Nov 022018
 

Mesin F110-GE-129 (Atas) digunakan pada F-15K Korsel, F-15SG Singapura dan F-15SA Arab Saudi sedangkan mesin F110-GE-132 (Bawah) digunakan pada F-16E/F Blok 60 Uni Emirat Arab )UEA) © General Electric via Defense News

JakartaGreater.com – Otoritas kedirgantaraan Turki telah memilih keluarga mesin F110 buatan General Electric untuk menggerakkan purwarupa dan batch awal dari apa yang akan menjadi jet tempur pribumi pertama Turki, TF-X, seperti dilansir dari laman situs Defense News.

Seorang pejabat pengadaan pertahanan senior telah mengkonfirmasi pilihan Turki yang mana bahwa jet tempur TF-X bermesin kembar akan didukung oleh mesin F110-GE-129 atau F110-GE-132 dari General Electric, AS.

“Ini adalah solusi sementara sampai kami selesai membangun mesin asli kami untuk proyek TF-X”, kata pejabat itu.

Desain jet tempur generasi ke-5 TF-X oleh Turkish Aerospace Industries

Berdasarkan kesepakatan, purwarupa pertama dari TF-X dan beberapa produksi batch awal yang tidak diketahui jumlahnya akan didukung oleh mesin F110 tersebut. Turki pun kemudian berencana untuk beralih ke mesin pribumi yang dikembangkan oleh TRMotor, konsorsium mesin nasional asal Turki.

Tetapi beberapa sumber dirgantara mengatakan F110 mungkin bukan mesin ideal untuk pejuang generasi kelima. “Jika Turki memilih opsi GE, mereka harus berkompromi pada kemampuan siluman TF-X”, kata seorang spesialis pertahanan yang bermarkas di Paris.

Awal tahun ini, Turki dan Rolls-Royce mendekati kesepakatan kerjasama strategis untuk pengembangan dan produksi bersama mesin untuk TF-X. Perusahaan asal Inggris serta pemerintah Turki menandatangani surat keinginan untuk menyelesaikan negosiasi pada program mesin itu pada tanggal 31 Juli lalu, tetapi rencana itu tidak membuahkan hasil.

Para pejabat Turki mengatakan ide dibalik kesepakatan dengan GE ini adalah bergantung pada teknologi asing untuk akhirnya dalam jangka panjang membangun mesin asli untuk menyalakan jet tempur TF-X.

Turki ingin membangun jet tempur generasi ke-5, TF-X dengan bantuan BAE Systems. Pada Januari 2017, Inggris dan Turki menandatangani kesepakatan senilai lebih dari £ 100 juta atau sekitar US $ 128 juta untuk mengembangkan jet tempur Turki.

Turki berharap melaksanakan uji penerbangan perdana dari pesawat pada tahun 2023.

  10 Responses to “TF-X Turki Akan Pakai Mesin General Electric”

  1.  

    ga takut kena embargo dr si amer.

  2.  

    Cocok jg RI kerjasama dgn Turkey terutama kerjasama pengembangan mesin jetnya!

    •  

      bener kang aku setuju.
      Kerja sama teknology milioter indonesia dan turki… itu diam diam tapi sering berhasil/sukses.
      seperti tank medium 35 ton, UAV MALE ANKA, UAV terbaru.

      Turki tidak pelit unruk berbagi teknologi karena dia sadar menghadapi musuh yang sama serta terdesak oleh waktu yang sangat sempit, serta mampu melihat potensi yang dimiliki bangsa indonesia dibandingkan bangsa muslim yang lain.

      Mesin jet hasil kerjasa sama ini nantinya akan banyak memberikan keuntungan yang besar bagi indonesia, karena pengalaman turki dalam membangun mesin mesin untuk alat tempur militernya yang telah sukses.

  3.  

    lah katanya british juga sedang melakukan perancangan dan pembuatan mesin jet roll royce untuk di gunakan oleh TFX ini.

    Dan kabarnya lagi Turki sendiri sekarang juga lagi melakukan penelitian dan perancangan mesin jet sendiri. Turki sudah mampu membuat mesin Turbo jet untuk helikopter tempurnya. serta mesin untuk UAV MALE ANKA mereka. jadi aku pikir turki nggak kesulitan untuk membikin mesin jet sendiri untuk TFX nya.

  4.  

    Turki memilih GE F110 karena beberapa alasan:

    1. Perusahaan mesin turki, TEI sudah berpengalaman memproduksi mesin F110 untuk F-16 mereka, jadi sudah familiar dengan mesin ini.
    2. Mereka awalnya ingin eurojet ej200, tapi karena ej200 hanya mempunyai
    dry thrust: 13.500lb
    Afterburner: 20.500lb
    Dibandingkan dengan F110:
    Dry thrust: 17.000lb
    Afterburner: 29.000lb
    Bisa dilihat ej200 sangat underpowered sekali untuk heavy weight class 5th generation fighter seperti TF-X/MMU (panggilan tf-x), makanya mereka memilih F110.

    Kok kyknya kf-x underpowered bgt ya?
    Dry thrust: 13.000lb
    Afterburner: 20.250lb

  5.  

    Turki memilih GE F110 karena beberapa alasan:
    1. Perusahaan mesin turki, TEI sudah berpengalaman memproduksi mesin F110 untuk F-16 mereka, jadi sudah familiar dengan mesin ini.
    2. Mereka awalnya ingin eurojet ej200, tapi karena ej200 hanya mempunyai
    dry thrust: 13.500lb
    Afterburner: 20.500lb
    Dibandingkan dengan F110:
    Dry thrust: 17.000lb
    Afterburner: 29.000lb
    Bisa dilihat ej200 sangat underpowered sekali untuk heavy weight class 5th generation fighter seperti TF-X/MMU (panggilan tf-x), makanya mereka memilih F110.

    Kok kyknya kf-x underpowered bgt ya?
    Dry thrust: 13.000lb
    Afterburner: 20.250lb

  6.  

    Turki memilih GE F110 karena beberapa alasan:
    1. Perusahaan mesin turki, TEI sudah berpengalaman memproduksi mesin F110 untuk F-16 mereka, jadi sudah familiar dengan mesin ini.
    2. Mereka awalnya ingin eurojet ej200, tapi karena ej200 hanya mempunyai
    dry thrust: 13.500lb
    Afterburner: 20.500lb
    Dibandingkan dengan F110:
    Dry thrust: 17.000lb
    Afterburner: 29.000lb
    Bisa dilihat ej200 sangat underpowered sekali untuk heavy weight class 5th generation fighter seperti TF-X/MMU (panggilan tf-x), makanya mereka memilih F110.

    Kok kyknya kf-x underpowered bgt ya?
    Dry thrust: 13.000lb
    Afterburner: 20.250lb

 Leave a Reply