Okt 312016
 

hq-12-myanamr

Angkatan Darat Thailand menyelesaikan kontrak kesepakatan pembelian sistem rudal pertahanan jarak menengah KS-1A / HQ-12 dengan China. Kesepakatan ini menjadikan Thailand sebagai negara ketiga pengguna rudal HQ-12 setelah Myanmar dan Turkmenistan. Negosiasi pembelian rudal SAM HQ-12 oleh Thailand terhitung sangat cepat – hanya kurang dari satu tahun.

Karena keterbatasan anggaran, Thailand hanya membeli tiga peluncur rudal HQ-12, masih belum diketahui apakah yang dibeli Thailand dari varian KS-1, KS-1A atau KS-1C. Tiga tahun lalu China merilis ke pasar ekspor sistem rudal SAM KS-1C. Varian yang dibeli Angkatan Darat Myanmar adalah KS-1A, sedangkan Turkmenistan dan mungkin Thailand menerima varian ekspor terbaru KS-1C.

hongqi-12-hq-12-kaishan-1-ks-1-surface-to-air-missile-system-5

Pada tahun lalu, sebenarnya Thailand sedang melakukan negosiasi pembelian sistem rudal pertahanan udara FD2000 (HQ-9), namun karena kendala keuangan Thailand akhirnya setuju dengan versi KS-1. Masih belum jelas apakah Thailand masih melanjutkan proses pembelian sistem HQ-9, karena biasanya broker perdaganan luar negeri China- Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMIEC) selalu melakukan penjualan dalam satu paket antara SAM HQ-9 dan HQ-12, yang masing-masing memiliki jangkauan 125 dan 70 km. Sejauh ini hanya Turkmenistan yang mengakuisisi keduanya (HQ-9 dan HQ-12).

Sistem rudal KS-1 pernah ditawarkan kepada Malaysia yang hingga kini belum diketahui kelanjutannya. Pada April 2016 di pameran persenjataan di Malaysia, untuk pertama kalinya CPMIEC memamerkan rudal SAM KS-1C, yang mampu menembak target pesawat tempur dengan jangkauan 5-70 km dan 7-30 km untuk menghadang serangan rudal jelajah.

Bagikan:

  39 Responses to “Thailand Akuisisi Sistem Rudal SAM HQ-12”

  1.  

    Indonesia menyusul

  2.  

    Indonesia kapan….?

  3.  

    Indonesia mah biasa, nanti kalau udah perang dan kelabakan baru pejabatnya mikir.

  4.  

    Kok sering susah sekarang buka JKGR bung@Diego…?

  5.  

    Bukannya indonesia pada mef 2 dah ada list SAM Nassam y

  6.  

    Bahasa Rusia Harus Dikuasi Crew Skadron Udara 14 Lanud Iwj
    Pen Lanud Iwj – 3/10/2016

    Keterangan Gambar: Kepala Dinas Pendidikan Angkatan Udara (Kadisdikau) Marsekal Pertama TNI H. Haryono, Msc., memberikan ucapan selamat kepada para peserta kursus (KIBA) Rusia, di Sekolah Bahasa (SESA) Iswahjudi Skadik 505 Wingdikum, Senin (3/10/16).(Foto:Pen Lanud Iswahjudi).

    Kepala Dinas Pendidikan Angkatan Udara (Kadisdikau) Marsekal Pertama TNI H. Haryono, Msc., secara resmi membuka Kursus Intensif Bahasa Asing (KIBA) Rusia, di Sekolah Bahasa (SESA) Iswahjudi Skadik 505 Wingdikum, Senin (3/10/16).

    Dalam pembukaannya Kadisdikau mengatakan bahwa kursus KIBA Rusia ini merupakan crash program dalam merespon kebutuhan TNI Angkatan Udara yaitu dengan akan datangnya alutsista TNI AU berupa pesawat Sukhoi 35 yang nantinya akan memperkuat alutsista dan sebagai bagian komponen utama dalam menjaga wilayah udara nasional.

    Selanjutnya Kadisdikau menegaskan sebagai salah satu upaya dalam mempersiapkan sumber daya manusia dalam pengawakan alutsista tersebut, Disdikau selalu berkoordinasi dengan satuan atas serta lembaga Pendidikan diluar TNI Angkatan Udara yaitu Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

    “Kepada para peserta kursus dapat mengoptimalkan waktu, kesempatan dan kepercayaan yang diberikan TNI Angkatan Udara selama 3 (Tiga) bulan kedepan untuk melaksanakan kursus Bahasa Rusia ini”, tegas Kadisdikau.

    Kursus KIBA Rusia gelombang pertama ini diikuti oleh 40 orang terdiri dari 6 Perwira Pertama, 32 Bintara dan 2 Tamtama semuanya berasal dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi. Menurut Rencana kursus KIBA Rusia diikuti 84 orang, dilaksanakan selama 3 gelombang, Gelombang pertama 40 orang di Sesa Lanud Iswahjudi, gelombang kedua diikuti 4 orang perwira Penerbang dilaksanakan di Sesa Lanud Hasanudin Makasar dan gelombang ketiga diikuti 40 orang akan dilaksanakan di sekolah Sesa Lanud Iswahjudi.

    Pembukaan Kursus Intensif Bahasa Asing (KIBA) Rusia, di Sekolah Bahasa (SESA) Lanud Iswahjudi, dihadiri Kadisops Lanud Iwj Kolonel Pnb Setiawan, Kadislog Lanud Iwj Kolonel Tek A.R. Panca, S.E., Kadispers Lanud Iwj Kolonel Pnb Arwani, Danwingdikum Kolonel Pnb Zulfahmi, S.Sos., Dansesa Iswahjudi, Mayor Sus Warsito Sidi, Spd.

    https://tni-au.mil.id/berita/bahasa-rusia-harus-dikuasi-crew-skadron-udara-14-lanud-iwj

    BUKAN HANYA PILOT TIONGKOK YG HARUS BERADAPTASI DENGAN BAHASA RUSIA DI PANEL SU-35

    berarti pasti di beli SU-35 nya heheehhe cuma masalahnya berapa unit?

  7.  

    bagaimanapun jangan tergiur untuk beli persenjataan dari cina walaupun murah, ….jangan sekali-kali, benar2 suatu kekeliruan beli senjata dari mereka, digunakan sekali bagus, jangan tanya pemakaian selanjutnya…sorry bukan menghina…. itu fakta, peralatan pabrik yang tidak canggih saja semrawut, dikalibrasi sulit, spare part tidak standar membuat teknisi pusing dan pabrik tidak jalan…. setelah berhenti produksi berbulan bulan spare part datang ternyata tidak bisa digunakan….ampun deh

  8.  

    bukan hanya su 35 saja, semua sistim persenjataan yg dr rusia past panel dan bahasa komputiernya rusia jg, kasel, kaprang, radar serta rudal.. lha wong penerbang kita udah latihan di sana kok ngapain masih nge les di iswayudi.. brati semua di borong kayanya nih, yahee…

  9.  

    masalah jumlah yang tidak dipublish semua… yang penting kita punya.. dan rakyat merasa amannn.
    Untuk Urusan Rudal… sebenarnya darimana saja OK yang penting cocok harga dgn fungsinya.. masalah type kan Komandan yg paham, sedangkan USER yang taunya tinggal mengoperasikannya saja

  10.  

    Mantan

  11.  

    Kasian Indonesia ku, hanya bisa gigit jari, …. sambil plonga plongo, akibat di PHP mulu !!!

  12.  

    Malay adalah negara sejahtera ini fakta,walau mereka lebih suka pisang daripada nasi ini fakta.jadi sudah cukup membuly malay ya arek arek.kalau gak bisa berhenti ya monggo lanjutkan,malay pun harus ngerti mungkin banteng2 merah putih sudah kecanduan bully malay,kalau candu kan gak gampang ngilangkan,mungkin butuh waktu,malay pun harus faham.

  13.  

    Indonesia belom waktunya beli yg medium hahahah

  14.  

    okey keren lah

 Leave a Reply