Thailand akan Pantau Kapal Selam Kilo Myanmar

Jakartagreater.com – Wakil Kepala Angkatan Laut Kerajaan Thailand mengatakan Thailand akan memantau penggunaan kapal selam diesel elektrik Myanmar yang dibeli dari India. Itu adalah kapal selam pertama yang akan memperkuat militer Myanmar.

Wakil Laksamana Prachachart Sirisawat mengatakan kepada Bangkok Post pada hari Senin bahwa kapal selam Kilo class milik Myanmar dijadwalkan akan mulai beroperasi mulai 24 Desember, lansir Theweek.

The Bangkok Post melaporkan bahwa komando Angkatan Laut Kerajaan Thailand yang mengawasi Laut Andaman telah diperintahkan untuk mengawasi kegiatan-kegiatan kapal selam Angkatan Laut Myanmar.

Myanmar berencana untuk menggunakan kapal selamnya untuk “keamanan dan perlindungan kepentingan maritimnya”, kata Prachachart kepada Bangkok Post. Prachachart mengklaim Myanmar “akan meningkatkan efisiensi militernya”, merujuk pada negosiasi dengan Rusia yang akan membeli lebih banyak kapal selam Kilo class.

Kapal selam Kilo class yang ditransfer India ke Myanmar adalah INS Sindhuvir, sebuah kapal selam yang dijual oleh Uni Soviet pada tahun 1988. INS Sindhuvir diperbaharui oleh Hindustan Shipyard Limited di Visakhapatnam. India dan Myanmar telah sepakat untuk melatih personel untuk kapal selam baru di pangkalan pelatihan kapal selam di Visakhapatnam.

Times of India melaporkan pada hari Senin bahwa Angkatan Laut Myanmar akan menggunakan Sindhuvir terutama sebagai platform pelatihan dari Maret-April 2020.

Akuisisi Myanmar atas kapal selam dari India dilakukan di tengah kesibukan aktivitas kapal selam di Teluk Benggala. Baik Bangladesh dan Thailand, dalam beberapa tahun terakhir, akan membeli kapal selam dari Beijing.

Pada 2016, Bangladesh menerima pengiriman kapal selam pertamanya — dua kapal Ming class tua yang dibeli pada tahun 2013 dengan biaya US$ 203 juta. Bangladesh juga membangun pangkalan di Cox’s Bazar untuk armada kapal selam, dan China diperkirakan akan membantu dalam pembangunannya.

Pada tahun 2017, Angkatan Laut Kerajaan Thailand menandatangani kontrak senilai US$ 390 juta dengan galangan kapal Tiongkok untuk membeli kapal selam diesel elektrik S-26T class, kapal selam generasi baru. Royal Thai Navy kini sedang mencari dana untuk membeli dua lagi kapal selam S-26T.

Sementara hubungan ekonomi antara Thailand dan Myanmar telah membaik, perselisihan batas laut dan kegiatan pemberontak Karen di perbatasan mereka kadang-kadang membuat hubungan kedua negara menjadi tegang.

4 pemikiran pada “Thailand akan Pantau Kapal Selam Kilo Myanmar”

  1. Myanmar membeli kasel kilo bekas milik india dan kasel kilo yg dibeli myanmar adlh kilo versi lama yaitu project 877 tdk spt yg
    kasel kilo yg dimiliki oleh al cina dan vietnam yg dibeli dr rusia yaitu improved kilo alias project 676.

Tinggalkan komentar