TF-X Turki Akan Pakai Mesin General Electric

Mesin F110-GE-129 (Atas) digunakan pada F-15K Korsel, F-15SG Singapura dan F-15SA Arab Saudi sedangkan mesin F110-GE-132 (Bawah) digunakan pada F-16E/F Blok 60 Uni Emirat Arab )UEA) © General Electric via Defense News

JakartaGreater.com – Otoritas kedirgantaraan Turki telah memilih keluarga mesin F110 buatan General Electric untuk menggerakkan purwarupa dan batch awal dari apa yang akan menjadi jet tempur pribumi pertama Turki, TF-X, seperti dilansir dari laman situs Defense News.

Seorang pejabat pengadaan pertahanan senior telah mengkonfirmasi pilihan Turki yang mana bahwa jet tempur TF-X bermesin kembar akan didukung oleh mesin F110-GE-129 atau F110-GE-132 dari General Electric, AS.

“Ini adalah solusi sementara sampai kami selesai membangun mesin asli kami untuk proyek TF-X”, kata pejabat itu.

Desain jet tempur generasi ke-5 TF-X oleh Turkish Aerospace Industries

Berdasarkan kesepakatan, purwarupa pertama dari TF-X dan beberapa produksi batch awal yang tidak diketahui jumlahnya akan didukung oleh mesin F110 tersebut. Turki pun kemudian berencana untuk beralih ke mesin pribumi yang dikembangkan oleh TRMotor, konsorsium mesin nasional asal Turki.

Tetapi beberapa sumber dirgantara mengatakan F110 mungkin bukan mesin ideal untuk pejuang generasi kelima. “Jika Turki memilih opsi GE, mereka harus berkompromi pada kemampuan siluman TF-X”, kata seorang spesialis pertahanan yang bermarkas di Paris.

Awal tahun ini, Turki dan Rolls-Royce mendekati kesepakatan kerjasama strategis untuk pengembangan dan produksi bersama mesin untuk TF-X. Perusahaan asal Inggris serta pemerintah Turki menandatangani surat keinginan untuk menyelesaikan negosiasi pada program mesin itu pada tanggal 31 Juli lalu, tetapi rencana itu tidak membuahkan hasil.

Para pejabat Turki mengatakan ide dibalik kesepakatan dengan GE ini adalah bergantung pada teknologi asing untuk akhirnya dalam jangka panjang membangun mesin asli untuk menyalakan jet tempur TF-X.

Turki ingin membangun jet tempur generasi ke-5, TF-X dengan bantuan BAE Systems. Pada Januari 2017, Inggris dan Turki menandatangani kesepakatan senilai lebih dari £ 100 juta atau sekitar US $ 128 juta untuk mengembangkan jet tempur Turki.

Turki berharap melaksanakan uji penerbangan perdana dari pesawat pada tahun 2023.

Tinggalkan komentar