Feb 022015
 
Turkish TFX National Combat Aircraft conceptual Design being displayed at the International Defence Industry Fair (IDEF).

Turkish TFX National Combat Aircraft conceptual Design being displayed at the International Defence Industry Fair (IDEF).

Ankara- Perusahaan pembuat mesin jet Eropa, Eurojet Turbo kemungkinan menemukan peran dalam pembangunan jet tempur yang sedang digagas oleh Turki. Keputusan Turki memilih mesin pesawat dengan model twin-engine menjadi penting untuk rancangan jet tempurnya, pengembangan dan produksi, sekaligus menjadi tanda bahwa konsorsium Eropa akan memperkuat pembangunan jet tempur Turki.

“Keputusan itu mencerminkan kecocokan dengan mesin EJ200 Eurojet,” kata seorang pejabat senior kedirgantaraan Turki. “Ini mungkin bukan kebetulan bahwa Turki memutuskan mengambil model bermesin ganda.”

Pimpinan Lembaga Tertinggi Pengadaan Alutsista Turki dan Komite Eksekutif Industri Pertahanan, memutuskan pada 7 Januari 2015, bahwa Turki mulai melangkah masuk ke fase “pra-desain” dalam upaya membangun sebuah jet tempur pribumi. Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, yang juga ketua komite mengatakan kepada wartawan bahwa model bermesin ganda akan dikejar dalam program pesawat tempur nasional, yang dijuluki TFX.

Pada tanggal 20 Januari, perusahaan pertahanan terbesar Turki, Aselsan dan perusahaan Eurojet mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU). Aselsan mengatakan tujuan dari MoU “untuk membuka jalan diskusi lebih lanjut dalam mencari peluang potensial untuk kerjasama bisnis unit kontrol mesin, pemeliharaan dan pemantauan penggunaan sistem dan proyek pengembangan perangkat lunak, terkait program mesin EJ200.”

Kolaborasi ini akan didasarkan pada mesin EJ200, yang saat ini dipakai jet tempur Eurofighter Typhoon dan mungkin menemukan aplikasi dalam program TFX Turki. Para pihak yang terlibat juga sepakat untuk mencari peluang lebih lanjut dengan target pasar global. ”

Seorang analis yang berbasis di Ankara mengatakan: “Aselsan mungkin tidak menjadi mitra utama dari Eurojet dalam kesepakatan untuk menghidupkan TFX, tapi jelas merupakan mitra strategis”.

Turki mengatakan pihaknya sedang mencari program alternatif untuk mengembangkan mesin lokal untuk pesawat tempur TFX melalui pembuat mesin nasional Tusas Turkish Engine Industries (TEI). “Kemitraan Eurojet dengan Aselsan dapat menciptakan kesepakatan produksi bersama dengan TEI,” kata pakar kedirgantaraan. “Dalam program tersebut, Aselsan akan bertugas memproduksi komponen elektronik untuk mesin.

EJ200 adalah turbofan militer, yang digunakan sebagai pembangkit listrik dari Eurofighter Typhoon. Mesin ini sebagian besar didasarkan pada teknologi Rolls-Royce XG-40 yang dikembangkan pada 1980-an.

Secara umum dengan teknologi XG-40, mesin EJ200 memiliki tiga stage kipas bertekanan tinggi, kompresor bertekanan tinggi lima stage, ruang bakar dengan pendingin canggih dan perlindungan termal, single-stage high and low pressure turbines with powder metallurgy discs and single crystal blades. The variable area final nozzle is a convergent-divergent design.

Sistem mesin ini memenuhi kebutuhan Turki untuk membangun TFX. “Mesin ini mungkin yang paling penting dari program nasional kita,” kata seorang pejabat pengadaan alat program tempur. “Idealnya, kami ingin bermitra dengan produsen yang bersedia berbagi teknologi dan memproduksinya di Turki dengan input maksimum yang mungkin disumbang oleh industri lokal.”(defensenews.com).

Bagikan Artikel :

  60 Responses to “TFX Turki Pilih Mesin EJ2000 Typhoon”

  1. ifx mangkrak

    • Berita militer ttg negara lain selalu tentang keberhasilan dan kesuksesan membuat langkah baru serta mewujudkan impian mjd kenyataan.
      Jarang sekali berita militer luar negeri ttg perkembangan yg stagnant atau jln ditempat..
      Mrk berhasil inii..ituu..pesawatnya makin ginii..makinn gituu..kapal selamnya makin ginii..makin gituu..rudalnyaa makin ginii..makin gituu..

      Sedangkan berita militer negara tercinta didominasi akan ginii..akan gituuu..tahun depan pswtnya akan ginii..akan gituu..tahun depan bikin inii..bikin ituu..

      Gimanaa niihh..

      • jangan-jangan berita busuk dari luar juga banyak yang ditutupin bung Petruk ๐Ÿ™‚

      • jangan salah bung, yg di lihat cuma keberhasilan aja,. kita ga tau proses nya,,,
        kegagalan israel buat perpur K-FIR,
        terhambat nya rafael india, tank t 90 india, T,50 INDIA jg msh berjalan di tempat,
        lebih dari 100 pespur amerika kecelakaan yg saat belajar mendarat di kapal induk,,
        amerika sendiri melakukan peneliitian dan pengembangan pespur itu puluhan tahun,,

        inti nya,, jgn pernah putus asa , banyak jalan dan rintangan nya yg harus dilalui, tidak akan berjalan mulus semua,, pasti ada kerikil nya,,

    • Kalo IFX gak jelas, ada baiknya kedua pihak (PTDI dan Aselsan) mau saling lirik sapa tau kerjasamanya bisa lebih jelas dan lengkap…..ngarep mode:on…

    • ”idealnya, kami ingin bermitra dengan produsen yg mau bersedia berbagi teknologi dan MEMPRODUKSINYA DI TURKI dengan input maksimum yg mungkin disumbang oleh industri lokal ”,, Turki benar2 telah memperhitungkan dan mengambil langkah yg tepat untuk mewujudkan kemandirian, dan satu hal yg penting tentang mesin, turki memutuskan untuk mengambil twin engine, bagaimanapun juga twin engine tetap berpengaruh sebagai pesawat tempur masa depan,,,

    • Seharusnya, sebelum indonesia memutuskan untuk merancang program alih teknologi ini, pemerintah indonesia sudah mempersiapkan infrastrukturnya lebih dahulu untuk mendukung program alih teknologi yg sudah di rencanakan, baik pespur, kapur, kasel dll,,dan memilih mitra yg sudah berpengalaman dan bersedia langsung memproduksinya di indonesia,,,saya kira, ini akan lebih cepat untuk mengejar kemandirian,,,

  2. absen

  3. IFX bagaimana ya kelanjutannya?

    • Fine, On Progress ! , Tidak Ada Masalah ๐Ÿ™„

      • Meskipun On Progres, tapi rasanya masih akan memakan waktu yang cukup lama ya Bung @KillFlyingCoffin…

        • IYA , Krn ini adalah rancang bangun pswt dgn Model Baru,

          Kan RI ikut dlm Project di KF-X bukan hanya semata2 bertujuan membuat pesawat dalam Jml Banyak, Tetapi Utamanya adalah untuk belajar R&D pespur dan belajar mendesign Pesawat tempur dari Zero/Nol (Mirip CN235 dulu). walau nanti dapat Offset return juga, mengingat PTDI dan KAI businesnya aiframer. untungnya part yg akan digunakan menggunakan part yg sudah ada dipasaran, jadi tidak terlalu lama juga (untuk Blok1) , planing timeframe nya sekitar 8 Thn lagi, dan dlm rentang waktu tsb masih ada 2 Fase yg harus dikerjakan.

          Kalau RI hanya Bertujuan membuat pesawat dlm jml banyak, Ya RI tinggal License pswt saja, Seperti F16 Turki, seperti CN235 Turki, Tapi Airframer mereka sendiri juga belum tentu mengerti Kalkulasinya, Mengapa dan Kenapa design pesawatnya seperti itu, krn mereka hanya merakit saja ( Know How itu penting).
          mungkin nanti program pengganti F5 bisa saja dgn cara spt itu(License), + pswt Special-Order dari airforce.

          Jadi Kedua Program Tsb tetap Sangat diperlukan, yg satu bertujuan R&D dan yg satunya lagi Program pemenuhan alutsista dgn syarat offset transfer teknologi, maka Kedua2nya bukan saling bersaing antar program, tapi di Tujukan untuk saling mendukung kemajuan industri dirgantaranya. ๐Ÿ˜€

  4. Kesalip lagi oleh Turki, jangan2 korsel merupakan kepanjangan tangan gerombolan si berat, untuk menggagalkan kepemilikan SU-35S dan SU-34 fullback oleh Indonesia ……….. !!!

  5. Ifx tahu2 jadi aja

  6. kemungkinan IFX kita juga mesin nya ej 200

    • Tidak mungkin.

      Partner tehnologi utama KAI adalah Lockheed-Martin.

      # Pilihan mesin pasti akan menjadi GE F414-400 spt di SH,

      # Radar AESA buatan Raytheon atau Northrop-Grumman,

      # persenjataan — Raytheon AIM-9x dan AIM-120 AMRAAM,

      # source code — ditulis oleh Lockheed-Martin sendiri

      # avionics — Lockheed-Martin

      # ECM dan targeting system — Northrop-Grumman

      # Tentu, dengan begitu banyak part “made in USA” — akan disertai embel2 FMS.
      Pemerintah US akan mempunyai kuasa penuh untuk menentukan sehebat apa KF-X / IF-X.

      Pssst, jangan kasih tahu siapa2!
      Kalau sampai KF-X bahkan dapat menyaingi F-16 di pasar pespur internasional,
      kemungkinan besar, pemerintah US akan menembak jatuh KF-X sebelum dapat terbang lebih tinggi!

      • Sok Tahu !
        Koreanya sendiri Juga Blom Tahu, Org Belum di tenderin.. !
        kok bisa2 nya memastikan !

        radar -> bisa LIG NEXT 1 , Bisa ELTA , BISA SELEX dll
        mesin -> Bisa EJ200, Bisa F414 , Bisa Snecma dll
        avionics -> Bisa samsung Techwin dll

        Psstt, kemungkinan besar, Gripen Tanpa ditembak pun, Nanti Bisa Jatuuh sebelum TakeOff, Krn mesinnya Cuma Single Engine, Seperti F16 Yunani kemarin.

        โ€œSafety First, No matter how much its will costs, If safety is not first, your life may not lastโ€

  7. Hahahaha, di rudder nya tertulis TAI.
    Beneran deh, seandainya turki ikutan proyek KFX/IFX, kemungkinan sukses nya lebih tinggi. Mungkin korea terlalu bergantung pada Amerika ?
    Pilihan tepat menggunakan EJ200, mesin yang paling efisien dan powerful. Kalau Indonesia mau Ambil Typhoon, akses ke EJ200 akan lebih mudah.

  8. 1

  9. Kalau Indonesia krjasama dengan Turki mungkin ifx tak lama bakal terbang, kalo sekarang kelamaan nunggu nanti giliran jadi udah jadi barang antik.

  10. Kalau uang sebesar 4 milyar dolar belum di bayar ke korsel lebih baik di batalkan saja. Turki saja condong buat sendiri. Masalahnya kita di kadalin sama korsel.

    $4b . Bisa dapat 2 skd Gripen berikut dan dengar dengarnya saab akan bantu ifx kita.

    Mendingan saab dari pada korsel yg di tunda tunda terus dan di dikte sama ASU.

  11. Melihat dari pilihan Turki terhadap mesin EJ 2000 Thyphoon kemungkinan besar Indonesia beli Typhon dari pada Gripen .Alasannya untuk pengenbangan kemampuan bikin airframe dan lain lain kita telah kerjasama dengan Korea dalam program IFX/KFX .Yang sama sekali belum tersentuh adalah mesin untuk mentenagai pespur tersebut. Bila Turky bisa ikut produksi mesin sebagian tentu PT DI ingin dapat kemampuan yang sama . Apabila jadi terpilih .,Indonesia tentu minta akses yang sama kepada konsersium eopa akan mesin EJ2000 sebagai prasyarat mengakuisasi Typhoon.Apalagi PT DI sudah punya hubungan yang panjang dan erat dengan airbus.Jadi sangat logis dan tepat akhirnya Typhoon di pilih sebagai penjaga langit Indonesia.Kalau kita cermati berita geopolitik kawasan di ” Asia pacifik defence forum.”.Cepat atau lambat dispute di LCS pasti akan mendatangi kita..Apalagi rezim sekarang lebih tegas sama China dibanding sebelumnya.Untuk itu mau tak mau kita harus merapat ke barat agar dapat dukungan senjata dan diplomatik lebih dibanding ke Russia .

  12. Kita harus mencontoh turki dengan tekat dan ambisi kemandiriannya. .

  13. Semangat turki untuk mandiri itu yg wajib di contoh oleh indonesia, terlepas dari pesawat apapun yg kelak di ambil sebagai pengganti f5 tiger indonesia TOT yg mendukung terciptanya jet tempur dlm negeri adalah hal pokok yg wajib di fikirkan oleh pengambil kebijakan di negeri ini. Kemauan dan kerja keras adalah kunci keberhasilan setiap negara maju di dunia ini, untuk itu langkah awal pemerintahan jokowi yg mendengungkan kemandirian di bidang inhan adalah kebijakan yg harus di dukung oleh seluruh rakyat indonesia, krn tanpa dukungan yg kuat dari rakyat program pemerintah hanya akan berupa kertas pembungkus kacang, harapan saya pemerintah benar2 serius melaksanakan niatnya untuk menjadikan bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri, bpk presiden yg terhormat, segenap rakyat indonesia menggantungkan harapan yg setinggi-tingginya terhadap bpk akan cita2 negeri yg mandiri.

  14. Kalu info2 nya bener & untuk solusi jangka panjang OK juga Typhoon diambil dengan catatan full TOT & langkah berikutnya keluar dari konsorsium KFX/IFX dan ganti dengan TFX/IFX lebih masuk akal dan mesin dari Airbuss,,PT. DI jelas lbh dekat hubungannya ketimbang pabrikan lain termasuk dari Amerika. namun untuk efek deteren dll dan juga sudah adanya simulator Sukhoi, tetep lebih baik akuisisi SU 35 BM sebanyak 16 unit + komponen+ rudal mautnya

  15. Turki negeri yg dulunya negeri khilafah yg amat bsr dan kini jadi negeri yg sekuler bgt antusias utk meraih kemandirian dlm alutsista.
    Mrk tlh mnyadari akn pentingnya industri mesin utk kemajuan bangsa. Krnnya mrk mndirikan TEI. Ibarat kata klu mampu buat mesin sih gerobak sampahpun bs jalan sendiri.
    Bgmn dgn Indonesia?
    Mestinya kt jg hrs mmpriotaskan utk mndrikn industri mesin, brppun biayanya.
    Klu perlu,rakyat mau kok dimintai dana scr langsung utk mmbiayainya. /org Rp.5000 x 250 jt sj ckp.

  16. Turki juga anggota nato, sekutu dekat asu juga.
    Ciri2 orang seperti anda inilah yg tidak maju2, tidak konsisten, tidak sabaran, maunya yg instan, dan gk mau berusaha, takut akan resiko, maunya enak doang gk mau susah

  17. KFX/IFX tersendat2 krn nunggu ijin USA, krn mesin, radar, dan komponen fital lainnya ambil dari USA (denger2 dibawah bimbingan LM). pastinya akan terkena aturan FMS dan semuanya harus seijin mereka. Masih mau lanjut??????? pusing aku.

  18. Wuihh kalo soal ini saya boleh iri ma Turki, F-16nya saja sudah dibangun di negara sendiri oleh Turkish Aerospace Industries dan 200 unit lebih akan diupgrade indigenous mission computer and avionics sistemnya oleh ASELSAN sehingga F-16 Turki akan setara F-16 Blok 50+, masih belum puas Turki ikut serta dalam proyek F-35 dan berencana membeli 100 F-35 Masih kurang Turki sudah ancang2 membuat pesawat tempur sendiri TFX gak kebayang kekuatan armada udara turki akan menjadi yg terbesar ke-2 di aliansi NATO
    Tapi melihat gambar rancangan diatas kenapa kelihatannya TFX lebih Fokus ke model Dual Engine padahal turki sudah punya pengalaman dng F-16 dan F-35 yg merupakan pesawat tempur single engine? kok juga tidak merancang pesawat yg single engine juga kan luas wilayah turki juga gak besar2 amat, apa gak takut boros perawatannya?

  19. Turki sudah terbukti, dl kemampuan dlm negeri dlm memenuhu kebutuhan pertahanan cuma 15 persen sekarang sdh 60 persen. Nama2 spt TAI, Aselsan, Roketsan, FNSS, dll sangat terkenal. Indonesia mah jauh tertinggal di belakang…

 Leave a Reply