Mar 182017
 

Scorpion, desain pesawat latih canggih, untuk program TX dari Textron Airland © Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Textron tidak akan menawarkan jet Scorpionnya pada kompetisi “Trainer T-X” Angkatan Udara AS yang bernilai USD 16,3 miliar. “Program T-X adalah mencari kelas pesawat dengan set kemampuan yang berfokus pada misi dan sangat berbeda dibandingkan dengan jet Scorpion”, menurut keterangan pers Textron Aviation pada hari Rabu, 15 Maret 2017, seperti dilansi oleh Defense World.

“Perusahaan mengejar sejumlah kesempatan dimana kemampuan jet Scorpion menyelaraskan dengan persyaratan misi dari pelanggan potensial, termasuk program OA-X Angkatan Udara AS”, kata Textron Aviation.

Textron Aviation meluncurkan produksi pertama jet Scorpion pada bulan Desember lalu, dan pesawat tersebut terus melanjutkan pengujian penerbangannya.

Program OA-X adalah evaluasi Angkatan Udara terhadap pesawat “off-the-shelf” yang ditujukan untuk memberikan dukungan udara bagi pasukan militer AS dan menambah armada Angkatan Udara yang saat ini telah usang, A-10 Warthog. Evaluasi diharapkan akan dilaksanakan pada musim panas tahun ini.

“Kami berharap untuk menerima informasi tambahan tentang program OA-X sebagaimana Angkatan Udara AS menyelesaikan persyaratan akhir”, kata perusahaan itu.

Aviation Week, menyebutkan bahwa diantara peserta tender untuk program “Trainer T-X”, Northrop Grumman dan BAE Systems telah memutuskan untuk tidak mengajukan proposal pada program “Trainer T-X” Angkatan Udara AS setelah dengan hati-hati memeriksa persyaratan dan strategi akuisisi seperti yang telah dinyatakan dalam permintaan akhir untuk proposal yang dikeluarkan pada 30 Desember 2016 lalu.

“Perusahaan telah memutuskan untuk tidak mengajukan proposal pada program Trainer T-X, karena itu tidak akan memberikan keuntungan terbaik kepada perusahaan dan juga para pemegang saham”, menurut pernyataan bersama perusahaan pada tanggal 2 Februari lalu.

Sementara itu, Raytheon dan Leonardo-Finmeccanica telah bersama-sama mengumumkan bahwa mereka telah mengakhiri kerjasama untuk berpartisipasi dalam program akuisisi “Trainer T-X” Angkatan Udara AS pada bulan Januari tahun ini. Namun Leonardo memutuskan untuk tetap melanjutkan kompetisi “Trainer T-X’ tersebut dengan T-100 yang dilengkapi Sistem Pelatihan terpadu.

Melansir dari Defense Aerospace, Jakarta Greater dalam artikelnya menyebutkan bahwa Boeing dan Saab AB telah meluncurkan pesawat T-X untuk kompetisi dalam Trainer T-X Angkatan Udara AS pada pertengahan September tahun lalu.

Pesawat Boeing T-X memiliki satu mesin dengan ekor kembar, dilengkapi tempat duduk yang lega serta kokpit yang tertanam pelatihan canggih.

Selain Boeing-Saab, tim Lockheed Martin-KAI menawarkan pesawat T-50A untuk berkompetisi dalam program Trainer T-X, tim Northrop Grumman dan BAE Systems menawarkan pesawat baru N400NT.

Trainer T-X direncanakan akan menggantikan pesawat latih tua, Northrop T-38 Talon milik Angkatan Udara AS. Kemampuan Operasional Awal (IOC – Initial Operating Capability) direncanakan pada tahun 2024.

Karakteristik Umum Textron Scorpion

  • Awak: 2 orang
  • Panjang: 13.26 m
  • Wingspan: 14.43 m
  • Tinggi: 4.3 m
  • Berat Kosong: 5.352 kg
  • Berat Maksimum take-off: 9.639 kg
  • Kapasitas Bahan Bakar: 2.722?kg
  • Powerplant: 2 × Honeywell TFE731 turbofan, daya dorong masing-masing adalah 18 kN

Performa

  • Kecepatan Maksimum: 833 km/jam
  • Jangkauan Ferry: 4.445 km
  • Service ceiling: 14.000 m

Persenjataan

  • Cantelan: 6 dengan kapasitas 2.800 kg,
  • Bay internal: kapasitas 1.400 kg
  • Bomb: amunisi presisi dan non presisi
Bagikan