Apr 082019
 

Rudal C-802A yang ditembakkan fregat Thailand (foto : RTN)

JakartaGreater.com – Angkatan Laut Thailand melakukan uji tembak dengan rudal anti kapal C-802A. Penembakan dengan rudal anti kapal dilakukan di Laut Andaman sebagai bagian dari pelatihan tahunan Angkatan Laut Thailand di tahun 2019.

Rudal ditembakkan dari fregat HTMS Kraburi pada target yang berjarak 100 km dan berhasil mengenai targetnya. Uji tembak dengan rudal C-802A ini adalah peluncuran pertama dengan rudal anti kapal tersebut di Angkatan Laut Kerajaan Thailand dan juga pertama kalinya di kawasan ASEAN, seperti ditulis oleh RoyalThainavy.

Rudal C-802A adalah rudal anti kapal buatan Tiongkok. Rudal anti kapal dengan kecepatan sub sonic ini menggunakan bahan bakar padat dengan hulu ledak armor semi-piercing dan memiliki dampak ledakan tunda yang memaksimalkan kerusakan pada bagian dalam kapal perang yang diserangnya.

C-802A memiliki memiliki panjang 6,383 meter dan diameter 0,36 meter, dengan bentangan sayap 1,22 dengan berat total 802 kilogram.

Rudal dapat digunakan dalam kondisi laut normal, hingga permukaan laut dengan kondisi sea level 5. Selain fregat HTMS Kraburi (457) rudal anti kapal C-802A juga melengkapi fregat HTMS Saiburi (458).

fregat HTMS Kraburi (foto : Milpower)

Sedangkan fregat HTMS Kraburi adalah fregat buatan China State Shipbuilding Corp Tiongkok yang dibeli dengan harga “terjangkau” khusus untuk Angkatan Laut Thailand. Dibeli dengan harga sekitar US$ 62 juta per unit, secara keseluruhan Thailand memiliki empat fregat dari class Jianghu.

 Posted by on April 8, 2019

  4 Responses to “Thailand Lakukan Uji Tembak dengan Rudal C-802A”

  1.  

    C-802 adalah nama ekspor dari Yingji-82 atau YJ-82 (Bahasa China berarti “Serangan Elang”; Kode NATO: CSS-N-8 Saccade) yaitu rudal anti kapal China yang pertama kali diperkenalkan pada publik tahun 1989 oleh China Haiying Electro-Mechanical Technology Academy (CHETA), dikenal juga dengan Akademi ketiga. Rudal ini memiliki pantulan radar yang kecil , jalur terbang yang rendah (antara sekitar 5 sampai 7 meter di atas permukaan laut) dan kemampuan anti-jamming yang tinggi dari peralatan pandunya , maka kapal sasaran mempunyai kesempatan yang kecil untuk menghambat C-802.Kemungkinan perkenaan dari tembakan satu rudal C-802 diperkirakan sekitar 98%. ..https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/08/mengenal-rudal-c-802-css-n-8-saccade.html

  2.  

    jangan anggap receh, kalo rudalnya nggak beres , gak bakal dibeli sama Indonesia

  3.  

    Egk juga bro liat rudal startrek yg udh 2 x di uji dan hasilnya …….i. Dan liat juga nasam yg rudal buatan Amerika yg pernah embargo Mash aja di beli.

  4.  

    paling tidak NASAM yang akan kita punyai memiliki efek gempa di kawasan