dgn kembalinya US ke pilipina dan rencana ada pangkalan terbatas US dan juga Russia di Vietnam, negara Asia tenggara yang berbatasan dgn LCS hanya Indonesia yg tidak memiliki pangkalan militer asing

          • Pangkalan Tki aya.kang.. ๐Ÿ˜€ :-O

          • seueur :mrgreen:

            di formil Singapura pernah ada thread mengenai ‘bagaimana’ jika terjadi perang antara Sg vs RI. mereka menyebut-nyebut TKI ini sebagai salah satu unsur yang bisa dimanfaatkan Indonesia

          • Setau saya .
            Kalao di sing rt2 tk nya itu cew,sedangkan yg untuk cow.rt2 dari indihe.
            Nah terkecuali di mY..hampir 80% nya bisa dijadikan pasukan .devisa.n pasukan destroy ๐Ÿ˜€

            My skrg mulai mmsukan indihe menjadi TKi..selain pinoy, myanmar dan kamboja.
            Tapi sekali lagi kalah ulet, dan kalah rajin.dg WnI.

            Karena mereka mengantisipasi sebelum tjd perang indonesia my.makanya step by step. Pendatangnya dr indoneaia di kurangi.

            Nah anehnya meskipun di kurangi.. tapi selalu ada jalur tikus buat masuk.mskpn modal pastp dan tanpa izin..

          • Etnis India memang cukup banyak di sana bung, sementara karena kesamaan bahasa dan ‘nilai’ TKI lebih diterima di Malaysia. Opsi lainnya adalah dari Pilipina selatan yang juga punya karakter sejenis, tapi akibat insiden dgn Sulu sekarang lebih ketat. Jumlah rakyat Sabah/Serawak pernah tiba-tiba melonjak tinggi ketika pemerintah Federasi Malaysia memasukan sejumlah besar penduduk dari Indonesia dan Pilipina untuk diberi kewarganegaraan Malaysia dengan syarat, syaratnya adalah mendukung partai penguasa ๐Ÿ™‚ sebelumnya komposisi penduduk lebih didominasi etnis China. Itu makanya Borneo Utara mungkin sudah diincar China yang sedang mengklaim LCS. Skenario terburuk ikut diklaim, skenario paling mungkin adalah berusaha memisahkan Malaysia Timur dari Federasi agar menjadi negara yang lebih pro pada kepentingan China

    • bukan ideal lagi udah over, ibarat sapi udah pake glonggongan ๐Ÿ˜€

      harusnya yang jadi pertanyaan negara dengan sekecil itu tapi alutistanya sangat over, kenapa barat adem ayem, tapi coba seandainya indonesia yang over,tapi boro2 over mau melangkah ideal aja udah banyak jegalan

      maaf cucu lancang

      • Yang saya heran,singapura memliliki 6 kapal selam yang beroperasi,belom lagi u218sg yg lagi dipesen,ks segitu banyak kan gak mungkin cuma buat jaga kandang mereka sendiri,pada kemana tuh ks,atau mungkin ks mereka bisa menyusup ke batam?

      • Saya fikir, Upilpura sengaja “didandani” oleh barat melalui “perhiasan2” ialah dengan tujuan untuk menggebuk China ataupun RI jika terjadi perang. Upilpura didandani dengan first class military equipment itu bertujuan untuk memberikan efek kehancuran infrastruktur2 sipil dan militer yang luar biasa bagi musuhnya, dan diharapkan dengan sekali serang, musuh tidak akan mampu memberikan balasan signifikan terhadap Eropa ataupun AS, tentu saja dengan mengorbankan upilpura tentunya.

        Tentu saja dalam beberapa x serangan balasan, upilpura akan tenggelam ke dasar selat malaka yang terdalam, bersama manusia-manusianya, dengan cassualties of war yang “hanya” beberapa juta saja (sebagian besar penduduknya pasti sudah melarikan diri kalau ini terjadi). Tetapi tentunya setelah militernya menewaskan beberapa puluh juta penduduk musuhnya yang terdekat yang terjangkau dengan mainannya tsb.

        Melawan upilpura harus dilakukan dengan kecerdikan2 kebijakan ekonomi, dan kecerdikan2 kebijakan pengaturan alur laut pelayaran selat malaka. Kebijakan2 itu harus dilakukan secara tegas dan sedikit tebal muka terhadap negara2 pengguna selat malaka itu.

        Misalnya, pengaturan alur pelayaran selat malaka:

      • Misalnya, pengaturan alur pelayaran selat malaka:
        Alur yang ditempuh kapal:
        Selat Malaka (Ri-Mal) —> Upilpura —> WIlayah Laut Kepri-Natuna (RI) —> LCS.

        Saya menyarankan pemerintah memberlakukan kebijakan ekstrim bagi kapal2 ini yaitu:
        Kalau pergi singgah diupilpura, tetapi pulangnya “wajib” singgah di batam. Dan untuk pengaplikasiannya dilapangan adalah dengan mendirikan check point2 yang disebar di wilayah laut selat malaka RI maupun wilayah laut Kepri Natuna.

        Betapa tol*l dan bod*hnya kita, yang telah bertahun2 membiarkan begitu saja ratusan kapal lalu lalang setiap hari di pekarangan kita tanpa ada memberikan hasil yang sedikitpun bagi kita.

        Lalu lintas yang melewati selat malaka, harus kita “PAKSA” untuk singgah dipelabuhan2 kita….!!!!

  15. Singapura, Katak ingin menjadi Lembu. 2015 MEF 2&3 (keep) di gabung oleh Menhan&Mabes TNI, Biaya alpur lebih Besar untuk TNI AL karna ABAD 21 Warfare di LAUTAN. NKRI jika ingin benar2 di TAKUTI/SEGANI sebagai MIMPI BURUK BARAT,CHINA,NATO juga DUNIA harus menjadi PENGUASA LAUTAN. TNI AL BUTUH BANYAK ARMADA KAPAL PERANG PENJELAJAH LAUTAN. Doktrin MENHAN&MABES TNI….JASMERAH: Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah.

  16. sy pendatang baru slm ini ikut happy ngebaca koment2 bung sekalian, untuk warga indonesia yg selalu bermimpi negaranya menjadi negara besar, makmur, dan disegani kita sebagai org indonesia harus menganggap negara2 tetangga sbg saingan atau musuh supaya pola pikir kita selalu waspada dan maju dalam membangun segala aspek di nkri, semoga TNI menjadi kekuatan yg semakin di segani didunia…salam kenal utk bung sesepuh, sy dr kalteng.

  17. ingin mengalahkan singap tidak pada hitung2an berapa skala ideal militer kita, sampai kapan pun mereka akan lebih unggul secaea quantity dan quality, karena singap adalah satelit asia tenggara bagi negara “rakus” dan siapa dibalik kemajuan singap??? you know i means…

    tapi kalahkan singap di bidang jasa dan perdagangan…..maka akan kelihatan dipeta kekuatan militer antara nkri dan singap.

    tentunya para warjager disini juga pasti sudah banyak geram atas:

    1.perjanjian ekstradisi yang dimana masih belum membuahkan hasil atau tidak ada hasil
    2.pengontrolan udara ( miris sangat miris , wilayah nkri tapi pengontrolan dari singap )
    3.lalin jalur perdagangan via perairan juga masih mengandalkan dari negara teknologi singap.

    pertanyaannya :

    1.ekstradisi : begitu rumit dan sulitkah pemerintah kita dalam hal ini
    -bukti bahwa peran ekonomi dan diplomasi sangat berpengaruh
    2.miskin sekalikah sdm dan teknologi negara kita sehingga dalam pengontrolan udara (“wily tertentu”) dikendalikan oleh singap
    3.perairan: minim sekali kah AL beserta teknologi nkri sehingga kapal2 tongkang lebih “condong” dalam berbagai informasi melalui singap dahulu???

    #faktor kejayaan laut disekitar mereka sangat penting untuk membuat nilai daya tawar dan sabotase jalur perairan…

    dengan faktor itu saja bagaimana kita bisa lebih maju maupun membandingkan alutista nkri dengan singap….

    intinya kalahkan dahulu jasa dan perdagangan mereka……

    *silahkan kalau kontra dengan komen saya,tapi berikan sanggahan argumen yang bisa mencerahkan dan menambah wawasan saya*

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

    • “..ingin mengalahkan singap tidak pada hitung2an berapa skala ideal militer kita, sampai kapan pun mereka akan lebih unggul secaea quantity dan quality, karena singap adalah satelit asia tenggara bagi negara โ€œrakusโ€ dan siapa dibalik kemajuan singap??? you know i meansโ€ฆ”
      ———–
      akhir MEF-2 dijamin Singaporn udah kalah baik dari kuantitas dan kualitas.

    • Singo memang negri ujung tombak kolonialisme di indonesia.
      Pada suatu saat merebak anekdot secara global bahwa Israel itu โ€œUsa Kecilโ€, sedang Usa adalah โ€œIsrael Besarโ€, maka anekdot yang sangat tepat untuk Singapura ialah โ€œIsraelโ€-nya Asia Tenggara. Apa boleh buat.

      Bagaimanapun di sisi lain singo ini.
      Hal yang riskan sebenarnya melekat pada Singapura terkait geopolitiknya, yakni ketergantungan terhadap Selat Malaka. Tak bisa dipungkiri, bahkan selat ini boleh dianggap โ€œnafas dan jantungnyaโ€ negri singo tersebut. Memang hampir semua ekspor impor di Asia Tenggara, bahkan di dunia mutlak harus melalui dan transit di Negeri Singo.
      Entah bagaimana awalnya โ€œsistem makelarโ€ ini dibuat, sehingga kini seperti dijadikan pakem global. Termasuk transaksi perbankan, dan lain-lain.

    • Betul bung cucu.. mengalahkan singapura harus lewat ekonomi.. salah satu contoh seperti usaha BUMN yang akan memperbesar kapasitas daya tampung dan kecepatan pelayanan bongkar muat arus barang di pelabuahan pelabuhan strategis milik Pelindo.. spt pelabuahan priok, dumai, perak, sorong dll.apabila kapasitas bongkar muat yang bisa disandari kapal barang raksasa dan kecepatan dalam menagani arus bongkar muat ditingkatkan maka pasti aktifitas pelabuahan singapura akan berkurang drastis..

    • mari kita dukung bung @Cucu dan para warjager semua pada usaha BUMN kita yang akan meningkatkan kapasitas pelabuhan pelabuhan Pelindo dan penguatan bandara udara kita biar ekonomi singapura menurun drastis…karena kita rebut pasar pengguna jasanya…

  18. salam senior,,,,
    biasanya SR nih,,, hehehe

    ayo bangkit Militer RI !!!!!
    makin bangga sama INDONESIA,,,,

  19. Menurut saya membandingkan kita dengan singapura sepertinya kurang afdol krn indonesia levelnya seharusnya sdh bisa menandingi india, turki, pakistan atau bisa juga dgn cina.

    Bagaimanapun secanggih apapun militer singapura, negara kota tsb tidak akan kuat digempur terus menerus oleh kita. Makanya mereka menjalin kerjasama pertahanan dgn amerika dan inggris sbg induk semangnya.

    Singapura selama sgt diuntungkan krn kedekatan dgn kita. Singapura tanpa indonesia tdk akan ada apa2nya krn sebagian besar bahan mentah yg diolah di singapura utk bernilai tambah berasal dari indonesia, indonesia jg mjd pasar terbesar dari produk singapura, sebagian besar jasa yg diterima oleh singapura berasal dari indonesia spt jasa transportasi, rumah sakit, pariwisata, keuangan, dan property.

    Indonesia sumber bahan mentah dan pasar, keuntungan indonesia selama ini yg menyebabkan perekonomian indonesia cukup stabil dan tdk pengaruh dari luar adalah ekonomi domestiknya. Hal ini bisa dilihat dari presentasi ekspor dan impornya yg cukup kecil dari GDPnya bandingakn dgn cina atau singapura. Rakyat kita yg banyak mrpkan pasar yg empuk dari perusahaan lokal kita yg ditunjang dgn tersedianya bahan mentah di indonesia dan rasa nasionalisme rakyat kita yg cenderung lbh menyukai barang lokal dibandingkan dgn brg impor termasuk saya yg kurang mempercayai kualitas brg impor krn kita tdk tahu asalnya bagaimana.

    Untuk menghancurkan singapura dari sisi ekonomi sgt mudah sekali. Tinggal kita baikot apa2 yg didpt singapura dari kita lalu tutup wilayah udara dan laut kita yg mengelilingi singapura spt cina yg menerapkan zona kontrol di laut cina timur. Praktis singopron akan mati

  20. Bung Now, …saya kurang mahir dalam membuat artikel. Terkait dengan posisi singapura dan geopolitik asean Maka sebenarnya Ada hal2 menarik yg bisa digali sbb :
    1. Rencana terusan Siam
    2. Perlombaan pembangunan jembatan selat sunda vs jembatan penang-kepri-riau Terkait dengan rencana Malaysia (future) membentuk Pan Malaya.
    3. Pembangunan rel kerta api trans Asia dengan ujung di sing, Akan mengucilkan peran Indonesia di masa yg Akan datang.
    Suwun

    • Terusan Siam itu didukung China sebagai solusi ‘Melaka Dilemma’, opsi lain China mengatasinya adalah menguasai LCS. Jika masalah panjang siapa ( :mrgreen: ) IMO itu hanya masalah gengsi, sedang rencana trans Asia mah memang program ASEAN dan juga PBB untuk konektifitas. Malaysia sudah lama ingin membangun jembatan yang menghubungkan semenanjung dengan Sumatera via Dumai, hanya saja pemerintah menunggu selesainya jembatan Selat Sunda. Soalnya inftrastruktur di Sumatra belum siap dan terhubung hingga potensi bisa tersedot ke Malaysia secara tidak seimbang. Cmiiw

      artikel coba saja bung, saya juga modal nekad ๐Ÿ˜€ hanya sharing berita dan pikiran mengenai isu tertentu

      • terusan kra thailand sudah lama wacananya tetapi belum terealisasi
        dikarenakan Keadaan politik dalam negeri Thailand yang selalu runyam dengan kudeta yang tidak pernah selesai. diduga upil dkk berperan dengan kekacaunan dlam negeri thailand .

        bisa dibaca analisa dibawah ini :

        Wacana ini sebenarnya begulir sejak tahun 1677-an zaman Raja Thai Narai. Sebuah ide gila membangun jalan air antara Songkhla dengan Marid (sekarang Myanmar). Terusan Kra sudah lama diharap menjadi โ€œTerusan Suezโ€-nya Asia yang menghubungkan jalur perairan antara Barat dan Timur, namun teknologi tempo doeloe belum mumpuni untuk proyek semacam itu.

        Terusan Kra atau โ€œTerusan Suezโ€-nya Thailand dinilai mampu memangkas jarak sekitar 612 mil antara Laut Cina Selatan dengan Lautan Hindia dimana rute sebelumnya melalui Selat Malaka.

        Dapat dibayangkan ekonomi Singapore nanti bila kanal ini beroperasi karena selama ini, terutama โ€œkehidupanโ€-nya bergantung kepada selat tersebut. Roda ekonomi Singapore niscaya menurun bahkan cenderung bangkrut sebab 50% pelayaran internasional dari 50-an ribu kapal per tahun, sedikit demi sedikit diperkirakan beralih dari Selat Malaka ke Terusan Kra karena jalur lebih pendek.

        Secara politis, Singapore dkk pasti menolak keras proyek tadi. Sinyalir pun bergulir, selain melalui berbagai cara ia akan berusaha menghalangi dengan power ekonomi, atau upaya-upaya lain, juga tak boleh diabaikan ialah pergolakan (politik) rakyat hingga kini yang ingin memisahkan diri di Thailand Selatan diduga tak lepas dari โ€œperan dan campur tanganโ€ Negeri Paman Lee agar proyek tadi gagal dengan alasan situasi tidak kondusif.

        Tatkala memotret konflik suatu wilayah —contohnya separatisme Thailand Selatan— melalui asumsi โ€˜konflik lokal merupakan bagian dari konflik globalโ€™. Artinya wilayah konflik hanya sebagai proxy war saja —semacam medan perang— karena hakiki yang bertempur ialah (kepentingan) para adidaya dunia. Hipotesa nakal pun menyeruak, jangan-jangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dulu justru โ€œdiotakiโ€ oleh Singapore agar pelabuhan Sabang tidak beroperasi, padahal Bung Karno via Perpres No 22/1964 serta UU No 10/1965 telah menetapkan Sabang sebagai free port untuk kurun waktu 30 tahun berikutnya?

        Asumsi kian menebal, jika Sabang menjadi pelabuhan internasional maka Singapore bakalan โ€œsepiโ€ pengunjung. Manakala Orde Baru membekukan status Sabang akibat muncul GAM, maka asumsi tadi seperti berputar-putar di langit-langit Aceh dan negeri sebelahnya. Demikian juga di era Gus Dur, ketika pemerintah menerbitkan UU No 37/2000 guna memberlakukan kembali Sabang menjadi kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, tetapi dalam praktek malah kembang-kempis. Hidup segan mati tak mau. Para elit seperti diberi โ€œpaket mainanโ€ ala DHL (demokrasi, HAM dan lingkungan), kebebasan, korupsi dan lain-lain sehingga asik berhura-hura politik sehingga proyek strategis bangsa dan negara pun terlantar.

        Lagi-lagi, retorika menggelitik muncul di permukaan, kenapa konflik vertikal di Aceh dan di Thailand Selatan berpola sama yakni ingin memisahkan diri (separatisme)? Jangan-jangan kedua konflik itu sengaja dibuat? Jangan melihat apa yang terjadi tapi tengoklah mengapa ia terjadi. Tidak ada peristiwa tergelar secara kebetulan di dunia ini, bahkan daun jatuh pun bukannya ujug-ujug namun lewat sebuah โ€˜prosesโ€™. Artinya jika kita cermati lebih jeli, bahwa pola-pola konflik apapun benang merahnya akan terlihat sama dan berulang, hanya kemasan, metode, waktu serta tempat yang berbeda.

        Selengkapnya
        http://theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=11226&type=4#.UypyG6Lj260

        • Betul sekali bung Stario, memang sudah lama. dan yang membuat Sg khawatir adalah walau bagaimanapun wacana lama ini masih tetap hidup. Jika terlaksana akan ada efek besar juga bagi Indonesia, tapi bagai Malaysia dan terutama Singapura efeknya bisa menghancurkan ekonomi mereka

        • Apakah sama dengan freport yg merupakan tambang emas terbesar di indonesia. Bila papua pecah tidak menutup kemungkinan papua akan di isi oleh usa n singo.Bisa jadi singapura pindah lokasi … ๐Ÿ˜€

          Bung satrio.
          Kalao boleh tau apakah ada perjalanan sekarang untuk menjadikan sabang mjd pelabuhan frepot lg… ?
          Setelah gagalnya bong ekarno dan gosdor.

          • Pengembangan Pelabuhan freeport di sabang pulau we Aceh masih banyak kendala dan tarik menarik kepentingan,

            Teluk Sabang di Pulau Weh, Diapit oleh DUA kawasan konservasi alam: Taman Wisata Alam Laut Pulau Rubiah dan Kawasan Konservasi Perairan Pesisir Timur. Pulau Rubiah sudah jadi kawasan cagar alam sejak 1982, sedangkan pesisir timur baru ditetapkan sebagai daerah konservasi sejak tiga tahun lalu.
            Sulit membayangkan sebuah pelabuhan internasional yang super sibuk tidak mempengaruhi kelestarian alam di dua kawasan konservasi itu.

            GARA GARA nya
            Pada 2006 silam, dua peneliti ikan kelas dunia: G.R. Allen dan M.V. Erdmann, menemukan spesies ikan baru di perairan Weh. Temuan mereka dimuat di jurnal ilmiah Aqua International Journal of Ichthyology.
            Tak hanya itu, pada April 2013, Kementerian Kelautan melakukan survey sponge di perairan Weh.
            Sponge itu adalah jenis biota laut yang bisa dikembangkan menjadi bahan obat kanker. Perairan pulau ini memang kaya keragaman hayati. Beberapa spesies ikan karang Indonesia yang langka hidup di situ

            Juga ada faktor militer yang juga jadi pertimbangan. Sebagai kawasan perbatasan,
            TNI membutuhkan kawasan ini sebagai bagian dari strategi pertahanannya.(KOGABWILHAN) Itu artinya harus ada lahan yang cukup buat pangkalan militer TNI di sana.

            Tarik menarik kepentingan dan tidak adanya kordinasi ,
            Kawasan konservasi Pulau Rubiah dikelola oleh Kementerian Kelautan,
            Kawasan pelabuhan jadi tanggung jawab Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, Sedangkan kawasan konservasi Pesisir Timur diurus pemerintah Kota Sabang.

            Masih Mbulet

          • Bung Patech, … sepertinya rencana Port Sabang juga tidak ekonomis. Ok lah secara letak merupakan pintuk masuk Selat Malaka tetapi harus juga ditunjang aktifitas ekonomi di belakangnya (darat).
            Posisi yang kurang strategis yaitu di ujung Sumatera menyebabkan aktifitas bongkar muat menjadi tidak efektif.
            Lebih bagus memang untuk Pangkalan Militer.

        • Saya berharap terusan kra dan pelabuhan port di sabang bisa direalisasikan…
          Dan saya ingin melihat ketika singapura warganya menjadi TKI di indonesia…
          Atau bahkan borneo dikuasai indonesia kembali sehingga saya bisa kelihat warga mY jadi te Ka i ups TkM. ( twnaga kerja malaysia ) kalao pas nge blank paspor ilank di cambuk 3x. ๐Ÿ˜€ :-Q :-S XD

        • bung satrio, tidak segampang itu untuk menjadi hub pelayaran.
          bukan tidak ada sebelumnya upaya untuk merebut hegemoni singapur sebagai hub di kawasan.

          mahattir dengan port klang, kemudian terakhir dengan pelabuhan tanjung pelepas yg hanya sepelemparan batu dari singapur tetap saja tidak berhasil.
          padahal pelepas sudah didukung 2 pelayaran terbesar dunia yg berhasi ditarik untuk pindah dari port of singapore (PSA) = evergreen dan maersk line. didukung penuh pula oleh pemerintah malaysia.

          kurang apa pelepas ini? tapi sampai skr malah terengah2.
          malah kabarnya evergreen dan maersk mulai memindahkan kembali sebagian rutenya ke singapura.

          tetap saja untuk menjadi hub itu ada banyak faktor yg berpengaruh..
          konektivitas feeder yg menghubungkan spoke2 (pelabuhan2 kecil di sekitarnya) dengan membawa kargo dari/menuju negara2 sekitar.

          loh? indonesia kan besar kenapa nggak langsung aja itu kapal besar mother vessel singgah di indonesia? (jawabannya adalah infrastruktur pelabuhan kita tidak mumpuni untuk disinggahi kapal2 kelas panamax. gak usah bicara post panamax deh… panamax aja yg kecilan dulu).

          jawaban kedua adalah kita itu negara kepulauan, muatan2 kita datang dari palembang, belawan, pontianak, banjarmasin dll yg lebih ekonomis dan efisien kalau mereka bawa langsung ke singapura dengan kapal2 kecil daripada dikumpulkan di jakarta.

          itu baru satu sisi, feedering network.

          belum lagi sisi lain, dimana pelabuhan singapur itu secara level of service jauh melampaui tanjugn pelepas. segala sesuatu bisa dilakukan online, biaya yg terlibat sangat jelas dan tidak ada perlu pakai sogok menyogok.

          bea cukai sangat rendah, malah kalau barangnya untuk transhipment pindah kapal tidak perlu kena bea cukai dll dll

          mari kita tanya diri kita sendiri, apa level of service kita sudah sampai segini?

          sisi lainnya lagi, kebanyakan kantor2 pelayaran bermarkas di singapura.
          yg kerja selain big2 bossnya ya orang2 singapura.. level GM ke bawah.
          mereka2 ini kan pasti sebisa mungkin menjegal kalau ada upaya untuk memindahkan hub dari singapura (contohnya di kasus evergreen dan maersk, perintah itu kudu datang dari kantor pusat mereka di taipei dan kopenhagen).
          karena orang2 singapur ini sadar sesadar2nya bahwa mati/hidup negaranya itu dari jasa pelabuhan.

          apa yg bisa indonesia lakukan?
          perbaiki kota2 besar kita… jadikan kota2 besar kita kota yg ramah orang asing, yg layak dijadikan kantor pusat atau kantor perwakilan perusahaan asing.
          semakin banyak mereka (betah) berkantor di indonesia, semakin condong pulalah mereka untuk memperjuangkan segala sesuatu demi indonesia.

          hal lain yg mau disebut? industri2 pendukung yg melingkupi hub itu juga harus dilihat… kalau sabang jadi pelabuhan bebas, apa kita sudah punya fasilitas perbankan yg mumpuni di sabang yg bisa mendukung proses perdagangan lugri dengan cepat dan efisien?
          gak cuma online dlama negeri loh, harus online luar negeri juga dengan dukungan staf cust svc yg bisa berkomunikasi dan paham perihal tata cara perdagangan luar negeri.

          dukungan inland dan marine service, apa jasa transportasi darat atau suplai bunker/bahan bakar kita bisa dilakukan dengan efisien dan transparan tanpa hanky-panky minta duit suap atau tahu2 mogok kerja kalau gaji gak dinaekin dll dll…

          sangat panjang jalannya…

          lebih realistis menurut saya jika indonesia memperbaiki diri kita sendiri, perbaiki infrastruktur pelabuhan2 utama kita yg sudah ada. perdalam draft kolam pelabuhannya, upgrade gantry crane-nya supaya bisa handle kapal2 besar, efisienkan lahan penampungan kontainer, sederhanakan dan transparankan tarif jasanya… insya Allah begitu volume kita besar, cukup besar untuk kapal2 mother vessel masuk.. mereka akan dengan sendirinya datang ke kita.

          di saat itulah pelan2 kita akan melihat berkurangnya pengaruh singapura sebagai hub..

          salam

          • mental orang bea cukai dan syah bandar harus kita perbaiki…
            Truz… jangan kayak didarat dunkz kayak korps coklat-coklat……. dalam pelayaran di laut bisa jadi terjadi beberapa x razia oleh instansi2 yang berbeda-beda..
            RI harus memiliki coast guard, dan hanya coast guard yang berwenang melakukan razia, geledah kapal di tengah laut…

          • mohon maaf sebelumnya, tetapi mental seperti itu tidak didominasi oleh instansi sipil atau semi militer saja…. terus terang di laut, oknum prajurit bahari kita juga seringkali terjebak dalam hal yg sama..

            sekali lagi mohon maaf kalau ada yg tidak berkenan.
            saya hanya menyampaikan fakta yg ada.

  21. Tapi tdk bisa di abaikan juga gen militan yg di bawa oleh nenek moyang bangsa indonesia karena kita bangsa perang walaupun cinta damai…

  22. Kangen sama cipokanya neng angel nhiec,,

  23. nah ini baru “sepuh”, @garudahitam, terima kasih atas “wake up call” nya, finally…

  24. Oh,ikut berduka cita atas neng angel
    Lanjut om digo ane nyimak lg,,

  25. Sebenarnya jangan sampai percaya sedikitpun dengan negri upil ini,mereka banyak menumpuk senjata* modern lambat laun nantinya kepulauan riau bisa di aneksasi,baru* ini mereka juga membeli 6 unit pesawat tanker airbus MRTT ( fungsinya untuk misi air refueling )sekaligus sebagai pesawat kargo.

    Dapat juga mengangkut 238 penumpang, atau 300 tentara (padat) atau 130 korban dengan tandu (bersama dengan tenaga medis). Semua bisa karena dek utamanya bisa untuk penumpang, kargo atau kontainer bahan bakar. Biasanya, semua bahan bakar dibawa di sayap atau pada ekor.
    Kemampuan ‘gado-gadonya’ yang unik ini menjadikan MRTT sangat fleksibel, mampu membawa banyak kargo atau pasukan, sesuai yang dibutuhkan.

    Hukumnya sangat wajib bagi TNI untuk memperkuat lapisan* pertahanan di kepulauan riau sampai Natuna bila perlu negri upil ini dipagar betiskan,suatu* waktu meleduk perang tinggal di bakar saja.

    2.http://www.youtube.com/watch?v=jQ_buH3Ut2A

    • Bung Wedus Gembel, …. melihat link anda dan pembelian-2 Alutista Sing kedepannya sepertinya kok saya lihat bukan untuk kepentingan Sing sendiri, tetapi lebih untuk mencukupi kebutuhan Sing sebagai “Hub” bagi FPDA atau Blok Barat terkait dengan LCS dan Laut Hindia.
      Beberapa alutista “over speck” (mis : Kasel & Pesawat Pengangkut ) sepertinya saling melengkapi dengan Aus sebagai “satu team”.

  26. Colek bung nowy, check email

  27. slamat pagi om Now,om Sat,om Diego, om Yayan, om GH dan sobat smua…barangkali merebut hegemony miltr tdk cukup hanya dg moncong laras senjata, di th 80an prnah bc artikel mjalah Tempo tntang bgma ekonomi singpr terbangun tdk lepas dr kuatnya imperium Hakka Clan yg menggurita kepenjuru dunia yg mnjdkan mrk spt skr ini, ngri bandar, perantara dst, andaikan kita bisa rebut smua itu singp hnya tinggal legenda…heheheh

  28. maaf, td error modem nya, jd 2kali kirim deh,, maaf bgt bung now

  29. anda betul bung @andri, navyrecognition.com mengutip berita JKGR ๐Ÿ™‚

    • Kereeen sampai buat rujukan .. warung tambah laris..manis ..

    • rada bingung karena thread JKGR tsb tidak menyinggung KSAL;

      According to JakartaGreater, citing the Chief of Indonesian Navy, a new 63 meters Stealth Fast Missile Patrol Vessel (FMPV) trimaran will be ordered from shipbuilder North Sea Boats (PT Lundin).

      Artikel NavyRecog tsb masih baru, Wednesday, 19 March 2014 08:29, dan istilah yang digunakan adalah ‘will be ordered’, ini senada dengan pendapat…

      danu says: ๐Ÿ˜€
      March 17, 2014 at 12:17 am

      sepertinya satgas yang dibentuk adalah sebuah tim yang biasa dikenal dengan QA/QC,
      dan mereka akan bertugas sejak tahap carbon cutting, artinya pembuatan baru akan dimulaiโ€ฆ

  30. @admin, saya sebelumnya mengirim komen, kok gak masuk ya? Lari kemana tuh dia, hahaha. Ini yg kedua saya tulis.

    Saya ingin rasanya menjawab pertanyaan, sanggahan & analisa teman2 diatas dengan sedikit lebih lengkap & disertai data2 yg ada, agar diskusi kita lebih mendalam, tapi mohon maaf, lagi2 saya belum ada waktu luang untuk itu, ini juga saya tulis disela2 waktu kerja saya.

    Sedikit memberikan tanggapan terhadap sanggahan Bung @Senopati, dan bung-Bung lainnya diatas, ada beberapa Poin yg saya ambil:
    1. MEF, kelanjutan & hasil akhir dari MEF
    2. Anggaran pertahanan versus kebijakan politik
    3. Anggaran pertahanan versus proyek mercusuar orde lama versus orde baru
    4. Anggaran pertahanan versus pendidikan, pemerataan, & ekonomi negara
    5. Masalah R & D / riset
    6. Perkembangan alutsista
    7. Potensi ancaman kini & kedepan
    8. Doktrin, & buku putih pertahanan NKRI versus geopolitik internasional

    Tapi semua poin diatas pada dasarnya saling berkaitan, Saya belum bisa menguraikan ya secara lebih detail disini, tapi sedikit saja saya singgung:

    Ada yang perlu dipahami juga bahwa inspirasi pembentukan MEF adalah bertujuan mengembalikan kekuatan tempur TNI seperti pada zaman Trikora & Dwikora, dan hal ini sudah sering kali disampaikan oleh MenHan maupun TNI, bahkan Kapuspen TNI, pak Iskandar Sitompul dalam sebuah wawancara Televisi juga sudah menjelaskan hal tersebut.

    Kekuatan Tempur TNI pada era tahun 60 an, adalah kekuatan ideal TNI, dan bukanlah kekuatan maksimumnya. Karena dengan kekuatan tersebut mampu meng-cover wilayah NKRI secara baik, dengan adanya kapal penjelajah, kapal destroyer, kapal pemburu, dan kapal selam terbaik di eranya pada Matra laut, dan pesawat pemburu maupun bomber pada matra udara. Kekuatan TNI pada masa itu adalah “maksimum defensif”, belumlah lagi maksimum ofensif, oleh karena itulah dianggap sebagai kekuatan ideal TNI, sehingga mampu membuat sekutu & Belanda mundur teratur.

    Pembentukan MEF bertujuan untuk mengembalikan kekuatan TNI pada taraf maksimum defensif, seperti pada era 60 an, karena ini sesuai dengan doktrin politik maupun doktrin pertahanan NKRI. Terkait kekuatan TNI, Kan banyak selorohan dari beberapa perwira TNI kita, “kalau belum bisa seperti jamannya pak Karno, gak usah sok kuat deh”. Jadi ini bukanlah proyek mercusuar.

    Saya juga ingin mengoreksi, diatas saya tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa hasil yg telah dilakukan oleh Pemerintah selama ini untuk memperkuat pertahanan NKRI sebagai omong kosong. Tapi saya hanya mengatakan kita harus realistis. Misalkan, anggaran pertahanan untuk 2014 ini, secara angka memang terlihat besar, tetapi ketika dialokasikan baru diketahui bahwa sebagian besar habis hanya untuk dana peningkatan kesejahteraan prajurit TNI, yg memang jauh dari kata sejahtera. Lalu berapa porsinya untuk pembelian alutsista? Berapa porsinya untuk pengembangan riset? Apa yg sudah kita miliki saat ini? Seberapa besar kekurangan/gapnya? Dll. Kalau ini semua dibuka & ditelaah, akan terlihat tidak ada yg terlalu istimewa disini. Padahal ancaman terhadap keutuhan NKRI kedepannya “semakin istimewa”

    Saya akan merasa lebih jumawa kalau Pemerintah kita berani meningkatkan anggaran pertahanan hingga 2% saja dari ideal GDP, karena dari situlah bisa menilai tingkat keseriusan Pemerintah untuk memperkuat otot-otot pertahanan NKRI. Kalau alasannya pendidikan, kita bisa meniru China & Korea yg mengintegrasikan Riset dengan pendidikan bangsa mereka. Pendidikan naik, keberhasilan riset juga naik, begitu juga sebaliknya. Itulah makanya saya katakan, langkah2 yg dilakukan Pemerintah kita untuk memperkuat TNI selama ini masih sebatas “menebus dosa”. Umpama seorang anak yg sudah lama tidak pernah dipakaikan baju, sering masuk angin & sakit2an, sekarang mulai dipakaikan baju beberapa stel, yg mungkin hanya cukup untuk 2 atau 3 hari saja, habis itu telanjang lagi… Ehhhmm…..

    Skandal Ambalat telah membukakan mata Pemerintah & petinggi negara ini, bahwa betapa lemahnya sistem pertahanan Indonesia. Bahkan baru pada era itulah Mahatir Muhammad & Badawi, berani berbicara kata “perang”, kata yg sebelumnya begitu mereka hindari. Kita patut berterima kasih kepada para prajurit TNI kita pada saat konflik Ambalat terjadi, karena TNI dengan kapal perang yg sudah berkarat disana sini, berhasil mengusir Armada laut malaysia dengan teknologi terbaru mereka. keberhasilan tersebut terjadi karena “nyali & aksi nekat” prajurit kita, sehingga bangsa kita tidak sampai dipermalukan dalam kasus tersebut dimata internasional. Tapi, realistis saja, dalam perang modern, sampai kapan nyali yg selalu menjadi tumpuan??

    Satu hal lagi yang juga perlu dipahami adalah, awal terbentuknya Indonesia, negara ini langsung bisa memiliki hegemoni & geopolitik yg kuat. Bagaimana mungkin Indonesia, yg masih seumur jagung mampu mempecundangi Jagoan2 perang dunia ke II, seperti Jepang & gerombolan Sekutu?? Mengusir mereka semua dari benua nusantara dengan kepala tertunduk. Berapa banyak negara-negara didunia saat itu yg mencapai kemerdekaannya karena terinspirasi & terbantukan oleh Indonesia. KAA, GNB, dll. Hanya Indonesia satu2nya negara yg pernah keluar dari PBB, hanya Indonesia satu2nya negara yg pernah menantang PBB dengan membentuk lembaga tandingan (The New Emerging Forces). Kekuatan hegemoni Indonesia ketika itu mampu membuat negara2 jajahan diseluruh dunia berani mengangkat kepala mereka untuk menantang tuan2 penjajah mereka sebelumnya.

    Oleh karena itu, mau kita berteriak2 dengan slogan “militan friends, Zero enemy” sekalipun, negara2 kuat seperti US, Sekutu/NATO, dll, hanya menganggapnya sebagai lelucon. Karena mereka tahu apa yg bisa diperbuat oleh Indonesia dulu & dimasa depan. Itulah makanya negara kita disebut “Raksasa tidur”. Ada beberapa kajian studi Pentagon tentang hal ini, saya harap suatu saat nanti saya bisa mengangkatnya di blog ini.

    Soekarno adalah seorang Visioner & bukan seorang megalomaniak. Apa yg dianggap proyek mercusuar pada masa itu, baru bisa dinikmati & dirasakan kebanggaannya pada saat ini. Sulit kita menemukan pemimpin yg memiliki visi begitu jauh kedepan, disaat bangsanya sendiri masih meng-olok olok nya.

    Bicara kondisi ekonomi pada masa orde lama juga harus membuka diskusi yg lebih luas. Harus dibuka juga dengan gamblang bagaimana kondisi ekonomi dunia ketika itu? Bagaimana kondisi geopolitik ketika itu? Salah satu senjata orde baru untuk menghantam Soekarno adalah dengan isu ekonomi, dengan janji2 kemakmuran dan kesejahteraan. Padahal itu semua tidak lebih dari hasil penjualan sumber daya alam dengan harga “Obral”, pinjamin2 internasional yg selalu membengkak setiap dekadenya, yg bahkan “dosanya” masih bisa kita rasakan hingga era reformasi saat ini.

    Sekian saja dulu, mau kerja lagi….^.^.. maaf kalau ada salah, salam NKRI……..

    • bung @Garuda Hitam, maaf barusan saya cari komen anda ternyata ada yang masuk spam. Saya baca sepintas sama dengan posting yang ini jadi saya biarkan saja. Kalo boleh saya bikin posting khusus saja ya bung. thanks

    • ..and that bring us back to the earth.. jadi intinya ada kemajuan tapi belum cukup,gitu bung?

    • Zaman Soekarno “Piye kabare, isih setrong jamanku toh?”
      Zaman Soeharto: “Piye kabare, isih penak jamanku toh?”
      Zaman Reformasi: “Piye kabare, isih bebas jamanku toh?”
      Zaman SBY: “Piye kabare, isih rapopo jamanku toh?”

      • Para Presiden RI sebetulnya juga mewariskan kebijakan yang bagus untuk Indonesia Jaya
        apa saja kebijakan yang bagus para Presiden nanti akan saya buatkan tulisan khusus

        Saya selalu mengidolakan semua Presiden Indonesia terlepas dari kebijakan yang salah yang pernah beliau buat.
        Maka saya selalu mencari figur Presiden yang bisa mewakili sosok para beliau beliau ini
        Presiden idaman saya nanti harus mempunyai sifat sifat Baik yang ditinggalkan yaitu:
        Setegas Soekarno
        Setenang Soeharto
        Sevisoner Habibie
        Seplural Gusdur
        Sepeduli wong cilik Megawati dan
        Secerdik SBY

        Kalau belum ada saya akan terus berdoa agar Indonesia diberi oleh Tuhan Pemimipin yang seperti kreteria diatas,agar Indonesia Jaya

        Bdw bagi saya pribadi beneran masih enak jaman pak harto lho
        kenapa ??????
        karena saat itu Istri saya masih Muda ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    • ………..”Satu hal lagi yang juga perlu dipahami adalah, awal terbentuknya Indonesia, negara ini langsung bisa memiliki hegemoni & geopolitik yg kuat. Bagaimana mungkin Indonesia, yg masih seumur jagung mampu mempecundangi Jagoan2 perang dunia ke II, seperti Jepang & gerombolan Sekutu?? Mengusir mereka semua dari benua nusantara dengan kepala tertunduk. Berapa banyak negara-negara didunia saat itu yg mencapai kemerdekaannya karena terinspirasi & terbantukan oleh Indonesia. KAA, GNB, dll. Hanya Indonesia satu2nya negara yg pernah keluar dari PBB, hanya Indonesia satu2nya negara yg pernah menantang PBB dengan membentuk lembaga tandingan (The New Emerging Forces). Kekuatan hegemoni Indonesia ketika itu mampu membuat negara2 jajahan diseluruh dunia berani mengangkat kepala mereka untuk menantang tuan2 penjajah mereka sebelumnya”……………

      …makjlebbbb. menghunjam dalam hati bung Garuda Hitam… ingin rasanya menyaksikan generasi pewaris NKRI tumbuh lebih agung dari sejarah yang telah ditulis pendahulunya…..

  31. Jauh-jauh hari Ir. Soekarno sudah mengingatkan bahaya neo-kolonialisme yang berbassis penguasaan ekonomi-politik. Sehingga beliau harus diturunkan, dan diganti rezim oportunis yang menghamba Barat.
    Di paruh era akhir 60-an ia dihujat dan keburukannya diobral. Sayang ide-ide visioner Bung Karno ikut ditenggelamkan. Sekarang rasakanlah akibatnya, hai rakyat Indonesia, mngkin begitu kalau beliau masih hidup.

    • @Al
      Ga akan spt itu bu karno dgn rakyatnya….bukan karakter beliau yg “nyukurin” rakyatnya.

      Saya pernah baca tapi lupa dmn, beliau dulu pernah ditawari jendral Hartono untuk menggebuk suharto saat dikudeta, tapi menolak karena ga ingin terjadi perang sodara…

      Mungkin ada yg lbh paham ttg ini bung2 sekalian?

    • Jangan mentah2 menerima bulat suatu standar om, apalagi dunia ekonomi & politik. wah, hebat, baik, buruk semua tergantung kondisi global / umum. Russia & China dulu juga membenci globalisasi sekarang sudah berbeda jauh, ekonomi mereka sangat terbuka, lebih2 China yang menemukan Ideologi baru yaitu sosialis kapitalis, bisanya kapitalis milik negara yang demokratis libral.

      Contoh ekstrim aja, saat ini negara didunia sangat terbuka n manjunjung tinggi nilai demokratis, kl sauatu saat negara2 didunia seluruhnya menggunkan sistem Aristokrasi (kerajaan) atau Diktator ala Korut & kita satu2nya negara didunia yang manggunkan demokrasi, gimana jadinya Indonesia? kl menurut pendapat pribadi ane ya jadi USSR, yang pecah jadi beberapa negara.

  32. Oalah setelah kemarin kena Thread angin topan jadi porak poranda rame banget kayak pasar
    Mau OOT sebentar sambil nostalgia dan refresh agar tidak tegang terus otak membahas masalh teknis kemiliteran,,,kemarin sampek nek
    Hitung hitung meramaikan threatnya bung NYD biar postingannya banyak ๐Ÿ˜€

    Pada akhir tahun 70an paling ingat itu makan bakso masih seharga 15 rupiah,,bensin 75 rupiah
    sepedamotor yang populer ya yamaha deluxe 75 ,dan honda C 70 saya naik motor itu da bangga ,,beli bekas kalau gak salah 300 ribu yaa karena pad thn 81 beli honda GL 100 baru 600 ribu.
    https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQCxo-vHd6sdAXNke8jK7GM9-SG_0vxajT4y3_NyR6SfJbuDOXwgA

    Merokok biasanya merk remaja atau bentoel biru karena jisamsu mahal saat itu
    ini bukan iklan ya hanya nostalgia
    monngo warjager kalau mau nostalgia masa 80an dan 90an ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    • he he he terima kasih bung, saya sudah rencana kalo jualan sepi terus mau nyempilin gambar porno ๐Ÿ˜† pura2 salah pencet ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

    • Wah bung satrio ternyata memang sudah sesepuh disini sudah banyak pengalamannya pasti, di tahun 1970 saja sudah bisa makan bakso

    • jangan2 bung satrio ini seumuran sama bapak saya… ๐Ÿ™‚

    • bung satrio,

      anda memiliki photographic memory atau ‘ketelitian jerman’ / deutsche Grรผndlichkeit / German thoroughness, segala hal dicatat hingga sekecil2nya ?

      luarbiasa…

    • Maaf bung @satrio….gang dolly waktu itu dibanding skrg gmn?

      bukan porno…namanya jg ikon surabaya ๐Ÿ˜€

    • @Bung Ihsan
      yaa lah bakso sudah banyak di kota,,,ada makanan yang sudah langkah di suroboyo saat saya masih muda ,,yaitu Ping ping,,Kue Moho,,ketan karak dll

      @bung Dewakembar
      Mulai besok panggil saya tulang ya ๐Ÿ˜€

      @Bung danu
      Saya dengar saya catat ,saya baca saya ingat ,saya lakukan saya mengerti

      @Bung Java
      Doli itu nama orang lho,,seorang wanita psk yg dikawin oleh pelaut belanda ,kalau dibilang doli ada sejak jaman belanda itu bohong,,
      Tahun 60an doli masih berbentuk Bong (makam tionghoa) saat saya tau om doli thn 90an di malang dia berumur sekitar 50an saya sebut om karena rambutnya sudah dipelontos model lelaki dan berubah jadi lelaki dan saku kemejanya diisi banyak bungkus rokok untuk menutupi buah dadanya.

      @bung Now
      saya bantu posting biar nyalip threadnya bung nara ๐Ÿ˜€

      • beraaaaat.., harus banting setir tema pornografi ๐Ÿ˜†

        nilai bobot informasi artikel bung Nara hanya bisa didapat oleh kedalaman akses bung. saya bersama warjagers semua menanti pencerahan selanjutnya mengenai alutsista dari bung yang satu itu ๐Ÿ™‚

  33. kalian yg komen asal cuap aja,perang dianggap kayak tawuran antar desa.emang cuma indonesiabyg punya semangat,keberanian,kemampuan?hah?negara lain kalian anggap sampah.itu tki urus aja dulu biar ngak bikin malu negara.makan aja terancam sok mao perang.

  34. sudah bukan rahasia umum lagi alutsista milik singapura memang paling canggih dan bagus di kawasan asia tenggara,,,, mantapp

 Leave a Reply