Thailand Meningkatkan Kemampuan Pertahanan Udara

32
20
Sistem rudal pertahanan udara HQ-12 (KS-1C) Myanmar. © Top81.cn

JakartaGreater.com – Angkatan Bersenjata Thailand telah menunjukkan sistem rudal permukaan ke udara (SAM) KS-1C (KaiShan) buatan China, yang telah diperolehnya dalam dua tahun terakhir. Ini juga akan berlanjut tahun ini, dengan pembelian sistem rudal pertahanan udara VL MICA dari MBDA.

Hingga sekarang ini, Angkatan Bersenjata Thailand (RTA) hanya mengoperasikan senjata anti pesawat terbang jarak pendek seperti Oerlikon GDF-007 dan juga rudal MANPADS seperti Thales Starstreak.

KS-1C dikembangkan oleh China Aerospace Science and Industry Cooperation (CASIC) dan merupakan perbaikan dari versi KS-1A. Ini memiliki jangkauan yang ditingkatkan, dari 50 km menjadi 70 km dan layanan ketinggian maksimum hingga 27 km dari 24 km.

Sistem KS-1C milik Angkatan Darat Thailand ditembakkan dari rel peluncur ganda yang dipasang pada truk 6×6 buatan China.

Militer Thailand menempatkan sistem rudal permukaan ke udara (SAM) KS-1C buatan China. © Sukasom Hiranphan

Sistem hanud buatan China tersebut dipasangkan dengan radar H-200 yang memiliki jangkauan deteksi hingga 120 km. Pada saat dikembangkan, H-200 adalah merupakan radar pertahanan udara bertahap pertama buatan China dan banyak yang menyamakan bentuk dan konsep operasinya dengan AN/MPQ-53 pada sistem rudal Patriot AS.

China mengklaim bahwa radar H-200 tersebut mampu mengarahkan enam rudal KS-1 (secara bersamaan) untuk mencegat 3-6 target yang masuk.

Berbeda dengan Angkatan Udara Thailand yang bersandar Barat, Angkatan Darat telah mengadopsi berbagai peralatan tempur buatan China, termasuk peluncur roket multi laras WS-1 302 mm dan tank tempur utama VT-4 yang baru.

Pada pameran pertahanan dan keamanan tahun lalu yang diselenggarakan di Bangkok, Pascal Emler, Eksekutif Regional MBDA, mengatakan perusahaannya akan mengirimkan dua peluncur VL MICA yang dipasang pada truk tahun ini, bersama dengan sebuah truk komando.

Namun Angkatan Darat Thailand memutuskan untuk tidak membeli sepasang peluncur kedua, seperti yang telah direncanakan sebelumnya pada tahun 2013.

MBDA mengklaim bahwa MICA adalah satu-satunya di dunia yang mampu dipasangi seeker pencari panas (VL MICA IR) atau dengan radar aktif (VL MICA RF).

Unit peluncur MICA Thailand, akan di lengkapi dengan radar bertahap C-band mobile TRML-3D/32 buatan Airbus Defense & Space yang memiliki jangkauan deteksi hingga 200 km.

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Chen Chuanren di situs AIN Online.

32 KOMENTAR

  1. Yang pasti si Jimmy itu malu karena pesawat yang ditawarkannya terbatas suku cadangnya mengingat populasi IL96 hanya 30 unit dibanding A330 yang sudah dibuat 1390 unit sampai Desember 2017.

    Lebih banyak populasi unitnya berarti lebih banyak spare parts dijual.

    Daripada hanya seuprit gitu.