Jul 152017
 

Thailand telah menyetujui untuk membeli lagi tambahan delapan pesawat latih serang T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan, menambah empat pesawat yang sudah diakuisisi pada tahun 2015.

T-50 atau TA-50TH pesanan Thailand akan menggantikan armada pesawat latih serang L-39ZA / ART Albatros.

Menurut spesifikasi yang dirilis sebelumnya oleh KAI, TA-50TH akan sepenuhnya mampu bertempur, dilengkapi dengan fire control radar Elbit EL/M-2032, Databus MIL-STD-1760 dan data Link 16.

Sepertinya sebelum memutuskan pembelian FA-50TH, Thailand sudah mempertimbangkan dan membandingkannya dengan pesawat latih serang lain, seperti Yak-130, M-346 dan pesawat latih terbaru Scorpion.

Terlihat dari diagram infografik, T-50 memiliki spesifikasi kemampuan yang lebih baik dari pesaingnya, baik pada kecepatan, kemampuan menanjak dan daya muat persenjataannya.

Beberapa waktu sebelumnya, Filipina melengkapi FA-50PH miliknya dengan rudal sidewinder dan Maverick, dan mengirimkan satu pesawat angkut C-130 untuk memborong persenjataan FA-50PH ke Amerika Serikat, yang memperlihatkan T-50 bukan hanya pesawat latih, namun bisa menjadi pesawat serang garis depan Filipina.

  5 Responses to “Thailand Mantap Akusisi Penuh T-50TH”

  1. korsel harus beterima kasih kepada TNI AU

    • Mengapa mas? Karena di Asia Tenggara TNI AU adalah yg pertama membeli pesawat jenis itu dari Korsel? Dan menjadi panutan negara sekitar.

      Namun para negara tetangga sering tersenyum lega, terutama jika persenjataan yg dibeli TNI dianggap nomor dua. Contohnya ketika isu TNI AL berminat pd kapal selam Kilo buatan Rusia, betapa miris negara sekitar, untuk itu mereka berlomba mengadakan kapal selam yg lbh baik dari Kilo. Sebutlah Malaysia dg kapal selam Scorpene nya yg konon memiliki mode mengambang lupa menyelam. Singapura segera memesan kapal selam type 218SG buatan Jerman untuk menggantikan kapal selam kelas Archer buatan Swedia. Sementara Australia segera mengganti kapal selam kelas Collin nya dg kapal selam Shotfin Barracuda buatan DCNS perancis. Para negara tetangga berusaha memodernisasi kapal selamnya untuk mengimbangi Kilo Indonesia, namun kemudian pemerintah Indonesia ternyata lbh memilih kapal selam imut buatan Korsel juga, Changbogo. Ini membuat para tetangga tersenyum simpul, karena dianggapnya hantu selam Indonesia bkn musuh yg perlu ditinggal ngacir karena menakutkan, namun bisa dihadapi dg gaya dan pongah. Sepertinya hanya Papua Nugini negara tetangga Indonesia yg tidak bernafsu membeli kapal selam, untuk menandingi Indonesia.

      Namun ane percaya dg rencana rahasia para pengambil kebijakan dibidang pertahanan Indonesia, yg memilih bergaya low profile dg tidak mengumbar pembelian berbagai senjata mengerikan..

  2. semoga pengganti hawk tni au fa50…krn sdh bantal pupen di marawi…dan t50 nya jd dilengkapi rudal..

  3. kita pake radar apa ya???

  4. Ngaren Thailand gak beli pespur China mana tau bs beli 2 gratis 1 kayak kaselnya kemarin!he3

 Leave a Reply